
Saat jam istirahat seperti biasa Nata dan yang lainnya makan siang bersama.
Tapi kali ini mereka sedang malas ke luar dan memilih makan di kantin pabrik.
"Eh, Mblo. Makan, jangan ngelamun aja." Ledek Andi pada Ucok.
"Sialan lu. Kaya sendirinya nggak jomblo aja." Jawab Ucok.
"Gue mah bukan jomblo. Tapi Gue cuma rehat dari dunia ke Playboy-an aja." Jawab Andi.
"Astaga lagak lu. Udah kaya apaan aja." Balas Ucok.
"Ya, Iyalah. Mana Ada gue di putusin Ama cewe kaya elu." Andi senang sekali meledek Ucok.
"Gue sumpahin lu, Nanti lu suka sama cewe tapi ceweknya nggak mau sama lu." Balas Ucok
"Apaan sih lu. Mainannya sumpah sumpah-an gitu." Andi
"Udah-Udah. Sesama jomblo jangan ribut." Ujar Nata dan mendapatkan gelak tawa dari yang lainnya.
Tapi di sela saat mereka makan, Terjadi keributan di luar gerbang hingga membuat mereka penasaran.
Nata dan yang lainnya pun menghampiri pusat kerumunan.
Ternyata dua orang perempuan sedang berkelahi.
Nata, Akbar, Andi dan Ucok pun berusaha melerai perkelahian tersebut.
__ADS_1
"Yunita?" Ucap Andi saat mengetahui Yunita yang sedang berkelahi.
"Lu kenal sama cewek murahan ini?" Ujar perempuan satunya pada Andi.
Nata dan Akbar berusaha menahan perempuan tersebut karena terus berusaha menyerang Yunita.
"Dia teman saya." Jawab Andi.
"Bilang sama teman elu yang gatel itu, Jangan pernah ganggu suami orang! Emang udah nggak laku lagi apa sampai deketin suami orang." Perempuan itu terus berteriak memaki Yunita.
"Asal lu tau, gue nggak pernah menganggu suami siapapun. Bahkan suami lu juga gue enggak tau!" Yunita balas memaki.
Perempuan itu pun berusaha kembali menyerang Yunita.
Hingga pergulatan pun hampir terjadi lagi.
Andi pun membawa Yunita pergi menjauh dari wanita itu.
Sementara Nata berusaha membujuk perempuan satunya untuk menyudahi pertengkaran ini.
"Tangan kamu terluka!" Ucap Andi saat mendapati luka cakaran di tangan Yunita.
"Tidak apa-apa. Di pakaikan obat juga sudah sembuh." Jawab Yunita.
"Kita ke ruang kesehatan" Ajak Andi.
"Tidak usah. Nanti Aku obati di rumah saja." Yunita menolak.
__ADS_1
"Sudah jangan menolak." Andi memaksa Yunita untuk pergi mengobati luka Yunita.
"Pelan-pelan" Ucap Yunita saat Andi mengobati lukanya.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi. Ngomong-ngomong sejak kapan kamu kerja di sini?" Tanya Andi.
"Sudah setahun lebih." Jawab Yunita.
"Tapi kenapa kita tidak pernah bertemu?" Tanya Andi lagi.
"Mungkin karena kita berbeda gedung dan bagian." Jawab Yunita.
Setelah selesai mengobati tangan Yunita, Mereka pun keluar dari ruang kesehatan.
"Jadi kamu ngambil dua pekerjaan sekaligus? Terus pulang dari pabrik kamu langsung ke Billiard?" Andi terus mencecar
"Tidak. Aku bekerja di Billiard hanya malam Sabtu dan Minggu saja." Jawab Yunita.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Sebentar udah mau bel masuk." Yunita pun segera pergi.
Sementara Andi menemui teman-temannya dan kembali bekerja.
Entah kenapa Malam ini Andi merasa senang. Sejak mengetahui kalau Yunita juga bekerja di PT Angkasa, Andi merasa sedikit bahagia. Karena setidaknya dia bisa melihat Yunita, walaupun harus datang ke gedung lain.
Sejak pertama bertemu Andi benar-benar tidak bisa melepaskan Yunita dari pikirannya.
Bahkan di saat Andi sudah mengetahuinya kalau Yunita sudah memiliki anak.
__ADS_1
Ia masih saja menaruh harapan pada Yunita.