Macaroon

Macaroon
55. Mahar untuk Nia


__ADS_3

Setelah kejadian Tadi siang, Dimana Andi mengetahui kalau Yunita juga bekerja di PT Angkasa, Andi langsung nekat untuk menemui Yunita di depan gedung D dimana Yunita di tempatkan.


Andi sengaja langsung keluar saat jam kerja selesai, karena Ia tidak mau kalau Yunita sudah pulang lebih dulu.


Andi beruntung, karena Jam selesai bekerja di gedung D berbeda Lima belas menit dengan gedung B jadi ia masih bisa menunggu Yunita keluar.


Hingga akhirnya karyawan di gedung D pun sudah berhamburan keluar.


Mencari seseorang di tengah kerumunan dan pakaian yang sama bukan hal yang mudah untuk di lakukan.


Sekali saja Andi lengah, Ia tidak akan menemukan Yunita.


Andi benar-benar berusaha untuk mencari Yunita. Hingga usahanya membuahkan hasil.


"Hai, Bagaimana luka kamu?" Tanya Andi saat ia melihat Yunita dan mendekatinya.


"Kamu! Bukannya gedung B sudah bubar lima belas menit yang lalu ya? kenapa kamu masih di sini?" Kata Yunita sambil terus berjalan.


"Iya, Tapi aku sengaja menunggu kamu." Jawab Andi yang mengikuti Yunita.


"Memangnya ada apa kamu menungguku?" Ucap Yunita sedikit acuh.


"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh " Kata Andi.


Yunita pun seketika menghentikan langkahnya.


"Mengenalku! Untuk Apa? Kamu kan Tau, Kalau aku ini sudah punya Anak." kata Yunita.


"Iya, Aku tahu kamu sudah punya Anak. Tapi Apa kamu punya suami? Maksudku, Tidak mungkin kan seorang perempuan bersuami akan mengambil dua pekerjaan sekaligus. Apalagi di tempat itu." Jawab Andi.


Yunita menghembuskan nafas dan tidak berminat untuk menjawab pertanyaan Andi.


"Sudahlah, Aku harus buru-buru pulang. Anakku pasti sudah menunggu di rumah." Yunita segera berjalan menuju parkiran dan meninggalkan Andi yang masih berdiri di tempat.


Setelah Yunita pergi Andi pun kembali ke parkiran untuk mengambil motornya dan pulang.


____________


Setelah pulang dari pabrik dan selesai mandi Nata langsung menyantap masakan yang sudah di sediakan Mak Leha.


"Tong elu udah siapin semuanya?" Kata Mak Leha mengingatkan Nata untuk mempersiapkan data dan keperluan untuk persiapan pernikahan.


"Udah, Mak. Nata lagi urus semua keperluannya." Jawab Nata.


"Terus kapan kita ke rumahnya Nia lagi? Emak udah nggak sabar pengen cepat-cepat kalian sah." Mak Leha


"Mungkin hari Minggu nanti. Nata udah ngomong sama Nia, kalau kita akan datang kerumahnya lagi." Nata.

__ADS_1


"Bagus kalau begitu. Lebih cepat lebih baik." Jawab Mak Leha sembari pergi ke kamar.


Sementara Nata masih melanjutkan makannya.


"Untuk mahar pernikahan kalian Emak sudah membeli ini." ujar Mak Leha yang Kembali menghampiri Nata di meja makan.


Mak Leha menunjukkan sebuah kotak beludru berisi satu set perhiasan.


"Ini apa?" Nata pun membuka kotak tersebut.


"Ini perhiasan untuk mahar pernikahan kamu." Jawab Mak Leha.


"Ini banyak sekali. Sebaiknya Emak simpan saja perhiasan ini, Buat tabungan Emak. Untuk urusan pernikahan biar Nata pakai uang tabungan Nata saja." ucap Nata saat melihat satu set perhiasan di dalam kotak tersebut.


"Tidak apa-apa. Sebenarnya Emak sudah lama membeli ini. Sejak melihat ketulusan Nia saat mengurus kamu setelah kecelakaan Waktu itu, Emak ingin memberi sesuatu buat dia. Jadi Emak beli ini untuk di berikan saat kalian menikah nanti." Kata Mak Leha.


Akhirnya Nata pun mengalah dan membiarkan Emaknya melakukan apa yang diinginkannya.


Di tempat lain.....


Sejak si putuskan Secara sepihak oleh Anisa, Ucok menjadi Sad boy.


Ucok hanya bisa menatap foto-foto kebersamaannya dengan Nisa yang masih ia simpan di galeri ponselnya.


Ucok masih belum bisa melupakan kenangan-kenangan manis bersama Nisa.


Terlebih Nisa sudah memblokir semua akses komunikasi maupun media sosial milik Ucok.


Sedang Asyik memandangi foto-foto di galeri ponselnya, Tiba-tiba Ucok dikagetkan dengan suara gedoran pintu kostnya.


Ucok langsung membukakan pintu karena penasaran dengan siapa yang menggedor pintunya begitu keras.


"Elu! Ngapain lu malem-malem gedor-gedor pintu rumah orang." Kata Ucok saat melihat Andi di balik pintu.


"Bukain pintunya Cok, Ada tamu bukannya di suruh masuk malah di marahin." Jawab Andi


"Lu mau bertamu apa mau ngajak ribut? gedor-gedor pintu Ampe kedengaran sampe Afrika Selatan." Jawab Ucok membukakan pintu sambil memarahi Andi.


"Lebay lu! Gue udah ketok-ketok berkali-kali. Tapi Elu kaga denger. Makannya gue gedor." Andi


"Mana Ada lu ngetuk, Orang lu gedor kaya orang nagih hutang begitu." Jawab Ucok


"Seriusan. Pasti lu lagi ngelamun mesum ya? Makannya nggak denger." Jawab Andi yang memasukkan motornya ke kostan Ucok.


"Enak aja! otak gue mah bersih. Emangnya Elu otak mesum." Jawab Ucok sembari kembali mengunci pintu.


"Gue mau nginep. Gue lagi males pulang." Kata Andi sambil duduk di

__ADS_1


"Yaudah. Tinggal nginep aja." Jawab Ucok .


"Gue pinjem baju lu ya." Kata Andi saat setelah selesai mandi.


"Ambil aja di lemari." Suruh Ucok yang masih memandangi foto-foto Nisa.


"Terus besok pinjem seragam ya!"


"Iya." jawab Ucok yang masih memainkan ponselnya.


"Cok, masakin gue mie instan ke. Laper banget Gue." ucap Andi saat selesai berganti pakaian.


"Astaga! Lu jadi tamu kaga tau diri amat. Udah datang nggak bawa apa-apa, pinjem baju pinjem seragam, Sekarang malah mau di bikinin mie." Gerutu Ucok karena kesal dengan kelakuan temannya yang satu ini.


"Tadi Gue lupa nggak beli makanan. Lagian cuma minta mie instan doang." Jawab Andi.


"Yaudah sana masak sendiri!" Suruh Ucok


"Yaelah Cok. masa tamu suruh bikin sendiri. Bikinin kenapa? Tenang aja, Besok gue traktir makan siang" Bujuk Andi.


"Ah, Elu. Datang-datang ngerepotin orang." Ucok pun beranjak dari rasa malasnya untuk membuat mie instan.


Dua mangkuk Mie panas sudah tersedia.


"Kok bikinnya dua? Gue kan maunya satu aja." Kata Andi saat melihat Ucok membawa dua mangkuk Mie.


"Ya, Buat gue lah. Sebenarnya dari tadi gue juga laper. Tapi karena lagi males ngapa-ngapain jadi gue tahan aja." Kata Ucok.


Mereka pun menyantap mie yang di buatkan Ucok.


"Di, Emangnya Elu kenal sama cewek yang tadi berantem di pabrik?" Tanya Ucok di sela makan.


"Iya" Jawab Andi singkat.


"Kenal di mana? Perasaan, gue baru lihat tuh cewe." Tanya Ucok lagi.


"Ada lah pokoknya." Jawab Andi yang tidak ingin menjelaskan.


"Dia cantik banget ya! Kira-kira dia mau nggak ya sama gue?" Kata Ucok yang membuat Andi Ter-batuk-batuk karena menahan tawa.


"Mana ada dia mau sama lu! Sama Nisa aja lu di putusin." Jawab Andi.


"Ya, Siapa tau aja kan." kata Ucok.


"Jangan ngada-ngada lu." Jawab And lagi.


"Kenapa? Emang di target Elu?" Kata Ucok lagi.

__ADS_1


"Hemmm.." Jawab Andi berdehem.


__ADS_2