
Nia menyodorkan Air minum, karena Nata kembali memintanya.
Berjam-jam tidak sadarkan diri membuat tenggorokan Nata terasa kering.
"Tong, kamu sudah bangun?" Ucap Emak Leha yang tiba-tiba bangun.
Mak Leha segera menghampiri Nata.
"Syukurlah Kamu sudah bangun, Emak sangat khawatir. Emak takut kamu kenapa-kenapa." Ucap Mak Leha senang.
"Nata tidak apa-apa Mak." Jawab Nata
"Sejak kapan kamu sadar?" Tanya Mak Leha
"Sudah dari tadi Mak." Jawab Nata
"Maaf ya, Bu. Tadi pas Saya mau memberi tahu Ibu, Bang Nata melarang. Katanya Biar Ibu istirahat." Sambung Nia.
"Tidak apa-apa Neng. Yang terpenting Sekarang Nata sudah bangun." Emak
"Terimakasih ya Neng, kamu sudah menjaga Anak Emak, Sampai Kamu tidak tidur begini." Ucap Emak lagi.
"Iya, Bu. Tidak apa-apa." Jawab Nia
Pagi hari....
Karena keadaan Nata sudah sedikit membaik, Dokter pun memindahkan Nata ke ruang rawat inap.
Nata di rawat di kelas pertama karena mendapatkan jaminan kesehatan dari pabrik.
Nia tak lupa mengabari teman-temannya kalau Nata sudah membaik.
"Ibu, sarapan dulu ya! Sejak kemarin ibu tidak makan sama sekali." Nia
__ADS_1
"Kamu juga makan Neng. Kamu juga kan tidak makan dari kemarin." Kata Mak Leha.
"Iya, Bu. Nia sekalian beli buat Nia." Jawab Nia
"Kenapa kamu sama Ibu jadi pada mogok makan begini sih! Nanti kalau Ibu sama kamu kenapa-kenapa gimana?" Nata
Nia pun keluar untuk mencari sarapan.
"Gimana bisa makan! Lihat keadaan kamu kemarin, hidup Emak rasanya mau selesai." Jawab Emak pilu
"Emak jangan sedih gitu, Aku kan sudah baikan." Nata
"Lain kali kamu harus lebih hati-hati. Emak tidak akan sanggup kalau sampai kamu kenapa-kenapa."
"Iya, Mak. Maaf ya, Nata sudah buat Emak khawatir." Jawab Nata.
Mak Leha mengambil piring makan yang sudah di siapkan untuk Nata.
"Tong, Emak mau Kamu cepat-cepat nikahin si Neng Nia ya. Kalau suatu saat Emak pergi, Emak bisa lebih tenang karena kamu sudah ada pendamping yang sayang dan pandai mengurus kamu." Ujar Mak sambil menyuapi Nata.
"Ya, Iya. Maksud Emak juga nanti. Dasar! Lagi sakit begini masih sempat-sempatnya Bercanda." Mak Leha menepuk bahu Nata.
Baru sesendok Nata memakan makanan dari rumah Sakit, Ia langsung menyudahi makannya.
"Sudah Mak, Makanannya hambar. Nata mau makan makanan yang Nia beli saja." Ujar Nata
"Yasudah kalau begitu." Mak Leha menurut.
Tak berapa lama Nia sudah kembali dengan dua porsi bubur ayam di tangannya.
"Bu, Ini buat Ibu." Nia menyerahkan Satu porsi untuk Mak Leha.
"Abang belum makan?" Tanya Nia, saat melihat makanan Nata masih utuh.
__ADS_1
"Tadi Abang sudah nyoba satu suap. Tapi Rasanya seperti hambar, jadi Abang mau makan makanan yang kamu beli aja." Jawab Nata.
"Tapi itu makanan sehat Bang. Bagus buat orang sakit." Nia.
"Nggak apa-apa, Neng. Biar Nata makan Bubur punya Ibu Saja."
"Tapi ibu juga harus sarapan. Biar bang Nata makan punya Nia saja." Nia.
"Jangan Neng. Kalian sarapan saja. Karena Nata sudah Baikan, Emak Mau pulang sebentar, Dari kemarin Emak belum ganti baju. Nanti sekalian emak buatkan makanan buat makan siang."
"Emak titip Nata ya!" Ujar Mak Leha lagi.
"Iya, Bu. Tapi nanti Ibu pulang sama siapa?" Nia.
"Gampang itumah. Emak bisa naik angkot atau ojek." Jawab Emak sambil memakai jilbabnya.
"Yasudah kalau begitu. Ibu hati-hati."
"Emak pulang dulu. Emak minta tolong titip Nata Ya" Ucap Mak Leha yang hendak pergi.
Nata dan Nia pun menyalami Mak Leha.
"Hati-hati Mak." Ujar Nata sebelum Mak Leha pergi.
Di pabrik....
"Tadi pagi Nia ngasih kabar, kalau Bang Nata sudah sadar." Kata Laila saat jam istirahat.
"Iya, Aku juga sudah di beri tahu." Jawab yang Lain.
"Giman kalau Sepulangnya dari pabrik kita langsung kesana." Ajak Akbar.
"Ok! Boleh. Kita bareng-bareng kesana." Jawab Andi.
__ADS_1
Mereka pun setuju untuk menjenguk Nata setelah pulang dari pabrik.