
"Masuklah! Aku akan menidurkan Yuno di kamarnya." Ucap Yunita pada Andi saat mereka sudah Kembali di rumah.
Andi menurut dan menunggu di ruang tamu.
Yunita pun kembali dengan dua kaleng minuman dingin.
"Aku mau buatkan kopi atau teh, Tapi takutnya kamu tidak suka." Ucap Yunita meletakkan dua minuman kaleng yang ia bawa.
"Tidak apa-apa, tidak usah repot-repot." Jawab Andi.
Mereka pun menyesap minuman bersoda tersebut, Karena cukup lelah setelah bekerja dan kesana kemari.
"Di mana keluarga kamu? Dari tadi aku tidak melihat siapapun?" Tanya Andi saat melihat rumah Yunita sangat sepi.
"Aku hanya tinggal berdua dengan Yuno. Paling bibi menginap Sabtu dan Minggu saja." Jawab Yunita.
"Lalu suami kamu? Apa dia bekerja di luar kota?" Andi kembali melontarkan pertanyaan.
Andi pikir inilah kesempatan dirinya untuk lebih mengenal sosok Yunita.
"Aku berpisah sejak dua tahun yang lalu." Jawab Yunita sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
"Kenapa? Aku pikir bodoh sekali laki-laki itu, menyia-nyiakan perempuan secantik kamu." Kata Andi.
"Sesempurna apapun seorang wanita jika lelakinya tidak bersyukur mendapatkan Dia, Maka penghianatan akan tetap di lakukan." Jawab Yunita dengan santainya.
Yunita sudah lepas dari masa pahit itu.
Masa-masa dimana ia di tinggalkan oleh suaminya saat Yuno masih bayi.
"Dan orang tuamu?" Kata Andi
"Ibuku sudah meninggal, Lalu ayahku menikah lagi dan sekarang tinggal dengan keluarga barunya." Jawab Yunita.
Andi menyimak setiap ucapan Yunita.
"Kenapa kamu tidak menikah lagi? Aku yakin pasti banyak laki-laki yang mau menjadikan kamu sebagai istri." Andi kembali bertanya.
__ADS_1
" Ya, Memang selalu ada yang mendekati Aku. Tapi Aku belum memikirkan untuk menikah lagi karena Aku takut dia hanya menginginkan aku tapi tidak menerima Yuno dengan baik." Ujar Yunita.
"Untuk wanita yang pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan seperti aku, Butuh banyak pertimbangan untuk memulai sebuah hubungan lagi." Sambung Yunita.
Sedang Asyik mereka mengobrol, terdengar suara tangisan Yuno dari kamar.
"Aku lihat Yuno dulu, sepertinya dia menangis." Ucap Yunita dan pergi menghampiri Yuno.
(Visual Andi)
Andi hanya bisa menatap kagum dan juga iba pada Yunita.
Perempuan muda tapi sudah mengalami banyak hal pahit dalam hidupnya.
Tidak lama Yunita pun kembali sambil menggendong Yuno yang sudah bangun dari tidurnya.
"Hai Uno, Kamu sudah bangun." Sapa Andi saat Yunita memangku Yuno.
"Kepala Uno masih sakit Om." Jawab Yuno sambil terus memeluk ibunya.
"Tapi obat kan pahit Mam." Jawab Yuno
"Nggak kok, Mama kan belikan yang rasa strawberry jadi nggak pahit." Kata Yunita
Setelah di bujuk Yuno pun setuju Untuk makan dan minum obat.
"Selagi Mama nyiapin makan sama obat, Uno Sam Om dulu ya." Kata Andi sambil mengulurkan tangannya untuk menggendong Yuno.
"Iya Om." Jawab Yuno menerima gendongan dari Andi.
Yunita segera pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan dan obat untuk Yuno.
Sementara Yuno duduk di pangkuan Andi dan bersandar di dadanya.
"Uno Harus minum obatnya ya! Biar Uno cepat sembuh. Kalau Uno sudah sehat Nanti kita pergi ke mall dan beli mainan." Ucap Andi sambil mengusap-usap kepala Yuno.
__ADS_1
"Beneran, Om?" Tanya Uno
"Iya, Om janji." Kata Andi lagi.
"Kalau begitu Uno mau cepat sembuh biar bisa jalan-jalan dan beli mainan." Jawab Yuno dengan logat cadelnya.
Yunita pun kembali sambil membawa makanan dan obat.
Yunita segera menyuapi Yuno dan meminumkan obat pada Yuno yang masih setia dalam pangkuan Andi.
"Ini sudah Malam, Aku pamit dulu ya! Kamu cepat istirahat, Karena besok kan harus kerja lagi." Ucap Andi saat melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Iya, Terimakasih ya sudah banyak membantuku." Jawab Yunita.
"Iya, Sama-sama. Besok pagi aku jemput ya!" Andi.
Yunita pun mengangguk.
"Om kenapa tidak menginap saja. Uno mau bobo sama Om." Ujar Yuno.
Yunita sangat syok mendengar ucapan Yuno Barusan.
Sementara Andi tersenyum seperti mendapatkan angin segar.
"Sekarang belum boleh sayang! Nanti saja ya, kalau sudah boleh. Nanti kita Bobo bertiga sama mama Uno juga." Ucap Andi sambil menahan senyuman karena di pelototi oleh Yunita.
"Asik!.. Om janji ya, Nanti kita Bobo bareng-bareng." Jawab Yuno antusias.
"Iya sayang, Om janji." Jawab Andi sambil tertawa kecil.
"Omnya mau pulang dulu ya sayang. Omnya mau istirahat dulu." Ucap Yunita memberi kode agar Andi cepat pulang sebelum Yuno memintanya untuk benar-benar menginap.
"Om pulang dulu ya!" Pamit Andi sambil mengusap lengan Yuno.
"Aku pulang ya." Kini Andi berpamitan pada Yunita sambil tertawa kecil karena gemas saat melihat Yunita panik dengan permintaan Yuno.
Yunita mengantarkan Andi sampai teras.
__ADS_1
Yuno pun melambaikan tangannya saat Andi hendak pergi.