
Setelah mendapat penolakan demi penolakan dari Nia.
Akhirnya Nata tidak lagi mendekati Nia.
Ia bersikap biasa-biasa saja.
Bahkan Nata cenderung menjaga jarak pada Nia.
Bukan apa? Nata hanya tidak ingin semakin tersiksa dengan perasaannya yang begitu kuat, namun Nia sama sekali tidak menghargainya.
Nata berpikir.
Mungkin ini adalah balasan untuknya karena selama ini selalu mempermainkan perasaan perempuan.
Jadi, di saat ia memiliki perasaan yang tulus sang perempuan yang di inginkan malah mengabaikannya.
"Mau pada makan apa Bro?" Tanya Ucok pada yang lainnya saat keluar di jam istirahat.
"Apa sajalah." Jawab Nata
"Kita ketempat biasa aja" Timpal Aji.
Mereka pun menuju warung makan yang biasa mereka datangi.
"Kita makan yang lain saja." Ucap Nata saat melihat Nia sedang berada di warung tersebut
"Eh, Kenapa Bang?" Tanya Ucok yang mengikuti Nata keluar dari warung makan tersebut.
"Gue, lagi pengen makan menu lain!" Jawab Nata sekenanya.
Mereka berlima pun akhirnya memilih sebuah warung soto untuk makan siang.
"Lo Marah sama Nia Bang?" Ucap Akbar yang tau kalau Nata sedang menghindari Nia.
"Sebenarnya Gue bukan marah. Tapi setiap Gue lihat Dia perasaan gue jadi gimana gitu." Jelas Nata di sela makannya
"Lu coba tembak (mengungkapkan perasaan) lagi aja Bang" Ucap Aji memberi saran.
"CK, malu Gue. Udah di tolak berkali-kali." Jawab Nata.
"Mungkin dia punya trauma, tinggal atau di selingkuhi sama pacarnya dulu, jadi dia takut buat pacaran lagi?" sambung Andi.
"Mungkin!" Jawab Nata
"Cari aja lagi cewek lain. Kan gampang!" Celetuk Ucok.
"Buat gue sih gampang! Tapi masalahnya Emak gue kekeh mau Nia jadi mantunya. Nyesel gue dulu bohongin emak , Bilang kalo Nia pacar Gue. Kan Sekarang dia jadi ngarep banget." Jawab Nata.
Pertemanan mereka terbilang sangat dekat.
karena mereka tidak segan untuk menceritakan Tentang permasalahan mereka masing-masing.
Keesokan harinya....
Seperti biasanya, Semua karyawan sudah berada di bagiannya masing-masing.
"Untuk hari ini, dan beberapa hari kedepan saya yang akan di sini.
Dikarenakan Pak Nata sedang cuti karena ibunya sakit." Ucap Seorang Bapak pengawas dari Line lain.
Hati Nia sedikit tersentuh, saat mendengar bahwa Ibunya Nata jatuh sakit. Walau bagaimanapun Mak Leha mempunyai kesan tersendiri untuk Nia.
Sejak ada pemberitahuan bahwa ibunya Nata sakit, Hati Nia terasa gamang. Tapi ia sadar tidak bisa berbuat apa-apa.
__________
Sementara di sebuah ruangan rawat inap, seorang Laki-laki muda berwajah tampan sedang setia menggenggam tangan ibunya.
Nata tertunduk sedih melihat sang Ibu terbaring lemah.
Ia takut, Takut kalau ibunya meninggalkan dia untuk bertemu sang Ayah, yang sudah lebih dulu berpulang pada sang pencipta.
"Ibu, makan ya!" Nata kembali membujuk Mak Leha untuk makan.
"Emak nggak lapar, Tong." Dan tetap mendapat penolakan.
"Tong, Kenapa Nia tidak datang kesini? Apa sebenarnya kalian sudah tidak berhubungan lagi?" Dengan suara yang semakin lemah, Mak Leha terus saja menanyakan Nia.
Membuat hati Nata teriris sedih.
__ADS_1
Ternyata bukan hanya hatinya yang menginginkan Nia.
Tapi Ibunya lebih menginginkan gadis pendiam tersebut.
Nata hanya diam, Ia tidak tau harus menjawab apa.
"Sudah, Emak jangan terlalu banyak pikiran supaya cepat sembuh." Ujar Nata yang kembali mencoba mengalihkan pembicaraan, karena Nata tidak ingin ibunya terus menerus mengingat Nia.
Tok.... Tok...
Terdengar sebuah ketukan pintu.
"Nata buka pintu dulu Ya?" Ucap Nata melepaskan genggaman tangannya.
Nata membuka pintu dan sesuai dugaannya kalau teman-temannya lah yang datang.
Tapi Nata sedikit terkejut saat mendapati Nia datang bersama teman-temannya,
karena tidak di bolehkah masuk beramai-ramai.
Maka Ucok, Andi dan Aji yang lebih dulu masuk untuk melihat keadaan Mak Leha.
Dan setelah itu Nia, Laila dan Akbar yang bergantian masuk.
Wajah Mak Leha seketika berubah saat melihat Nia.
Nata memberikan kursi yang tadi di pakainya untuk Nia duduk di dekat Mak Leha.
"Neng, Akhirnya Emak bisa ketemu kamu lagi" Ucap Mak Leha yang langsung memegang tangan Nia.
"Iya, Bu. Nia datang."
Melihat Mak Leha begitu antusias bertemu dengan Nia, Akbar dan Laila pun berinisiatif menunggu di luar.
"Bu, Kami Permisi dulu ya," Pamit Laila pada Mak Leha.
Kini tinggal Nia, Nata dan Mak Leha di dalam ruangan.
Mak Leha tak sungkan mengungkapkan kerinduannya pada Nia, Sementara Nata hanya berdiri melihat keduanya mengobrol
"Ibu, belum makan ya? Ibu makan dulu ya. Biar Nia suapi." Ujar Nia mengambil makanan yang masih tertutup rapi.
"Neng, Hubungan kamu sama Nata baik-baik saja kan?" Tanya Mak Leha.
"Emak mau kalian cepat menikah." Ucap Mak Leha sembari menggenggam tangan Nia.
"Iya, Bu." Jawab Nia
"Beneran, Neng mau nikah sama Nata?" Wajah Mak Leha terlihat berbinar penuh harapan.
"Iya, Bu. Nanti kami bicarakan soal itu." Jawab Nia dengan pembawaannya yang tenang
Nata yang sejak tadi hanya diam, terkejut saat mendengar Nia meng Iyakan keinginan Ibunya.
Ingin rasanya Nata menegur Nia, karena memberikan harapan palsu pada Ibunya.
Tapi ia menahannya karena tidak ingin merusak moment di antara mereka.
"Sekarang Ibu, Makan dulu, Ya." Nia menyodorkan sendok yang sudah terisi makanan.
Mak Leha pun akhirnya mau makan, walaupun hanya beberapa suap saja.
Setelah selesai menyuapi dan mengobrol sebentar, Nia pun berpamitan.
" Bu, Nia ijin pamit dulu, Ya."
"Iya, Neng. Sebenarnya Emak masih kangen sama kamu." Ucap Mak Leha sedikit kecewa.
"Yasudah. Nia temenin Ibu Sampai Ibu tidur ya!" Nia memberi penawaran.
Mak Leha pun setuju.
Nia mengusap lengan Mak Leha dan sedikit memberikan pijatan agar Mak Leha segera tertidur.
Setelah beberapa saat Mak Leha pun akhirnya terlelap.
Nia melepaskan tangan Mak Leha yang menggenggam tangannya pelan-pelan, agar tidak memberikan pergerakan.
Nia pun bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Nata menatap Nia dengan tatapan kesal.
"Kenapa kamu memberi harapan palsu pada Emakku." Nata akhirnya mengungkapkan rasa kesalnya.
Nata dan Nia kini saling berhadapan.
"Siapa yang memberi harapan palsu?" Jawab Nia yang masih Tenang.
"Kenapa kamu setuju waktu Emak bilang kalau Kita harus cepat menikah? Sudah cukup aku yang membuatnya berharap. Jangan buat Emakku semakin berharap." Tegas Nata
"Ya, Karena aku memang setuju!." Jawab Nia dengan raut yang masih biasa saja.
Nata masih tidak percaya dengan jawaban Nia barusan.
"Apa maksud kamu?" Nata
"Ya, Aku memang setuju kalau kita menikah, Tapi itupun kalau lamaran kamu masih berlaku"
Nata sedikit tercengang.
"Kamu, Serius?" Tanya Nata untuk memastikan.
Nia pun mengangguk pelan.
Tanpa Aba-aba Nata langsung memeluk Nia.
Membuat jantung Nia seperti mau lepas dari tempatnya.
"Kamu tidak bercanda kan?" Nata yang seolah tidak percaya, kembali Bertanya Sambil terus mendekap Nia.
Nia pun hanya menggeleng.
"Aku beneran sayang sama kamu." Ucap Nata yang masih nyaman memeluk Nia.
Nia yang semula ragu-ragu membalas dekapan Nata kini memaksa tangannya untuk balas mendekap Nata.
Akhirnya Nia mampu merobohkan dinding tebal yang mengurungnya selama ini.
Ya, Nia melawan traumanya dan rasa takut yang selama ini membelenggunya.
Nia memejamkan matanya membiarkan Rasa Cinta yang selama ini di cegahnya untuk memenuhi relung hatinya.
"Yaelah, Pantesan aja lama. Ternyata ada yang lagi kasmaran." Ucok tiba-tiba membuka pintu dan melihat Nata dan Nia berpelukan.
Nata dan Nia seketika melepaskan pelukan mereka dan menjadi salah tingkah.
Flash back On.
Sepulang dari pabrik Ucok, Aji, Andi Dan Akbar menghampiri Nia dan Laila yang sedang berjalan untuk pulang.
"Nia, Tunggu!" Ucap Ucok yang menghentikan motornya di dekat Nia dan Laila.
Ucok yang berboncengan dengan Aji, sementara Akbar dan Andi membawa motor mereka masing-masing.
"Nia, Sebaiknya kamu ikut kita ke rumah sakit nengok ibunya Nata." Ucap Ucok
"Iya, Nia. Nata Bilang, Ibunya Nanyain kamu terus. Mudah-mudahan ibunya Nata bisa membaik kalau sudah ketemu kamu." Ucap Andi dengan wajah serius.
Nia menoleh ke arah Laila untuk mendapatkan jawaban.
"Sebaiknya kamu datang Nia. Kasihan Ibunya Bang Nata." Ucap Laila yang paham kalau Nia butuh jawaban.
"Begini saja. Laila kamu ikut sama kita biar Nia nggak perempuan sendiri." Usul Andi.
"Baiklah, Aku ikut." Jawab Laila setuju.
Akhirnya mereka pun pergi menjenguk Mak Leha kerumah sakit.
Nia berboncengan dengan Andi sementara Laila berboncengan dengan Akbar.
Flash back Off.
Bersambung...
Komentar dong Guyyss ..
Oh iya Novel baruku yang TERJERAT CINTA GURU TAMPAN up tanggal 1 Agustus Yaa ..
Ceritanya ok pokoknya.
__ADS_1
jangan lupa pada baca Yaa....