
Setelah Nata Pergi, Nia segera memasuki kontrakannya dengan bungkusan launch box pemberian Mak Leha di tangannya.
"La, kamu lagi apa?" Ucap Nia saat Laila sedang berdiri di hadapan cermin kamar mereka.
Laila yang terkejut terlihat gelagapan dan langsung merapikan pakaiannya.
"Ti- tidak apa-apa. Kamu baru datang? Aku nggak denger kamu buka pintu?" Laila kembali bertanya
"Aku ketuk pintu kok, kamu-nya aja kali yang lagi menghayal jadi nggak denger."
Laila hanya senyum meringis.
"La, kamu udah makan belum? Nih, aku di kasih rendang sama ibunya Nata." Ucap Nia yang menyodorkan bungkusan di tangannya.
"Cie, cie yang abis ketemu calon mertua." Goda Laila.
"Dih, apaan sih La." Jawab Nia Sambil mencubit Lengan Laila.
"Sakit, Nia. Ehh, ngomong-ngomong Sekarang udah nggak manggil Bang Nata Pak lagi?"
"Lagian, dari semalem cie-cie melulu."
"Dia ngelarang aku buat manggil dia Pak." Sambung Nia.
"Terus sekarang manggilnya Abang Nata sayang dong." Laila semakin seru menggoda.
"Laila..!!" Nia bersiap untuk kembali mencubit Laila, tapi Laila segera menjauh, Nia pun semakin gemas untuk mendaratkan cubitan pada Laila yang terus meledeknya sejak semalam.
Untuk menghindari cubitan dari Nia, Laila melempar bantal ke arah Nia, Nia pun kembali melempar bantal ke arah Laila.
Mereka terus melanjutkan aksi saling melempar Sambil tertawa, hingga Ranjang mereka pun menjadi sangat berantakan.
Persahabatan Nia dan Laila terjalin semakin erat saat mereka tinggal dan beke di tempat yang sama.
Mereka tidak akan segan bercerita tentang banyak hal.
Apalagi Laila. Hampir setiap malam sebelum mereka tidur, Laila tidak bosan-bosan menceritakan tentang Irfan pada Nia.
__ADS_1
Begitulah persahabatan.
Jika sahabat kita sedang jatuh cinta maka bersiaplah untuk mendengarkan cerita tentang orang yang sama berulang-ulang.
Dan sebaliknya jika sahabat kita sedang patah hati kita harus siap jadi Tempat berkeluh kesahnya.
"Udah, Ah. Aku mau mandi, gerah." Ucap Nia yang berhenti Tertawa.
Di tempat Lain....
"Kamu anterin Nia sampai kontrakannya kan?" Tanya Mak Leha saat Nata baru sampai setelah mengantar Nia.
"Iya Mak." Jawab Nata Sambil menuju dapur, untuk mengambil minum.
"Cepat lamar Nia, jangan lama-lama pacarannya." Ucap Mak Leha yang mengikuti Nata ke dapur.
Nata yang sedang minum seketika tersedak sampai terbatuk-batuk.
"Apa sih Mak, Buru-buru amat." jawab Nata
"Emak suka sama Nia, dia orangnya Sopan dan apa adanya. Bahkan waktu Emak tanya-tanya tentang keluarganya, dia menjawab dengan jujur tentang keluarganya." Ucap Mak Leha
"Lah, kok di usahakan. Kamu tinggal lamar dia tong, terus kalian nikah secepatnya. Emak nggak mau, kalau nanti kamu keduluan orang lain."
"Iya Mak, Iya."Jawab Nata sekenanya dan masuk ke kamar.
"Astaga... Emak gue ada-ada saja. Kemarin ngambek mau di kenalin, sekarang maksa buat cepat-cepat Nikah." Nata mengacak rambutnya Karena di buat pusing dengan permintaan Mak Leha.
Nata pun beristirahat sebentar, karena pukul tujuh nanti ia akan pergi main futsal bersama Ucok dan kawan-kawan yang lainnya.
Malam Hari....
Nata, Ucok Akbar dan teman satu geng lainnya Sedang duduk beristirahat di pinggir lapangan setelah mereka bermain futsal.
"Kenapa lu Bang, kaya orang yang lagi seneng gitu?" Celetuk Aji yang melihat wajah Nata berbinar.
"Iya, gua liat juga gitu." Sambung Ucok.
__ADS_1
"Nggak apa-apa. Lagi seneng aja." Jawab Nata Sambil Tersenyum.
"Ngapa Bang, dapet lotre lu." Timpal Ucok lagi.
"Gue tadi ngajak Nia ke rumah gue." Jawab Nata dengan suara pelan karena sedikit malu pada teman-temannya.
"Nia yang temennya Laila?" Tanya Akbar.
Nata mengangguk.
"Emang sejak kapan lu ngedeketin dia?" Tanya Andi yang penasaran.
"Sebenarnya udah berkali-kali gue ngajak dia jalan tapi nolak terus."
"Tapi itu kok dia mau di ajak ke rumah loe Bang."
"Terpaksa mungkin. Panjang lah ceritanya" Jawab Nata
"Ada yang mulai Bucin Nih!" Ledek Ucok.
"Apa sih Lu, Cok. Bucan Bucin. Emangnya loe yang Bucin abis sama si Nisa."
Merekapun tergelak menertawakan Ucok.
"Udah malem, kita pulang yuk." Ucap Akbar.
Dan di iyakan oleh yang lainnya.
mereka pun pulang ke tempat tinggal masing-masing.
Akbar, Ucok dan Aji pulang bersama, karena mereka tinggal satu kontrakan.
Sementara Andi dan Nata berjalan terpisah karena berbeda arah.
Bersambung....
Aku Seneng deh kalau ada yang komen, jadi semangat aja gitu.
__ADS_1
Semoga kalian suka ya sama ceritanya....
Sehat selalu buat kalian.