Macaroon

Macaroon
45. Nata & Nia


__ADS_3

Sebelumnya Aku ucapin terima kasih buat Admin, karena udah ngasih cover.


Sejak kemarin Aku ganti ganti terus karena masih belum dapat feel dari cover yang sesuai alur cerita.


Tapi sekarang seneng banget, karena covernya udah pas banget sama ceritanya...


Happy reading guysss....


Setelah di rawat selama satu Minggu, Nata sudah di perbolehkan untuk pulang.


Nata memilih menjalani pemulihan di rumah.


"Kamu tidak menginap saja neng?" Kata Mak Leha saat Nia berpamitan pulang, Setelah Nia mengantar Nata dan Mak Leha pulang.


"Nggak, Bu. Nia pulang saja. Karena Nia besok sudah mulai kerja." jawab Nia


"Sekali lagi Terimakasih ya Neng, Kamu sudah Membantu Emak di rumah Sakit. Sampai-sampai kamu harus cuti selama seminggu." Emak menggenggam tangan Nia.


"Iya,Bu. Sama-sama." Nia menjawab dengan senyuman.


Mak Leha memeluk Nia, Ia tidak tahu lagi cara mengungkapkan perasaannya pada gadis yang di cintai anak laki-lakinya tersebut.


"Ibu,kenapa menangis?" Ucap Nia saat mendapati Mak Leha meneteskan air mata.


"Ibu, Jangan menangis. Bang Nata kan sudah sehat." Ucap Nia lagi sembari mengusap pipi Mak Leha.


Menghabiskan waktu Seminggu di rumah sakit, membuat Nia semakin dekat dengan Mak Leha.


Terlebih setiap hari Mak Leha membawakan makanan yang ia masak untuk Nia dan Nata membuat hubungan kasih sayang semakin terjalin erat.


"Emak akan terus berdo'a semoga kamulah jodohnya Nata." Ujar Mak Leha.


"Aamiin, Kalau begitu Nia mau pamitan sama Bang Nata." Ucap Nia


Nia pun menghampiri Nata yang ada di kamarnya.


"Bang, Aku mau pulang." Ucap Nia yang berdiri di pintu kamar Nata.


Nata yang semula berbaring, merubah posisi menjadi duduk.


"Kamu mau pulang?" Nata


Nia mengangguk.

__ADS_1


"Sini, Abang mau ngomong sebentar." Nata menepuk Kasur, Mempersilahkan Nia untuk duduk di sebelahnya.


"Sudah sini, Abang cuma mau ngomongin sesuatu." Ucap Nata melihat Nia ragu-ragu.


"Kalau kamu takut Abang apa-apain buka saja pintunya." Sambung Nata meyakinkan


Setelah yakin, Nia pun menghampiri Nata, Dan duduk di sampingnya.


"Abang mau kemana?" Ucap Nia saat Nata beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaian.


"Abang mau ngambil sesuatu." Jawab Nata


Setelah mengambil sesuatu Nata kembali duduk di samping Nia


"Neng, kamu ambil ini ya! Kamu sudah cuti kerja seminggu. Gaji kamu pasti kepotong banyak." Ujar Nata sembari menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat.


"Ini apa? Buat apa?" Jawab Nia yang masih bingung.


"Itu sedikit uang, Buat ganti potongan gaji kamu."Jawab Nata


Nia membuka isi amplop tersebut.


"Tapi ini terlalu banyak!" Jawab Nia setelah melihat isi amplopnya


"Tidak apa-apa. Kamu ambil saja untuk keperluan lainnya juga."


"Sudah, Ambil saja. Oh iya Buat ke acara nikahan Akbar kamu beliin baju couple ya buat kita." Nata.


"Memangnya Abang mau datang? Kan Abang masih sakit." Nia.


"Abang harus datang, Nanti Abang mau rental mobil, Soalnya belum kuat kalau naik motor." Nata.


"Sebaiknya Abang jangan terlalu maksain kalau masih sakit. Akbar sama Laila pasti mengerti." Nia


"Abang udah sehat kok, Cuma tinggal luka-lukanya saja. Abang sekalian mau ngajak Emak buat ketemu Ibu kamu. Boleh kan?" Nata


"Boleh." Jawab Nia mengangguk.


"Abang nggak mau buang-buang waktu lagi. Abang takut kamu di ambil orang lain." Nata


Nia tersenyum bahagia ternyata ia sangat berharga untuk Nata.


"Abang mau membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius lagi, Kamu Mau kan?."

__ADS_1


"Iya, Bang." Jawab Nia


"Kalau begitu Aku pamit pulang. Nanti keburu malam." Nia.


"Kalau begitu kamu hati-hati ya." Nata


"Iya."


Nia pun beranjak dari kasur Nata.


"Neng!" Nata kembali memanggil


"Ada apa?" Nia menoleh


Nata berdiri di hadapan Nia dan menggenggam tangan Nia.


"Terimakasih ya, Untuk semuanya." Ucap Nata setelah mengecup punggung tangan Nia.


"Iya." Jawab Nia sedikit salah tingkah mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Aku pulang." Nia kembali berpamitan.


"Aku antar sampai depan." Ucap Nata.


"Tidak usah, Abang istirahat saja." Nia


"Tidak apa-apa. Abang pegal tiduran terus." Nata.


Nata pun berjalan mengekor di belakang Nia


Nia kembali berpamitan pada Mak Leha, dan mencium punggung tangannya.


Nia pun pulang dengan menumpangi sebuah ojek.


___________


Tiga hari sebelum pernikahan, Laila sudah mengambil cuti untuk persiapan pernikahannya.


"Nanti Kamu Hadir di pernikahanku kan?" Tanya Laila sembari berkemas untuk pulang esok pagi.


"Iya, La. Aku pasti hadir." Jawab Nia.


"Terimakasih ya, Karena kamu sudah menjadi sahabat terbaik." Ucap Laila terharu.

__ADS_1


"Iya, La. Aku juga senang punya sahabat seperti kamu. Malam ini terakhir kita bisa tidur sama-sama" Nia memeluk Laila.


Laila pun membalas pelukan Nia.


__ADS_2