Macaroon

Macaroon
63. Kisah Bu Salma


__ADS_3

"Kamu sudah siap Neng?" Tanya Bu Salma pada Nia.


Hari ini dengan di antar kerabatnya, Bu Salma dan Nia akan datang ke rumah neneknya Nia yang ada di daerah Jawa tengah.


Memang neneknya Nia sudah lama berpulang.


Tapi Bu Salma tidak memiliki petunjuk lain selain datang ke tempat mantan ibu mertuanya itu.


Bu Salma berharap masih ada kerabat ayahnya Nia yang bisa memberikan informasi tentang keberadaan dimana ayahnya Nia saat ini.


"Iya, Bu. Nia sudah siap." Jawab Nia yang sudah berpakaian rapi.


Pagi-pagi sekali, Nia dan Bu Salma pergi menggunakan mobil yang sengaja mereka sewa.


Karena sudah sangat lama Bu Salma sudah lupa jalan menuju rumah mertuanya tersebut.


Berbekal alamat di buku nikah Dan di sopiri kerabatnya, Bu Salma dan Nia pergi.


Butuh waktu seharian untuk sampai ke sana.


Lingkungan dan suasananya pun sudah berbeda dari belasan tahun yang lalu.


Setelah beberapa kali bertanya pada penduduk sekitar Akhirnya mereka menemukan rumah neneknya Nia.


Sesuai petunjuk, Mobil yang di tumpangi Nia berhenti di sebuah rumah sederhana.


Sangat pemilik rumah pun menatap dari kejauhan siapa yang datang.


"Ini rumahnya Bu?" Tanya Nia saat turun dari mobil.


"Kata warga yang Ibu tanyai sih ini." Jawab Bu Salma.


Nia menggenggam tangan ibunya saat melangkah mendekati rumah tersebut.


Nia gugup. Ia takut untuk bertemu dengan laki-laki yang berstatus ayahnya.


"Assalamualaikum." Ucap Bu Salma Pada seorang laki-laki yang sudah paruh baya.


"Waalaikumsalam. Cari siapa Nduk?" Ujar lelaki tersebut.


"Apa betul ini rumahnya Ibu Sri?" Tanya Bu Salma memastikan.


"Iya, Betul. Saya Pajar anaknya." Ujar lelaki itu lagi.


"Oh, Ini mas Pajar. Mas Pajar masih ingat dengan Saya? Saya Salma Mantan istrinya Mas Agung." Ucap Bu Salma sambil menahan sesak di dadanya.


Pria paruh baya tersebut masih tertegun, Seolah belum percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Dan Ini?" Ucap Pak Pajar


"Ia, Ini Nia. Anak yang mas Agung." Ucap Bu Salma


Lelaki paruh baya itu langsung memeluk Nia.

__ADS_1


Ia menangis tersedu sambil mengusap-usap punggung Nia.


"Kamu sudah besar Nduk." Ucap Pak Pajar


Di dekap dengan tangisan, Nia pun tak kuasa menahan haru.


"Ayo, Kita Masuk." Pak Pajar mengajak Nia dan Bu Salma untuk masuk.


"Buk, Buk le. Cepat kesini!" Pak Pajar berteriak memanggil seseorang.


"Iyo, Pak. Ada apa?" Jawab seorang wanita dari dalam.


"Sini Bu. Ada Salma, Itu loh istrinya Agung." Ucap pak Pajar lagi.


Seorang wanita sebaya dengan pak Pajar pun keluar dari dalam rumah.


"Ada siapa Pak?" Tanya wanita tersebut


"Ini, Salma istri pertamanya Agung." Jelas Pak Pajar.


Seperti Pak Pajar Tadi. Istri Pak Pajar pun tertegun sesaat.


"Salma. Apa kabar kamu?" Wanita itupun langsung memeluk Bu Salma sambil menangis.


Bu Salma pun menangis dalam pelukan mantan kakak iparnya itu.


Bagaimana tidak. Dulu sebagai sesama menantu mereka sangat akrab.


Wanita itupun beralih memeluk Nia.


Suasana haru benar-benar terasa di antara mereka.


"Kamu sangat cantik Nduk." Wanita itu mengusap pipi Nia yang sudah di basahi air mata.


"Ayo kita masuk." Ucap wanita itu sambil menggandeng Bu Salma dan Nia


Pak Pajar pun mempersilahkan dua orang kerabat laki-laki yang mengantarkan Bu Salma.


"Kamu duduk dulu. Biar Buk Le ambilkan Minum." Ucap Istri pak Pajar.


"Iya, Buk." Jawab Nia yang masih canggung.


"Kamu tidak usah canggung begitu. Dulu waktu kamu berusia tiga tahun kamu tinggal di sini. Kamu juga sering ikut Buk Le kepasar." Ucap Buk Le lagi.


Nia pun hanya tersenyum, Karena Ia sudah tidak mengingatnya.


Buk le pun pergi ke dapur untuk mengambil minum dan makanan untuk di suguhkan.


"Itu istrinya pamanmu. Dulu Kami sama-sama menantu di sini." Ucap Bu Salma.


Tidak berapa lama, Pak Pajar pun menghampiri Bu Salma dan Nia yang duduk di ruang tamu.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Atas Nama Agung Saya meminta maaf untuk semua perbuatan Agung sama kamu." Ucap Pak Pajar

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Mas. Yang lalu biarlah berlalu." Jawab Bu Salma.


"Kami semua terutama Ibu Sangat marah, Ketika Agung mengatakan kalau dia sudah menikah lagi dan meninggalkan kalian. Kami sudah mencoba menasehati Agung agar kembali padamu dan anak-anak. Tapi Agung tetap saja tidak mengerti dan pergi mengikuti istri barunya." Jelas Pak Pajar.


"Tidak apa-apa Mas. Aku dan anak-anak sudah menerima semuanya dengan ikhlas." Jawab Bu Salma.


Saat Bu Salma dan Pak Pajar mengobrol Istri Pak Pajar duduk di samping Nia sambil terus menggenggam tangan Nia.


"Berapa Anak kalian?" Tanya Pak Pajar


"Saya dan Mas Agung memiliki empat Anak. Nia, Yang kedua laki-laki dan yang dua lagi perempuan." Jawab Bu Salma.


"Ya Allah. Hidup kamu pasti sangat sulit dengan empat Anak. Sebenarnya Aku dan almarhum Ibu sempat menanyakan tempat tinggal kalian pada Agung. Tapi Agung tidak pernah memberi tahu." Ucap Pak Pajar lagi


Dulu Pas awal-awal menikah, Bu Salma dan suaminya tinggal di rumah ini. Dan pulang ke Bogor saat ia hendak melahirkan, Karena tidak ingin merepotkan orang tua Agung.


Dan setelah Nia berusia dua tahun Bu Salma kembali tinggal di rumah ini karena permintaan suaminya.


Dan kembali pulang karena Mengetahui kalau Ayah Nia memiliki hubungan dengan wanita lain.


Bu Salma memilih berpisah daripada ia harus berbagi suami dengan wanita lain.


Entah karena desakan dari neneknya Nia atau alasan lain, Ayah Nia pun Kembali menemui Bu Salma dan meminta rujuk setelah satu tahun mereka berpisah.


Ayah Nia meninggalkan kekasihnya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya jika Bu Salma mau menerimanya lagi.


Dengan pertimbangan Anak, Bu Salma pun menerima Kembali Ayah Nia dan kembali bersama.


Hidup mereka bahagia, Hingga mereka memiliki dua orang Adik untuk Nia.


Tapi semua berubah seketika saat setelah Bu Salma melahirkan anak ke empat.


Ayah Nia menjadi jarang sekali pulang dan memberikan nafkah.


Hingga akhirnya Ayah Nia berterus-terang Kalau dia sudah menikah lagi dan pergi meninggalkan Bu Salma dan keempat anaknya.


"Sebenarnya maksud dari Kedatangan kami Selain untuk bersilaturahmi. Kami memiliki sebuah tujuan. Bulan depan Nia akan menikah, Dan pihak KUA meminta kami mencari ayahnya Nia untuk menjadi wali."


"Ya Allah Nduk, Kamu mau nikah Toh." Ucap Istri pak Pajar pada Nia


"Iya, Bu." Jawab Nia


"Sebenarnya Aku tidak tahu dimana tempat tinggal Agung sekarang. Aku akan mencoba mencari Agung dan memberi tahukan semuanya. Tapi kamu jangan berkecil hati. Walaupun nanti Kami tidak berhasil menemukan Agung Atau Agung tidak bersedia datang. Aku akan datang untuk menjadi wali nikah untuk Nia." Ucap Pak Pajar


"Aku Akan mengajak anak-anakku untuk datang ke pernikahan Nia." Sambung Pak Pajar.


"Saya ucapkan terimakasih untuk kebaikan Mas Pajar dan Mbak. Kami sangat tersanjung kalau Mas dan Mbak menyempatkan untuk datang kesana." Jawab Bu Salma.


"Iya, Salma. Aku dan anak-anakku Akan datang ke sana." Jawab Buk le.


Setelah mengobrol dan mengutarakan semua maksud. Bu Salma dan Nia pun berpamitan untuk pulang.


Nia pun kembali dengan perasaan lega ,karena permasalahan yang dihadapinya sudah selesai.

__ADS_1


__ADS_2