Macaroon

Macaroon
16. Berteman


__ADS_3

Semua karyawan kini sudah kembali ke penginapan.


Wisata tadi siang cukup membuat mereka lelah, tapi bahagia.


"La, Kita cari makanan yuk!" Ajak Nia saat perutnya terasa lapar.


"Apa sih Nia, aku lagi nelpon tau." Jawab Laila yang sedang sibuk bicara di telepon.


"Ayo, La. Di depan sana pasti ramai." Bujuk Nia.


Laila yang asik mengobrol dengan Irfan tidak menghiraukan Nia.


"La, Ayo." Paksa Nia.


"Nia, aku lagi teleponan sama Irfan, aku lagi kangen banget sama Dia" Ucap Laila yang sudah Bucin akut, sampai menolak ajakan Nia.


Nia pun keluar dari kamar penginapannya dan duduk di teras.


"Nia, Kamu sedang apa?" Tiba-tiba terdengar suara.


Ternyata Nata yang datang dan menghampiri.


Nata pun ikut duduk di teras depan kamar Nia.


"Tidak sedang apa-apa. Cuma Sedang mencari angin" Jawab Nia yang hatinya kembali berdebar.


"Di depan sana ramai. Sayang sekali kalau cuma berdiam diri di kamar." Ucap Nata mengajak Secara tidak langsung.


"Iya." Jawab Nia yang sebenarnya ia pun sangat ingin pergi kesana.


"Ayo, kita kesana. Sekalian kita cari makan khas sini" Akhirnya Nata benar-benar mengajak Nia.


"Kamu tenang saja, Aku tidak memaksa kamu untuk membalas perasaanku. Tapi setidaknya kita bisa berteman bukan?." Sambung Nata.


Nia pun beranjak dari duduknya.


"Kamu juga menolak berteman denganku?" Tanya Nata yang melihat Nia beranjak dan hendak masuk ke kamarnya.


"Saya akan mengambil dompet." Jawab Nia.


"Tidak usah. Aku traktir kamu, anggap saja untuk merayakan pertemanan kita." Ujar Nata Sambil Tersenyum.


Nia pun mengurungkan niatnya untuk mengambil dompet.


Nia dan Nata pun berjalan sejajar menuju jalan Malioboro yang tidak jauh dari penginapan mereka.

__ADS_1


Suasana ramai. Benar apa yang di katakan Nata, Sayang sekali kalau mereka melewatkan ramai-nya kota dan hanya berdiam diri di kamar.


"Kita kesana." Ucap Nata menunjukkan sebuah warung angkringan.


Nia tidak banyak menolak kali ini.


Ia mengikuti nata ke warung tersebut.



Dua porsi makanan pun kini sudah di hadapan mereka.


"Apa Kamu pernah ke Jogja sebelumnya?" Tanya Nata di sela makan mereka.


"Belum,Ini pertama kalinya." Jawab Nia.


"Kamu suka?" Nata kembali bertanya


"Iya. Tempatnya bagus-bagus." jawab Nia


"Yasudah, Nanti kalau kita honeymoon, kita kesini lagi, Berdua. Hahaha... Bercanda Neng."Nata langsung mengonfirmasi kata-katanya, takut Nia tidak suka.


Nia hanya sedikit tersenyum menanggapi candaan dari Nata.


"Iya." Jawab Nia Setuju.


Nata mengajak Nia ke sebuah toko oleh-oleh dan pernak-pernik.



Nata melihat-lihat barang yang ada di toko tersebut, ia cukup bingung akan membeli apa untuk Emaknya.


"Aku bingung mau beli apa buat Emak?" Ucap Nata pada Nia yang juga sedang melihat-lihat.


"Tas ini bagus. Ibu pasti suka." Ucap Nia yang menunjukkan tas berwarna coklat dengan model yang simpel tapi bagus.


"Iya, itu bagus. Aku beli itu saja, kalau begitu."


"Kamu mau beli apa? Ambil saja" Nata menawari Nia untuk mengambil sesuatu yang dia suka.


Tapi Nia hanya melihat-lihat dan tidak mengambil apapun, karena ia tidak membawa Uang.


Tapi tanpa sengaja Nata mendapati Nia sedang menyembunyikan tawa-nya, Saat ia mencoba beberapa blangkon di kepalanya.


"Kenapa? aku tambah ganteng ya, pake blangkon ini." Ujar Nata pada Nia

__ADS_1


Nia tidak menjawab, Hanya terus mengulum senyumnya yang sebenarnya ingin merekah.


"Kalau begitu, aku mau beli ini. Biar aku pakai di depan kamu, dan bisa terus lihat senyum kamu ini" Ucap Nata dengan tatapan Nanar.


Nia yang kembali mendapatkan desiran hangat di hatinya, hanya kembali menunduk.


"Kamu mau apa? Sini biar aku Bawa kesana untuk di bayar." Ucap Nata yang hendak membayar


"Tidak usah. Saya tidak mau apa-apa." Tolak Nia, karena tidak ingin merepotkan.


"Kamu, yakin?" Kata Nata.


"Iya." Jawab Nia yakin


Nata hanya menghembuskan nafas karena Nia selalu saja menolak.


Nata pun membawa beberapa barang belanjaannya ke pemilik toko untuk di bayar.


Dua buah paper bag berwarna coklat dengan gambar wayang pun sudah di tangan Nata.


"Terimakasih, Ya. Sudah memilihkan oleh-oleh buat Emak" Ucap Nata saat mereka dalam perjalanan pulang menuju penginapan.


"Iya, Sama-sama. Terimakasih juga untuk traktiran makannya." Jawab Nia.


Nata hanya tersenyum.


Nata sangat senang, bisa menghabiskan waktu bersama gadis pujaan hatinya, walaupun hanya beberapa jam saja.


Mereka pun sudah sampai di penginapan.


"Ini untuk kamu." Nata menyodorkan salah satu paper bag di tangannya.


"Apa ini?" Tanya Nia heran. Karena saat di toko, Ia sudah menolak membeli.


"Sudah, ambil saja. Anggap saja ini kenang-kenangan dariku." Nata menyerahkan paper bag tersebut.


"Terimakasih." Ucap Nia menerima pemberian Nata


"Ia, Simpan baik-baik yaa! Langsung tidur. Supaya besok tidak lelah." Suruh Nata.


"Ia, Saya pergi dulu." Pamit Nia.


"Ia, selamat malam. Semoga mimpi indah." Ucap Nata, saat Nia berjalan menuju kamarnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2