
Pukul sembilan pagi Andi baru bangun dari tidurnya.
Semalam ia kembali pergi ke tempat Billiard, dengan harapan bisa bertemu lagi dengan Gadis Billiar bernama Yunita.
Tapi Andi sedikit kecewa karena sampai hari menjelang pagi, Yunita tak terlihat sama sekali di tempat Billiard tersebut.
Sudah seminggu sejak pertama Mereka bertemu, Andi seolah terus teringat pada Yunita.
Walaupun Bagus temannya sudah mewanti-wanti untuk tidak terbawa perasaan dengan seorang wanita pekerja billiar seperti Yunita.
Tapi tetap saja Andi tidak bisa mengendalikan perasaannya.
Pukul sepuluh pagi, Andi Akhirnya bangun dari tempat tidur karena ia merasa lapar.
Ia segera mandi dan berganti pakaian.
Sebelum pergi Andi mengumpulkan pakaian kotornya untuk sekalian di bawa ke laundry langganannya.
Begitulah hidup seorang anak bujang di perantauan.
Andi pun mengendarai motornya ke tempat laundry Sebelum ia mencari rumah makan.
Setelah dari tempat laundry, Andi kembali mengendarai motornya untuk mencari makan siang.
Tapi Andi di buat terkejut saat tidak sengaja melihat Yunita, Gadis Billiard yang sudah seminggu ini mengganggu pikirannya.
Andi pun berhenti tepat di dekat Yunita
"Motor kamu kenapa?" Tanya Andi Saat melihat Yunita sedang kebingungan dengan motornya.
"Kamu siapa? Apa aku mengenalmu?" Tanya Yunita yang tidak ingat pada Andi.
"Kamu lupa ya! Kita bertemu di tempat Billiard Waktu itu." Jawab Andi yang mencoba mengingatkan.
"Oh, Maaf. Aku tidak terlalu memperhatikan siapa saja yang aku temui di Billiard." Jawab Yunita sembari menggendong Anak kecil yang Ia bawa.
__ADS_1
"Ok. Tidak apa-apa. Ngomong-ngomong motor kamu kenapa?" Tanya Andi lagi.
" Tidak tahu. Motorku tiba-tiba saja mogok." Kata Yunita.
Tapi tiba-tiba Anak kecil dalam pangkuan Yunita merengek.
"Mama Ayo, Cepat. Nanti kita ketinggalan" Rengek Anak Perempuan tersebut.
Andi sangat terkejut saat Anak kecil itu memanggil Yunita Mama.
Ada sedikit rasa kecewa dalam hatinya, karena gadis yang mengganggu pikirannya belakangan ini ternyata sudah menikah.
"Boleh aku lihat? Siapa tahu aku bisa membantu." Ujar Andi mencoba menetralisir perasaannya.
"Ya, Silahkan kalau tidak merepotkan." Jawab Yunita
Andi pun mencoba sedikit mengotak-atik motor matic tersebut.
Tapi tetap saja tidak bisa.
"Tidak bisa ya! Padahal aku sedang terburu-buru." Ujar Yunita.
"Kalau begitu biar aku antar. Dan motor kamu Aku taruh di bengkel itu." Kata Andi menunjuk sebuah bengkel yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri.
"Kamu serius? Memangnya tidak merepotkan?" Tanya Yunita.
"Tidak, tenang saja." Jawab Andi
Andi pun mendorong motor matic Yunita untuk sampai di bengkel.
"Maaf ya, Kamu harus capek-capek dorong motor Aku." Ucap Yunita saat Andi sudah kembali.
"Tidak apa-apa. Ayo, kita berangkat nanti kalian terlambat." Ajak Andi.
"Iya." Yunita dan anaknya pun segera menumpangi motor Andi untuk sampai di sebuah mall.
__ADS_1
Yunita dan anaknya hendak pergi ke sebuah mall untuk menghadiri acara ulang tahun teman anaknya yang di adakan di sebuah restoran cepat saji.
Dari kaca spion motornya Andi dapat melihat Yunita sedang bercanda dengan anaknya.
Rasa kagum dan kecewa bercampur aduk dalam benaknya saat ini.
Andi pun menghentikan motornya Setelah sampai di depan mall.
"Terimakasih ya, Sudah banyak merepotkan." Ucap Yunita.
"Iya, Santai saja" Jawab Andi.
"Terimakasih Om." Ucap Anak kecil menggemaskan itu.
"Sama-sama Anak cantik." Jawab Andi sembari mencubit pipi gemas Anak kecil tersebut.
Yunita pun pergi meninggalkan Andi sembari menggendong anaknya.
Baru beberapa langkah Yunita pergi Anak tersebut melambaikan tangan.
"Dadah, Om." ujar anak itu sembari melambai-lambai kan tangannya.
Andi pun melambaikan tangannya sambil tersenyum pada anak Yunita.
Andi segera pergi untuk makan siang, Karena senang bertemu dengan Yunita dia sampai lupa dengan rasa laparnya.
Tuhan mengabulkan keinginannya untuk di pertemukan kembali dengan Yunita.
Tapi Tuhan juga seperti memberikan isyarat kalau Andi harus segera melupakan Yunita, karena dia sudah menjadi milik orang lain.
Hai guyss.... Sepi amat ya!
Nggak ada yang kometar atau ngasih review gitu.
Menurut kalian Alurnya terlalu lamban ga sih?
__ADS_1
Kalau ada kritik dan saran boleh kok.