
Suara sorak Sorai memenuhi sebuah bagian di PT Angkasa.
Ya, Line produksi yang di ketuai oleh Nata mendapatkan giliran Tour tahunan.
Setiap tahun, PT Angkasa selalu memberikan Tour gratis untuk para karyawannya.
Secara bergantian tentunya, karena karyawan di pabrik tersebut berjumlah ribuan orang.
Semuanya terlihat senang saat Nata mengumumkan bahwa Line mereka mendapatkan giliran Tour.
Dan kota Jogja menjadi tujuan Mereka kali ini.
Nia pun tersenyum senang, karena ini pertama kalinya Nia akan berkunjung ke kota gudeg tersebut.
"Kamu kenapa La? kok kelihatan nggak seneng gitu?" Tanya Nia saat melihat Laila tidak gembira seperti yang lainnya.
"Aku senang sih, bisa jalan-jalan gratis. Tapi sayangnya Aku jadi harus berjauhan sama Irfan." Jawab Laila dengan wajah cemberut.
"Astaga Laila, kamu berlebihan sekali. Timbang nggak ketemu beberapa hari aja udah kaya mau pisah satu tahun." Ledek Nia.
"Tidak bertemu Irfan sehari saja rasanya aku nggak bisa nafas Nia." Jawab Laila
"Ish, Lebay. Terus kalo nggak ketemu sebulan kamu mati gitu?"
"Bisa jadi, Hehehe..." Jawab Laila dengan cengirannya.
Jam istirahat....
__ADS_1
Di kedai makan, saat jam istirahat para karyawan yang satu Line dengan Nia terlihat antusias membahas tentang Tour tersebut.
"Nia, aku duluan ya. Aku mau ke toilet, udah kebelet." Ucap Laila yang belum menghabiskan makanannya.
"Kebelet ke toilet, Apa kebelet ketemu seseorang?" Ledek Nia.
Dan hanya di balas cengiran kuda oleh Laila
Laila pun meninggalkan Nia di kedai.
"La, Laila!" Panggil seseorang saat Laila berjalan menuju toilet wanita.
"Bang Nata. Ada apa?" kata Laila saat melihat kalau Nata lah yang memanggilnya.
"Aku mau nanya sesuatu." Nata
"Nanya apa?" Laila
"Nia, Maksudnya?"
"Ia, Siapa lagi."
"Belum, Bang. Dia lebih nyaman nge jomblo kayanya." Jelas Laila
"Ngomong-ngomong ngapain Bang Nata nanyain Nia udah punya pacar apa belum. Jangan-jangan Bang Nata suka ya, Sama Nia?" Selidik Laila
"Kalau iya, Memangnya kamu mau bantu aku supaya bisa deketin Nia"
__ADS_1
"Nggak ah, Nanti Nia di jadiin buat iseng-iseng doang lagi. Kasihan Bang, Nia itu sahabat Aku." Jawab Laila.
"Kamu ini pikirannya jelek amat. Kalau cuma buat iseng-iseng ngapain waktu itu aku ajak Nia ke rumahku."
"Terus aku harus apa Bang? Buruan ih, aku udah kebelet nih. Mau ke toilet."
"Pokoknya, kamu harus bantuin aku buat deketin Nia di Jogja Nanti." Ucap Nata.
"Iya, Bang Iya." Karena sudah tidak tahan ingin ke toilet Laila pun langsung berjalan cepat menuju Toilet meninggalkan Nata yang masih berdiri di tempat.
Setelah berbicara dengan Laila, Nata langsung bergabung dengan kawan-kawannya yang sedang berkumpul di tempat biasa mereka berkumpul.
"Bang, Gue boleh bawa Nisa cewek gue gak ke Jogja nanti?" Kata Ucok di tengah obrolan lima pria pria tersebut.
"Yaelah, Cok. Lu kira ni pabrik milik kakek gue, yang bisa gue atur."
"Tapi kan Bang, kaga seru jalan-jalan kalau nggak sama pacar."
"Apa sih lu, Cok. Bucin amat" Ujar Andi Sambil melempar kulit kacang ke arah Ucok.
"Yee, Jomblo mana tau rasanya rindu sama pacar." Ucok balas meledek Andi yang kebetulan tidak memiliki pacar.
Dari kelima laki-laki tersebut Hanya Ucok dan Aji lah yang benar-benar memiliki pacar.
Akbar adalah pria paling kalem di antara mereka berlima dan kebetulan baru saja putus dengan pacarnya.
Sementara Nata dan Andi belum terikat dengan perempuan manapun sehingga mereka bisa berkencan dengan perempuan berbeda di setiap minggunya.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like and komen yaaa ..