
lanjut
***
Jiali perlahan membuka matanya dan menatap zee yang menatapnya juga,namun kali ini bukan tatapan datar namun tatapan mata biasa yang Zee perlihatkan padanya,rupanya saat hendak jatuh Zee dengan cepat menangkap nya namun naas keduanya malah terjatuh dan Jiali terjatuh diatas tubuh Zee,Zee menyelipkan anak rambut Jiali ke telinganya
"Syukurlah kau baik baik saja"kata Zee pelan,Jiali hanya diam melihat Zee
"Jangan gegabah"kata Zee sambil menyentil dahi Jiali
Saat Jiali hendak bangun Zee menahan pinggang nya
"Zee"kata jiali,Zee tersenyum dan menarik wajah Jiali dan menyatukan kening mereka
"Untung saja"kata Zee sambil memejamkan matanya
"Hampir saja"batin Zee
Zee membantu Jiali berdiri dan memapahnya namun karna Jiali berjalan lambat dan Zee yang tidak suka membuang waktu ia akhirnya menggendong tubuh Jiali dan membawanya kembali dengan berjalan kaki
"Kau lelah tidak"tanya Jiali tidak enak karna Zee sudah berjalan lama
"Tidak"jawab Zee
"Kenapa tidak menggunakan sihir teleportasi saja ataupun terbang"kata jiali heran
"Aku ingin berlama lama dengan mu"jawab Zee membuat Jiali terdiam dan tersenyum samar
"Aku berat gx"tanya Jiali
"Iya berat banget"kata Zee membuat Jiali kesal dan menimpuk kepala Zee membuat Zee tertawa pelan
"Sialan kau"kesal Jiali
"Aku tidak gemuk tau"kata jiali
"Siapa yang bilang kamu gemuk"kata zee membuat Jiali terdiam karna kalah.
Zee membawa Jiali ke UKS Houdryen dan mengobati lukanya
"Kita manusia tidak harus terus bergantung pada sihir"kata Zee
"Kita harus percaya dengan tubuh kita bahwa tubuh kita juga kuat tanpa mereka"lanjutnya.
Setelah selesai ia memplester kaki Jiali yang terluka
"Selesai"kata Zee sambil melekatkan kotak p3k di tempatnya lagi,
karna jam sedang menunjukkan waktu makan malam sehingga anggota kesehatan sedang keluar ruangan untungnya Zee bertemu dengan Bu Doya dan meminta kunci ruang UKS.
"Kau ingin disini atau kembali"tanya Zee
"Kembali saja"kata jiali
Zee mengangguk dan menggendong Jiali lagi,Jiali awalnya menolak namun dia diancam oleh Zee sehingga ia mau gx mau harus menuruti nya
"Aku bisa jalan"kata jiali pelan
"Dan aku kuat menggendong mu"kata Zee sambil terkekeh
"'"
Sesampainya di kamar Jiali merebahkan tubuhnya
"Tunggu lah disini aku akan mengambilkan makanan untuk mu"kata Zee sambil berlalu
"Apa apaan sikapnya...aku sedang marah tau"batin Jiali
*"*
Diluar Zee sedang berjalan sendirian sampai dia berhenti dan melirik ke arah kiri,dia lalu dengan cepat melemparkan belati ke arah tersebut
Srekk.....akhh...
Seseorang keluar dari persembunyiannya
"Apa yang kau lakukan disini kak Haley"tanya Zee tanpa rasa bersalah telah membuat haley terluka di bagian tangannya
"Kau kejam sekali bos bukannya nanyain sakit apa nggak ini berdarah lho"kata Haley sambil berjalan mendekat lalu menunjukkan luka gores di lengan kanannya yang berdarah
"Jawab"singkat Zee
"Kerja bos"kata Haley cepat
"Kerja?"Zee menatap tajam Haley
"Anu...hanya transaksi bos sungguh"kata Haley takut dikira berbelot padahal bukan itu jawaban yang ingin didengar Zee
"Terserah"kata Zee sambil pergi
"Haiss menakutkan sekali kalo bos mode serius"kata Haley
"Aku akan minta uang tambahan sama bapak Morges gx mau tau aku"kata Haley sambil berjalan pergi dari sana
***
Sesampainya di cafetaria dia mengambil makanan dan pergi lagi setelah menyapa teman temannya sebentar
"""
Membuka pintu terlihat Jiali yang sedang memejamkan matanya dengan nafasnya yang memburu,Zee meletakan makanan itu dimeja dan bergegas mendekat dan menyentuh kening Jiali
"Panas....jarang sekali Jia sakit"kata Zee,ia masuk kekamar mandi dan keluar dengan membawa baskom berisi air hangat dan handuk kecil,di basahkan lah handuk kecil itu dan di peras lalu diletakan di dahi Jiali,mengambil sapu tangan miliknya dan mengelap keringat di wajah Jiali dengan telaten
"Lihatlah kau lemah Jia"kata Zee sambil geleng geleng kepala,
Beberapa menit kemudian teman teman sekamarnya masuk dan melihat jiali yang sudah tertidur pulas,Zee tidur satu ranjang dengan Jiali karna ranjangnya di gunakan oleh Veronica.
***
Keesokan harinya semuanya sudah bangun dan melakukan aktifitas nya masing masing.
Mengerjapkan matanya linglung Jiali melihat sekeliling
"Ughh"bangun dari tidurnya untuk duduk dan melihat sekitar yang sepi
"Jam berapa sekarang"kata jiali pelan,ia melirik meja dan turun dari ranjang dan mengambil hpnya
"Delapan sudah melewati waktu sarapan"kata jiali kaget
Ia bergegas kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya,setelahnya ia memakai seragam dan bergegas keluar.
Di lorong semua orang sedang sibuk dengan kegiatan nya masing-masing ada yang mengobrol,main hp ataupun bermain dengan temannya,Jiali bergegas ke cafetaria dan mengambil jatah makanan pagi miliknya,disana ada Zhu yang sedang makan sendirian
"Jia apa kau sudah baikan"tanya Zhu sambil menyentuh kening Jiali
"Syukurlah panasnya sudah turun"kata Zhu
"Bagaimana bibi tau aku...."Jiali
"Ziya yang memberitahuku dan Zee yang menjagamu akhh baiknya anak anak gadis ku...hei tentu saja mereka baik itu karna meniru aku mamanya hahaha"kata Zhu sambil memuji diri sendiri,Jiali hanya diam dan tersenyum kaku menanggapi omongan garing Zhu,
Zhu mengusap rambut perak Jiali dengan kasih sayang
"Makanlah dengan baik atau Joy akan memasak ku dengan kualinya saat mengetahui anaknya sakit"kata Zhu sambil terkekeh lalu pergi,
namun belum juga sempat pergi sebuah sumpit melesat cepat melewati wajahnya,jika saja dia tidak memiliki reflek yang cepat maka wajahnya akan mendapatkan cap hari ini,ia melirik sumpit yang menancap di kursi yang ia duduki kemudian menatap ke depan
"Pagi Bu"sapa Zee dengan senyum manisnya tanpa merasa bersalah
"Ohh Zeena pagi"kata Zhu
"Apa kau sudah selesai"tanya Zee
"Tentu saja tapi ibu memiliki banyak waktu jadi ibu akan menemani Jiali makan disini"kata Zhu sambil tersenyum penuh arti,Zee yang melihatnya hanya tersenyum samar,
Zee mendekat dan membisikkan kalimat yang langsung membuat Zhu terdiam dan menatap nya dengan terkejut,sejurus kemudian Zhu tertawa namun masih batas wajar sambil menepuk pundak Zee dan pergi dengan tawanya.
Jiali menatap heran kearah Zhu yang pergi
"Gx jadi makan"tanya Zee menyadarkan Jiali lalu menatap Zee dengan acuh
"Bukan urusanmu"kata jiali lalu duduk dan menikmati makanan nya,Zee duduk di sebrang dan memainkan HP-nya.
____
[Simpan ditempat biasa aku akan bermain sebentar dengan nya]
isi pesan Zee untuk Ryuga
"Akhirnya ada tempat untuk melampiaskan hasrat ku juga"batin Zee.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dia gx sadar kalo perkataannya membuat para reader berfikir yang nggak nggak๐คญ. Ngaku....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
***
Di kota lain Ryuga bergidik membaca pesan dari Zee
"Tamatlah riwayat Rama...bos tidak akan cukup jika hanya bermain sebentar"batin Ryuga
Lalu mengirim pesan ke black
[Jangan sentuh dia...bos mau bermain]ketik Ryuga lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
"""
Di tempat black setelah membaca pesan dari Ryuga dia menatap lima orang didepannya yang sudah tidak dalam keadaan baik baik saja
"Dimas"panggil black,lalu seorang pria dengan satu tangan yang sudah putus mendekat
__ADS_1
"Ya bos"jawab Dimas
"Obati mereka"perintah black membuat Dimas terkejut
"Hahh obati"bingung Dimas
"Iya"jawab black sambil pergi dari sana sedangkan Dimas hanya plonga plongo mendengar perintah pemimpinnya,
setelah sadar baru dia meminta bantuan teman temannya karna gx mungkin dia menangani lima orang sekaligus apalagi dia sekarang hanya memiliki satu tangan saja akibat di potong oleh gadis bertopeng.
(Pas Jiali dan Zee menjalankan misi pengagalan edaran transaksi antar gangster)
***
Kembali ke sekolah Houdryen namun di tempat lain,seseorang sedang berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat kedepan membuat ia tidak sengaja menabrak seseorang
Bruk....
"Ah...maaf"kata gadis tersebut sambil berusaha berdiri
"Tidak papa"kata orang yang ditabraknya sambil membantunya untuk berdiri
"Kamu gx papa"menarik tangannya sambil merapikan seragamnya
"Aku gx papa maaf ya"kata gadis itu lalu menatap wajah orang yang tidak sengaja bertabrakan dengan nya membuat ia terkejut
"Veronica"kaget gadis itu
"Kanaya"kata Veronica tidak kalah kagetnya,Kanaya terlihat gemetar dan hendak pergi
"Tunggu Naya"tangan Veronica menarik tangan Kanaya agar berhenti
"Kau tinggal dimana sekarang,kenapa kau tidak memberitahu ku,kenapa lose contact?"tanya Veronica beruntun sedangkan Kanaya hanya diam
"Aku....aku ikut orang tua ku"kata Kanaya
"Jangan berbohong Naya...orang tua...orang tua yang mana"kata Veronica
"Orang tua Angkat"kata Kanaya
"A...aku harus pergi"Kanaya langsung berlari menjauhi Veronica yang terdiam,ia melirik seragam yang dikenakan Kanaya
"Cyrand"kata Veronica pelan
Ia melanjutkan perjalanan
"Orang tua angkat...Hehh yang benar saja"kata Veronica pelan
"""
Dikamar mandi perempuan Kanaya menyalakan keran air dan menatap wajahnya di cermin,air mata nya menetes dan ia menangis
"Huhuhu Veronica maaf"kata Kanaya
"Kenapa kita harus bertemu kembali, apa yang akan aku lakukan setelah ini"kata Kanaya sambil bersender di tembok dan menutupi wajahnya
Cklekk....
Pintu sebelah terbuka dan....
"Ka....kau Jiali bukan"kata Kanaya sambil menatap gadis cantik didepannya,rambut peraknya benar benar dapat menyihir siapa saja untuk mengagumi nya namun ekspresi wajah nya yang datar benar benar membuat siapa saja menciut secara bersamaan.
"Ya"singkat Jiali,berjalan dan mencuci tangan nya,setelah selesai Jiali melirik Kanaya lalu dia menyerahkan sapu tangan miliknya ke Kanaya.
"ini"kata jiali lalu pergi dari sana,Kanaya menatap sapu tangan milik Jiali lalu tersenyum kecil dan ia mencuci mukanya dan mengeringkannya menggunakan sapu tangan milik Jiali tadi dan pergi dari sana.
***
Di lorong Jiali berjalan sendirian disana tanpa siapa siapa,dia menatap kedepan tepatnya pada suatu objek yang bergerak dengan cepat
"Vior"kata jiali pelan
Vior baru saja melewatinya
"Kau mencari Kanaya"tebak jiali,Vior langsung berhenti dan berbalik sambil menghadang Jiali
"Kau melihatnya"tanya Vior diangguki Jiali
"Dimana"tanya Vior
"Kamar mandi"kata Jiali,tanpa mengucapkan terima kasih Vior kembali berlari meninggalkan Jiali disana,Jiali hanya diam kemudian lanjut berjalan.
***
Brakk.....
"Kanaya"panggil Vior membuat Kanaya yang berada didalam kamar mandi terkejut,tadinya ia hendak keluar dan untung saja dia tidak terlambat jika tidak maka wajah cantiknya akan terbentur pintu dengan keras karna ulah Vior.
"Vior"kata Kanaya,Vior mendekat dan bergegas memeluk Kanaya
"Kau membuat ku cemas Kanaya"kata Vior sambil memeluk erat Kanaya
"Maaf aku tadi kebelet"bohong Kanaya diangguki Vior
***
Di perpustakaan Veronica sedang membaca buku dengan tenang sampai suatu fikiran mengusiknya
"Naya"kata Veronica pelan lalu meletakan buku dan berlari keluar menuju tempat siswa siswi Cyrand berada.
Sesampainya disana dia menjadi pusat perhatian karna seragamnya yang berbeda,Mira yang melihat Veronica mendekat
"Ada yang bisa dibantu"tanya Mira dengan senyuman nya
"Hah..hahh....itu...anu...Naya....Naya ada"tanya Veronica
"Tenangkan diri dulu"kata Mira, Veronica menarik nafasnya dan membuangnya kembali
"Naya dimana"tanya Veronica setelah tenang
"Naya siapa?"bingung Mira,Veronica terdiam
"Kanaya"kata Veronica,Mira hanya menatap wajah Veronica sebentar dan mengangguk
"Ikut aku"kata Mira sambil berjalan disusul Veronica
"Oh ya aku Mira salam kenal"kata Mira
"Hai Mira aku Veronica"kata Veronica
"Hai Veronica"kata Mira
"Kau dari luar negeri juga kah"tanya Veronica mengisi waktu
"Aku asli negara sini hanya keturunan saja"kata Mira
"Ohh pantas rambutmu berbeda"paham Veronica
"Kau bukan dari Houdryen kan"tebak Mira
"Iya bagaimana kau tau"tanya Veronica
"Saat lomba kau tidak ada dan sifatmu berbeda dengan siswa siswi Houdryen"kata Mira
"Keliatan banget ya"kata Veronica
"Ya"kata Mira.
"""
Sesampainya di taman
"Kanaya ada yang mencarimu"kata Mira sambil menunjuk ke belakangnya,
Vira,Sam,Frey,Vior,dan Kanaya melirik ke belakang Mira,Kanaya terkejut melihat Veronica disana bahkan ia langsung berdiri
"Oni"kaget Kanaya,Veronica hanya tersenyum dan mengangguk,ia mendekat kearah Kanaya
"Ikut dengan ku"kata Veronica sambil menggandeng tangan kanaya dan pergi dari sana,sebelum itu
"Ku pinjam dia sebentar"kata Veronica lalu pergi.
"""
Di belakang asrama,Veronica memeluk Kanaya dengan erat
"Senang melihat mu kembali"kata Veronica sambil mengusap rambut Kanaya pelan
"A...aku juga"kata Kanaya
"Kenapa kau tiba tiba pindah sekolah tanpa memberitahu ku"tanya Veronica
"Aku...."Kanaya
"Orang tuamu di rumahku kau tau"potong Veronica
"Maaf"kata Kanaya
Veronica menangkup wajah Kanaya
"Jangan seperti itu lagi aku gila jika tidak ada kamu"kata Veronica
"Maafkan aku....aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu tapi....."Kanaya terdiam sambil menatap wajah Veronica
"Aku merindukan mu juga Veronica"kata Kanaya sambil memendamkan tubuhnya didalam pelukan Veronica kembali membuat Veronica terkekeh pelan.
"Aku tau kau masih penakut seperti dulu lalu kenapa kau pergi sendiri..?..."kata Veronica sambil mengusap rambut Kanaya pelan
"Aku gila"kata Kanaya pelan
"Ya..ya..ya kau gila"kata Veronica lalu berbisik
"Tapi aku tetap suka"bisik Veronica di telinga Kanaya membuat telinganya memerah,Veronica hanya tertawa kecil melihat Kanaya malu,menarik Kanaya agar menatapnya,perlahan wajahnya mendekat...
__ADS_1
Cup....
Ciuman sekilas diberikan Veronica di kening Kanaya membuat Kanaya terdiam
"Senangnya melihat mu kembali"kata Veronica,sedangkan Kanaya hanya terdiam membuat Veronica mengerutkan keningnya
"Ada apa Naya?"tanya Veronica,Kanaya awalnya ragu namun ia mencoba untuk nekat
"I...Ica a...aku akan melakukan hal nekat jadi jika kau takut kau bisa kabur"kata Kanaya membuat Veronica bingung namun sejurus kemudian dia terkejut saat Kanaya menarik wajahnya agar menunduk.
Cup...
Kanaya mencium bibir Veronica membuat Veronica terkejut bukan main,setelah ciuman singkat itu Kanaya tersadar akan aksinya dan wajahnya memerah dan ia lari meninggalkan Veronica karna malu akan kebodohannya,Veronica menatap arah Kanaya berlari yang telah meninggalkan kesunyian
"Setelah berpisah satu tahun dia..."kata Veronica
"Lebih agresif"lanjutnya sambil tersenyum kecil lalu menyusul Kanaya.
"""
Sedangkan dibalik tembok seseorang melihat semua kejadian itu dengan tatapan mata kosong
"Kanaya"kata orang itu
"Hahh...jadi ini jawaban mu"lanjutnya lalu pergi dari sana
***
Kanaya berlari kembali ke teman temannya
"Teman teman maaf apa aku lama"tanya Kanaya
"Tidak sama sekali"kata Sam,
Frey merangkul Kanaya agar duduk
"Kau terlihat lelah duduk"kata Frey lalu Jena memberikan minuman ke Kanaya
"Makasih"kata Kanaya membuat Sam menepuk jidatnya pelan
"Udah di bilangin gx usah ngomong terima kasih Mulu kita teman oke"kata Sam membuat Kanaya tersenyum sedangkan Mira dan Vira hanya tersenyum kecil melihat interaksi teman temannya.
"Oh ya mana Vior tadi dia bilang mau menyusulmu kok gx bareng"tanya Vira
"Vior?....tidak aku tidak bertemu dengan nya tadi"bingung Kanaya
Tepat setelah itu Vior datang
"Vior apa kau tadi menyusulku"tanya Kanaya
"Tidak"jawab Vior lalu ikut duduk
"Lalu kau..."kanaya
"Kamar mandi"kata Vior
"Ohhh"paham semuanya
***
Setelah malam tiba guru memberitahu jika sudah saatnya untuk berkemas karna mereka akan kembali besok pagi,semua siswa dari tiga sekolah membereskan barang barangnya begitu juga dengan para guru.
"-"
Di tempat para guru Tensius tepatnya di asrama laki laki
"Apakah Houdryen sudah aman sehingga kita bisa pergi"tanya pak Raigan
"Sepertinya...jangan pernah ragukan kepala sekolah Luna"kata pak Dhigo
"Benar bagaimana pun juga kita memang harus kembali bukan"kata pak Niken
"Sayang sekali ini berakhir dengan cepat"kata pak Raymond
"Bukankah baik"bingung pak Raigan
"Aku belum membalas si pasir itu
(pak Xierd)"kesal pak Raymond
"Ahahah jika ada orangnya aku ragu kau akan mengatakan hal yang sama"kata pak Naomi
"Iya"setuju pak Niken,Raigan,dan Dhigo
"Kalian ini aku serius tau"kata pak Raymond
"Pasir tua itu...."pak Raymond
"EHEM...."dehem seseorang dari belakang pak Raymond,saat pak Raymond berbalik ia terdiam saat melihat pak Xierd dengan Bu Yord yang sedang menahan tawa dibelakang pak Xierd
"Malam pasir....ehem...maksud saya pak Xierd"kata pak Raymond sambil tersenyum namun pak Xierd hanya diam saja dan menatapnya tajam.
"Seluruh guru di suruh berkumpul di ruang rapat Houdryen sekarang"kata pak Xierd
"Ada apa sebenarnya"tanya pak Naomi
"Saya juga tidak tau sebaiknya kalian cepat"kata pak Xierd lalu pergi, setelahnya para guru tensius tertawa pelan takut pak Xierd dengar
"Kau berani sekali berkata seperti itu Raymond"kata Bu Yord membuat pak Raymond tersenyum kecil
"Ya"jawab Raymond
"Ya sudah bersiap-siap"kata Bu Yord lalu pergi dari sana
"Baiklah ayo pergi"ajak pak Naomi lalu mereka semua bersiap untuk menuju ruang rapat.
***
Di ruang rapat
"Kami akan meninggalkan Lily dan Zhu disini....emmm...juga Raigan"kata Luna membuat para guru Tensius bingung
"Bagaimana dengan anda pak Zack"tanya Morges
"Nanami,Grants,Diego kalian tinggal"kata pak Zack
"Baik"jawab ketiga guru dari Cyrand tersebut
"Maksudnya apa sih"bingung pak Raymond karna mereka baru aja Dateng membuat Luna dan lainya geleng kepala
"Kami sepakat untuk meninggalkan tiga guru di Houdryen sebagai bala bantuan untuk berjaga jaga takutnya ada serangan tak terduga dari Arthur"kata pak Zack
"Ohh"paham mereka
"Baiklah sebaiknya kalian istirahat untuk hari esok"kata pak Morges
"Selamat malam"lanjutnya lalu para guru meninggalkan ruang rapat.
...
"Kau dengar kan Lucas"kata Morges lalu Lucas keluar dari balik lemari tempat bersembunyi nya selama rapat tadi.
"Jadi kami meminta bantuan mu"kata Morges sambil menyerahkan botol porselen ke Lucas
"Kau akan melakukannya kan?"tanya Morges,Lucas menatap botol porselen tersebut lama kemudian mengangguk
"Iya paman percayakan saja kepada saya"jawab Lucas
"Terima kasih"kata Morges
"Bagaimana pun dia adalah anakku tidak ada seorang ayah yang ingin melihat kematian anaknya didepan matanya"kata Morges diangguki Lucas
"Baiklah kau bisa bersiap siap"kata Morges
"Saya permisi paman"kata Lucas lalu pergi
"Maaf sayang tapi ini jalan satu satunya"kata Morges pelan
***
Tengah malam Zee sedang melihat Vidio kiriman dari Tama membuat nya sedikit kesal...mainan miliknya sudah rusak.
[Bukankah sudah ku bilang jangan sentuh dia]pesan Zee kepada Ryuga
[Maaf bos kami salah]pesan dari Ryuga
Namun pesan itu hanya di Reed oleh Zee karna masih sibuk membereskan barang barangnya.
***
Di tempat lain Tama sedang di hukum oleh Haley dan Ryuga yang kesal karna Tama melapor ke bos mereka tentang keadaan Rama si pengkhianat ZL secara diam diam.
"Bukan salahku...black salah...kalian juga salah kenapa Hanya aku yang dihukum"kata Tama sambil menjewer telinga nya sendiri sedangkan Haley dan Ryuga bergantian memukul pantat Tama dengan lidi kecil
"Jangan membantah,bos marah karena mulut embermu sialan"kesal Haley sambil menggeplak kepala Tama tanpa merasa bersalah.
"Heran deh tangan nya kuat banget katanya luka"batin Tama sambil mengusap kepalanya
"Kau seperti gx tau sikap bos aja"kata Ryuga lalu duduk didekat black yang sibuk menonton televisi tanpa melihat ketiganya,mengambil sikap Slay dan anggunly.
"jika seseorang didorong oleh ambisinya yang liar....dia akan menjadi seseorang yang berbeda sama sekali...mungkin seperti anak anjing kecil menjadi serigala yang buas dan bos adalah contohnya"lanjut Ryuga serius sambil menatap Tama tajam membuat Tama dan Haley menelan ludah nya sendiri karna ngeri jika harus membayangkan melihat amarah Zee yang jarang diperlihatkan,....black....?
Percayalah walaupun dia terlihat biasa saja dia bahkan lebih takut dari ketiga temannya pasalnya Rama atau si pengkhianat ZL itu terluka karna ulahnya yang kesal melihat makhluk satu itu yang dengan berani mengkhianati bosnya.
Babang black takut guys
Next time ๐
Pay pay
๐๐๐
_____________________________
__ADS_1