Macaroon

Macaroon
20. Pendekatan


__ADS_3

POV Nia.


Jangan tanya apa alasan aku menerima cinta Nata!


Sebenarnya Mungkin masih terlalu awal untuk di sebut menerima.


Aku hanya mencoba mengikuti hatiku untuk belajar membuka hati.


Beberapa hari terakhir, saat Nata seolah sedang menjaga jarak dariku, Aku merasa seperti ada yang tergores dalam dadaku.


Perih dan sedih Rasanya.


Sekuat tenaga aku mencoba melawan traumaku, dan membiarkan Cinta memenuhi rongga dadaku, Dan menikmati rasa nyaman Saat dalam dekapan Nata.


_________


"Cie, Cie. Ada yang baru jadian!" Ledek Laila saat di kostan.


Laila sangat suka menggoda Nia terlebih saat Laila dan teman-temannya Nata memergoki mereka sedang berpelukan.


"Laila, kamu jangan gitu dong. Aku kan malu." Ujar Nia dengan wajah yang memerah, karena malu


"Nggak usah malu-malu. Kamu udah ambil keputusan yang benar kok!" Jawab Laila.


"Aku hanya sedang berusaha melawan rasa takutku. Dan mulai membuka hati." Ujar Nia.


"Kamu memang harus begitu, tidak semua laki-laki jahat. Semoga kita berdua bisa mendapatkan laki-laki yang baik ya!" Ucap Laila berharap.


"Aamiin." Jawab Nia mengaminkan.


"Eh, La. ngomong-ngomong udah beberapa hari aku nggak lihat Irfan di pabrik" Sambung Nia.


"Iya, Irfan lagi pulang ke Surabaya. Katanya dia pulang setiap tiga bulan sekali. Tapi besok dia udah balik ke Jakarta kok."


"Oh.." Jawab Nia ber-Oh ria.


"Nia, kamu itu beruntung, sudah kenal dengan orang tua Bang Nata bahkan sebelum kalian punya hubungan." Ujar Laila.


"Memangnya kamu belum di kenalkan? lewat telepon gitu?" Nia


Laila pun hanya menggelengkan kepalanya.


"Sabar saja, mungkin Irfan sedang mencari waktu yang tepat, buat ngenalin kamu sama keluarganya.


"Ya, Mudah-mudahan." Jawab Laila


"Gimana rasanya di peluk bang Nata? Nyaman ya?" Laila kembali meledek Nia.


"Laila... Udah, Ah. Aku mau tidur!" Nia membalik tubuhnya dan membelakangi Laila.


Laila hanya tertawa melihat sahabatnya itu malu-malu.


Pagi Hari....


"Ya, Ampun Laila. Kamu pake parfum satu botol? Baunya sampai satu ruangan!." Ucap Nia protes karena tidak tahan dengan bau parfum yang berlebihan.


"Hari ini kan Irfan mulai kerja. Jadi aku harus tampil cantik dan wangi buat ketemu dia" Jawab Laila gembira.

__ADS_1


Nia pun segera keluar dari kamar mereka, karena bisa pingsan kalau berlama-lama di sana.


Setelah menunggu beberapa saat, Laila pun sudah bersiap.


Dan mereka pun berjalan menuju pabrik.


"La, malam ini aku mau ke rumah Bang Nata. Buat jenguk Ibu yang baru pulang dari rumah sakit." Ujar Nia.


"Sama siapa? Sendiri?" Laila


"Sama Ucok, dan kawan-kawannya. Nata Bilang Aku suruh ikut sama mereka. Nanti pulangnya Baru di antar Nata."


"Oh, Iya. Kamu mau ikut?" Sambung Nia.


"Maaf Ya, aku Nggak bisa ikut. Soalnya malam ini aku mau pergi sama Irfan."


"Oh, Yasudah. Tidak apa-apa" Jawab Nia.


Mereka pun kini sudah sampai di pabrik, dan melakukan aktifitas seperti biasanya.


Setelah jam pulang tiba, Nia langsung menuju rumah Nata bersama Andi dan Kawan-kawan.


Sebelum menuju rumah Nata, Mereka mampir di tempat kostnya Nisa pacar Ucok, karena ingin ikut juga


Hati Nia sedikit berdebar saat motor yang ia tumpangi mulai memasuki halaman rumah Nata.


Sejak kejadian di rumah sakit, Ini kali pertama Nia bertemu dengan Nata lagi.


"Assalamualaikum." Akbar dan yang lainnya mengetuk pintu.


Tidak lama Nata pun membukakan pintu.


"Eh, kalian. Masuk." Suruhnya


Ucok, Nisa, Andi, dan yang lainnya pun menghampiri Mak Leha yang masih terbaring lemas di kamarnya.


Sementara Nata dan Nia masih berdiri di luar.


"Aku kira kamu tidak datang." kata Nata, menatap Nia.


Entah kenapa Nia menjadi malu saat Nata memberikan tatapan intens seperti ini.


"Aku mau ketemu Ibu dulu" Nia mencoba menghindar dari tatapan Nata.


"Ntar dulu, Neng. Aku masih kangen." Ucap Nata mencegah Nia meninggalkannya.


Nia semakin salah tingkah, karena ini pertama kalinya Nia memiliki hubungan dekat dengan laki-laki.


"Kamu tidak usah malu-malu seperti itu. Kamu harus mulai mengakrabkan diri denganku." Kata Nata sembari mengusap pucuk kepala Nia.


"Yasudah, Ayo Kita masuk." Nata pun mengajak Nia untuk menemui Ibunya.


"Bang, Gue nggak bisa lama-lama ya. Biasa gue mau nyenengin dia dulu." Kata Ucok


"Buru-buru amat. Nyantai aja kali." Nata


"Kita juga pamit Bang." Sambung yang lainnya.

__ADS_1


"Serius kalian mau pada pulang?" Nata


"Iya, Bang. Semoga Emak cepat sehat kembali, Biar kita bisa makan masakan Emak yang super enak lagi" Timpal Aji.


"Iya, Makasih ya udah mau anterin Nia kesini." Ucap Nata.


Mereka pun bersalaman ala-ala Mas bro.


"Nia, Aku pergi dulu ya. Kalau ada waktu main ke kostanku." Ujar Nisa pada Nia.


"Iya, Nis. Nanti aku berkunjung kesana." Jawab Nia.


Akhirnya kini hanya ada Nia dan Nata di ruangan tersebut.


Nia pun langsung menghampiri Ibunya Nata Di kamar dan duduk di sisi ranjang.


"Bagaimana keadaan Ibu?" Kata Nia Sambil memegang Tangan Mak Leha.


"Ibu, Sudah mendingan Neng." Jawab Mak Leha yang masih terlihat lemas.


"Ibu minum obatnya biar cepat pulih." Nia Mengusap punggung tangan Mak Leha.


"Iya, Neng." Jawab Mak Leha lagi.


Nata pun menghampiri Nia yang masih menemani ibunya.


"Neng, Kamu sudah makan? Mau makan apa Biar Abang belikan!" Tanya Nata sembari mengusap kepala Nia yang terbungkus Kerudung.


"Apa saja." Jawab Nia.


"Oke! Aku keluar dulu, cari makanan." Pamit Nata.


Nia pun menemani Mak Leha Sambil sesekali mengobrol.


Setelah tiga puluh menit Nata pun sudah kembali membawa makanan Untuk mereka berdua dan Mak Leha.


"Emak, makan dulu ya, Biar Nia suapi."


"Nggak usah Neng, kalian makan saja dulu" Jawab Mak Leha.


"Kalau begitu, Nata Sama Nia makan dulu diya Mak." Ujar Nata.


Nata dan Nia pun menuju meja makan, yang terletak di dekat dapur.


Nia mengambil dua buah piring untuk mereka.


Sementara Nata mengambil sebotol air dingin dari lemari es.


Nia membuka bungkusan yang di bawa Nata.


Dua porsi nasi goreng dan cemilan lainnya.


"Ini banyak sekali." Kata Nia Melihat plastik minimarket yang terisi penuh oleh makanan ringan.


"Itu, buat kamu Neng."


Mereka pun Makan Sambil mengobrol.

__ADS_1


__ADS_2