
Malam ini Andi mengajak Yuno dan Yunita pergi makan malam di luar.
Sebulan belakangan, Hubungan Andi dan Yunita semakin intens.
Bahkan Andi mulai merasa mantap untuk menjalin hubungan serius dengan Yunita.
Di sebuah restoran cepat saji, Andi menyantap Makanannya sambil memangku Yuno.
"Uno, Sini duduknya sama Mama aja, Kasihan tuh Omnya." Ucap Yunita pada Yuno.
"Tidak mau Mam. Uno mau sama Om aja." Jawab Yuno.
"Sudah tidak apa-apa. Biarin aja Yuno sama Aku." Kata Andi
"Maaf ya, Kalau Yuno banyak ngerepotin." Ucap Yunita pada Andi
"Kenapa harus minta maaf. Aku malah senang, Karena Semenjak kamu dan Yuno hadir hidupku menjadi semakin berwarna." Ujar Andi.
Yunita tersenyum tipis saat mendengar ucapan Andi.
Yunita terkejut saat Andi tiba-tiba menggenggam tangannya.
"Yunita, Apakah boleh Kalau aku menjadi bagian dari kalian? Dan Apakah kamu mengijinkan Kalau aku ingin menjalani hidup bersama kalian?" Ucap Andi tiba-tiba.
Yunita semakin terkejut dengan ucapan Andi.
Dan bingung harus menjawab apa? karena ia tidak yakin kalau Andi mengatakannya dengan serius atau hanya sedang bercanda.
"Kenapa kamu diam? Aku serius Yunita." Kata Andi lagi.
"Tapi kamu tahu kan kalau aku sudah punya Yuno." Jawab Yunita
__ADS_1
"Iya, Aku tahu. Lalu Apa masalahnya? Aku kan tadi bilang, Aku mau jadi bagian dari kalian. Yaitu kamu dan Yuno."
"Bukannya sekarang kamu sudah jadi sahabat aku. Jadi secara otomatis kamu sudah jadi bagian dari Aku sama Yuno.
"Ayolah! Maksud dari menjadi bagian dari kalian itu. Aku menjadi suamimu, Bukan hanya sahabat." Andi mempertegas ucapannya.
Yunita kembali diam.
"Kamu yakin?" Tanya Yunita
"Aku sangat yakin." Jawab Andi semakin mengeratkan genggaman tangannya
"Tapi bagaimana dengan keluarga kamu? Aku tahu yang akan menjalani kehidupan itu kita. Tapi penerimaan dari keluarga kamu juga penting untukku."
"Aku yakin kalau keluargaku tidak akan mempermasalahkan ini. Karena Menikahi orang yang pernah gagal dalam pernikahannya bukanlah hal yang buruk" Jawab Andi
"Baiklah! Aku akan menerima komitmen ini. Tapi setelah Aku yakin kalau keluargamu benar-benar menerima Aku dan Yuno." Tegas Yunita.
"Terimakasih. Aku akan pastikan kalau keluargaku Akan menyayangi kamu sama Yuno seperti aku menyayangi kalian." Jawab Andi.
"Oh, Nggak sayang. Mama sama Om cuma lagi ngobrol aja." Jawab Yunita yang langsung melepaskan tangannya dari genggaman Andi.
"Uno, Uno mau kan kalau Om jadi Papanya Uno?" Ucap Andi.
"Papa itu apa Om?" Uno tidak tahu." Jawab Yuno dengan polosnya.
Hati Andi tersentuh saat anak kecil malang ini mengatakan kalau ia tidak tau Papa itu apa?
"Nanti Kalau Om jadi papanya Uno, Kita bisa Bobo, Jalan-jalan pokoknya kita bisa sama-sama Terus." Jawab Andi
"Asyik. Uno mau Om. Uno mau Bobo sama Om, Jalan-jalan sama Om." Jawab Yuno antusias.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan makannya dan
🍂🍂🍂🍂
"Dua hari lagi ulang tahun Nia, Kira-kira gue ngasih kejutan apa ya buat Nia?" Tanya Nata pada teman-temannya saat selesai bermain futsal.
"Kasih hadiah lah Bang, Apa lagi." Jawab Ucok.
"Iya,Gue tau. Tapi apa yang bisa buat Nia terkesan gitu." Kata Nata lagi.
"Ajak makan malam romantis aja Bang. Apalagi kalau di restoran mewah, Biar kaya di film-film." Saran Andi
"Ide bagus, Tuh. Tapi Ajak kita-kita juga ya! Gue kan juga mau ngerasain makan malam di restoran mewah Bang." Sambar Ucok
"Ah, Elu. Maunya yang gratisan aja." Andi melemparkan baju bolanya yang penuh keringat.
"Jorok banget sih lu." Ucok kembali melempar Baju Andi.
"Tapi boleh juga sih. Nanti kita makan malam sama-sama buat ngerayain ulang tahun Nia." Ujar Nata.
"Asik. Gitu dong Bang." Jawab Ucok senang.
"Gue boleh ajak pacar gue nggak?" Tanya Andi.
"Ya, Boleh. Ajak aja." Jawab Nata.
"Emang Elu udah jadian Di?" Tanya Ucok.
"Udah Dong. Minggu kemarin gue udah ungkapin niat Gue buat nikahin dia." Jawab Andi.
"Akhirnya, Buaya rawa Uda dapet pawang." Jawab Akbar.
__ADS_1
"Oh, Iya Bar. Elu juga ajak Laila. Tapi bilang juga sama Laila kalau ini rahasia. Karena gue mau ngasih kejutan buat Nia."
"Oke. Semuanya bisa di atur." Jawab Akbar