
Di jam istirahat Nata, Nia dan kawan-kawannya
memilih makan siang di rumah makanan khas Padang.
"Di, Kenapa lu diem aja? Belum dapet mangsa ya buat besok?" Ujar Ucok saat mendapati Andi lebih banyak diam.
"Apaan sih lu." Jawab Andi sambil melanjutkan makan.
"Kalau Ada masalah cerita aja Di, Biasanya kan gitu! Kita ini kan udah sahabatan lama masa masih segan aja." Sambung Nata
"Iya Bang Andi. Siapa tau Kita bisa bantu." Laila ikut Bicara.
"Nggak apa-apa. Gue beneran nggak apa-apa." Jawab Andi.
"Kalo gitu Jangan diem aja dong! Heppy kaya biasanya." Ujar Ucok lagi.
"Iya, Cok Iya. Bawel banget sih lu." And kembali menjawab.
Mereka pun Melanjutkan makan, sambil sesekali mengobrol.
"Besok kita futsal Yuk, Udah lama nih nggak olahraga." Ucap Nata.
"Ayok, Badanku juga udah pada pegal-pegal nih." jawab Ucok.
"Lu, Ikut kan Bar?" Tanya Nata.
"Tapi besok jadwal Laila periksa kandungan. Nggak Mungkin kan Gue biarin Laila pergi sendiri." Jawab Akbar
"Nggak apa-apa Bang! Bang Akbar ikut aja, Laila bisa pergi sendiri. Lagian Rumah sakitnya juga dekat" Kata Laila.
__ADS_1
"Ngak, Lah. Masa Aku biarin Kamu pergi sendiri." Jawab Akbar.
"Gimana kalau Aku yang Antar Laila? Jadi Bang Akbar bisa main futsal dengan tenang" Kata Nia
"Beneran?" Kata Akbar pada Nia.
"Iya, Bang Akbar. Aku mau sekalian kangen kangenan sama Laila." Jawab Nia
"Yasudah kalau begitu aku Ikut." Jawab Akbar.
"Jangan bilang Elu nggak ikut ya Di!" Ucok bicara pada Andi.
Tapi Andi tidak menjawab, karena pikirannya sedang berada jauh entah kenapa.
"Woy, Yaelah. Udah ngelamun lagi aja." Ucok mengagetkan Andi.
"Apaan sih lu Cok. Ngagetin aja." Jawab Andi saat sudah sadar.
"Iya,Iya. Gue ikut." Jawab Andi.
Mereka pun sudah sepakat untuk bermain futsal hari Sabtu besok.
_______________
Mobil milik Pak Surya sudah terparkir di halaman rumah Nia.
Pak Surya dan Bu Arum sengaja Bertamu ke rumah Nia.
Setelah menyediakan dua cangkir teh, Bu Salma pun berbincang-bincang dengan Mereka.
__ADS_1
"Maaf Bu, Tumben sekali Ibu dan bapak datang sore-sore begini." Ujar Bu Salma.
"Iya, Bu Salma. Kami sengaja datang kesini untuk membicarakan kembali tentang Rio dan Nia." Kata Pak Surya.
"Maksud Pak Surya?" Bu Salma masih belum terlalu paham.
"Kami ingin membicarakan kembali tentang niat kami untuk menjodohkan Rio dengan Nia." Pak Akbar kembali menjelaskan.
Bu Salma diam sejenak, Ia bingung bagaimana harus menjelaskannya.
"Kenapa Bu?" Tanya Bu Arum saat melihat Bu Salma terdiam.
"Sebelumnya Saya minta maaf. Tapi Nia sepertinya sudah memiliki laki-laki pilihannya sendiri." Jawab Bu Salma dengan rasa tidak enak.
"Oh, Begitu. Jadi Nia sudah punya pacar ya?" Ucap Pak Surya.
"Apa Nia sudah memperkenalkan laki-laki itu pada Bu Salma? Siapa tau kan Laki-laki itu cuma mau bermain-main saja " Bu Arum berusaha mencari celah.
"Mam!," Pak Surya memberi isyarat kalau ucapan Bu Arum kurang baik.
"Sudah, Bu. Beberapa Minggu yang lalu Dia sudah datang bersama ibunya." Jawab Bu Arum.
"Oh, Sepertinya Hubungan mereka sudah serius. Padahal kami sangat berharap Rio bisa menikah dengan Nia. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau Nia sudah memiliki calonnya sendiri." Kata pak Surya.
"Maaf Ya Pak, Bu. Sebenarnya Saya juga senang kalau kita bisa menjadi besan." Jawab Bu Salma.
" Tidak apa-apa Bu, Mungkin inilah yang dinamakan belum jodoh." Jawab Pak Surya sembari berpamitan.
"Kalau Nia dan pacarnya putus, dan tidak jadi menikah." Ucap Bu Arum saat hendak pulang.
__ADS_1
Bu Salma hanya diam tidak menjawab ucapan Bu Arum.....