
Pagi-pagi sekali Nia sudah bangun dan bersiap-siap untuk segera pulang ke kampung halamannya di Bogor.
"La, Aku berangkat dulu ya!" Pamit Nia pada Laila yang masih tidur.
"Heemm.. Kamu hati-hati ya" Jawab Laila dengan mata yang masih terpejam.
Pukul enam pagi Nia sudah keluar dari kontrakannya.
Nia sengaja pergi lebih pagi, agar cepat sampai dan bertemu keluarganya.
Nia menaiki angkutan umum untuk sampai di Stasiun kereta.
Kereta menjadi tranportasi favorit untuk Nia.
Setelah satu jam lebih dalam kereta, Nia pun sampai di Stasiun tujuannya dan kembali menaiki angkutan umum untuk sampai di rumahnya.
Nia Tersenyum bahagia saat sampai di depan rumahnya.
"Assalamualaikum. Bu, Ibu... Nia pulang." Ucap Nia saat sudah memasuki rumah.
Beberapa kali Nia memanggil sang Ibu, tapi tidak ada jawaban.
"Kak Nia" Ucap dua anak perempuan yang muncul dari dalam kamar dan langsung menghambur memeluk Nia.
Nia memeluk kedua adik perempuannya.
Yang bernama Aulia Dan Fitri.
"Kak Nia, kenapa nggak bilang kalau mau pulang." Ucap Adik perempuannya yang paling besar.
"Iya, kakak sengaja mau buat kejutan. Ngomong-ngomong Ibu kemana?" Tanya Nia.
"Ibu belum pulang kak. Masih kerja di rumah Bu Arum." Jawab Adik bungsu Nia.
"Yasudah kalau begitu. Kalian sudah makan belum?" Tanya Nia.
"Belum Kak, Di rumah hanya ada nasi putih. Biasanya kita makan setelah ibu pulang karena ibu akan membawa lauk dari rumah Bu Arum." Ujar Aulia.
"Memang Kalian mau makan pake apa? Biar Kaka masakin."
"Aku mau ayam krispi kak, yang kaya di iklan-iklan." Rengek Fitri adik bungsu Nia.
__ADS_1
Memang untuk keluarga Nia makanan mewah menjadi hal yang jarang di dapatkan.
Bagaimana tidak, Ibu Nia membesarkan Ke empat anaknya hanya dari Menjadi Asisten rumah tangga di rumah seorang juragan yang ada dikampungnya.
"Kalau begitu kalian ganti baju. Kita ke pasar sekarang!." Ucap Nia yang di sambut antusias oleh kedua adiknya.
Nia dan kedua adiknya pun naik angkutan umum untuk sampai di pasar.
Nia menggandeng kedua adiknya menuju sebuah toko pakaian.
"Kita mau ngapain kesini kak?" Tanya Aulia.
"Kaka mau beli pakaian, buat kalian. Kalian pilih mana yang kalian suka."
Dengan bersemangat, Aulia Dan Fitri berkeliling toko untuk mencari baju yang mereka sukai.
Sementara Nia hanya mengikuti mereka Sambil mencari daster untuk ibu, Dan kemeja untuk Johan Adik laki-lakinya.
Kedua adiknya sudah memegang pakaian yang mereka suka.
Dan Nia pun mengambil sebuah kemeja flanel untuk Johan.
Nia pun segera membayar baju yang mereka ambil dan pergi menuju tempat sayuran dan ikan.
Nia pun tak lupa membeli beberapa jenis sayuran dan ikan untuk di masak besok.
Ternyata Nia berbelanja cukup banyak.
Hingga kedua tangannya sibuk menenteng belanjaan mereka.
Setelah kembali di rumah Nia segera mengolah bahan-bahan yang tadi di belinya.
Demi membahagiakan orang terkasihnya Nia sampai lupa dengan rasa lelahnya karena menempuh perjalanan Jakarta - Bogor.
Sementara Nia sibuk memasak. Kedua adiknya begitu antusias mencoba pakaian yang baru saja di belinya.
Nia bahagia dengan apa yang baru saja dilakukannya.
Satu piring penuh ayam krispi dan sayur Sop sudah tersaji di meja dapur.
"Kalian makan saja duluan." Suruh Nia pada kedua adiknya yang sedang menatap hasil makanannya.
__ADS_1
"Tapi ibu belum pulang."
"Nanti biar Kaka yang temani ibu makan." ucap Nia
Kedua adik Nia pun langsung makan dengan lahapnya.
"Kapan kamu datang, Neng?" Ucap Bu Salma Ibu Nia yang baru tiba.
"Ibu." Nia yang menyadari kedatangan sang ibu langsung menyalami dan memeluknya.
"Nia sampai jam sembilan. Nia sengaja berangkat pagi-pagi sekali dari Jakarta." Jawab Nia dengan sangat sopan.
"Ibu makan dulu. Ibu pasti capek kan." Nia menyendok nasi untuk sang ibu.
"Kamu juga makan Neng." Suruh Ibu.
"Iya Bu, Nia juga ikut makan" Nia pun mengambil nasi untuk dirinya.
"Kenapa ayamnya tidak dimakan Bu?" Tanya Nia saat melihat ibunya hanya makan dengan sayur Sop saja.
"Ini sudah cukup. Biar ayamnya buat nanti sore adik-adikmu makan." Jawab Ibu.
Hati Nia seperti teriris.
Sejak dulu, Sejak ayah Nia pergi ibu hanya mementingkan Anak-anaknya.
Bekerja keras seorang diri demi ke empat anaknya bisa tetap bersekolah.
"Nia punya sesuatu buat ibu" Nia memberikan bungkusan plastik berwarna merah.
Bu Salma perlahan membuka bungkusan tersebut.
Dan dua daster dengan warna kalem sudah ada di hadapannya.
"Kenapa pake belikan ibu baju segala. Nanti uang kamu habis" Ucap Bu Salma.
"Tidak apa-apa Bu. Ini belum seberapa jika di bandingkan dengan pengorbanan ibu buat Nia, dan juga adik-adik." Jawab Nia sedikit berkaca-kaca.
"Nanti sore ibu pakai ya!" Suruh Nia.
"Iya Neng. Nanti ibu pakai." Jawab Bu Salma.
__ADS_1
Bersambung....