Macaroon

Macaroon
72. honeymoon


__ADS_3

"Bu, Nia sama Bang Nata pamit." Ucap Nia berpamitan.


Nata pun melakukan hal yang sama. Ia mencium tangan ibu mertuanya itu.


Nata dan Nia pun segera pergi menggunakan motor kesayangan Nata.


Saat hari pernikahan Nata meminta salah satu temannya untuk membawakan motornya, Agar dia tidak kesulitan saat hendak berangkat ke Jakarta.


Nata memacu motornya agar cepat sampai di Jakarta.


Ia benar-benar sudah tidak sabar untuk menikmati masa-masa honeymoon.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Nia saat Nata membawa motornya masuk di parkiran hotel.


"Kita istirahat disini." Jawab Nata setelah memarkirkan motornya


"Kenapa tidak pulang saja! Atau ke kost-an aku." Ujar Nia sambil berjalan memasuki hotel.


Nata pun seketika menghentikan langkahnya dan berbisik.


"Kita mau honeymoon sayang."


Seketika Nia bungkam tidak bisa menjawab apa-apa.


Setelah melakukan check in untuk dua hari kedepan Nata dan Nia pun segera menuju kamarnya.


Nata sengaja memilih sebuah hotel yang bagus. Karena ia ingin menjadikan momen honeymoon ini menjadi sangat berkesan bagi Dirinya dan Nia.


"Wah kamarnya bagus sekali." Ucap Nia saat mereka memasuki kamar hotel.



Nia sangat antusias. Nia segera membuka gorden jendela sehingga ia bisa melihat pemandangan kota Jakarta dari kamarnya.


"Kamu suka?" Tanya Nata Sambil memeluk Nia dari belakang.


"Ia, Selain kamarnya yang nyaman pemandangannya pun indah." Jawab Nia.


"Tapi semua keindahan itu akan kalah dengan keindahan yang kamu miliki." Ucap Nata sembari terus memeluk Nia.


Nia hanya tersenyum mendengar ucapan manis dari Nata.


"Kenapa tidak bilang kalau kita mau ke hotel. Setidaknya aku bisa bawa baju ganti." Kata Nia


"Disini kita tidak perlu memakai baju Sayang." Ucap Nata sembari menaruh dagunya di pundak Nia.


Setelah puas memeluk Nia dari belakang, Nata pun memutar tubuh Nia sehingga mereka saling berhadapan.


Perlahan Nata melepaskan kerudung dari kepala Nia.


Nata mengusap rambut lurus Nia.


Tangannya pun mulai nakal bergerak kemana-mana.


Rasa lelah setelah memacu motornya dari Bogor sampai Jakarta menguap entah kemana.


Nata membuka jaket dan kemeja yang di pakainya lalu melemparnya ke sembarang arah.

__ADS_1


Jangan tanya bagaimana perasaan Nia.


Rasa gugup, Takut dan malu bercampur aduk saat Nata mulai melepaskan pakaian Nia.


Sebuah kemeja lengan panjang sudah terlepas dari tubuh Nia.


Kini tubuh atas Nia hanya di tutupi tangtop dan penutup dada.


Tidak menunggu lama.


Nata pun segera menggeser tali tangtop dari bahu Nia. Sehingga Nata mulai melihat benda kenyal nan ranum yang sudah di penuhi tanda merah yang di buat olehnya semalam.


Nia tidak berani beradu tatapan dengan Nata saat Nata melepaskan tangtopnya.


Kemudian Nata mengecup dahi dan kedua mata Nia, Kecupan pun berlanjut di hidung, pipi, Dagu, leher, dada dan berhenti di perut Nia.


Sambil sedikit berjongkok Nata mengecup perut langsing Nia Hingga beberapa kali.


"Apa Abang sudah boleh memintanya?" Tanya Nata.


Nia pun mengangguk.


Dengan lembut Nata terus menciumi perut Nia dan mengusap punggungnya.


Nia mulai kewalahan dengan sentuhan yang diberikan Nata.


Perlahan tangan Nata mulai menuju celana jeans yang di kenakan Nia.


Tapi Nia refleks memundurkan tubuhnya saat Nata hendak membuka kancing jeans-nya.


"Kenapa?" Ucap Nata sembari menengadahkan wajahnya.


Nata pun berdiri dan kembali mengusap pipi Nia.


"Nggak usah malu sayang. Nanti juga terbiasa." Bujuk Nata.


Nia pun hanya diam sambil menunduk saat Nata berusaha membuka kancing jeans-nya.


Tidak lama celana jeans pun lepas dari kaki Nia.


Lagi-lagi Nia mundur menjauh saat Nata menatap penutup segitiga Bermuda miliknya.


"Kalau begitu Kita duduk di sana." Ucap Nata mengajak Nia menuju ranjang.


Sepasang suami istri itu pun sudah duduk di tepian ranjang.


Nata kembali memulai aksinya.


Nata memeluk Nia dan mengusap punggungnya hingga Nia tidak menyadari kalau pengait dari penutup dadanya sudah terlepas.


Tanpa segan Nata pun melepaskan penutup dada Nia dan melemparnya entah kemana.


Nata pun kembali menjadi bayi yang kehausan.


Nia menengadahkan kepalanya saat Nata menghisap pucuk dadanya kuat-kuat.


Setelah puas di dada, Nata segera membaringkan tubuh Nia.

__ADS_1


Setelah lama melakukan pemanasan, Nata tidak dapat lagi menahan dirinya.


Ia segera melepaskan si Joni dari sangkarnya.


Nia memalingkan wajah saat milik Nata berdiri gagah dihadapannya.


"Abang mulai ya!" Ucap Nata yang mulai berada di atas Nia.


"Maafkan Abang ya, Kalo ini menyakiti kamu." Bisik Nata.


Nata sedikit kesulitan saat memasukkan si Joni.


Di balik Nata yang kesulitan ada Nia yang meringis kesakitan.


Nata menggenggam kedua tangan Nia dan kembali menghentakkan si Joni.


"Abang...!!!" Nia pun tak kuasa lagi menahan diri untuk tidak berteriak karena ia benar-benar kesakitan saat Nata berhasil menerobos selaput dara miliknya.


Nata seketika berhenti langsung memeluk Nia dan membiarkan si Joni tenggelam.


Nata ingin memberikan jeda sejenak pada Nia yang kesakitan.


"Maafin Abang ya Neng. Setelah selesai kita obati ya!" Ucap Nata yang menciumi bulir bening di ujung mata Nia.


Setelah berhenti beberapa menit Nata pun kembali memulainya tentu saja Setelah mendapatkan ijin dari Nia Nata pun memulai kembali peperangan yang tertunda.


Nata bergerak dengan kekuatan penuh seperti hendak berperang dengan Megatron.


Untuk menahan rasa sakit Nia mencengkram seprai dengan tubuh yang terhentak kesana kemari.


Tiga puluh menit berlalu. Tapi Nata masih belum berhenti, Pendingin ruangan seolah tidak berfungsi, Hingga Peluh sudah mulai mengucur dari tubuh Nata.


Rasa perih yang semula di rasakan Nia berganti dengan kebas yang disertai rasa nyeri.


Melihat Nia terkulai lemas dengan keringat di dahinya Nata pun menyudahi permainannya.


Nata membiarkan benih unggul menyirami rahim Nia.


Seperti kehilangan seluruh tenaga Nata pun ikut terkulai lemas di samping Nia.


Dengan Nafas yang menderu Nata dan Nia berbaring sejenak lalu saling memeluk satu sama lain.


Kali ini Mereka tidak banyak bicara, Hanya Nata yang terus menciumi dahi Nia untuk ucapan rasa terimakasih.


Nata menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka setelah rasa gerah mulai berkurang.


"Terimakasih banyak ya Istri Abang yang cantik!." Ucap Nata Sebelum mereka tertidur untuk beristirahat dan melanjutkan peperangan berikutnya.


Hai gaesss....


Apa kabar?


Maaf ken author koplak ini ya! Ngilang lama.


Eh pas Muncul bikin part hareudang.


Kira-kira part Honeymoon nya di lanjut nggak Yaa!!!

__ADS_1


Thank you guyss udah ngikutin cerita ini.


__ADS_2