Macaroon

Macaroon
68. Situasi yang membaik


__ADS_3

Pukul enam pagi Nia sudah rapi dengan seragam pabrik.


Ia berniat berangkat lebih pagi karena hendak berjalan kaki.


Ia sedang tidak mood bertemu dengan Nata,


Nia masih belum bisa melupakan apa yang terjadi.


Walaupun ini terlalu kekanak-kanakan, Tapi kejadian tadi malam benar-benar mengganggu pikiran Nia.


Nia duduk sebentar di atas kasur, Akan terlalu awal kalau ia berangkat sekarang.


Tapi tidak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Nia pun segera menuju ruang depan untuk membukakan pintu.


Nia sedikit terkejut saat mendapati Nata sudah berdiri di depan pintu.


"Kamu sudah datang? Ini kan baru jam enam." Ucap Nia.


"Abang sengaja datang lebih pagi, Karena Abang mau ngobrol dulu sama kamu." Jawab Nata.


"Ngobrol apa?" Ucap Nia sambil duduk di teras kosannya.


"Tentang kejadian semalam. Kamu tau? Semalam Abang tidak bisa tidur karena memikirkan kamu. Abang takut kamu berfikir terlalu jauh untuk masalah hubungan Abang dan Yunita." Jelas Nata.


"Abang bersumpah demi apapun, Abang tidak bermaksud menutupi semuanya dari kamu. Abang tidak mengungkit masa lalu, Karena Abang pikir itu tidak ada gunanya.


Kisah Abang dan Yunita itu hanya sebuah kisah lama." Sambung Nata


Nia hanya diam mendengarkan setiap ucapan dari Nata.


"Tapi perempuan tadi malam bilang, Kalau Abang dan Yunita itu saling mencintai. Aku takut Abang masih menyimpan rasa untuk Yunita." Ucap Nia dengan suara pelan.


"Abang kan tadi bilang, Kalau itu hanya sebuah masa lalu. Lagi pula kalau Abang berniat untuk kembali sama Yunita Abang bisa lakuin itu dari sebelum kita bertemu." Ucap Nata


Nia menoleh ke arah Nata untuk meminta penjelasan untuk apa yang ia ucapkan barusan.


Dan Nata pun segera menyambung ucapannya.


"Sebenarnya Abang sudah tahu kalau Yunita bekerja di pabrik, Waktu itu Abang mendapatkan surat lamaran atas nama Yunita. Karena Abang tidak ingin lagi menoleh kebelakang, Jadi Abang mengalihkan surat lamaran Yunita ke gedung lain" Ujar Nata


Nata menggenggam tangan Nia.


"Kamu harus percaya, Kalau saat ini kamu adalah pelabuhan terakhir untuk Abang. Kamu adalah perempuan yang Abang pilih untuk menjadi istri Abang." Nata Terus mencoba meyakinkan Nia.


Lagi-lagi Nia hanya diam. Terlebih mendengar penjelasan Nata tadi.


"Ini sudah siang, Kita berangkat yuk!" Ajak Nata


Nia pun mengangguk.


"Aku ambil tas sebentar." Ucap Nia Sebelum masuk.


"Kamu sudah tidak marah lagi kan?" Tanya Nata Sebelum mereka berangkat.


"Tidak." Jawab Nia sambil menggelengkan kepalanya.


"Gitu dong. Abang kan jadi tenang." Ucap Nata Sambil mengusap pucuk kepala Nia.

__ADS_1


Dan mereka pun Berangkat menuju pabrik.


__________


"Uno, Mama berangkat dulu Ya! Uno baik-baik di rumah. Jangan rewel, Kasihan kan Ibunya kalau Yuno rewel." Ucap Yunita Sebelum berangkat ke pabrik.


"Iya, Mam. Uno tidak akan rewel." Jawab Yuno


"Kalau begitu Mama pergi dulu." Yunita


"Om, kemana Mam? kok tidak jemput Mama?" Tiba-tiba Yuno menanyakan Andi


"Motor Mama kan sudah tidak mogok, Jadi Om tidak jemput Mama." Jawab Yunita.


"Oh, Begitu ya! Nanti malam om suruh kesini ya Mam, Soalnya Uno kangen." Ucap Yuno dengan logat cadelnya.


"Iya, Sayang." Jawab Yunita sambil mengecup pipi gemas Yuno dan pergi.


Sepanjang perjalanan, Yunita teringat dengan Andi.


Apakah Andi benar-benar marah padanya?


Karena sejak pulang dari restoran Andi belum menghubunginya lagi.


Yunita pun terus melajukan motornya untuk segera sampai di pabrik.


Lagi-lagi Yunita harus mengesampingkan tentang perasaannya, Karena ia harus tetap fokus bekerja untuk memenuhi kebutuhan Yuno.


_________


Nata dan Nia yang baru sampai langsung menghampiri Ucok, Akbar dan Laila.


"La, Kita masuk duluan yuk!" Ajak Nia.


Laila pun berpamitan pada Akbar dan masuk bersama Nia.


Kini hanya tinggal Nata, Ucok dan Akbar yang masih bercengkrama di luar.


"Andi mana?" Tanya Nata Pada Akbar dan Ucok


"Sepertinya Andi belum datang." Jawab Akbar


"Apa jangan-jangan karena masalah di restoran malam itu?" Celetuk Ucok


"Justru itu, Gue mau ngobrol sama Andi buat ngomongin masalah semalam." Nata


" Kalian berempat emang harus ngobrol, Biar semuanya jelas dan tidak ada salah paham lagi." Kata Akbar


"Ia, Elu bener Bar!" Jawab Nata setuju dengan masukan dari Akbar.


Nia dan Laila pun mengobrol saat di dalam.


"Kamu pasti masih kepikiran kejadian di restoran ya?" Ucap Laila


" Iya La. Aku masih kepikiran." Jawab Nia


"Tapi itu kan cuma masa lalu, Jadi jangan sampai mengganggu Persiapan pernikahan kalian." Kata Laila.


"Iya, Bang Nata juga sudah menjelaskan semuanya Tadi. Tapi tetap saja aku merasa takut. Aku takut mereka masih saling menyimpan rasa." Ujar Nia

__ADS_1


"Kamu jangan berpikir begitu. Kamu kan Tau Kalau Bang Nata sayang banget sama kamu. Lagi pula Yunita kan sudah punya Andi." Laila berusaha meyakinkan Nia.


"Iya, La." Jawab Nia sambil tersenyum


"Maaf ya, Di saat seperti ini seharusnya aku ada buat kamu. Tapi sekarang Aku malah jarang ada waktu buat kamu." Ucap Laila.


"Tidak apa-apa La. Sekarang kan kamu sudah punya suami. Jadi tidak bisa leluasa seperti dulu." Nia pun mengerti.


_______


Andi memacu motornya dengan kecepatan tinggi karena ia hampir terlambat.


Karena semalam ia tidak bisa tidur, Jadi ia terlambat bangun.


Dan benar saja, Suasana sudah mulai sepi saat Ia Sampai di depan pabrik.


Andi segera memarkirkan motornya dan berlari menuju gedung.


Andi masih beruntung karena ia Hanya terlambat Beberapa menit saja.


Andi langsung menaruh tasnya di loker dan bekerja seperti biasa.


Melihat Andi Ada di pabrik, Nata pun tidak membuang-buang waktu. Ia langsung menghampiri Andi.


"Gue pikir Lu nggak masuk?" Tanya Andi


"Maaf, Bang. Tadi Gue agak terlambat." Jawab Andi.


"Gue kira Lu marah." Nata


"Nggaklah,Bang. Masa iya gue marah." Jawab Andi lagi.


"Lu harus Inget Di. Apapun yang terjadi sama Gue dan Yunita, Itu Cuma masa lalu. Jadi gue harap hubungan lu sama Yunita jangan sampai goyah." Jelas Nata


"Iya, Bang. Sebenarnya Gue agak kepikiran, Gue nggak enak sama Lu." Ucap Andi


"Kenapa harus nggak enak, Setiap manusia punya masa lalu kan? Jangan terlalu memikirkan masa lalu, Kita fokus Saja pada masa depan." Ucap Nata


Andi pun mengangguk.


"Jangan lupa Nanti kamu ajak Yunita juga ke pernikahan gue sama Nia." Ucap Nata sambil menepuk pundak Andi dan pergi.


Selesai berbicara dengan Andi, Nata langsung menghampiri Nia yang sedang bekerja dengan serius.


"Kerjanya jangan sambil melamun!" Ucap Nata yang membuat Nia terkejut.


"Apaan sih, Bikin aku kaget Saja." Jawab Nia.


" Tidak apa-apa, Abang hanya mengingatkan Kerjanya jangan sambil melamun." Ucap Nata lagi.


"Iya,Bang." Jawab Nia sambil melanjutkan bekerja.


"Besok cepat ajukan cuti, Kamu jangan lupa kalau Minggu depan kita Akan menikah." Ucap Nata.


Walaupun Nia adalah calon istrinya, Di dalam pabrik Nata harus tetap profesional.


"Iya. Aku pikir kita tidak jadi menikah." Ucap Nia sembari mengulum senyumnya.


"Jangan sembarangan kalau bicara." Ucap Nata Dan pergi memeriksa yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2