
Nia terbangun ketika suara Adzan subuh berkumandang dari masjid kampungnya.
Nia membuka matanya dan melihat Nata yang masih terlelap.
Pelan-pelan Nia melepaskan tangan Nata yang memeluknya.
Nia pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan untuk mengambil pakaian dan penutup dadanya Yang tergeletak tak berdaya di lantai dekat meja rias.
Nia sedikit membungkukkan badan untuk memunguti pakaiannya.
Dan mendapati sesuatu yang aneh saat tidak sengaja melihat tubuhnya dari pantulan cermin di meja rias.
Nia pun berdiri didepan cermin tersebut.
Nia melihat banyak bercak merah di dadanya.
bukan hanya itu.
Nia pun melihat perubahan lainnya. Nia melihat pucuk dadanya mencuat keluar secara sempurna.
Ya. Malam ini Nata memang menepati janjinya untuk tidak melakukan itu di malam ini.
Tapi, Dada Nia yang menjadi sasarannya.
Nata bermain dengan beringasnya, Sehingga membuat pucuk dada Nia seperti ingin lepas dari tempatnya.
Nia pun mengulum senyumnya saat dia ingat betapa sulitnya menahan diri untuk tidak bersuara saat Nata bermain di dadanya semalam.
Nia pun menutupi dadanya dengan pakaian yang dipegangnya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar.
Setelah selesai mandi, Nia segera menunaikan shalat subuh.
Nia pun duduk di tepi ranjang untuk membangunkan Nata Setelah selesai shalat.
"Abang. Bangun!" Nia Memanggil Nata
Tapi Nata tidak merespon
Nia pun kembali memanggil sembari menepuk pelan Pipi Nata.
Kali ini Nia berhasil membangunkan Nata.
Dan tanpa di duga Nata menariknya ke tempat tidur dan memeluknya sangat erat.
"Bangun Bang. Ini sudah jam Lima!" Ucap Nia.
"Sebentar! Lima menit lagi." Jawab Nata Sambil terus memeluk Nia dan melesakkan wajahnya di dada Nia.
"Ayolah bangun. Pak Lee mau pulang sekarang, Tidak enak kalau kita masih di kamar." Ucap Nia lagi.
"Baiklah." Ucap Nata Sambil memaksakan diri untuk bangun.
Tubuh kekar Nata terpampang di hadapan Nia karena saat ini Nata hanya mengenakan boxer pendek sepaha.
"Neng." panggil Nata
"Apa?" Jawab Nia sambil membalas menatap Nata.
"Dari semalam si Joni mengamuk tidak mau tidur."Ucap Nata Sambil menunjuk isi boxernya
Seketika wajah Nia bersemu memerah, ketika ia melihat sesuatu yang menonjol di dalam boxer yang di gunakan Nata.
Nia masih malu saat Nata membahas hal fulgar seperti itu.
"Sudah mandi sana!" Nia pun sedikit mendorong punggung Nata untuk mandi.
__ADS_1
Nata pun tergelak saat melihat Nia malu.
"Kamu tidak berminat untuk menyentuhnya?" Bisik Nata.
"Abang." Ucap Nia sambil menepuk dada Nata.
Melihat Nia semakin salah tingkah Nata pun memeluk Nia dan menciumi kedua pipinya.
"Yasudah, Aku mandi dulu." Ucap Nata dan berjalan menuju kamar mandi
Nia menyiapkan sarung dan baju Koko untuk Nata menunaikan shalat.
Tak berselang lama Nata pun sudah selesai mandi.
Nia semakin terpesona saat melihat ke gagahan suaminya yang bertambah ketika selesai mandi.
"Ini bajunya." Nia memberikan pakaian yang sudah dia siapkan tadi.
Nata pun bergegas memakai pakaian lalu shalat.
Setelah shalat Nata kembali menghampiri Nia yang tengah mengeringkan rambut di meja rias.
Nata kembali memeluk Nia dari belakang dan menciumi rambut Nia.
"Kita keluar sekarang. Sepertinya pak Lee dan keluarga sudah mau pulang." Ucap Nia.
"Iya." Jawab Nata setuju
Nia pun memakai Kembali kerudungnya Sebelum keluar kamar.
"Ayo." Ajak Nia lagi
Nata pun mengikuti dari belakang.
Tanpa basa-basi Nata menempelkan bibirnya pada bibir ranum milik Nia dan mengulanginya hingga beberapa kali.
"Neng, Hari ini Kita kembali ke Jakarta ya!" Bisik Nata.
"Abang benar-benar sudah tidak sabar." Bisik-nya lagi
Nia pun hanya mengangguk. Hari ini perlakuan Nata benar-benar membuat Nia menjadi salah tingkah dan gugup.
"Ayo kita keluar." Ucap Nata Pada Nia yang diam mematung.
Mereka pun keluar dari kamar bersama-sama.
Dan benar saja. pak Lee dan keluarganya sedang bersiap untuk segera kembali ke Jawa tengah.
Nata ikut bergabung dengan para laki-laki yang sedang menikmati Teh, Sementara Nia membantu ibunya menyiapkan kue sebagai teman untuk menikmati Teh.
"Nia, Kamu kan sudah tahu rumah pak Lee. Jadi kamu dan suamimu harus berkunjung kesana." Ucap pak Lee
"Iya,Pak Lee. Insha Allah Nia akan berkunjung kesana." Jawab Nia
Setelah menikmati teh sambil mengobrol sebentar, pak Lee dan keluarganya pun pamit dan pulang.
Sehingga rumah Nia menjadi agak sepi.
Saat menunggu Nia membantu ibunya berberes Nata pun mengobrol dengan Johan di teras.
Nata membicarakan perihal pekerjaan pada Johan yang berniat untuk ikut bekerja di pabrik.
Ya Johan sudah lulus sekolah. Dan dia berniat langsung bekerja untuk menggantikan Nia membiayai adik-adiknya.
Di dapur saat Nia membantu ibunya mencuci piring, Nia pun berpamitan untuk kembali ke Jakarta hari ini juga.
__ADS_1
"Bu. Hari ini Nia mau kembali ke Jakarta." Ucap Nia
"Kenapa terburu-buru sekali Neng. Bukannya kalian masih cuti Sampai beberapa hari kedepan.
"Iya, Bu. Tapi Bang Nata ada keperluan. Jadi kami harus segera kembali ke Jakarta." Jawab Nia.
"Yasudah kalau begitu. Kamu mau berangkat jam berapa?" Tanya Bu Salma
"Mungkin agak siangan Bu." Nia kembali menjawab.
"Yasudah. Sebaiknya kamu sama Nata sarapan dulu sebelum pergi." Suruh Bu Salma
"Iya, Bu." Jawab Nia.
Setelah selesai sarapan Nia dan Nata kembali ke kamarnya untuk membuka seserahan dan kado pernikahan mereka sebelum bersiap-siap berangkat ke Jakarta.
Nia membuka satu persatu kado pemberian dari teman-temannya.
Sementara Nata pun membantu.
Hingga akhirnya Nia memegang sebuah kado bertuliskan. dari Ucok, Andi dan Akbar.
"Dari siapa?" Tanya Nata
"Dari Bang Ucok sama Bang Andi." Jawab Nia
"Coba buka. Abang mau tau isinya." Kata Nata.
Nia pun membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya.
"Ini untuk apa?" Ucap Nia saat melihat Ada sebuah salep luka, Lem power, dan beberapa benda berwarna hitam bertuliskan magic tissue.
Nia kurang faham kenapa Ucok dan Andi memberikan itu pada dia dan Nata.
Sementara Nata sudah sangat faham maksud konyol dari temannya.
"Kamu masukan tissue hitam itu ke tas Abang." Suruh Nata.
"Terus lem Sama salepnya?" Tanya Nia
"Yasudah masukan juga ke tas, Siapa tahu kita akan membutuhkannya." Jawab Nata.
Dengan polosnya Nia menurut dan memasukkan benda-benda tersebut kedalam tas Nata.
"Neng ini kamu bawa ya! Nata memberikan dua pasang pakaian tidur yang ia buka dari kotak hantaran.
"Neng kamu bawa ini ya!" Ucap Nata menyerahkan dua pakaian tersebut.
Nia pun melihat pakaian yang di berikan Nata.
Dia buah baju tidur seksi berwarna pich dan abu-abu.
"Ini baju untuk siapa?" Tanya Nia
"Ya buat kamu lah." Jawab Nata.
"Tapi aku nggak pernah pakai baju seperti ini Bang."
"Iya. Dan mulai saat ini kamu harus terbiasa memakai pakaian seperti ini waktu sama Abang." ujar Nata
Nia pun melipat pakaian tersebut untuk ia bawa ke Jakarta.
Setelah membuka Semua kado, Nia pun segera merapikannya.
__ADS_1