
Setelah pergulatan panas tadi siang, Nata dan Nia pun terlelap Hingga Sore hari.
Nata terbangun dari tidurnya karena merasa lapar.
Sementara Nia masih tertidur pulas.
Nata menatap wajah Nia lekat-lekat.
Rasa lelah terlihat jelas di wajah Nia.
"Maafin Abang ya Neng. Gara-gara Abang kamu sampai kelelahan begini." Ucap Nata sambil mengusap-usap kepala Nia.
Merasa ada yang berbicara Nia pun membuka matanya.
Senyuman Nata pun menjadi pemandangan pertama yang dilihat Nia.
"Tidur Saja tidak apa-apa." Ucap Nata saat Nia merubah posisinya.
Nia merubah posisinya menjadi duduk bersandar di kepala ranjang.
Nia menyandarkan kepalanya sambil terus memegangi selimut yang menutupi tubuh polosnya.
"Kamu masih lemas?" Tanya Nata.
Nia pun mengangguk.
"Apa kamu sudah siap untuk ronde berikutnya?" Goda Nata
"Badanku masih lemas Bang. Setidaknya kamu kasih dulu aku makan." Ucap Nia
"Yasudah kita mandi dulu. Setelah itu Kita makan dan mempersiapkan energi untuk malam ini." Lagi-lagi Nata menggoda Nia.
Karena kesal Nata terus menggodanya Nia pun melempar bantal kepada Nata.
"Dasar! Bekas tadi Saja masih terasa sakit." Gerutu Nia.
Nata memeluk Nia Sambil tertawa saat Mendengar Nia menggerutu.
"Maaf ya, Tadi Abang terlalu bersemangat. Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup Abang. Tidak sia-sia kan Abang menjaga kesucian Abang buat kamu." Kata Nata
"Ya ampun. Abang sudah seperti perempuan saja." Jawab Nia
"Eh, Kamu jangan salah Neng. Menjaga keperjakaan itu juga tidak mudah." ujar Nata lagi
"Maksudnya? Memangnya Abang pernah mau di perkosa?" Nia
"Tidak sih. Tapi kalau kamu mau perkosa Abang, Abang sangat ikhlas." Ucap Nata yang belum puas menggoda istrinya itu.
"Mesum ih." Jawab Nia bergidik ngeri
"Nggak apa-apa Neng. Kita kan sudah suami istri, Jadi bebas mau ngomongin apa aja." Nata
"Udah, Ah. Aku mau mandi Terus cari makan rasanya tenagaku terkuras habis, Sampai lemas begini." Ucap Nia sambil melilitkan selimut untuk membungkus tubuh polosnya.
"Abang ikut ya Neng." Ucap Nata saat Nia berjalan ke kamar mandi.
"Nggak!" Tolak Nia Sambil berjalan pelan-pelan karena ada rasa sakit di bawah sana.
"Kenapa? Kita kan sudah halal sayang!" Bujuk Nata
"Nggak mau, Aku malu." Nia tetap menolak karena memang merasa malu.
Setelah sudah di kamar mandi, Nia melemparkan selimut yang dipakainya ke luar kamar mandi dan segera memulai acara mandinya.
__ADS_1
Nia menyalakan shower air untuk menyirami tubuhnya.
Tanpa di duga, Rasa perih yang semula hanya terasa sedikit menjadi sangat perih ketika guyuran air mengenai organ intimnya.
Nia meringis kesakitan saat membersihkan area yang sakit.
Nia pun segera menyudahi ritual mandinya setelah selesai membersihkan seluruh badannya.
Nia melilitkan handuk di rambut dan tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi.
"Kamu kenapa Neng?" Nata bertanya karena melihat Nia berjalan sedikit aneh.
"Nggak apa-apa." Jawab Nia
"Tapi kenapa jalannya begitu?" Tanya Nata lagi
"Terus Abang pikir aku Kenapa?" Ujar Nia
Nata pun menghampiri Nia dan memapahnya.
"Emang sakit banget ya neng?" Ucap Nata Sambil memapah Nia.
"Tadi, Sebelum aku mandi cuma terasa perih sedikit. Tapi pas kena Air dan sabun malah jadi perih banget." Jawab Nia
"Kalau begitu kita ke dokter ya. Atau beli obat saja." Kata Nata
"Nggak usah Bang. Nanti juga sembuh sendiri." Jawab Nia.
Nata pun mendudukkan Nia di sofa, Lalu mengambil ponselnya.
Nata mencari informasi tentang obat untuk luka di **** ***** perempuan.
Tidak perlu menunggu lama. Beberapa rekomendasi obat pun bermunculan di layar ponsel Nata.
Nata pun melihat sebuah obat oles yang sepertinya pernah ia lihat.
"Di tas Abang." Jawab Nia Sambil bersandar di sofa sambil menunggu rasa perihnya mereda.
Nata pun bergegas mengambil dan memeriksa Obat tersebut.
Ternyata benar. Merk dan jenisnya pun sama seperti yang ada si ponsel Nata.
"Dari mana mereka tahu obat seperti ini? Sialan, Ternyata mereka lebih berpengalaman daripada Gue." Gerutu Nata.
"Kenapa Bang?" Tanya Nia, Saat mendengar Nata menggerutu.
"Tidak apa-apa." Jawab Nata.
"Sekarang kamu buka handuknya. Biar Abang obati lukanya." Suruh Nata.
"Kenapa harus buka handuk? Sini, Biar aku obati sendiri saja." Nia sedikit terkejut saat mendengar Nata memintanya melepaskan handuk.
Tapi Nata tidak menggubris penolakan dari Nia.
"Abang mau ngapain?" Tanya Nia. Pada Nata yang kini sudah berjongkok di hadapan Nia.
Nia pun merapatkan kedua kakinya dan menyilangkan tangan agar Nata tidak memaksa untuk membuka handuknya.
Nata memegangi kedua tangan Nia dengan satu tangannya.
Sementara satu tangannya mencoba merenggangkan kedua kaki Nia.
"Abang jangan. Aku malu!!" Teriak Nia. Saat Nata membuka paksa kedua pahanya.
__ADS_1
Wajah Nia memerah. Ketika Nata berhasil membuka lebar-lebar kakinya dan meletakkannya di kedua pundaknya.
Nia tidak berani menatap kearah Nata. Nia sangat malu karena wajah Nata berhadapan dengan bagian intinya.
"Kamu Jangan banyak bergerak dulu. Biarkan Abang obati lukanya." Ucap Nata saat Nia terus berusaha merapatkan kedua kakinya.
"Tapi aku malu Bang." Kata Nia.
"Malu kenapa? Benda ini sekarang sudah jadi milik Abang juga." Jawab Nata.
Dan. Cuupp....
Nata pun tidak segan-segan memberikan kecupan tepat di area sensitif Nia.
Membuat Nia membulatkan matanya saat Ia melihat dengan jelas ketika bibir Nata menyentuh miliknya.
"Sekarang kamu diam. Biar Abang oleskan obatnya Sekarang." Ujar Nata sembari mengeluarkan krim berbentuk jelly bening di jari telunjuknya.
Nia menengadahkan wajahnya ke atas saat Nata membuka lebar-lebar pahanya dan mengoleskan Krim tersebut di area intimnya.
Rasa dingin menyeruak saat Nata berhasil mengoleskan krimnya.
"Sudah selesai." Ucap Nata saat ia selesai mengobati Nia
"Kalau begitu Kita pesan makanan dari hotel saja ya. Biar kita tidak perlu keluar kamar." Sambung Nata.
Setelah memesan makanan Nata pun bergegas mandi.
Dengan handuk yang melilit di pinggang Nata pun keluar dari kamar mandi.
"Kamu ngapain pakai baju Itu?" Ujar Nata saat mendapati Nia hendak memakai pakaiannya.
"Memangnya kenapa? Aku kan nggak bawa baju ganti." Jawab Nia
"Kalau kamu pakai baju itu nanti pas pulang pakai apa?" Nata.
"Terus pakai apa?" Nia
Nata pun berjalan untuk mengambil sesuatu dari ranselnya.
"Selama di sini kamu pakai ini sayang." Ucap Nata dengan lembut sembari memberikan pakaian tidur seksi dari seserahan pernikahan mereka.
"Aku. Pakai ini?" Nia sedikit gugup
"Iya sayang." Jawab Nata di telinga Nia.
Nata berdiri sangat dekat pada Nia, Sehingga dadanya yang masih agak basah bersentuhan dengan handuk yang dikenakan Nia.
"Sini Abang pakaikan." Bisik Nata, Sambil membuka handuk yang di pakai Nia
Nata pun memilih warna pich untuk di pakai Nia saat ini.
Tidak main-main, Nata sangat terpukau ketika Baju seksi itu telah berhasil mendarat di badan Nia.
Matanya seolah enggan berkedip dan ingin terus menikmati keindahan yang kini ada dihadapannya.
Nia berjalan mundur sampai punggungnya menyentuh kaca jendela, Ketika Nata terus melangkah mendekatinya dengan tatapan lapar.
Nata pun merengkuh kedua pipi Nia dan menghujani kecupan di seluruh wajah Nia.
__ADS_1
Bersambung.....
(Author: Ampun lu Nata kaga menghargai emak-emak yang lagi LDR apa nyosor melulu. Adeuhh.. Angel wes angell.)