Macaroon

Macaroon
60. Satu hari menjadi Papa.


__ADS_3

Pukul delapan malam Yunita sudah siap untuk bekerja, Karena pukul sembilan ia sudah harus ada di tempat Billiard.


Sebelum berangkat Yunita mengajari Andi cara membuat susu untuk Yuno.


Andi memperhatikan setiap stepnya secara teliti karena tidak ingin melakukan kesalahan.


"Kamu sudah mengerti kan! Kalau begitu Aku berangkat dulu." Ucap Yunita setelah selesai membuat susu.


"Mau aku antar?" Tanya Andi.


"Tidak usah. Biar Aku Naik taksi saja." Ucap Yunita.


"Pulangnya kamu sama siapa? Bahaya loh perempuan pulang malam sendirian naik kendaraan umum lagi." Kata Andi sambil menggendong Yuno.


"Kalau pulang Aku biasa menumpang sama temanku yang satu arah. Dia bekerja di klub yang dekat dengan Billiard." Jawab Yunita


"Yasudah kalau begitu. Kamu hati-hati." Balas Andi.


"Aku titip Yuno ya!" Ucap Yunita lagi.


"Iya." Kata Andi.


Sebelum berangkat Yunita mencium kedua pipi Yuno.


"Uno Mama pergi dulu ya! Uno baik-baik di rumah."


"Iya, Mama."


"Aku nggak di cium?" Ledek Andi.


"Ngaco!" Jawab Yunita sambil memukul lengan Andi.


Andi pun hanya menanggapi dengan tawa kecil.


Kini hanya tinggal Andi dan Yuno di rumah.


Andi seperti bingung harus melakukan apa.


"Uno sudah mengantuk belum?" Tanya Andi pada Yuno.


"Belum Om." Jawab Yuno


"Kalau begitu, kita beli es krim. Kamu mau tidak?" Ajak Andi.


"Mau,Om. Mau." Tentu saja Yuno antusias.


Andi pun mengajak Yuno pergi ke minimarket dekat rumah Yunita.


Andi mengambil satu wadah es krim rasa coklat dan beberapa makanan ringan.


Andi dan Yuno segera pulang setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Yuno makan es krimnya jangan terlalu banyak ya, Nanti di marahi Mama." Kata Andi.


"Iya, Om." Jawab Yuno


Andi pun memakan camilan sambil menonton televisi di ruang tengah.


"Astaga Yuno. Kenapa muka kamu jadi cemong begitu." Kata Andi saat melihat wajah Yuno di penuhi es krim.


"Kita cuci muka terus ganti baju, Habis itu langsung Bobo." Andi memangku Yuno ke toilet untuk membersihkan coklat dari wajahnya.


Andi pun membuka baju Yuno untuk menggantinya.


"Om, Pakai ini dulu, Soalnya Uno suka mengompol kalau malam." Ucap Yuno sambil membawa bungkusan diapers.

__ADS_1


Andi pun memakaikan Yuno diapers baju dan celana.


"Sekarang Yuno Bobo ya. Ini sudah jam sepuluh malam." Suruh Andi.


"Iya, Om. Tapi Mama atau Ibu (Pengasuh) Selalu mengusap punggung Uno Sebelum Uno Bobo." Yuno meminta Andi mengusap-usap punggungnya.


Andi pun menurut.


Ia tidur di sebelah Yuno dan mengusap punggung Yuno.


Andi sudah seperti seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya.


Karena suasana sangat hening membuat Andi jadi mengantuk, lalu ia pun ikut terlelap di samping Yuno.


Di tempat lain....


Malam ini Yunita sedikit tidak tenang saat bekerja.


Bagaimana tidak. Ia menitipkan Yuno pada seseorang yang baru di kenalnya selama satu bulan ini.


Yunita berpikir. Bagaimana bisa ia sangat percaya pada Andi.


Saat bekerja pikiran Yunita terus tertuju pada Yuno.


Ia takut terjadi sesuatu pada anaknya tersebut.


Yunita pun memutuskan untuk meminta pulang lebih awal.


Dan ia bersyukur, Karena atasannya mengerti saat ia menjelaskan kalau anaknya tidak ada yang menjaga.


Pukul satu dini hari Yunita pulang Dengan di antar temannya.


Pukul satu tiga puluh Yunita sudah di rumah.


Yunita segera membuka pintu dengan kunci cadangan yang di bawanya.


Beberapa Snack yang masih utuh dan ada yang sudah terbuka berserakan di ruang tamu.


Yunita tidak terlalu memikirkan hal itu.


Yunita langsung menuju kamar Yuno untuk memastikan kalau Yuno baik-baik saja.


Yunita membuka pintu kamar Yuno.


Yunita merasa lega saat melihat Yuno terlelap di kamarnya bersama Andi yang tidur dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer.


Yunita menatap sejenak dua lelaki yang sedang terlelap dan saling memeluk satu sama lain.


Setelah tenang kalau Yuno baik-baik saja, Yunita segera pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


Setelah selesai membersihkan diri Yunita segera membereskan ruang tengahnya yang berantakan.


Yunita memunguti sampah Snack yang berserakan dan menyimpan Snack yang masih utuh di lemari es.


Setelah selesai beberes barulah ia bisa beristirahat di kamarnya.


Pagi hari.....


"Om, Bangun Om!" Ucap Yuno sambil menepuk-nepuk pipi Andi.


"Heuumm.." Andi hanya menjawab dengan deheman tanpa membuka matanya.


"Om, Bangun Ini sudah siang." Yuno kembali membangunkan Andi yang enggan membuka matanya.


"Ada apa Yuno?" Andi pun membuka matanya sedikit.

__ADS_1


"Ayo kita bangun." Rengek Yuno


Andi pun memaksakan diri untuk bangun.


Ia duduk bersandar di kepala ranjang dengan mata yang enggan terbuka.


"Om, Kenapa Bobo lagi?" Yuno kembali menepuk pipi Andi.


"Om sudah bangun Yuno. Om cuma sedang mengumpulkan nyawa." Jawab Andi sambil terpejam.


"Ini Apa Om?" Tanya Yuno sambil memegang sesuatu dalam boxer Andi.


Seketika Andi terperanjat saat miliknya di Sentuh Yuno.


Andi pun langsung menutupnya dengan bantal.


"Itu apa Om?" Yuno kembali bertanya saat melihat Andi menutupi bawah perutnya dengan bantal.


"Yang tadi Itu namanya si Joni." Jawab Andi yang kini bangkit dari tempat tidur.


"Si Joni siapa Om?" Tanya Yuno, Yang masih penasaran.


"Si Joni adiknya Om." Jawab Andi sekenanya


Andi langsung memakai kembali celana jeans-nya Agar Yuno tidak terus bertanya tentang si Joni.


"Ayo kita keluar. Mama Uno sudah pulang atau belum ya!" Ujar Andi yang langsung memangku Yuno.


Andi dan Yuno keluar dari kamar dan mencium aroma masakan saat mereka hendak pergi ke dapur.


Ternyata Yunita sedang memasak di dapur.


"Kalian sudah bangun?" Tanya Yunita saat Andi dan Yuno menghampirinya.


"Sudah Mam." Jawab Yuno dan Andi Secara bersamaan.


Andi menurunkan Yuno dari pangkuannya Dan mendekati Yunita.


"Kamu pulang jam berapa?" Tanya Andi pada Yunita yang sedang memasak.


"Semalam aku pulang Cepat." Jawab Yunita


"Kenapa? Kamu takut Aku tidak bisa menjaga Yuno?" Tanya Andi


Yunita tidak menjawab karena apa yang di katakan Andi adalah benar.


"Kamu mandi sana!" Suruh Yunita pada Andi yang terus memperhatikannya saat memasak.


"Kalau begitu aku aku pinjam handuk." Kata Andi


Yunita pun pergi ke kamarnya untuk mengambil handuk.


"Uno juga mandi ya!" Suruh Yunita saat selesai masak.


"Iya, Mama." Jawab Yuno.


" Semalam Bajuku kotor kena es krim Yuno, Jadi aku titipkan di sini ya." Ucap Andi saat selesai mandi


"Iya. Nanti aku cuci." Jawab Yunita sambil menyiapkan sarapan.


"Kalau begitu Aku pulang dulu ya!" Ucap Andi berpamitan.


"Kamu sarapan dulu. Aku sudah masakin nasi goreng." Suruh Yunita.


"Ok." Andi pun tidak menolak sama sekali.

__ADS_1


Andi memakan Nasi goreng buatan Yunita sementara Yunita menyuapi Yuno.


💮💮💮


__ADS_2