Macaroon

Macaroon
28. Putus asa part 2


__ADS_3

"Aku tidak tau bagaimana melanjutkan hidupku setelah ini." Ujar Laila setelah tangisannya mereda.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" Nia


"A- Aku hamil." Jawab Laila dengan tangis yang kembali pecah.


"Anak Irfan?" Nia


Laila pun mengangguk sambil menutupi wajahnya dengan satu tangannya.


Nia yang syok tidak tau harus berbicara apa.


Ia hanya bisa kembali memeluk Laila untuk menguatkan.


"Astaga!" Batin Nata, Ia seketika terkejut dengan ucapan Laila.


Nata memijat tipis dahinya, Nata mengerti kalau ini akan sulit, Karena Irfan merupakan pria beristri.


"Apa kamu tidak akan mengabari keluarga kamu, kalau kamu sedang sakit." Nia


"Jangan Nia! Jangan beritahu mereka, Aku tidak ingin mereka tau keadaanku saat ini." Laila


"Baiklah, kalau itu mau kamu." Nia pun menuruti keinginan Laila untuk tidak memberi tahukan keluarga Laila.


"Neng kamu ganti baju kamu." Ujar Nata menyodorkan Hoodie yang sebelumnya ia pakai.


Nia pun menerimanya, karena ia pun merasa tidak nyaman dengan pakaian yang bersimbah darah.


"Abang nunggu di luar." Ucap Nata dan keluar


Nata duduk di antara Andi dan Akbar dengan menundukkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Andi yang melihat Nata seperti sedang bingung.


"Laila hamil Anak Irfan." Ucap Nata sangat pelan.


"Astaga!" Andi pun terkejut.


Sementara Akbar hanya diam dengan pembawaannya yang tenang.


"Pantas saja Laila sampai nekat seperti itu." Sambung Andi.


Sebagai sahabat mereka ikut memikirkan solusi untuk masalah yang sedang di hadapi Laila.


"Sebaiknya Bang Nata pulang saja. Laila harus menginap malam ini, jadi Aku mau menemaninya di sini" Ucap Nia yang menghampiri Nata di luar.


"Nggak apa-apa neng. Biar Abang ikut menginap disini." Nata

__ADS_1


"Jangan Bang, Kalau Abang nggak pulang Kasihan ibu sendirian di rumah."


"Apa kamu yakin?" Nata memastikan.


"Iya." Nia


"Besok pagi sebelum berangkat ke pabrik Abang kesini lagi." Nata


Nia pun mengangguk setuju.


____________


Sekitar pukul enam pagi Nata sudah kembali ke rumah sakit.


"Gimana keadaan Laila?" Tanya Nata saat baru sampai.


"Abang sudah datang, Kenapa pagi-pagi sekali?"


"Abang khawatir sama kamu."Jawab Nata


"Semalam dokter bilang kalau Laila sudah boleh pulang pagi ini." Ucap Nia pada Nata


"Terus sekarang mau langsung pulang?" Nata


"Iya."


Setelah menginap semalaman di rumah sakit Laila dan Nia pun pulang karena dokter sudah mengijinkan Laila untuk pulang. Dan di minta kembali untuk memeriksakan kembali lukanya.


Dengan tangan yang di balut perban Laila berjalan di gang menuju kostan.


Sementara Nata mengikuti dari belakang.


"Kalian sudah pulang?." Ucap ibu Siti yang sedang menyapu halaman.


"Iya, Bu." Jawab Laila


"Kami masuk dulu ya Bu." Sambung Laila


"Iya, Neng. Kamu harus banyak istirahat biar cepat pulih." Jawab Bu Siti.


"Iya, Bu. terimakasih."


"Kamu istirahat ya La." Nia mengantar Laila ke kamar.


Sementara Nata duduk di ruang tengah sembari memperhatikan gadisnya yang begitu baik hati.


Nia pun langsung membersihkan bercak darah Laila yang sudah mengering di lantai.

__ADS_1


"Maafin Aku ya, karena terlalu banyak menyusahkan kamu." Ucap Laila saat Nia sedang mengepel lantai.


"Jangan bicara seperti itu, sebaiknya kamu banyak istirahat. supaya kamu dan bayi kamu sehat" Nia


"Aku benar-benar putus asa, Apa yang Akan terjadi ketika bayi ini lahir sementara aku tidak bersuami" Ucap Laila Lirih.


Nia duduk di samping Laila.


"Sekarang lebih baik kamu istirahat, Nanti kalau kamu sudah sehat kita pikirkan solusinya sama-sama." Nia


"Terimakasih ya, Nia. Kamu selalu ada untukku."


"Sudah, Jangan bersedih terus. Nanti bayimu ikut bersedih." Ucap Nia menghibur.


"Kamu tidak pergi ke pabrik?" Laila


"Sepertinya aku ijin hari ini." Nia.


"Jangan, Nanti gaji kamu di potong banyak kalau cuti tanpa ijin." Laila.


"Tapi aku nggak mau ninggalin kamu. Nanti kamu berbuat yang tidak-tidak lagi." Nia


"Nggak, Nia. Aku janji tidak akan berbuat hal bodoh lagi." Laila


"Nggak Laila." Nia Tetap menolak.


"Aku mohon, Nia. jangan membuat aku semakin merasa bersalah." Laila meyakinkan Nia.


"Yasudah, baiklah." Nia pun bergegas untuk bersiap.


"Neng, Abang berangkat dulu ya." Ucap Nata saat Nia masih di dalam kamar.


"Tunggu, Bang. Aku juga mau berangkat." Jawab Nia yang keluar dari kamar dengan seragam pabrik.


"Aku berangkat dulu ya. Nanti jam istirahat aku pulang bawa makan siang buat kamu." Nia


"Iya, Kalian hati-hati di jalan." Laila pun berjalan keluar kamar.


"Kamu yakin tidak apa-apa di tinggal sendirian." Ucap Nata memastikan.


"Nggak apa-apa Bang. Abis ini aku mau minum obat terus tidur." Laila


"Awas! kalau aneh-aneh lagi." Ancam Nata.


"Iya, Bang nggak Akan." Laila.


"Kamu tenang saja nanti kita cari solusi sama-sama." Ucap Nata sebelum pergi.

__ADS_1


"Iya, Bang. Terimakasih."Laila


"Aku pergi La." Pamit Nia lalu pergi.


__ADS_2