Macaroon

Macaroon
47. Mendadak di lamar


__ADS_3

Setelah menempuh tiga jam perjalanan, Nata,Nia dan Mak Leha pun sampai di kampung Nia.


Nata Dan Nia memutuskan untuk berangkat lebih dulu karena ingin Mengunjungi rumah Nia terlebih dahulu sebelum pergi ke acara Pernikahan Akbar dan Laila.


Sementara teman-teman yang lainnya berangkat dengan rombongan pengantin laki-laki atau Akbar


"Bu, Kita sudah sampai." Ucap Nia saat sudah sampai di halaman rumahnya.


"Ini rumah kamu Neng?" Tanya Mak Leha saat setelah turun dari mobil.


"Iya, Bu." Jawab Nia


Bu Salma segera membukakan pintu saat Nia mengetuk.


Nia langsung mencium tangan ibunya.


Begitupun dengan Nata dan Mak Leha langsung bersalaman dengan Bu Salma.


"Silahkan masuk Bu." Ucap Bu Salma mempersilahkan Nata dan ibunya untuk masuk.


"Iya, Terimakasih Bu." Jawab Mak Leha


Sebelum masuk Mak Leha meminta Cang Udin untuk menurunkan semua barang bawaan mereka.


Bu Salma Langsung mempersilahkan Mak Leha untuk Duduk.


"Kalau begitu saya permisi ke dapur sebentar." Pamit Bu Salma


Bu Salma segera menuju dapur untuk mengambil minum dan makanan untuk di suguhkan.


"Maaf, Ya Bu. Rumah Nia kecil." Ucap Nia saat Mak Leha sudah duduk.


"Tidak apa-apa Neng. Rumahnya nyaman kok, bersih lagi." Jawab Mak Leha.


"Kalau begitu Nia Bantu Ibu Nia dulu siapkan Minum." Ucap Nia


"Iya, Neng." Jawab Mak Leha


Nia pun menghampiri ibunya.


"Biar Nia Bantu Bu." Ucap Nia saat melihat Bu Salma sedang membuat teh.


"Iya, Neng. Ibu nggak tahu kalau kamu datang lebih awal." Bu Salma.


"Iya, Bu. Kita sengaja berangkat lebih pagi. Supaya Bisa Ngobrol sebelum ke acaranya Laila." Jawab Nia


Bu Salma dan Nia kembali ke ruang tamu dengan membawa teh dan makanan untuk di sajikan.


"Silahkan! Hanya Makanan seperti ini." Ucap Bu Salma sambil menyuguhkan makanan yan ia bawa dari dapur.


"Terimakasih. Maaf sudah merepotkan." Jawab Mak Leha.

__ADS_1


"Bu, Perkenankan. Ini Bang Nata, Dan ini Ibunya bang Nata." Ucap Nia memperkenalkan Nata dan ibunya


"Saya, Ibunya Nia." Jawab Bu Salma yang juga memperkenalkan diri.


"Oh, Iya. Kami ada sedikit oleh-oleh buat ibu dan keluarga." Ucap Mak Leha.


Bu Salma sedikit terkejut, karena Nata dan ibunya membawa barang bawaan cukup banyak.


"Masyaallah, Bu. Ini banyak sekali." Ucap Bu Salma saat melihat dua parsel buah-buahan, Satu rantang tiga susun yang berukuran cukup besar, dan beberapa macam kue.


"Tidak banyak, kok. Ini sebagai ungkapan rasa bahagia saya karena anak saya bisa mengenal perempuan sebaik Nia." Jawab Mak Leha.


Nia duduk di samping ibunya, dan Nata pun duduk di samping Mak Leha.


"Alhamdulillah, kalau Nia sudah menjadi Anak baik." Jawab Bu Salma


Nata dan Nia lebih banyak diam dan menyimak, karena merasa tegang.


Bagaimanapun ini adalah langkah pertama untuk hubungan mereka.


"Saya berharap, Kita bisa menjalin silaturahim lebih-lebih menjadi keluarga." Ucap Mak Leha membuka pembicaraan lebih serius.


"Beberapa bulan mengenal Nia, dan melihat kasih sayangnya terhadap anak Saya. Membuat saya tidak ingin berlama-lama untuk segera menjadikan Nia sebagai menantu. Tapi Itupun kalau ibu berkenan dan mengijinkan" Sambung Mak Leha.


"Kalau saya terserah pada Nia. Kalau dia Sudah menyayangi anak Ibu, Bagaimana saya bisa tidak setuju." Jawab Bu Salma sambil tersenyum.


Nia tertunduk, Wajahnya pun memerah karena malu.


Nia Yang semula tertunduk langsung menatap Nata. Ia tidak menyangka kalau Nata akan langsung melamarnya Secara mendadak seperti ini.


"Nia, Mungkin ini terlalu cepat. Tapi Abang tidak ingin hanya sekedar pacaran. Setidaknya dengan ikatan ini hubungan kita sudah jelas arah dan tujuannya kemana." Ucap Nata Lagi


Kali Ini Nata membuka kotaknya sehingga memperlihatkan sebuah cincin bermata indah.


"Bagaimana Neng?" Ibu Salma pun menunggu jawaban.


Nia menatap Ibunya "Iya, Bu. Nia setuju." Jawab Nia.


"Kenapa jawabnya ke Ibu? Sana bilang Iya-nya sama Nata dan Ibunya." Bu Salma menggoda Nia.


Nia semakin malu karena di goda ibunya.


"Iya, Bang. Nia Mau." Jawab Nia pada Nata.


Nata langsung meraih tangan Nia, dan menyematkan cincin tersebut di jemari Nia.


Bu Salma langsung memeluk Nia, Karena Bahagia melihat Nia akhirnya bisa membuka hati.


Begitupun dengan Nata. Ia memeluk ibunya karena kini Keinginan Nata untuk segera memiliki Nia akan segera terwujud.


Mereka pun mengobrol lebih santai setelah acara lamar melamar selesai.

__ADS_1


"Oh,Iya. Nia mau ganti pakaian dulu. Soalnya sebentar lagi rombongan Akbar sudah mau sampai." Ucap Nia saat melihat jam Sudah menunjukkan pukul sembilan lewat.


Nia bergegas mencuci wajahnya, mengganti pakaian dan sedikit berdandan.


Nia sedikit terburu-buru karena Rombongan akan sampai pukul sepuluh pagi dan acara akad nikahnya akan di langsungkan pukul sepuluh tiga puluh.


Nata terpukau saat Nia sudah kembali dengan mengenakan baju kebaya dan rok span dengan corak batik yang sama dengan Nata.


"Kamu sangat cantik Nia. Pantas saja Nata sampai tergila-gila sama kamu." Ucap Mak Leha memuji Nia


"Bu, Nia sama bang Nata pergi dulu ya." Pamit Nia pada ibunya dan ibunya Nata.


Nata sengaja tidak mengajak ibunya agar bisa beristirahat di rumah Nia.


Nia mengeluarkan motor matic miliknya untuk di gunakan ke rumah Laila.


"Biar Abang saja yang bawa." Ucap Nata


"Nggak usah Bang, Biar aku saja." Jawab Nia.


"Kamu yakin?" Nata


"Iya, Ayo cepat Naik, Nanti kita terlambat." Nia


Nata pun duduk di belakang Nia.


Nia langsung melajukan motornya menuju rumah Laila.


"Neng, Ini pertama kalinya Abang di bonceng sama cewek." Ucap Nata saat perjalanan.


"Biasanya Abang yang bonceng cewek-Cewek kan!" Jawab Nia


" Neng, Kamu wangi banget." Nata melingkarkan tangannya di perut Nia


"Jangan mencari-cari kesempatan." Jawab Nia


"Siapa yang cari kesempatan. Abang cuma takut Jatuh." Jawab Nata sembari menyandarkan kepalanya di punggung Nia


"Abang jangan begitu." Ucap Nia.


"Sudah, Kamu fokus Saja, Nanti Kita jatuh loh." Nata masih enggan melepaskan tangannya dari perut Nia.


Nia menambahkan kecepatan agar ia cepat sampai di rumah Laila.


Tanpa sengaja, Nia melihat Nata senyum-senyum dari kaca spion


"Ada apa Bang?" Tanya Nia


"Apa?" Nata Balik bertanya


"Kenapa Abang senyum-senyum sendiri begitu?" Jelas Nia

__ADS_1


"Tidak apa-apa Neng." Jawab Nata


__ADS_2