Macaroon

Macaroon
16. Tour in Jogja part 3.


__ADS_3


(Gambar cuma gambaran pakaian yang di kenakan Nia.)


Saat di Jogja, Nia benar-benar menikmati perjalanannya.


Ia mengambil beberapa foto bersama Laila dan karyawan lainnya.


"Aku mau kesana dulu ya," Pamit Laila yang langsung pergi meninggalkan Nia yang sedang bersama karyawati lainnya.


Laila sengaja meninggalkan Nia, karena sejak tadi Nata sudah memberikan kode padanya.


"Hai, Nia. Kita lihat pemandangan yang di sana yuk." Ajak Nata saat mereka sedang berwisata di candi Borobudur.


"Tapi, Aku --" Nia belum selesai menjawab Nata langsung menarik tangannya.


"Ayo, kita foto di sana." Nata benar-benar bersemangat.


Sementara Nia Hanya menurut karena sejak tadi Nata menarik tangannya kesana-kemari.


Nata mengajak Nia naik ke candi dan duduk di tepian pilar, Nata sengaja sedikit menjauh dari teman-teman mereka.


"Nia." Ucap Nata dengan suara yang Lembut.


Nia pun hanya menoleh


"Nia, Aku menyukaimu." Ucap Nata tanpa basa basi.


Nia terdiam.


"Aku menyukaimu. Apa boleh kita kenal lebih dekat?"Ucap Nata.


"Aku tau. Mungkin dalam Pikiran kamu aku bukanlah laki-laki yang baik. Tapi percayalah, Aku ingin menjalin hubungan yang serius sama kamu." Sambung Nata.


Nia menelan salipan-nya, karena tidak tau harus menjawab apa lalu kembali menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Sebelumnya Nia pernah beberapa kali menolak laki-laki yang tertarik padanya.


Saat itu Nia tidak merasa kesulitan untuk menolak, karena hatinya pun tidak menginginkan.


Tapi entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat Nata mengungkapkan perasaannya tadi.


"Bagaimana, Nia?" Apa kamu Mau kita lebih saling mengenal lagi?" Ujar Nata yang melihat Nia hanya diam seribu bahasa.


"Saya, Permisi dulu." Ucap Nia yang bangun Dari duduknya.


"Tunggu Nia." Cegah Nata saat Nia hendak beranjak


"Aku ingin kita saling mengenal, karena aku berniat menjadikan kamu istriku. Bukan hanya pacar." Ucap Nata


"Maaf, Tapi saya tidak bisa." Jawab Nia.


"Tapi kenapa? Apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Nata


"Tidak. Bukan itu. Aku hanya belum siap menjalin hubungan dengan siapapun" Jawab Nia Seraya pergi meninggalkan Nata.


Nata hanya diam, memandangi Nia yang berjalan menjauh darinya.


Entah kenapa, Hatiku berdebar saat Nata mengatakan perasaannya dan berniat menjadikanku sebagai istrinya.


Desiran hangat seolah menyentuh relung terdalam di hatiku.


Tapi bayangan ketika Ibu memohon pada Bapak-ku seketika hadir.


Rasa takut itu kembali menyergap, seolah tidak membiarkan desiran cinta mengisi jiwaku.


Aku pun tidak tau kenapa rasa takut itu begitu betah bersemayam dalam hatiku.


Aku takut, dicampakan seperti Ibu.


Lebih baik aku tidak memulai sebuah hubungan, dari pada harus merasakan penderitaan yang di alami Ibu.

__ADS_1


Terlebih jika menikah nanti, Aku takut anakku mengalami apa yang aku alami.


Ibuku sering sekali meyakinkanku kalau tidak semua pernikahan berakhir seperti itu.


Bahkan Laila pun sering mengatakan kalau tidak semua laki-laki seperti itu.


Tapi percayalah! Rasa takut itu sudah memenuhi rongga dadaku.


Tangisan Ibu, dan jeritan adik-adikku saat mencegah Bapak pergi, masih tersimpan jelas dalam memory-ku


Aku pun pergi meninggalkan Nata yang masih setia menatapku.


Seperti ada sesuatu yang remuk dalam dadaku, saat Aku menolak perasaan Nata.


Entahlah!


Aku tidak tau kenapa seperti ini.


Aku pergi meninggalkan Nata dan bergabung dengan teman-teman yang lainnya.


Aku mencari Laila, tapi sepertinya ia sengaja menjauhiku, mungkin agar nata bisa leluasa mendekatiku seperti tadi.


Aku memang bodoh, membiarkan diriku terperangkap dalam trauma.


Tapi ini bukan inginku!


Bersambung....



(Visual Nata)



(Visual Nia.)

__ADS_1


Maaf ya up Dikit,


Besok lanjut lagi.


__ADS_2