Macaroon

Macaroon
36. Pertunangan Akbar dan Laila


__ADS_3

Nia dan Laila kini Sudah berada di stasiun kereta Bogor, setelah satu jam lebih menempuh perjalanan dari Jakarta.


Nia dan Laila menunggu jemputan mereka.


Nia dan Laila memilih meminta di jemput oleh adiknya karena barang bawaan mereka cukup banyak.


Laila bahkan membeli pakaian baru untuk dia dan keluarganya agar di pakai di acara pertunangannya besok. Memang Acaranya tidak di rayakan, hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang di beritahu.


Tak berapa lama Adik Laila pun sudah datang, sementara Johan Adik Nia belum terlihat.


"Aku tunggu sampai Johan datang ya!." Ujar Laila


"Tidak usah, Kamu pulang duluan saja. Kamu kan pasti ingin cepat-cepat istirahat." Jawab Nia.


"Tidak, Aku tunggu saja." Paksa Laila.


Mereka pun menunggu Johan bersama-sama.


Jarak Dari stasiun ke rumah Nia dan Laila memang cukup jauh.


Mereka harus menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit dengan menggunakan motor.


Dan hampir satu jam saat menggunakan angkutan umum karena akan banyak berhenti.


Tak berselang lama Akbar pun datang, Dan langsung bersalaman dengan Nia dan Laila.


"Maaf ka Johan telat, Tadi ban motornya bocor, jadi Aku harus tambal dulu." Ucap Johan.


"Nggak apa-apa Jo. Kaka sama kak Laila juga belum terlalu lama nunggunya." Jawab Nia.


Mereka pun pergi meninggalkan stasiun untuk segera sampai ke rumah masing-masing.


"Kak Nia sehat?" Tanya Johan sambil mengemudikan motornya.


"Kakak baik Jo." Jawab Nia


"Gimana kabar ibu dan Adik-adik Jo?" Tanya Nia


"Mereka baik Kak. Dari kemarin Ibu sudah sibuk membuat makanan." Johan


"Makanan? Makanan buat siapa?" Nia


"Kata Ibu, Buat di bawa ke rumah kak Laila besok." Jelas Johan.


"Oh!" Jawab Nia singkat.


Nia meminta Johan untuk menghentikan motornya sebentar, karena mereka kini sampai di gang menuju rumah Laila.


"Nia kamu mampir dulu yuk!" Ajak Laila saat hendak memasuki gang rumahnya.


"Besok aja ya La! Besok pagi Aku kesana sama Ibu" Jawab Nia.


"Yasudah kalau begitu, Aku duluan ya." Ucap Laila sebelum memasuki gang rumahnya.


Setelah Laila pergi, Nia dan Johan pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Mereka.


Tidak memerlukan waktu yang lama, Kini Nia sudah berada di kampungnya.

__ADS_1


Ibu, dan adik-adiknya sudah menunggu di teras saat ia sampai di rumah sederhananya.


Mereka saling berhambur, memeluk satu sama lain.


Sudah beberapa bulan mereka tidak saling bertemu.


"Neng, Kamu sehat?" Tanya Ibu setelah memeluk Nia.


"Ibu sendiri sehat?" Nia balik bertanya.


"Ibu sehat Neng." Jawab Bu Salma.


Mereka pun memasuki rumah.


Sementara Johan menyusul dengan satu tas penuh barang bawaan Nia.


"Kaka Bawa oleh-oleh kan buat Aku?" Tanya Adik bungsunya.


"Bawa Dong. Tuh Ada di tas." Jawab Nia menunjuk tas yang di tenteng Johan.


"Eh, kakak kalian baru sampe, biar istirahat dulu." Ucap Bu Salma pada kedua anak perempuannya.


"Nggak apa-apa Bu." Jawab Nia


Nia pun segera membuka tas barang bawaannya, Karena melihat kedua adiknya sudah sangat antusias.


Nia mengeluarkan kotak yang berisi tiga jam tangan yang ia beli semalam.


"Jo, Ini buat kamu." Nia memberikan Jam digital berwarna hitam untuk Johan.


"Dan ini buat kalian" Nia juga memberikan Jam untuk kedua adik perempuannya.


"Gimana Jo, Kamu suka sama Jam-nya? Kakak tidak tau selera kamu seperti apa? jadi kakak pilih sesuai selera kakak saja!." Ucap Nia pada Johan.


"Bagus kak, Aku suka." Jawab Johan.


Nia juga mengeluarkan oleh-oleh lain yang ia bawa untuk Ibu dan adik-adiknya.


Nia senang, Keluarganya menerima hadiah sederhananya dengan sangat antusias.


Bu Salma membawakan segelas teh hangat untuk Nia.


"Istirahat Dulu Neng. Kamu kan habis perjalanan jauh, pasti capek."


"Iya Bu." Jawab Nia


"Oh, Iya Bu. Besok Kita ke rumah Laila-nya pagi-pagi Saja. Soalnya Teman-teman satu pabrik, Nia sama Laila juga mau pada datang." Ucap Nia lagi.


"Iya, Neng. Ibu juga sudah buat rengginang untuk ibu bawa kesana." Ucap Bu Salma.


"Iya, Bu."


Setelah selesai membuka oleh-oleh, Nia pun memasuki kamarnya.


Nia memperhatikan sekeliling kamarnya, karena terlihat berbeda setelah sedikit di renovasi.


Beberapa bulan terakhir Nia mengirim uangnya agar di pakai untuk merenovasi rumah.

__ADS_1


Nia senang, Berkat Laila mengajaknya bekerja di PT Angkasa dia bisa mengumpulkan uang untuk merenovasi rumah.


Nia merebahkan diri di kasurnya.


Tiba-tiba dia rindu dengan laki-laki yang selalu ada untuknya itu.


Nia pun mengambil ponselnya di tas.


Seperti dugaannya, beberapa pesan dari Nata pun sudah ada di ponselnya.


'Neng, Kamu sudah sampai mana?'


'Neng, Kamu sudah sampai belum?'


'Kalau sudah sampai, telepon Abang ya! Soalnya Abang mulai nggak bisa nafas karena kangen sama kamu.'


Nia tersenyum tipis saat membaca pesan terakhir dari Nata.


"Dasar Lebay!" Ucap Nia


Nia pun segera menelpon Nata, Karena ia pun merindukan Nata.


"Halo, Assalamualaikum... Sayangnya Abang. Yang Cantik, Yang montok, yang Soleha." Nata Langsung mencecar Nia dengan gombalannya.


"Waalaikumsalam salam, Abang." Jawab Nia


"Neng, Aku kesana Sekarang ya! Abang Sudah nggak tahan kangen sama kamu." Ucap Nata Lagi.


"Abang lebay, ih!" Jawab Nia


"Abang nggak lebay, Neng. Abang serius!" Nata


"Iya, Iya.." Jawab Nia sembari rebahan lagi.


"Kamu baru sampai Neng?" Nata


"Nggak sih. Udah Hampir satu jam Aku di rumah." Jawab Nia.


"Terus kenapa baru nelpon?" Nata mulai posesif


"Aku Lupa Bang." Ucap Nia sambil tertawa.


"Apa? Bisa-bisanya kamu lupa sama Abang. Kamu tau nggak Neng. kalau nafas Abang ada suaranya pasti suaranya, Nia... Nia... Gitu Neng."


Nia pun tertawa dengan ucapan konyol Nata.


"Abang mah berlebihan. Yasudah, Nanti malam aku telpon lagi ya." Ucap Nia


"Padahal Abang masih kangen Banget Neng." Nata enggan untuk menyudahinya obrolannya.


"Iya, Nanti malam Aku telpon lagi." Nia.


"Jangan Malam neng. Kelamaan! Sore aja ya, Abang nelpon kamu." Nata.


"Iya,Iya. Aku tutup teleponnya ya!." Nia.


"Iya, Sayang. Sampai ketemu besok ya sayang."

__ADS_1


Nia pun menutup teleponnya karena Nata tidak akan berhenti bicara kalau Ia belum menutup panggilannya.


__ADS_2