
Satu bulan setelah hubungannya dengan Irfan kandas, Laila mulai bisa menjalani hidupnya dengan normal.
Tangisan yang setiap malam setia menemaninya, Kini mulai mereda.
Terlebih Selama satu bulan belakangan, Nia tidak membiarkan Laila sendirian.
Bahkan saat hari libur, Nia tidak pergi kemana-mana.
Tak jarang Nata dan kawan-kawannya lah datang ke tempat kost Nia dan Laila.
Selain untuk bertemu Nia, Nata sengaja mengajak temannya agar bisa memberikan suasana ceria untuk Laila.
Nata sangat mengerti kalau Nia tidak tega kalau harus meninggalkan Laila sendiri di Kostan.
"La, Kita pergi nonton yuk!" Ajak Nia.
"Nata ngajak kamu nonton?" Laila
Nia pun mengangguk.
"Kalau kamu mau nonton, kamu pergi saja. Aku sedang malas kemana-mana."
"Tapi, La. Kalau kamu tidak ikut, Aku nanti khawatir. Jadi kamu ikut ya! Nanti Kita pergi ramai-ramai." Nia
"Aku nggak apa-apa Nia. Kamu pergi saja, Gara-gara aku udah sebulan kalian nggak hangout keluar kan." Laila tetap bersikukuh menolak ajakan Nia.
Semenjak putus dari Irfan, Laila benar-benar kehilangan minat untuk bepergian.
Ia hanya akan benar-benar berada di kamar saat hari libur seperti ini.
"Yasudah, Kalau kamu tidak mau. Aku akan membatalkan acara nontonnya." Nia hendak meraih ponselnya untuk menghubungi Nata agar membatalkan acara mereka.
Tapi Laila pun mencegahnya.
"Yasudah, Aku ikut." Karena merasa tidak enak, Akhirnya Laila menuruti keinginan Nia.
__ADS_1
Nia pun mengirim pesan singkat pada Nata, Untuk memberi tahu kalau dia berhasil membujuk Laila untuk ikut.
Pukul tujuh Nia dan Laila sudah berpenampilan rapih, mereka tinggal menunggu kedatangan Nata dkk.
Dan belum lama mereka menunggu, Nata memberi tahu kalau mereka sudah sampai di depan gang.
Nia dan Laila pun menghampiri Nata dan kawan-kawannya.
"Kamu ikut aku saja, kebetulan aku bawa helem dua." Ucap Akbar saat Melihat Laila bingung mau ikut siapa.
"Ok." Jawab Laila yang langsung meraih helem yang di sodorkan Akbar.
Mereka pun mulai memacu motor mereka menuju sebuah bioskop yang cukup terkenal di Jakarta.
Nia dan Nata terlihat berbincang saat dalam perjalanan.
Sementara Nia dan Akbar hanya saling diam.
"Bagaimana kabar kamu?" Akbar membuka obrolan saat perjalanan mereka harus terhenti kare lampu merah.
"Bagus kalau begitu." Jawab Akbar
"Terimakasih" Laila.
Akbar dan Laila pun kembali terdiam saat mulai kembali melaju.
setelah sampai di bioskop yang mereka tuju, mereka Segera membeli tiket dan beberapa camilan.
Setelah hampir dua jam mereka di dalam teater film yang mereka tonton pun sudah selesai.
"Sebelum pulang kita cari makan dulu yuk!" Ajak Andi.
Dan mendapatkan persetujuan dari semuanya.
Mereka memilih sebuah rumah makan bernuansa lesehan.
__ADS_1
Meja pun sudah di penuhi dengan makanan yang mereka pesan.
"Makan yang banyak La. Biar semangat cari pacar baru." Ujar Ucok menggoda Laila.
Laila Hanya membalas dengan berusaha tersenyum.
"Apaan sih Loe, nyuruh-nyuruh orang cari pacar." Jawab Andi menimpali ucapan Ucok.
Akhirnya Ucok pun mendapat serangan dari teman-temannya.
Mereka pun menyantap makanan sambil mengobrol dan sesekali tertawa.
Setelah selesai makan mereka pun mengantarkan pacar masing-masing, dan Pulang.
Begitupun Akbar dan Nata yang langsung mengantarkan Nia dan Laila.
Nia dan Laila pun berganti pakaian dan mencuci wajah sebelum pergi tidur.
"Kamu kenapa La? Kok kaya khawatir gitu. Ada masalah?" Tanya Nia sambil mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil.
"Tidak. Aku tidak apa-apa." Jawab Laila.
"Yasudah, sebaiknya kita tidur. Ini sudah malam." Suruh Nia yang sudah berbaring.
"Iya." Jawab Laila yang ikut berbaring.
Laila melihat Nia sudah terlelap, sementara matanya masih enggan untuk terpejam.
Di saat-saat malam seperti ini bayangan dan kenangan Irfan seolah menelusup dan memaksa masuk kedalam pikiran dan hati Laila.
Tapi Laila sudah berjanji pada dirinya, kalau ia tidak akan meneteskan air mata lagi untuk Irfan.
Laila mencoba mengikhlaskan segala yang sudah direnggut oleh Irfan.
Laila menghembuskan nafasnya untuk mengurangi sesak di dadanya dan berusaha untuk tidur.
__ADS_1