
Setelah Nata Dan Nia pergi ke rumah Laila,
Bu Salma dan Mak Leha mengobrol santai di rumah.
"Kalau Ibu lelah, sebaiknya Ibu beristirahat di kamar Nia." Kata Bu Salma
"Tidak apa-apa. Disini juga nyaman." Jawab Mak Leha.
"Saya sangat berharap Anak kita bisa segera menikah, Rasanya saya bisa pergi dengan tenang kalau Nata hidup dengan perempuan baik seperti Nia." Sambung Mak Leha.
"Ibu, tidak boleh bicara seperti itu, Semoga kita di beri umur panjang dan kesehatan. Supaya kita bisa melihat Cucu kita nanti." Jawab Bu Salma.
Usia mak Leha memang jauh lebih tua dari Bu Salma, Sehingga Bu Salma berbicara dengan penuh rasa hormat.
"Ngomong-ngomong dimana Ayahnya Nia? Apa Ia merantau ke kota?" Tanya Mak Leha.
"Saya dan ayahnya anak-anak sudah berpisah sejak anak-anak masih kecil Bu." Jawab Bu Salma.
"Oh, Maaf kalau saya banyak bertanya. Nata juga sudah di tinggalkan Ayahnya sejak ia sekolah SMP." Kata Mak Leha.
Bu Salma dan Mak Leha mengobrol, untuk semakin mengakrabkan satu sama lain.
________
Pukul sepuluh Nia sudah sampai di rumah Laila.
Suasana sudah sangat ramai, Petugas pembantu penyelengara hajatan pun hilir mudik mempersiapkan kedatangan mempelai laki-laki yang sebentar lagi akan datang.
"Aku mau masuk, Abang mau ikut?" Tanya Nia
"Kamu saja yang masuk, Biar Abang nungguin rombongan Akbar." Jawab Nata
Nia meninggalkan Nata yang masih duduk di motor.
Tidak berapa lama, rombongan pengantin laki-laki sudah sampai.
beberapa mobil, dan di ikuti motor milik teman-teman sudah berjajar di parkiran.
__ADS_1
Melihat teman-temannya datang Nata langsung menghampiri mereka.
"Lu udah di sini aja Bang!" Kata Ucok
"Iya, Gue berangkat pagi." Jawab Nata.
Nata menyalami Beberapa teman pabrik Karena lama tidak berjumpa.
"Lu udah sehat bang?" Ucap salah satu teman."
"Udah, Gue udah baikan." Jawab Nata
Acara penyambutan pun di lakukan sebelum mereka di persilahkan untuk masuk ke rumah pengantin wanita.
Nata berdiri di belakang keluarga Akbar, Ia bergabung dengan teman-temannya.
Setelah selesai acara penyambutan, mereka di persilahkan untuk masuk.
Setelah beberapa saat beristirahat, Acara akad nikah akan segera di laksanakan.
Pengantin wanita pun di hadirkan, untuk akad tersebut.
Laila terlihat cantik dengan pakaian pengantin dan Sigar di kepalanya.
Nia berjalan mendampingi Laila.
Akbar dan Laila sudah duduk bersebelahan, Akad nikah pun di laksanakan dengan sangat hikmat.
Nata, Nia, Ucok, Andi dan yang lainnya menyaksikan sendiri saat Akbar mengikrarkan janji pernikahannya.
Mereka ikut bahagia saat Akbar dan Laila sudah di sahkan sebagai suami istri.
Setelah keluarga Nata, Nia, Ucok, Andi dan Nisa tak melupakan untuk berfoto dengan pengantin.
Mereka begitu kompak dengan gaya ala merek.
"Selamat ya Bro. Akhirnya kalian Sudah sah." Ucap Ucok dan Nata pada Akbar.
__ADS_1
"Iya, Cok. Next siapa lagi Nih?" Jawab Akbar.
"Kayanya bang Nata Dulu deh." Jawab Ucok
"Aamiin. Semoga kalian cepat menyusul ya." Ucap Laila mengamini.
"Selamat ya La, Aku ikut bahagia." Nia ikut memberi selamat sambil memeluk Laila.
"Iya, Nia." Jawab Laila
"Aku ucapkan terimakasih buat kalian semua. Karena kalian semua sudah banyak membantu Aku" Ujar Laila kembali terharu
"Sudah, Jangan sedih. Sekarang kamu sudah punya bang Akbar yang bakal jagain kamu." Ucap Nia yang memeluk Laila.
Setelah selesai berfoto dan makan mereka berpamitan pada Akbar dan Laila.
"Bang, Lu udah bisa bawa motor?" Tanya Andi saat mereka berjalan ke parkiran.
"Belum, Gue Naik mobil kesini." Jawab Nata.
"Sama siapa?" Sambar Ucok.
"Sama Emak gue." Jawab Nata
"Seriusan Bang. Terus sekarang Emak dimana?" Ucok
"Emak, lagi istirahat di rumah Nia." Nata
"Ciee.. Ada yang mau nyusul ke pelaminan nih" Ujar Ucok meledek.
"Doakan saja, Semoga niat baik Gue sama Nia segera terlaksana." Jawab Nata
"Kalian Mau langsung pulang apa mau ke rumahku dulu?" Tanya Nia.
"Kalian ke rumah Nia saja dulu. Nanti kita pulang barengan." Saran Nata.
Andi dan Ucok setuju untuk datang ke rumah Nia, Dan pulang bersama dengan Nata.
__ADS_1