
Nata, Nia dan yang lainnya sedang menikmati hidangan sambil mengobrol.
"Sering-seringlah bang ngajak Gue makan di tempat kaya gini." Kata Ucok sembari mengunyah.
"Norak banget Lu. Masa dia tadi nanyain harus pake baju apa?" Balas Andi
"Ya, Kan gue takut salah kostum gitu. Biasanya kalo orang-orang kaya kan ada kostumnya gitu." Jawab Ucok.
"Ini cuma restoran biasa aja Cok. bukan restoran kelas CEO, CEO gitu." Jawab Nata.
Mereka terlihat Akrab dan menikmati suasana gembira pada saat itu.
Tapi tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.
"Tata!" Panggil perempuan tersebut.
Nia, dan Laila tidak mengerti karena diantara mereka tidak ada yang bernama Tata.
Tapi tidak lama Yunita berdiri saat mulai ingat kalau perempuan itu adalah temannya saat SMA.
"Seli." Jawab Yunita singkat.
"Dari jauh aku samar-samar melihat kamu, Ternyata ini benar-benar kamu."
"Nata? Elo juga ada disini?" Ucap perempuan bernama Seli itu, Ternyata Seli pun mengenal Nata.
Nata hanya mengangguk menanggapi ucapan Seli.
"Jadi kalian sudah menikah? Serius? Wah, Aku tidak menyangka kalau cinta kalian benar-benar Kuat. Aku pikir saat kalian berpisah kota kalian putus hubungan, Ternyata kalian masih lanjut." Ucap Seli tanpa jeda.
Jangan tanya keadaan Nia, Andi dan yang lainnya pada saat itu.
Mereka sangat terkejut saat tahu kalau Nata dan Yunita saling mengenal.
"Seli, Aku--," Sambil menggendong Yuno, Yunita mendekati Seli untuk meminta Seli tidak bicara apa-apa lagi. Tapi Seli langsung memotong ucapan Yunita dan melanjutkan pembicaraannya.
"Kenapa? Kamu malu sama teman-teman kamu, Kalau kalian itu Pasangan termanis. Asal kalian tau ya. Dulu Yunita sama Nata itu pasangan fenomenal di SMA kami. Bahkan mereka pernah di nobatkan sebagai king dan Quin di sekolah kami. Dulu dimana ada Tata Disitu ada Nata. Uh.. Pokoknya Kalian Manis banget " Ucap Seli Terus bicara.
"Cukup Sel. Aku sama Bang Nata nggak Nikah. Ini calon suami Aku. Dan ini Calon istri Bang Nata." Ucap Yunita dengan suara tegas sambil memperkenalkan Nia Dan Andi.
__ADS_1
Yunita Sengaja langsung memperjelas ucapannya, Karena tidak ingin ada salah paham di antara Nia dan Andi.
"Oh, Aku pikir kalian sudah menikah. Dan Anak ganteng ini anak kalian." Ucap Seli
"Bukan, Sel. Ini Anakku sama suamiku yang dulu." Jawab Yunita.
"Oh, Yasudah. Kalau begitu Aku pergi dulu. Maaf sudah mengganggu makan malam kalian." Ucap Seli dan berlalu pergi.
Seli pun pergi meninggalkan meja mereka.
Tapi suasana sudah terlanjur menjadi Aneh.
Nia seketika diam membisu.
Begitupun dengan Andi.
Yunita bingung harus berbuat apa?
Begitupun Nata, Ia juga bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Nia.
Ucok, Akbar dan Laila hanya bisa diam melihat situasi yang sudah tidak bersahabat.
"Aku bisa jelaskan semuanya. Aku sana Yunita--," Nata mencoba untuk menjelaskan Tapi Nia memotong ucapannya.
"Neng, Abang bisa jelaskan semuanya." Ucap Nata lagi.
"Bang, Aku bilang Aku mau pulang." Ucap Nia lagi.
"Yasudah." Jawab Nata
"Aku sama Nia pulang duluan. Kalian lanjut saja makannya. Ini semua udah aku bayar kok." Ucap Nata dan pergi bersama Nia.
"Kalau begitu, Aku juga pulang." Ucap Andi
Tanpa banyak bicara Yunita pun mengikuti Andi.
Kini hanya tinggal Ucok, Akbar dan Laila.
"Kenapa jadi gini sih?" Gumam Ucok.
__ADS_1
"Tuh cewek mulutnya bener-bener ya. Ngomong udah kayak rem blong." Ucap Laila kesal
"Cok, Elu mau ngabisin ini makanan? Kalo mau biar gue sama Laila temenin. Tapi kalo nggak gue mau pulang." Kata Akbar
"Ya enggak lah. Udah nggak nafsu Gue." Jawab Ucok.
Akhirnya Ucok, Akbar dan Laila pun meninggalkan restoran tersebut.
"Gila, Padahal Acara ini kejutan buat Nia. Tapi malah kita semua yang dapat kejutan." Ujar Ucok saat berjalan menuju parkiran.
"Kasihan Nia, Banyak cobaan Sebelum pernikahannya." jawab Laila
"Sudah, Sudah. Sebaiknya kita doakan saja agar masalahnya segera terurai. Agar hubungan mereka tidak terganggu." sambung Akbar.
Laila dan Akbar pun pulang menggunakan taksi.
Sementara Ucok memacu sepeda motornya seorang diri.
🍂🍂🍂
Sepanjang perjalanan Nia Hanya bisa diam.
Bukannya ia tidak dewasa, Tapi kejadian ini benar-benar membuat dadanya sesak.
Nia kecewa, Kenapa Nata berbohong dan berpura-pura tidak mengenali Yunita saat pertama mereka berkenalan di pabrik siang itu.
Padahal jelas apa yang di ucapkan perempuan tadi. Kalau Nata dan Yunita pernah memiliki hubungan.
Nata pun hanya diam. Dia mengerti kalau saat ini hati dan pikiran Nia sedang kalut. Jadi, Akan percuma kalau ia mencoba menjelaskan semuanya.
🍂🍂🍂
Di dalam taksi Andi hanya terdiam, Dengan bibir terkatup ia memandangi pemandangan jalan sambil memangku Yuno yang sudah terlelap.
Andi mencoba menetralisir perasaannya, Yang lumayan Kacau.
Yunita pun bungkam.
Ia paham bagaimana perasaan Andi saat ini, Sampai-sampai Ia membuang pandangannya dari Yunita.
__ADS_1
Tapi menjelaskan semuanya saat ini pun akan percuma.
Jadi, Yunita memutuskan saat waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya pada Andi.