Macaroon

Macaroon
46. Nata & Nia ll


__ADS_3

Setelah selesai beberes kosan, Nia beristirahat di kamar.


Hari Sabtu Ini, Nia hanya sendirian di tempat kost, karena Laila sudah pulang sejak kemarin.


Nia Sebenarnya berencana untuk pulang kampung hari Sabtu ini.


Tapi Nata memintanya untuk pulang bersama besok.


Nia mengambil ponselnya, Ia baru ingat kalau ia belum memberi tahu ibunya, kalau besok Nata dan Ibunya akan datang kerumahnya.


"Assalamualaikum Neng." Ucap Ibu Salma.


"Waalaikumsalam, Bu. Ibu Apa kabar?" Ucap Nia


"Ibu, Sehat Neng. Kamu belum pulang? Besok kan acara pernikahan Teman kamu Laila." Ucap Bu Salma lagi.


"Iya, Bu. Nia pulang besok pagi." Jawab Nia.


"Bu, Nia mau ngomong sesuatu." Sambung Nia


"Ada apa Neng? kok sepertinya serius sekali." Jawab Bu Salma penasaran


"Eemm... Besok--," Nia Ragu-ragu


"Besok kenapa Neng? Kamu ada masalah?" Bu Salma menjadi khawatir


"Nggak Bu. Nia Cuma mau ngomong, Kalau besok Nia mau ngenalin seseorang." Jawab Nia sedikit gugup.


"Siapa Neng? Pacar kamu?" kata Bu Salma


"Eemm, Iya Bu." Jawab Nia malu-malu.


"Alhamdulillah.. Ibu senang mendengarnya." Jawab Bu Salma Dengan bahagia.


"Besok, Bang Nata mau membawa ibunya ke rumah kita." Ucap Nia Lagi.


"Oyah! Kalau begitu Ibu harus kepasar buat belanja bahan makanan buat jamuan. Kamu kenapa baru memberitahu sekarang! Ibu kan bisa buat kue atau apa gitu!" Bu Salma


"Iya, Bu. Maaf." Jawab Nia.

__ADS_1


"Kalau begitu, Ibu mau ke pasar dulu, Kalau terlalu siang nanti takut sudah pada habis." Kata Bu Salma.


"Iya, Bu." Jawab Nia


Nia pun kembali menyimpan ponselnya setelah selesai menelpon.


___________


Pukul 05:00 pagi..


"Tong, Kamu sudah siap?" Ucap Mak Leha sembari mengetuk pintu kamar Nata.


"Iya, Mak" Jawab Nata dan membuka pintu


Mak Leha terkagum saat melihat penampilan Nata yang berbeda.


Kalau biasanya Nata hanya menggunakan celana jeans, kaos oblong dan jaket, kini Ia terlihat elegan dengan kemeja batik yang di belikan Nia.


"Ya Allah, Tong. Lu cakep banget. Udah kaya anak pejabat aja." Ucap Mak Leha sembari mengusap-usap baju batik yang di kenakan Nata.


"Cakep ya Mak! Ini baju pilihan Nia." Jawab Nata


"Iya, Dong. Anak siapa dulu." jawab Nata dengan penuh percaya diri.


"Memangnya emak sudah siap?" Nata balik bertanya


"sudah, Semua barang bawaan juga sudah di masukan ke mobil sama si Udin" Jawab Mak Leha


Mak Leha sangat senang, Saat Nata memberitahunya kalau ia akan dipertemukan dengan orang tua Nia.


Mak Leha sampai membeli banyak sekali makanan dan buah-buahan.


Bahkan Mak Leha menyempatkan membuat rendang untuk di bawa ke rumah Nia.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang. Soalnya Kita juga harus jemput Nia" Ujar Nata.


Mak Leha pun setuju.


Nata dan Mak Leha pun pergi dengan mobil, Karena Nata merasa belum bisa mengendarai sendiri, Ia pun meminta kerabatnya yang biasa di panggil Cang Udin untuk menyetir.

__ADS_1


Nata Menjemput Nia terlebih dahulu sebelum pergi ke Bogor.


Nata meminta Cang Udin untuk berhenti di gang Kostan Nia.


"Mak, Nata jemput Nia dulu Ya!" Ucap Nata yang keluar dari mobil.


Nata berjalan di gang untuk menghampiri Nia.


"Neng, kamu sudah siap?" Nata mengetuk pintu setelah di depan kosan Nia.


"Bang, Nata. Kenapa tidak kirim pesan saja, Aku kan bisa jalan kedepan.!" Jawab Nia.


"Nggak apa-apa Neng. Takutnya kamu bawa barang banyak."


"Nggak, Kok! Nia nggak bawa apa-apa." Jawab Nia.


"Kamu sudah siap?" Nata kembali bertanya.


"Sudah, Aku sudah siap. Kalau begitu Aku ambil tas sebentar." Nia kembali ke kamar untuk mengambil Tas dan paper bag yang berisi baju kebayanya.


Nia dan Nata pun berjalan meninggalkan kost.


"Kenapa baju kebayanya belum dipakai?" Tanya Nata.


"Nanti di rumah saja Bang." Jawab Nia.


Nia duduk di kursi belakang bersama Mak Leha sementara Nata duduk di samping Cang Udin.


"Ini calon bini si Nata Mpok?" Tanya Cang Udin pada Mak Leha.


"Iya, Din. Ini calon mantu Mpok." Jawab Mak Leha sembari mengusap bahu Nia.


"Cakep bener, Bisa-an aja lu Nat cari calon bini." Ujar Cang Udin.


"Iya, Dong. Siapa dulu. Nata!" Jawab Nata dengan bangga.


"Bukan soal cakep doang, Neng Nia ini juga baik banget. Itu yang bikin Mpok pengen Nata buat cepat-cepat nikah." Timpal Mak Leha.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2