Macaroon

Macaroon
70. Malam pengantin


__ADS_3

Pukul tujuh tamu sudah tidak lagi berdatangan suasana pun sudah mulai sepi.


Tinggal para kerabat dan tetangga yang masih ada di rumah Nia.


Dengan di bantu MUA, Nia membuka Semua pakaian dan aksesoris pengantin yang melekat di tubuhnya.


Nia segera mandi dan menggunakan gamis rumah.


Setelah selesai ia langsung keluar dari kamar dan memanggil Nata untuk segera mandi dan berganti pakaian juga.


Setelah menyiapkan pakaian ganti untuk Nata Nia langsung keluar kamar untuk sekedar bercengkrama dengan keluarga Pak lee yang masih ada di rumahnya sekaligus menunggu Nata untuk makan malam bersama.


Selesai mandi dan berganti pakaian Nata pun duduk di samping Nia dan Menikmati makan malam dengan keluarga lainnya.


"Setelah makan malam, Sebaiknya kalian cepat masuk kamar. Kalian pasti sangat lelah setelah acara hari ini." Ucap pak Lee Nia saat makan.


Nia hanya mengangguk


"Kami semua faham. Kalau jadwal pengantin baru pasti sangat padat." Celetuk salah satu anak dari pak Lee Nia.


Nata dan Nia hanya bisa saling menatap karena malu di goda seperti itu.


Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar Nata dan Nia pun memasuki kamar mereka.


Kali Ini Nata langsung mengunci pintu kamar, Karena takut-takut kalau ada yang masuk.


Nata langsung membaringkan tubuhnya di kasur.


Sementara Nia menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurnya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Nata


"Aku mau ganti baju di kamar mandi." Jawab Nia.


"Kenapa harus ganti di kamar mandi? Kita kan sudah suami istri." Ujar Nata.


"Aku malu, Jadi mau ganti di kamar mandi saja." Jawab Nia


"Yasudah kalau begitu." Nata faham kalau Nia Belum terbiasa dengan kehadirannya


Nia pun memasuki kamar mandi yang ada di kamarnya.


Nata tersenyum senang, Ia memikirkan Nia akan memakai pakaian tidur ala pengantin baru.


Tapi semua tidak seperti apa yang di bayangkan oleh Nata.


Nia keluar dari kamar mandi dengan stelan piyama berlengan panjang dan masih menggunakan kerudung instannya.


Nia tidak terlalu menghiraukan tatapan aneh dari Nata.


Nia langsung duduk di kursi meja rias Lalu mengoleskan Krim malam pada wajahnya.


Karena merasa gemas Nata pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan mendekati Nia.


Nata berdiri tepat di belakang Nia.


Nia pun berhenti mengoleskan krim pada wajahnya saat melihat Nata dari cermin.


Nata membungkuk dan mendekatkan wajahnya pada Nia.


dari cermin Nia bisa melihat kalau pipi mereka sudah saling bersentuhan.


"Sekarang sudah boleh kan Kalau mau peluk?" Ucap Nata sambil tersenyum.


Nia hanya diam mematung.

__ADS_1


Ia sangat gugup, Benar-benar gugup.


Nata mengangkat tubuhnya dan berjalan ke samping.


Nata menggenggam tangan Nia, Memberi isyarat agar Nia berdiri.


Nia menjadi sangat berdebar saat mereka sudah sama sama berdiri. Lebih tepatnya saling berhadapan.


Nia takut. Takut kalau Nata meminta haknya sebagai suami.


Bukannya Nia tidak ingin melakukan kewajibannya.


Tapi di rumahnya saat ini sedang banyak kerabat


Jadi Nia tidak ingin kalau sampai ada yang mendengar pertempuran di antara mereka.


Rumah Nia sangat sederhana.


Suara orang mengobrol saja masih terdengar, Apa lagi kalau nanti Nata membuat Nia berteriak kesakitan atau apapun itu.


Nia malu.


"Kenapa? Apa ada masalah?" Ucap Nata setengah berbisik.


Nia hanya menggelengkan kepalanya. Nia tidak sampai hati untuk menolak.


Nata mengusap pipi mulus milik Nia.


"Kamu tenang saja, Abang tidak akan meminta itu Sekarang." Ucap Nata.


Nia benar-benar merasa lega mendengar ucapan nata barusan.


Nata benar-benar laki-laki pengertian.


"Tapi, Kalau Abang mau lihat kamu tanpa kerudung boleh kan?" Ucap Nata lagi


Perlahan Nata membuka kerudung yang menutupi kepala Nia.


Kini, Untuk pertama kalinya Nata melihat Nia tanpa kerudung.


Rambut lurus sebatas bahu terurai secara nyata di hadapan Nata.


Nata membelai rambut Nia dan memeluknya.


Beberapa kali Nata mencium pucuk kepala Nia dengan penuh kasih sayang.


Nata pun merengkuh kedua pipi Nia, Sehingga wajah Nia mendongkak menghadap Nata.


Sebuah ciuman mendarat di dahi, Pipi kanan, Pipi kiri lalu kembali lagi ke dahi, pipi kiri, Pipi kanan dan berlabuh di bibir Nia.


Sebuah ciuman panas pun tidak dapat di elak.


Nia yang belum pernah melakukannya sama sekali hanya bisa menerima sambil mencengkram bahu Nata.


Melihat Nia mulai luglai Nata pun langsung mendekap pinggang Nia.


Nata melepaskan pautannya saat melihat Nia mulai kehabisan nafas.


"Kamu tidak nafas?" Tanya Nata sambil mentertawakan Nia.


"Aku belum pernah melakukannya, Jadi tidak tahu harus apa" Ucap Nia malu-malu


Nata pun tergelak dan kembali mengecup dahi Nia.


"Nanti Abang ajari." Ucap Nata

__ADS_1


"Neng Abang buka ya! Abang janji tidak akan ngapa-ngapain, Anang cuma mau lihat." Ucap Nata sambil memegang ujung baju atasan Nia.


"Tapi" Nia berusaha menolak tapi tidak enak


"Cuma atas doang kok, Abang janji." Ujar Nata sambil mengacungkan dua jari tangannya


Belum sempat Nia menjawab ia atau tidak, Tapi tangan Nata sudah mulai membuka satu persatu kancing baju Nia.


"Tapi, Bang." Nia mencoba menghentikan tangan Nata.


"Tidak apa-apa Neng. Cuma bajunya saja." Tangan kreatif Nata terus membuka sisa kancing di baju Nia.


Nia memejamkan matanya saat Nata berhasil membuka seluruh kancing bajunya.


Ia merasa malu ketika Nata menatap dadanya.


Perlahan baju yang di kenakan Nia pun sudah tergeletak tak berdaya di lantai.


Nata kembali memeluk tubuh Nia.


Nata mengusap lembut punggung Nia.


Hingga tangannya sampai di sebuah pengait.


Dengan gerakan lembut tapi pasti,Nata pun berhasil membuka pengait tersebut dan melepaskan benda berwarna peach tersebut.


Nia langsung menutup Dadanya dengan tangan ketika Melihat Nata melemparkan penutup dadanya.


Nia menatap Nata seolah memohonkan agar Nata tidak melanjutkan aksinya.


"Tidak apa-apa sayang." Nata melepaskan tangan Nia yang berusaha menutupi dadanya.


Kini sepasang benda kenyal nan mulus terpampang jelas di hadapan Nata.Nata tidak berusaha untuk menyentuhnya karena Nata tidak ingin membuat Nia semakin tidak nyaman.


Nata membuka kausnya dan menempelkan dadanya pada dada Nia.


Nata memeluk Nia sehingga benda kenyal tersebut terasa menyentuh dadanya.


"Ayok kita Bobo" Ucap Nata Tiba-tiba.


Nata memboyong Nia ke tempat tidur.


Nia pun menurut, Ia berjalan menuju tempat tidur sambil berusaha menutupi dadanya.


Kini Nia sudah berbaring di tempat tidur dengan selimut yang sudah menutupi tubuhnya.


Nata pun ikut berbaring di samping Nia.


"Neng Abang boleh pegang ini?" Ucap Nata sembari menunjuk benda kenyal yang tertutup selimut.


"Katanya mau tidur." Jawab Nia.


"Abang tidak mengantuk. Boleh kan kalau bermain-main sebentar?" Nata memohon.


Nia pun menghela nafas panjang, Karena percuma saja kalau menolak.


Seperti Mendapatkan Angin Segar Nata pun bersemangat masuk kedalam selimut.


Bersambung......


Hayoooo.....


Kira-kira Nata bisa tahan nggak Yaa????


kita lanjut besok yaaa.

__ADS_1


hahah....


__ADS_2