Macaroon

Macaroon
69. Pernikahan Nata dan Nia


__ADS_3

Sudah dua hari Nia mengajukan cuti dan pulang ke kampung halamannya.


Nia hanya di berikan cuti selama satu Minggu oleh pabrik.


Jadi ia memilih Tiga hari sebelum pernikahan dan empat hari setelah menikah.


Ketegangan benar-benar mulai Nia rasakan. Terlebih kini Rumahnya mulai ramai di kunjungi kerabat dan tetangga yang membantu acara hajatannya.


Walaupun ia merasa tegang. Nia juga merasa lega, Karena Ia bisa sampai di hari ini setelah banyaknya ujian Sebelum pernikahan.


Nia berjalan ke halaman rumahnya yang sudah di sulap menjadi pelaminan bernuansa putih dengan bunga-bunga yang sudah terpasang dengan indahnya.



Begitu juga dengan Nata.


Dirumahnya pun kini sedang ramai di datangi para tetangga dan kerabat yang sedang mempersiapkan hantaran yang akan di bawa besok pagi.


Hiruk pikuk suara para ibu-ibu meramaikan Rumah calon pengantin ini.


Di dalam kamarnya, Nata berbaring di ranjang sambil memandangi baju pengantin yang menggantung di depannya.


Nata sudah sangat tidak sabar untuk segera hidup bersama Nia.


Keesokan harinya......


Nata sudah siap dengan baju pengantin putihnya.


Beberapa kerabat dan tetangga pun sudah berkumpul di depan rumah Nata untuk ikut mengiringi pernikahannya.


Ucok, Andi dan Yunita pun sudah standby untuk jadi iringan pengantin laki-laki.


"Lu tambah cakep aja bang Pake baju pengantin gitu." Kata Ucok memuji Nata yang terlihat sangat tampan dengan baju pengantin.


"Lu juga ganteng Cok kalo nanti Pake baju ini." Jawab Nata.


Setelah semuanya siap, Nata dan rombongan pengantin pun segera berangkat karena tidak ingin terlambat sampai di rumah Nia.


Mobil yang di tumpangi Nata berjalan di depan. Diiringi Beberapa mobil dan motor di belakangnya.


Di rumah Nia....


Pak Lee dan Buk Lee dari keluarga Ayah Nia sudah sampai sejak semalam.


Membuat Acara pernikahan Nia semakin meriah dengan kehadiran mereka.


Setelah sekian lama ia tidak pernah mengenal keluarga dari pihak ayahnya, Kini Mereka menyempatkan diri untuk hadir di pernikahan Nia.


Kehadiran mereka membuat Nia bahagia walaupun ayahnya sendiri tidak hadir.


Dengan di dampingi Laila, Nia di rias oleh seorang MUA dari Jakarta.


Laila ikut bahagia dengan pernikahan Nia ini.


Pukul sembilan pagi Nia sudah selesai di makeup.


Nata pun mengabari kalau beberapa menit lagi ia akan sampai.


Suasana pun semakin riuh saat rombongan pengantin sudah sampai.


Saat semua orang sibuk untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki.


Nia hanya bisa menunggu di dalam kamarnya.


Di dalam kamar Nia hanya bisa mendengar saat acara penyambutan Sampai ijab kabul akan di langsungkan.


hatinya semakin bergemuruh ketika Pak penghulu meminta Nata untuk mengucapkan ijab.


Tangan Nia seketika dingin saat Nata mengucapkan janji suci dengan suara gemetar karena Nata benar-benar mengerti kalau ia sedang berjanji di hadapan Rabb sang pencipta.

__ADS_1


Lelehkan air matanya menetes saat penghulu menyatakan bahwa mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.


Laila memeluk Nia penuh haru.


Sahabatnya yang selama ini selalu dihantui rasa trauma terhadap laki-laki, Kini sudah sah menjadi istri seseorang.


Tidak berapa lama Ibu Nia pun datang ke kamar untuk membawa Nia ke pelaminan.


Dengan di dampingi Laila dan teman Bridesmaids lainnya Nia pun berjalan anggun menuju pelaminan.


Dengan mata berkaca-kaca Nata menatap kedatangan perempuan yang kini sudah sah menjadi istrinya tersebut.


Ingin rasanya Nata Langsung berhambur memeluk Nia.


Tapi Nata harus sedikit bersabar dulu sampai Nanti malam.


Nia sangat gugup saat ia dan Nata sudah berdiri berhadapan.


Terlebih mereka mendapatkan sorak Sorai dari teman-teman yang gemas melihat kecanggungan mereka.


Nata pun memakaikan cincin pernikahan di jari manis Nia. Begitupun sebaliknya, Nia memakaikan cincin pernikahan di jemari Nata.


Suasana semakin riuh bahagia saat Nata di minta untuk mencium dahi Nia.


Setelah sekian lama akhirnya Nata bisa mencium Nia.


"Woy, Bang. Sabar, main nyosor aja." Teriak Ucok saat Nata mencium pipi Nia.


Padahal Nata hanya di minta untuk mencium dahi Nia demi kebutuhan foto.


Nata dan Nia pun menjadi salah tingkah saat menyadari kalau Nata mencium kedua pipi Nia dan di saksikan banyak orang.


Suasana bahagia benar-benar terasa kala itu.


Tapi Suasana seketika berubah menjadi penuh tangis haru, Saat Nata dan Nia melakukan sungkeman pada orang tua mereka.


Mak Leha dan Bu Salma bahkan menangis tersedu saat Nata dan Nia duduk berlutut meminta doa restu pada mereka.


Begitupun Bu Salma.


Ia tak kuasa membendung air mata bahagianya saat menyaksikan putrinya di cintai oleh suami dan mertuanya.


Teman-teman dan para tamu yang lain pun ikut terharu dengan kebahagiaan mereka.


Laila bahkan sampai menangis sesegukan dalam dekapan Akbar.


Mungkin karena kehamilannya, Laila menjadi sangat sensitif dan mudah menangis.


Setelah selesai meminta do'a restu Teman-teman nata dan Nia pun bergantian memberikan selamat.


Ucok memeluk Nata "Selamat ya Bang. Akhirnya kalian sudah sah." Ucap Ucok.


"Iya, Cok." Jawab Nata yang Kembali memeluk Ucok.


Andi dan Akbar pun melakukan hal yang sama, Memeluk dan mengucapkan selamat pada Nata.


Laila pun menyalami Nata dan memeluk Nia.


Air mata Laila kembali tumpah saat Memeluk Nia.


"Kamu kenapa Nangis?" Ucap Nia saat melihat Laila menangis.


"Aku terharu Nia." Jawab Laila sambil mengusap air matanya.


Yunita memberikan Yuno yang tidur dalam dekapannya pada Andi, Karena sekarang giliran dia memberikan selamat pada Nata dan Nia.


Yunita menyalami Nata.


"Selamat ya Bang. Kamu beruntung mendapatkan istri sebaik Nia." ucap Yunita saat menyalami Nata.

__ADS_1


Yunita pun memeluk Nia.


"Selamat ya Nia. Akhirnya kalian sudah sah menjadi suami istri." Ucap Yunita


"Iya. Terimakasih ya, Kamu sudah mau datang jauh-jauh."


Walau apapun yang terjadi di masa lalu Nata, Nia, Andi dan Yunita harus bersikap dewasa.


Ucok pun tidak lupa memberikan sebuah kado pada Nata dan Nia.


"Ini hadiah dari kita." Kata Ucok sembari memberikan kado yang berukuran cukup besar.


"Pake Acara ngasih hadiah segala. Kalian sudah nganter aja Gue udah seneng." Jawab Nata yang menerima kado tersebut.


"Nggak apa-apa Bang. Sebenarnya harganya tidak seberapa. Tapi kita udah nyiapin dari seminggu yang lalu." Ucok


Mereka pun langsung berfoto ria. Karena ini momen luar biasa bagi Nata dan Nia.


pukul sebelas siang rombongan pengantin laki-laki pun pamit pulang.


Kini Nata hanya sendiri di antara keluarga dan kerabat Nia.


Pukul dua belas siang Nia dan Nata di bolehkah untuk beristirahat dan sekalian berganti kostum.


Untuk pertama kalinya Nata memasuki Kamar Nia.


Mereka kini hanya berdua di kamar. karena para MUA yang akan menggantikan kostum mereka sedang makan siang terlebih dahulu.


Nata menutup pintu walaupun tidak di kunci.


Melihat Nata menutup pintu Nia menjadi gugup seketika.


Terlebih saat Nata mendekatinya.


Nata melangkahkan kakinya semakin mendekat pada Nia.


"Abang mau ngapain? Acaranya Belum selesai loh!" Nia sudah ketakutan kalau suaminya nekat.


"Tidak apa-apa neng, kita kan sudah sah."


Ucap Nata sambil menatap Nia yang sangat cantik dengan pakaian pengantin.



Nata semakin mendekat dan Nia pun terus berjalan mundur, Hingga ia tidak bisa lagi bergerak karena punggungnya sudah menyentuh dinding.


"Bang jangan macam-macam, karena acaranya belum selesai" Ucap Nia saat Nata semakin mendekatkan wajahnya.


"Tenang saja Neng. Abang cuma mau peluk kamu." Bisik Nata.


Nata pun langsung menarik tangan Nia,Dan memeluknya erat.


"Hari ini Abang sangat Bahagia, Karena Akhirnya kita sudah menjadi suami istri." Ucap Nata sambil terus memeluk Nia.


"Iya, Bang." Jawab Nia sambil membalas pelukan Nata.


Sebenarnya Nia juga sangat bahagia atas pernikahan mereka. Tapi Nia seorang yang sulit mengungkapkan perasaan.


Tapi mereka harus melepaskan pelukannya saat seseorang mengetuk pintu kamar Nia dari luar.


"Neng, Ibu bawa makan siang buat kalian." Ucap Bu Salma


Nia pun segera melepaskan tangan Nata dari pinggangnya dan membukakan pintu.


Bu Salma menyerahkan nampan berisi makanan dan minuman untuk Nia dan Nata.


"Kalian makan dulu sebelum ganti pakaian dan melanjutkan acara." Ucap Bu Salma.


"Terimakasih Bu." Ucap Nia dan Nata

__ADS_1


Mereka pun memakan makanan yang di berikan Bu Salma lalu di gantikan pakaian dan melanjutkan acara pesta pernikahan mereka.


__ADS_2