Macaroon

Macaroon
59. Menepati janji


__ADS_3

Hari Sabtu pukul sembilan pagi Andi sudah rapi dan wangi.


Ia bersemangat pergi ke rumah Yunita untuk menepati janjinya mengajak Yuno berjalan-jalan dan membeli mainan.


Setelah merapikan rambut Andi pun segera memacu motornya dan pergi.


Sepanjang perjalanan Andi tak hentinya bersiul gembira.


Entah kenapa ia begitu bahagia saat hendak bertemu Yuno dan ibunya itu.


Andi memarkirkan motornya di halaman rumah Yunita dan langsung mengetuk pintu.


Tak berapa lama Yunita pun membukakan pintu.


"Pagi anak ganteng. Kamu sudah siap?" Ucap Andi pada Yuno yang sedang di gendong Yunita.


"Sudah Om, Uno sudah siap." Jawab Yuno tidak kalah semangat.


"Masuklah dulu. Sejak tadi Yuno menanyakan kamu terus." Ucap Yunita sambil menurunkan Yuno dari gendongannya.


"Aku ganti baju dulu." Ucap Yunita dan pergi ke kamarnya.


"Kenapa kamu menanyakan Om?" Kata Andi bertanya kepada Yuno yang menghambur padanya.


"Uno takut Om lupa buat ngajak Uno jalan-jalan dan beli mainan." Jawab Yuno yang mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Andi.


"Nggak Dong. Masa Om lupa." Jawab Andi sambil mencubit pipi gemas Yuno.


Andi pun mendudukkan Yuno di pangkuannya.


"Uno sudah sarapan?" Tanya Andi


"Sudah, Om. Uno sudah minum susu sama sarapan." Jawab Yuno yang langsung memeluk Andi.


"Anak pintar!" Kata Andi sambil mengacak rambut Yuno.


"Ayo kita berangkat!" Ucap Yunita yang sudah selesai bersiap.


"Ayo kita let's go!" Kata Andi yang mengangkat tubuh Yuno seperti sebuah pesawat.


Yuno pun tertawa senang saat Andi mengangkat tubuhnya.


Sementara Yunita hanya bisa tersenyum melihat Yuno tertawa lepas seperti itu.


Andi, Yunita dan Yuno pun segera pergi menuju sebuah mall di Jakarta.


Mereka langsung menuju tempat bermain saat sampai di mall.

__ADS_1


Andi memangku Yuno saat mereka menaiki Bom-bom car.


Yuno tak berhenti tertawa gembira, Saat Andi mengajaknya bermain dari satu mainan ke mainan yang lainnya.


Bahkan Andi ikut menceburkan diri saat Yuno bermain mandi bola.


Yunita yang sudah merasa lelah, Hanya melihat keseruan Antara Andi dan Yuno.


"Uno sudahi dulu ya mainnya!" Yunita memanggil Yuno yang masih asyik bermain padahal ini sudah hampir pukul tiga sore sementara mereka belum makan siang.


"Tapi Masih seru Mam." Jawab Yuno yang tidak mau berhenti bermain.


"Kita makan dulu yuk! Ini sudah hampir sore, kamu bahkan belum makan siang." Ucap Yunita membujuk Yuno.


"Uno tidak mau makan, Mam. Uno masih mau main." Rengek Yuno menolak ajakan Yunita.


"Kalau begitu kita sudahi dulu ya, mainnya. Kita makan dulu, Setelah itu beli mainan buat Uno." Andi memberi pengertian.


"Asik!! Beli mainan." Yuno pun langsung bersedia saat Andi yang bicara.


Yunita hanya bisa menepuk jidatnya karena di buat pusing oleh tingkah Yuno.


Mereka pun makan di sebuah restoran cepat saji yang ada di mall tersebut.


Setelah selesai makan mereka langsung menuju toko mainan untuk membeli mainan yang di inginkan Yuno lalu pulang, karena hari sudah sangat Sore.


"Om, Nanti kita main lagi ya! Yuno suka bermain sama Om. Seru!" Ucap Yuno yang terus bicara.


"Ok, Kapan-kapan kita main lagi."Jawab Andi.


Saat sampai rumah Yunita melihat bibi sudah menunggu di teras.


Seperti biasa, Saat Sabtu dan Minggu bibi aka datang sore hari dan menginap.


Karena Yunita Akan bekerja di tempat Billiard dan pulang pukul tiga dini hari.


"Bibi sudah lama menunggu?" Sapa Yunita.


"Belum, Non. Bibi baru saja Sampai." Jawab Bibi.


"Ibu, Tadi Uno main sama Om. Mainnya sangat seru." Ucap Yuno yang langsung menghampiri Bibi dan bercerita.


Bibi pun menyambut antusias setiap keseruan cerita Yuno.


"Neng, Maaf ya, Untuk malam ini Bibi tidak bisa menginap. Soalnya Bibi Harus pergi untuk menjenguk mertua Bibi." Ucap Bibi.


"Oh, Begitu ya! Yasudah tidak apa-apa. Biar malam ini Aku tidak masuk kerja dulu." Jawab Yunita tidak keberatan.

__ADS_1


Dan bibi pun pamit untuk pulang lagi.


Yunita segera menelpon manager Billiard untuk minta ijin tidak masuk bekerja.


Tapi sayang, Yunita tidak mendapatkan ijin karena Dua temannya sudah ijin tidak masuk lebih dulu.


"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Andi melihat Yunita kebingungan.


"Bibi tidak bisa menginap malam ini. Tapi aku tidak mendapatkan ijin untuk libur." Jawab Yunita.


"Lalu?" Andi kembali bertanya.


"Tentu saja aku bingung. Bagaimana aku bisa bekerja, Sementara malam ini tidak ada yang menjaga Yuno. Tidak mungkin kan kalau aku mengajak Yuno kesana atau meninggalkan dia di rumah sendirian." Jelas Yunita.


"Tidak usah bingung. Kan ada Aku! Biar aku yang jaga Yuno malam ini." Jawab Andi.


"Kamu jangan bercanda." Yunita.


"Siapa yang bercanda! Aku serius." Jawab Andi


"Kamu serius?" Yunita masih belum yakin.


"Iya, Aku serius." Andi kembali meyakinkan.


"Yuno mau kan Bobo sama Om malam ini?" Tanya Andi


"Mau Om! Om beneran mau Temenin Uno Bobo?"


"Iya, Malam ini Om Bobo sama Uno." Jawab Andi.


"Sekarang tidak ada masalah kan? Kamu bisa bekerja dengan tenang. Urusan Yuno biar aku yang tangani." Andi.


"Mama malam ini Bobo di kamar Uno saja. Biar kita Bobo bertiga sama Om." Ucap Yuno dengan polosnya.


Andi pun terkekeh mendengar ucapan polos Yuno.


Sementara Yunita gelagapan menjawab ajakan Yuno.


"Nggak bisa sayang. Mama harus kerja malam ini." Jawab Yunita.


"Tapi Yuno harus minum susu kalau mau tidur." Ucap Yunita pada Andi.


"Itu cuma masalah gampang. Nanti aku buatkan." Jawab Andi.


"Baiklah kalau begitu. Malam ini Aku titipkan Yuno padamu. Tolong jaga Yuno baik-baik, Karena dia adalah segalanya untukku."


"Kamu tenang saja. Aku akan menjaga Yuno dengan baik." Jawab Andi

__ADS_1


__ADS_2