Magic Blood

Magic Blood
chapter 10


__ADS_3

lanjut


///////


"Tak apa nona itu sudah tugas saya"jawab Yifei tersenyum


"Oh ya paman Lu sampai kapan kita bisa lepas dari pengawasan ayah"tanya Cadance


"Kurasa tidak akan lama nona tapi tenang saja saya akan melindungi nona bahkan jika harus mengorbankan nyawa sekalipun"tekat Yifei


"Hahahaha paman bisa saja"tawa Cadance


"Senyuman mu yang indah ini entah sampai kapan aku dapat melihat nya lagi nona"batin Yifei


"Karna aku memiliki firasat buruk"lanjutnya


"Nona ini sudah malam aku akan pergi ke kamarku kau istirahat saja dan ini(memberikan sebuah kotak kecil)di dalam sini ada suatu rahasia yang harus nona ketahui tolong nona jaga baik baik ya"kata Yifei


"Ohh baik paman tapi kenapa tidak kamu saja yang menyimpan kan biasanya kalo barang penting selalu di simpan paman"tanya Cadance sambil menerima kotak kecil tersebut


"Karna kali ini aku tak bisa"kata Yifei lalu hendak pergi


saat membuka pintu alangkah terkejutnya ia saat melihat gerombolan orang suruhan Duk sudah di lorong apartemen lalu ia buru buru menutup pintu


"Ada apa paman"tanya Cadance


"Gawat nona orang suruhan tuan sudah ada di sini kau harus segera pergi"kata Yifei buru buru mengajak Cadance ke kamar mandi


ia segera membuka salah satu pintu plafon di atas dan mengangkat Cadance ke atas dan menyuruhnya berdiam diri di sana


"Paman ayo naik juga"kata Cadance setelah masuk tapi Yifei hanya tersenyum membuat Cadance merasa bingung dan cemas


"Nona kau sebaiknya di sini dulu aku akan menghalangi mereka agar tak kemari"kata Yifei


"Tidak paman jangan seperti itu,itu berbahaya paman ayo naik"kata Cadance sambil terisak karna merasa ada yang aneh dengan sikap Yifei


"nona maaf jika aku lancang tapi bisakah aku memanggilmu dengan sebutan Cadance untuk terakhir kalinya"kata Yifei sambil menahan air matanya


"Iya iya kau boleh memanggil dengan namaku tapi asalkan kamu naik kemari"kata Cadance


"Nona aku sangat senang bisa menjagamu tapi ku harap kau bisa diam sebentar"kata Yifei


"Panggil aku Cadance aku sudah mengizinkan mu"kata Cadance sambil menangis


"Cadance maaf"kata Yifei lalu menotok


(itulah maksudnya) pusat suara Cadance agar tidak dapat berbicara dengan sedikit tambahan sihir yang sangat kecil karena ia tidak bisa melakukannya dengan besar,


lalu segera menutup plafon itu dengan sedikit Lubang membuat Cadance dapat melihat


"Tidak paman apa yang kau lakukan padaku aku tidak bisa bicara"batin Cadance sambil gedor gedor penutup


"Nona hentikan suaramu akan kembali setelah satu jam dan jangan berisik"tegas Yifei,lalu tiba tiba


.....Brakk ....


suara pintu di dobrak paksa terdengar beberapa dari mereka segera berpencar


"Cadance aku ingin mengatakan sesuatu"kata Yifei pelan namun Cadance dapat mendengar nya lalu menatap ke atas tempat Cadance mengintip,ia tersenyum lalu pintu kamar mandi di dobrak


"Bos penghianat ada di sini"teriak anak buah Duk,lalu pemimpin mereka Daren segera masuk dan menghajar Yifei dengan keras sedangkan Cadance dengan susah payah mencoba berteriak


"Jangan jangan sakiti paman"batin Cadance


"Dasar penghianat dimana kau sembunyikan nona hahh"teriak Daren sambil memukuli Yifei


"Dia sudah pergi aku sudah menyuruhnya untuk pergi jauh ia tak di sini lagi percuma kalian para anjing Duk tidak akan menemukan nona"kata Yifei sambil terengah engah karna sakit setelah di pukul,ia tidak bisa melawan karena energi nya berkurang banyak untuk sihir tadi


"Brengsek rupanya kau berani sekali mengkhianati tuan dan kau bilang apa tadi hahh"kata Daren menendang perut Yifei


"Boss sebaiknya tanyakan saja padanya keberadaan nona jika tidak pengkhianat ini bunuh saja"usul pengikutnya


"Tidak jangan bunuh paman"batin Cadance


"Benar juga hehh pengkhianat jika kau beri tau lokasi nona aku akan melepaskan mu bagaimana"tawar Daren


"Bahkan jika aku mati sekalipun aku tak akan memberi tau kalian"kata Yifei


"Kurang ajar kau mati saja sana"marah Daren lalu mengeluarkan pistolnya dan


Dorr...dor...dor...


Suara tembakan terdengar mengerikan untuk Cadance apalagi ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana paman yang ia sayangi ter tembak tepat di dadanya


"Hahahah ini akibat jika kau berkhianat Yifei ayo kita pergi biarkan dia membusuk di sini"kata Daren lalu pergi dengan anak buahnya,sedang kan Cadance menangis dalam diam


"Paman paman bangun jangan tinggalkan aku"kata Cadance sambil berusaha membuka penutup itu,sesaat kemudian ia bisa melepaskan penutup itu dan melompat ke bawah dan segera mendekat ke Yifei yang sedang sekarat itu,


Cadance memangku kepala Yifei sambil menangis,di sela sela kesadarannya Yifei berusaha memegang wajah Cadance,Cadance yang tau itu langsung mengambil tangan Yifei untuk di letakan di pipinya


"Ca...Cadance maaf jika aku lancang tapi aku...ingin mengatakan...jika aku... menyukai mu sebagai...pasangan"kata Yifei


"Jika kau menyukaiku sebagai pasangan kau harus hidup paman"batin Cadance menangis,seakan tau apa yang di katakan Cadance Yifei tersenyum


"Apa...kau mencintaiku juga"tanya Yifei


Di angguki Cadance walaupun ia tau nonanya memiliki cinta namun bukan sebagai pasangan tapi cinta sebagai orang tua yang mengasuh nya


"Aku...sangat...senang"kata Yifei


"Nona perbanyaklah belajar bahasa Mandarin karna itu bahasa negaramu"kata Yifei dengan intonasi yang makin melemah


"Terima kasih Cadance"kata Yifei lalu ia menutup matanya untuk selamanya dan tangannya turun dari pipi Cadance


"Tidak...tidak...paman jangan tinggalkan aku huhuhuhu paman"batin Cadance


"Akhhhhh"teriak Cadance namun tak berhasil ia tak dapat bersuara sama sekali,ia memeluk jasad Yifei sambil terus menangis,darah bercecer di mana mana kamar mandi penuh dengan noda darah.


satu jam kemudian setelah lelah menangis Cadance terdiam


"Tidak aku tidak boleh begini terus jika tidak paman akan kecewa"kata Cadance,ia melirik jam tangannya


"Sudah satu jam berlalu artinya sudah satu jam paman pergi dan akan terus seperti ini selamanya paman maaf jika kepergian mu karna diriku"batin Cadance lalu


"Yifei aku mencintaimu juga"kata Cadance pelan lalu ia bangun mengambil ranselnya,menelpon seseorang untuk mengurus mayat Yifei


Setelah beberapa menit kemudian sekelompok orang datang dan terkejut melihat ada mayat di sana namun tidak melihat siapa siapa lagi,mereka segera mengurus pemakaman Yifei dan menduga kalau ini adalah ulah gangster jahat di lokasi sana.


Sedangkan Cadance setelah menelpon seseorang ia segera pergi dari sana dan hanya memebawa sedikit barang keperluannya saja beserta pakaiannya


Ia terus berjalan tak tau arah apalagi sekarang sudah tengah malam ia berjalan di jalan yang mulai sepi


"Ya ampun sebenarnya ini dimana dan aku harus apa"batin Cadance bingung,tiba tiba


Tin..tin..tinnnn...


Suara klakson mobil terdengar dari belakang Cadance dan mobil itu berhenti lalu seorang gadis keluar dari dalam mobil tersebut


"Zee kenapa kau di sini ini sudah larut ayo masuk aku antar kamu"kata gadis itu menyeret Cadance membuat ia terkejut


"Maaf anda siapa saya tak kenal dengan anda"kata Cadance agak kaku dalam bahasa Mandarin,mendapatkan jitakan dari gadis itu


"Baru beberapa hari tak ketemu kau semakin bodoh ya dan bahasa mu itu kenapa"kata gadis itu,


Cadance malah semakin bingung kenapa ia malah di seret oleh gadis berbalut baju kantor itu,setelah masuk


Mobil dan menjalankan nya


"Akhhh capek sekali benar benar rapat yang membosankan"kata gadis itu sambil menyetir


"Zee kenapa kau tadi ada di jalan sana"tanya gadis itu


"Aku....tersesat"jawab Cadance


"Aiya kau ini orang tuamu pasti sekarang sedang cemas aku antar kamu dulu ya"kata gadis itu lalu melajukan mobilnya ke kediaman Anderson


sesampainya di depan gerbang dua penjaga menghampiri mobil mereka


"Halo paman maaf saya Lian Lian saya mengantar nona kalian pulang"kata gadis itu atau Lian Lian


"Ternyata Presdir Lian silahkan"kata penjaga itu lalu membuka gerbang


"Jadi dia bernama Lian Lian"batin Cadance


"Zee aku antar kau sampai sini saja ya ini sudah larut"kata Lian Lian


"Ahh ya terima kasih"kata Cadance lalu turun dan segera berjalan ke dalam kediaman tersebut dan ia melihat sebuah rumah mewah yang cukup besar di depan sana


"ya ampun Ini rumah siapa ini bukan rumah ku"batin Cadance terkejut ia hanya berdiri diam melihat keindahan tersebut


"Bahkan ini dua kali lipat lebih besar dari rumah Miamor"lanjutnya


di ruang atas tepatnya di kamar Zee ia belum juga tidur ia membuka pintu balkon dan melihat ada seseorang yang mencurigakan di depan rumah


"Malam malam begini berdiam diri di depan rumah seharusnya para pengawal sedang istirahat atau berkeliling bukan"batin Zee lalu melesat ke belakang orang tersebut yang masih tidak sadar jika ia sedang di awasi


"Yo...siapa kau"tanya Zee membuat Cadance terkejut


"Akhhhh hantu"teriak Cadance membuat Zee gelapakan dan segera memegang tangan Cadance dan membawanya melesat ke kamarnya karna takut ketahuan

__ADS_1


"Akhhh tolong tolong ada hantu"kata Cadance masih tidak sadar


"Hei siapa yang hantu"kata Zee kesal lalu melirik wajahnya


"Cadance"kata Zee terkejut,perlahan Cadance membuka matanya dan ia kaget melihat Zee


"Akhhh tubuhku di kloning"teriak Cadance dengan bahasa jepang


"Haisss"kesal Zee


"Kau..kau siapa kenapa kau mirip dengan ku"tanya Cadance sambil mojok di tembok


Zee dengan perlahan mendekat


"Apa....apa yang mau kau lakukan"kata Cadance


"Menguliti mu"kata Zee asal


"Apa..."kata Cadance terkejut lalu pingsan


"Ya ampun menyusahkan sekali"batin Zee lalu membopong Cadance ke kasurnya


"Tapi tidak buruk juga memiliki saudara"batin Zee lalu ia berbaring di sebelah Cadance dan tertidur


Paginya Cadance terbangun


"Aduhh kepalaku pusing sekali"kata Cadance


"Oh ya kemarin aku lihat kloningan ku"kata Cadance lalu hendak pergi


"Mau kemana"tanya Zee membuat Cadance sadar ia menoleh ke arah Zee dimana ia sedang duduk di sofa dengan balutan Seragam sekolah


"Kau....bukan hantu kan"tanya Cadance


"Tentu saja bukan aku ini manusia jika tak percaya cubit saja lenganku"kata Zee sambil berjalan mendekat


tanpa aba aba Cadance langsung mencubit lengan Zee keras


"Auchhh sakit sekali hei bisa tidak cubitannya pake perasaan"kesal Zee


"Hehehe sory sory ternyata memang bukan hantu huhhh syukurlah"kata Cadance


"Tapi kenapa kau mirip dengan ku"tanya Cadance


"Aku jawab nanti saja ya aku mau sekolah bisakah kau berdiam diri di kamar ini dan jangan keluar selagi aku di sekolah,setelah pulang akan aku ceritakan oh ya sarapan di atas meja bersihkan juga dirimu"kata Zee panjang lebar sambil mengambil ranselnya


"Emmm baiklah aku akan menunggumu tapi jangan lama ya"kata Cadance lalu mengambil sarapan di atas meja samping tempat tidur


"Hemmm"dehem Zee menutup pintu kamarnya dan pergi sekolah.


Sesampainya di sekolah Zee menuju kelasnya dan segera duduk,Wulan lalu menghampiri Zee


"Pagi Zee"sapa Wulan lalu duduk di bangku Mona


"Pagi juga"jawab Zee


"mana yang lain"tanya Wulan


"Mungkin masih di jalan"kata Zee,


baru saja di bicarakan Jiali,Nian Nian,dan Ari langsung muncul dan masuk kelas


"Pagi semua"sapa Nian Nian


"Pagi juga"jawab lainnya,segera ke tempat duduknya masing masing


"Jia kenapa Ari bisa bareng kalian"tanya Zee


"Lebih tepatnya dia bersama nian kami bertemu di taman tadi"jawab Jiali


"Ohya nian?"kata Zee heran


"Aku nebeng dia"santai Ari


"Ya..ya..ya dan aku jadi tidak bosan di jalan lagi tak ku sangka kalau Ari tinggal di apartemen dekat kediaman song kami heheheh"kata nian nian senang lalu segera bergabung dengan yang lainnya dan berbincang bincang sebelum pelajaran pertama di mulai.


Di sekolah namun di lorong menuju ruang OSIS


"Huhh kepalaku benar bener pusing sepertinya aku terlalu memaksa untuk masuk hari ini"kata Mona lalu tiba tiba terdengar suara gaduh dari para gadis di sepanjang lorong kelas


"Kyaaa tampan sekali dia"kata gadis A


"Kenapa dia ada di sekolah kita"tanya gadis B


"Entahlah tapi ini adalah pemandangan yang bagus di pagi hari hehehe"kata gadis C dan lainya,


"Mona bisa bicara sebentar ada yang ingin aku katakan"tanya pemuda itu ramah


"Maaf saya tak ada waktu"kata Mona hendak pergi namun di cegah pemuda itu


"Minggir sialan sudah ku bilang saya gx ada waktu untuk omong kosong mu"teriak Mona marah membuat semua murid di lorong memperhatikan mereka berdua


"Ada apa lagi ini"tanya murid A


"entahlah sepertinya ketua kenal dengan pemuda itu"kata murid B


"Mona dengarkan dulu ayah meminta mu untuk...."kata pria itu terhenti


"Aku tidak mau dan katakan pada pria brengsek itu ayahku sudah tidak ada jadi suruh dia jangan menggangguku lagi paham"marah Mona


"Mona kau tak boleh berbicara kasar seperti itu kepada ayah"kata pria itu


"Persetan dengan mu Minggir"kata Mona lalu segera pergi namun sebelum pergi ia malah sudah tak bisa menyeimbangkan tubuhnya


"Sial kepala ku sakit sekali"batin Mona lalu ia jatuh tak sadarkan diri


Brukkk....


"Monaaaa"teriak pria itu lalu meraih tubuh Mona dan mengangkatnya ala bridal style


"Hei kau beritahu aku dimana letak ruang kesehatan"tanya pria itu pada salah satu murid di sana


"Ikut aku"kata murid itu lalu segera berlari menuju UKS di ikuti pria itu


"Ya ampun ketua pingsan"kata murid B terkejut


"Jarang sekali ketua seperti itu"kata murid A


"Aku jadi khawatir"kata murid B


"Semoga saja ketua baik baik saja"kata A di angguki yang lainnya


Di UKS


Brakkkkk...pintu di dobrak


"Siapa lagi yang melakukannya apa tidak takut pintunya rus....ya ampun ketuaaaa"kata salsa terkejut saat hendak marah malah di kejutkan dengan Mona yang sedang di gendong tak sadarkan diri,lalu membantu Mona ke ranjang


"Ya ampun kenapa ini bisa terjadi...kau...kau apakan ketua hahhh"marah salsa sambil menunjuk pria muda tersebut


"Bukan aku aku juga tidak tau apa yang terjadi"kata pria itu sedih


memperhatikan salsa merawat Mona


"Hahh syukurlah dia hanya kelelahan saja dan ngomong ngomong siapa kau"tanya salsa


"Oh ya saya Rafael Benitez maaf sebelumnya jika membuat mu terkejut jika pintu itu ada yang rusak akan saya ganti"kata pria itu yang bernama Rafael


"Benitez sepertinya aku pernah dengar nama itu tapi dimana"batin salsa


"Kalau begitu saya pergi dulu tolong jaga Mona"kata pria sebelum pergi ia mengintip Mona dari pintu dan pergi


"Astaga Benitez...salah satu keluarga yang menduduki puncak Piramida bisnis ketiga di dunia"kaget salsa saat menyadari sesuatu lalu melirik Mona


"Tapi kenapa dia kenal dengan ketua ya sebenarnya siapa pemuda itu haiss hari ini benar benar sibuk sekali pikiranku"batin salsa lalu menemani ketua Mona sampai siuman sebelum itu ia menelpon seseorang


Di kelas A2 Wulan mendapatkan telepon dari salsa saat sedang berbincang bincang


"Ada apa salsa"tanya Wulan


"Apaaa baiklah aku ke sana"kaget Wulan membuat teman temannya penasaran


"Aku harus pergi sepertinya aku tak akan mengikuti pelajaran pertama sampai istirahat"kata Wulan


"Ada apa memangnya"tanya Jiali


"Biasa urusan OSIS"kata Wulan lalu segera berlari keluar


"Hahh untungnya aku bukan OSIS"kata Ari di angguki ke tiga temannya


Lalu bel tanda pelajaran pertama di mulai dan mereka mulai belajar.


Di ruang UKS setelah Wulan sampai salsa menceritakan semua,belum selesai bercerita pintu kembali di dobrak


Brakkk.....


membuat salsa dan Wulan terkejut


"Ya ampun jantung ku untung aman"batin Wulan menenangkan diri

__ADS_1


"Huhuhu pintu aku kasian padamu"batin salsa menangisi pintu ruang kesehatan,dilihatlah siapa yang mendobrak pintu tersebut,ternyata ia adalah kepala sekolah Luna juga ibu dari Mona


"Kepala sekolah"kata Wulan dan salsa memberi salam


"Ya...bagaimana keadaan Mona"tanya Luna khawatir


"Tenang saja kepala sekolah ketua hanya kelelahan"jawab salsa


"Syukurlah"kata Luna tenang


"Itu kepala sekolah saya ingin bertanya sesuatu apa boleh"tanya Wulan ragu ragu


"Tak apa tanyakan saja"kata Luna sambil duduk


"Itu tadi malam ketua pergi kemana maaf jika lancang"tanya Wulan


"Tadi malam....dia di rumah"jawab kepala sekolah Luna berfikir


"Ohh begitu ya oh ya saya ingin bertanya juga boleh tidak"tanya salsa


"Silahkan saja"jawab kepala sekolah Luna


"Tadi saat ketua pingsan ada seorang pria yang menolongnya dia bernama Rafael Benitez itu apa kepala sekolah kenal dengan pria ini"tanya salsa


"Fael ya dia...."ucap Luna terhenti saat mendengar lenguhan dari Mona


"Ketua kau sudah sadar"senang salsa lalu segera berlari mengambil minum


"Ketua minum dulu"tawar salsa lalu membantu Mona minum, setelah minum


"Kenapa aku di sini"tanya Mona


"Ibu...juga di sini"kata Mona saat melihat ibunya


"Tak apa baiklah pekerjaan ku banyak tolong jaga Mona untuk ku"pamit Luna lalu mengelus rambut Mona


"Hentikan Bu aku bukan anak kecil lagi"kesal Mona karna malu


"Hehehe baiklah jaga dirimu"kata Luna lalu pergi


"Ketua aku ingin bertanya kenapa kau bisa pingsan"tanya Wulan


"Ohh itu tadi kepalaku sangat pusing dan tiba tiba semua menjadi gelap"jawab Mona


"Lalu Rafael Benitez itu siapa"tanya salsa membuat mood Mona memburuk


"Tidak usah bahas dia"kesal Mona membuat kedua temannya saling memandang


"Kau ini"kesal Wulan karna salsa menanyakan sesuatu di situasi yang kurang tepat


"Ketua sepertinya menyembunyikan sesuatu"batin salsa


sedangkan di balik pintu


"Sepertinya ia masih belum menerima kenyataan ini"batin Luna


"Fael seperti nya kau harus berusaha keras"batin Luna lalu pergi dari sana


Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan ke kantin atau ke tempat lain,saat hendak pergi telepon Zee,Jiali dan nian nian berbunyi bersamaan


Membuat ketiganya saling menatap satu sama lain,membuka teleponnya dan melihat ada email masuk,lalu membuka email itu


"Undangan ulang tahun perusahaan Benitez"kata Zee


"Kalian?"tanya Zee


"Sama"jawab keduanya


"Berangkat?"tanya Jiali


"Ya"jawab Zee dan Nian Nian lalu ke kantin


setelah ketiganya pergi dari kelas


"Hai...teman teman lihat apa yang aku dapat"kata Teo membuat semua siswa bingung


"Undangan dari Bz.Business hahahah"kata Teo sambil mengangkat HP-nya


"Wahh irinya"kata Tetsuya


"Iya bisa datang di kelurga bangsawan adalah impian semua orang"kata Choco


"Kau beruntung Teo"kata Quan


"Tentu saja hahahah"kata Teo senang mendapatkan tatapan sinis dari para murid cewe di kelas


"Upss seperti nya aku sedang di intai"batin Teo


"Ahahahaha aduh seperti nya aku lapar aku harus pergi"kabur Teo lalu lari


"Dasar"kata teman temannya


"Kau di undang"tanya Leon


"Ya"jawab Tara mengangkat HP-nya


"Pastinya"jawab ghai memperhatikan undangan nya


"Aku tidak"kata Quan sedikit sedih


"Jangan sedih aku dan Sion jiga tidak dapat"kata Tetsuya menenangkan Quan


"Tuan di ajak tidak ya"batin Quan


"Kita bertiga bisa menunggu di cafe dekat tempat itu kan"usul Quan


"Tidak mau"jawab Tetsuya dan Sion bareng membuat Quan mendramatisir


"Huhuhu sahabat ku tidak peka"kata Quan


"Jijik"kata Sion,Tetsuya,ghai,Leon,Tara


Membuat Quan gelapakan


"Kalian ini"kesal Quan


Di kantin ketiganya sedang memakan makanan mereka


"Kelihatannya keluarga Benitez juga akan mengumumkan suatu hal di pesta nanti"kata jiali sambil mengotak Atik hpnya sekaligus makan


"Apa itu"tanya Zee


"Entahlah di sini tak ada penjelasannya"kata jiali hampir salah memasukkan sendok membuat nian nian dan Zee terkekeh


"Sini"kata Zee lalu menyuapi Jiali


"Uhhh iriiii"kode nian nian lalu Zee menyuapi nian nian juga


"Makasih Zee"kata Nian Nian


"Sama sama"jawab Zee lalu menyuapi dirinya sendiri


"Wahh Benitez juga undang CEO Zl.Company"kata jiali membuat Zee terkejut dan tersedak


"Uhuk uhukkk"Batuk Zee


"Ya ampun Zee pelan pelan"kata jiali lalu menyerahkan minumannya dan Zee meminumnya


"Ahh makasih aku terasa hidup kembali"kata Zee merasa lega


"Kau bilang tadi apa"ulang Zee


"Ohh itu undangan CEO Zl.Company"jawab Jiali


"Kenapa"lanjutkan


"Tidak apa apa hanya terkejut heheheh"kekeh Zee


"Kau ini,itu memang reaksi normal sih aku saja terkejut tapi kalo di pikir pikir lagi ini kali pertamanya ada yang berani mengundang CEO Zl bukannya ia jarang menampakkan dirinya"kata jiali


"Entahlah aku juga tak tau"jawab nian nian


"Aku tak mau tau"kata Zee santai


"Bahkan Zl menempatkan peringkat pertama bisnis dunia mengalahkan banyak perusahaan hanya dengan kurun waktu dua tahun dia pasti pria yang keren"kata Nian Nian


"Kenapa kau sangat yakin ia seorang pria siapa tau dia seorang perempuan bagaimana"tanya Jiali


"Iya juga tapi yang paling mendekati pastikan pria"kata nian nian


***Nian nian Bisa ae asal ngomong


bosnya di situ lho


oke rame lanjut


minta jejak likenya ya 😘


love you all***

__ADS_1


__ADS_2