Magic Blood

Magic Blood
chapter 5


__ADS_3

lanjut


////////


"Bagaimana keadaan anak saya dok"tanya logan


"Syukurlah anak tuan baik baik saja lukanya tidak terlalu dalam ia hanya kelelahan saja"jelas dokter


"Syukurlah Logan anak kita selamat"kata Zhu sambil memeluk suaminya yang ikut senang juga,berbeda dengan ekspresi wajah dokter saat mendengar kata suami dan nama logan


"Saya kira anda anaknya kalo boleh tau nama panjang tuan siapa"kata dokter


"Ohh saya logan Anderson dan ini istri saya Zhu Anderson"kata Logan sambil menjabat tangan sang dokter tampan di depannya


"Logan Anderson wahahahha saya boleh minta tanda tangan gx ibu saya ngefans sama bapak"kata dokter


"Emm boleh"kata Logan


Sedangkan di ruang inap Zee,Jiali yang baru masuk dikejutkan dengan Zee yang sudah sadar dan sedang duduk santai di ranjangnya sambil membaca buku lalu melirik Jiali


"Syukurlah kau sudah sadar Zee"kata Jiali sambil berlari memeluk Zee


"Kau membuat kami khawatir tau"kata Jiali cemberut membuat Zee tertawa kecil


"Kau ini lagian waktu itukan aku hanya tertidur bukanya mati"celetuk Zee mendapat jitakan dari Jiali


"Kau ini bicara yang benar jangan asal ucap saja gimana kalo orang tuamu dengar"kata Jiali kesal lalu merebut buku yang di baca Zee dan duduk di sofa yang di sediakan di kamar VIP tersebut


"Kau baik baik saja kan"tanya Zee


"Harusnya kau tanyakan saja pada dirimu sendiri baik atau gx"kata Jiali ketus sepertinya ia masih merajuk


"Ya ampun"batin Zee


"Jia kau membunuh semuanya"tanya Zee


"Tidak hanya sebagian sisanya ayahmu yang menghabiskan mereka"kata Jiali dengan matanya yang fokus di buku


"Aku ceroboh"batin Zee tanpa sadar mengeluarkan aura gelap di tubuhnya Jiali yang tersentak langsung jatuh pingsan membuat Zee terkejut


"Jia"teriak Zee langsung turun dari kasurnya dan mendekati Jiali


"Ya ampun aku kelepasan"batin Zee saat membopong Jiali ia bahkan tidak sadar bahwa tangan yang tadi di infus sudah mengeluarkan darah karna di lepas paksa,ia menaruh Jiali di atas bangkar nya dan ia memanggil dokter


Sang dokter terkejut bukanya pasien yang harusnya di periksa namun pasien satu ini terlihat sehat dan tidak sakit,ia kemudian memeriksa Jiali


"Dia sepertinya kelelahan beberapa hari ini dia selalu di sini nona beruntung punya teman seperti dia"kata sang dokter


"Oh ya tadi orang tua nona berpesan mereka akan terbang ke negara C lebih dulu karna ada kepentingan di sana"lanjut dokter itu sebelum keluar membuat Zee terdiam


"Ku harap ini hanya fikiran ku saja"batin Zee ia hanya ingin orang tuanya menyayanginya dan tidak mengabaikan dia seperti dulu lagi.


Beberapa menit kemudian Jiali tersadar dan melihat Zee sedang makan di dekat jendela yang menyuguhi pemandangan yang indah


"Kemarilah Jia ayo makan kau pasti lapar kan"kata Zee lalu Jiali turun dari brangkarnya


"Apa yang terjadi kepada ku"tanya Jia sambil menusuk daging di piring Zeena dan memakannya


"Kau pingsan aku juga ingin tau kenapa kau pingsan"jawab Zee di selingi pertanyaan


"Ah aku ingat sewaktu aku membaca buku tiba tiba jantung ku rasanya sakit sekali seperti ingin meledak dan terlepas dari ragaku benar benar sakit"kata Jiali


"Begitu"Zee


"Hei kita kan sedang marahan"kata Jiali


"Sudah baikan saat kau pingsan aku membantumu dan aku anggap itu sebagai minta maaf"kata Zee


"Kau...."Jiali lalu lanjut makan


"Ini aneh apa hanya aku yang berfikir jika penyebab pingsannya Jia adalah karna aku"batin zee


Malamnya Jiali pulang terlebih dahulu karna alasan sesuatu,Zee yang di tinggal memutuskan mengantar Jiali sampai pintu dan saat melihat Jiali pergi dan hendak masuk ia mendengar minta tolong dari arah gang yang sepi di seberang sana namun ia tak melihat siapa siapa karna penasaran ia diam diam mencari tau dan mengendap endap takut diliat bodyguard ayahnya yang memang ada di sana,sesampanya ia di sana ia seperti tersedot ke suatu arah dan ia menghilang.


Beberapa detik kemudian ia terbangun di sebuah tempat yang minim cahaya namun dengan kekuatan nya ia dapat melihat keadaan dimana sekarang ia sedang di kurung di sebuah kerangkeng dan di dalamnya ada beberapa orang lagi yang terlihat putus asa namun salah satu gadis masih terlihat berusaha membuka kerangkeng tersebut walaupun tak terbuka juga


"Akhh sebenarnya tempat apa ini aku ingin kembali"teriak sang gadis karna membelakangi Zee jadi tidak melihat wajahnya,lalu di tepuklah pundaknya oleh seseorang dan ia melihat ke arah kakek kakek


"Apa kau juga ingin melakukan hal sia sia tersebut"tanya si kakek karna melihat Zee memperhatikan gadis di depan sana


"Maaf jika saya boleh tau sebenarnya apa yang terjadi"tanya Zee tanpa menjawab pertanyaan sang kakek


"Panggil aku kakek Dugu sepertinya kau korban baru,kita semua yang berada di sini adalah untuk di jadikan makanan mahluk yang menyeramkan, sudah banyak korban di sini kami sudah mencoba kabur dari tempat ini namun kami malah gagal bahkan teman serekan ku harus tewas di tangan makhluk jahat itu dan hanya tersisa aku dan cucuku dan hari ini bertambah kau dan gadis itu"kata kakek Dugu sambil menunjuk seorang pria di sudut ruangan dan gadis yang kelelahan itu


"Jika kita bisa keluar dari kerangkeng ini apa kita bisa kembali"tanya Zee


"Itu percuma karna walaupun kita berhasil keluar terdapat labirin rumit yang menyesatkan"kata pria itu


"Kami sebenarnya ingin menangkap makhluk itu tapi ternyata di luar dugaan makhluk itu sangat kuat dan membunuh rekan kami yang awalnya berjumlah 7 orang hanya tersisa aku dan cucuku karna yang lainya sudah di makan oleh mahluk itu"kata kakek


"Dan sebentar lagi pasti giliran kita"kata gadis itu tiba tiba membuat Zee terkejut apalagi saat melihat wajahnya ia seperti sedang bercermin,bagaimana bisa wajahnya sangat mirip bahkan gadis itu juga terkejut melihat Zee


"Kau siapa"tanya gadis itu kepada Zee


"Aku Zee"kata Zee

__ADS_1


"Kenapa wajahmu mirip dengan ku"tanya gadis itu


"Aku tak tau"kata Zee


"Aku mengira kalian kembar"kata pria muda itu


"Perkenalkan saya Sinian siapa nama kalian"tanya Sinian cucu kakek Dugu


"Aku Cadance"kata gadis itu


"Zee"kata Zee


"Sempat sempat nya kalian memperkenalkan diri di saat hari hari akhir kalian"kata kakek Dugu geleng geleng kepala


"Siapa bilang ini hari akhir kita"kata Zee membuat semua orang melihat ke arahnya


"Kita akan keluar"kata Zee sambil tersenyum ganjil


"Tapi mustahil Zee"kata Sinian


"Tidak ada kata mustahil di kamus ku"kata Zee lalu ia maju dan dengan kekuatan logamnya ia membuat pedang dan menghancurkan kerangkeng tersebut


Sring....srak...bruk


Suara itu berasal dari pedang Zee yang berusaha menghancurkan pintu kerangkeng namun seolah itu ada kekuatan yang membelenggu pintu hingga tidak hancur,dan suara jatuh dari kakek Dugu karena terkejut saat melihat Zee memiliki kekuatan sihir


"Sepertinya aku harus menggunakan cara lain"batin Zee lalu ia memejamkan matanya dan meneliti ruangan tersebut dan melihat titik buta dari pintu tersebut ia langsung menancapkan pisau logamnya dan pintu nya terbuka membuat ketiga orang di sana terkagum kagum


"Kau sungguh hebat"kata kakek Dugu


"Terima kasih tapi waktu kita tidak banyak ayo"ajak Zee memimpin jalan dan di ikuti ketiga orang di sana,dan benar saja saat melangkah beberapa langkah tempat itu berubah menjadi labirin yang rumit,namun berkat kepandaian Zee yang di atas rata rata mereka berhasil sampai di tengah tengah labirin di situ dapat terlihat di tengah tengah ruangan labirin itu terdapat mahluk aneh yang sedang menyerap jiwa seseorang mirip dengan kakek Dugu membuat Cadance dan Sinian terkejut dan bersama melirik kakek Dugu yang sedari tadi menunduk


"Sudah ku duga"kata Zee


"Permainan kalian ini sangat mudah di tebak tidak menyenangkan"lanjut Zee tiba tiba dan langsung menyerang kakek Dugu yang palsu di mana yang sedari tadi berada di kerangkeng


"Hahahahah kau cukup pandai juga bocah"kata kakek Dugu palsu dan perlahan ia berubah menjadi mahluk hitam yang menyeramkan


"Sedari awal aku sudah curiga dengan mu kalau kau palsu apalagi dengan bau busuk yang ada di badanmu itu yang sangat menjijikkan membuat orang mual saja di tambah akting mu yang buruk"kata Zee pedas


"Kurang ajar berani sekali kau"kata kakek Dugu palsu


"Sinian kakekmu sudah tewas bersama rekannya dan dia penyebabnya"kata Zee


"Su sungguh"kata Sinian tak percaya


Dan tiba tiba


"Akhhh tolong aku"teriak Cadance yang ternyata di tangkap oleh mahluk itu panggil saja Zorb mahluk yang memakan jiwa manusia untuk meningkatkan kekuatannya sedang kan kakek Dugu palsu adalah bawahnya yang bernama orka


"Cadance"teriak Zee entah kenapa ia merasa marah ia lalu terbang dan menyerang Zorb sedang kan orka menyerang Sinian,Zee menggunakan pedangnya dan menyerahkan Zorb dengan campuran elemen apinya dan Cadance sudah pingsan dan berada di dalam tubuh Zorb mereka bertarung dengan sengit sampai Zee kewalahan karna bagaimanapun juga ia baru saja tertusuk pisau di punggungnya


"Tidak ada cara lain Zorb berelemen api juga,hanya dengan cara ini saja yang bisa,akhirnya aku memakai kekuatan lainnya selain angin,api,petir akan ku tunjukkan hasil latihan ku"kata Zee di sela sela lelahnya karna ruangan ini ternyata menyerap energinya dengan cepat.


Ia memusatkan pikiran nya dan keluarga dari tubuh Zee elemen air berbentuk naga yang besar dengan sisa tenaganya ia menyerang Zorb dan benar saja Zorb kewalahan dan saat Zorb melemah Zee lalu menyerangnya dengan elemen petir yang langsung menghancurkan Zorb dan karna orka terikat dengan majikannya ia juga lenyap di sela sela kesadaran Zee melihat Sinian dan Cadance pingsan akibat ulahnya lalu ia memusatkan pikirannya dan menghapus memori Sinian dan Cadance tentang semua hal yang terjadi sehingga mereka tidak akan mengingat kejadian ini begitu juga pertemuan mereka ia pun pingsan karna sudah kehabisan energi dan mereka bertiga kembali kedunia nyata di mana dia di temukan tergeletak di gang dan di bawa ke rumah sakit apalagi Zee yang nafasnya mulai melambat,Jiali yang sudah berhari hari mencari Zee sangat terkejut saat mendengar berita tersebut begitu juga dengan orang tua zee


setelah mencari beberapa hari akhirnya anak mereka ketemu


Di bawah alam sadar Zee sedang berada di sebuah padang rumput yang sangat indah dan ada Quan di dalamnya


"Tuan selamat datang di dimensi kristal milik pribadi tuan,tuan harus mengumpulkan energi kehidupan milik tuan agar semakin kuat karna tubuh tuan sekarang sangat lemah akibat melawan Zorb"kata Quan,Zee tidak lagi komen tentang Quan yang menurut nya aneh apalagi di dimensi ini Quan menggunakan wujud asli yang mana bersosok naga hitam besar dengan duri kristal di punggung dan ekornya


"Dan setelah tuan selesai saya akan tunjukan suatu peninggalan dimensi kristal ini tuan"lanjut Quan di angguki zee


3 Minggu kemudian di dimensi kristal sama dengan 3 hari dunia nyata sekarang Zee sudah sembuh dan kekuatan nya sudah pulih Quan mengantarkan ke sebuah tempat dimana terdapat kastil di dunia itu mereka masuk dan Quan menjelaskan tentang asal usul kastil dan dimensi kristal di buat


"Dimensi kristal ini di buat oleh seorang kaisar dewa atas yang menyambut kelahiran anaknya dan kastil di dalam sini adalah kastil energi kehidupan dimana terdapat mana yang pekat dan padat tuan,mereka sangat menyayangi anak mereka tuan dan anak itu sangatlah hebat,bahkan kaisar pernah membunuh seorang penghianat yang mencuri kalung dimensi ini yang bermaksud untuk memilikinya sebagai senjatanya"kata Quan sekaligus memuji namun Zee hanya diam tanpa ekspresi


"Kenapa kau menceritakan cerita ini kepadaku Quan apa kau bermaksud ingin berkata bahwa aku tak pantas untuk dimensi ini karna aku hanya manusia biasa bukan anak dari kaisar dewa,kau tenang saja aku tau batasan ku aku juga tidak akan kemari yang ada nanti aku hanya akan menodai tempat ini karna aku hanya manusia biasa bukan anak dewa"kata Zee lalu menghilang membuat Quan terkejut padahal ia bermaksud memberi tau Zee tentang orang tua aslinya dan asal usulnya


"Ehh tuan bukan itu maksudku"kata Quan terkejut dan saat ia hendak keluar ia tiba tiba terkena rantai yang mengikat tubuhnya dan aura di dimensi berubah menjadi gelap mencekam


"Tuan dalam suasana tak baik ini salah ku"kata Quan berusaha keluar dari rantai itu


"Ini rantai emosi kristal hitam percuma jika aku memaksa karna rantai ini tak akan lepas jika sang pemilik tidak bermaksud melepaskannya tuan kau semakin hebat"kata Quan


Di dunia nyata Zee tersadar dan melihat Jiali sedang minum soda,saat akan meminumnya lagi Zee langsung membuang kaleng itu dengan kekuatan angin nya lalu mendekat ke arah Jiali yang sudah mabuk


"Ahh Zee kau sudah sadar aku senang sekali aku kira kau mati"kata Jiali memeluk Zee


"Aku sudah berkata bukan berhenti minum ini kenapa kau tidak mendengarkan ku"marah Zee


"Tenang Zee aku hanya minum sedikit aku juga tidak mabuk kok aku hanya sedang mengisi waktu luang saja"kata Jiali,Zee yang kesal mendorong Jiali ke tembok dan menatap nya


"Bukankah ada saudara song dan Suji kau tidak akan sendiri lagian aku tak akan mati secepat itu bukankah kau yang bilang jangan bicara sembarangan"kata Zee menatap manik abu abu milik Jiali membuat Jiali terdiam sambil menatap Zee dan tersipu


"Heii kau ini memang benar benar orang yang pandai menggoda orang lain ya bahkan aku saja yang perempuan malu melihat mu kau sangat cantik tau"kata Jiali sambil memalingkan wajahnya membuat Zee terkekeh


"Itu bakat alami ku hahahah"kata Zee tertawa lalu segera mengambil minum


"Apa ayah dan ibuku tidak kemari"tanya Zee


"Kemari 1 jam yang lalu aku juga lupa memberi tau mereka itu karna mu"kata Jiali


"Hahahah iya iya aku yang salah"kata Zee senang memiliki Jiali di sampingnya

__ADS_1


"Berapa lama aku tertidur"tanya Zee


"3 hari di tambah masa pencarian mu sekitar 2hari jadi lumayan lama,2hari itu kau kemana dan kenapa saat kembali malah mau mati"kata Jiali


"Kau akan terkejut jika aku menceritakannya"kata Zee


"Ceritakan saja aku dengar"kata Jiali sambil sedikit mengerutkan kening dan tangannya gelisah


"Kau pasti pusing"tebak Zee lalu membawa Jiali ke tempat tidurnya yang memang di ruang rawat VIP ini tempat tidurnya luas ia membawa jiali tidur dan memeluknya


"Tidurlah ini sudah malam besok akan aku ceritakan"kata Zee membawa Jiali kedekapanya membuat Jiali merasa nyaman dan tertidur begitu juga Zee yang mengantuk tak butuh waktu lama untuk nya tertidur


Pagi harinya setelah melakukan cek kesehatan dan setelah orang tua Zee selesai menjenguknya ia menceritakan semuanya pada Jiali yang terjadi termasuk Cadance yang wajahnya mirip dengan nya hanya saja Zee akui Cadance lebih tinggi sedikit dan lensa matanya yang berbeda darinya yaitu biru gelap yang samar sama seperti milik ayahnya membuat Jiali terkejut juga


"Itu aneh juga sih"kata Jiali


"Ngomong ngomong Cadance yang di bicarakan Zee kenapa malah seperti terlihat lebih mirip dengan paman Logan jika benar matanya biru gelap samar sedangkan bibi Zhu lensa matanya seperti orang rata rata orang timur haisss"batin jiali sambil memandangi Zee yang sedang membereskan bajunya


"Ehhh kau mau kemana"tanya Jiali terkejut melihat kelakuan Zee


"Pulang ke penginapan aku bosan di sini lagian aku sudah sembuh"jawab Zee di angguki Jiali


"Kalau begitu aku urus lainya dulu"kata Jiali lalu keluar meninggalkan Zee,Zeena yang melihat Jiali pergi hanya terdiam menatap ke luar jendela


"Aku memang bukan siapa siapa tapi omongan Quan itu kenapa membuat hatiku sakit"batin Zee


"Ya juga aku harus menyelidiki siapa Cadance itu kenapa wajahnya mirip dengan ku"lanjut Zee lalu melanjutkan beres beres,setelah selesai mereka berdua pulang ke apartemen Zee dan istirahat dan melewati hari dengan cepat dan hari cerah


Malamnya di ruang keluarga apartemen Zee sedang fokus dengan laptopnya sedang kan Jiali menonton tv


"Yaa kenapa kau serius sekali"tanya Jiali karna sudah merasa bosan


"Aku sibuk"jawab Zee serius


"Ckk kau ini aku ini bosan tau"kata jiali lalu segera ke balkon karna Zee terlalu serius dengan dunianya sendiri,Jiali menatap bulan yang sedang purnama dan tiba tiba ia bersinar dan terbang Zee yang melihat itu cukup terkejut dan keluar takut terjadi apa apa dengan Jiali


"Jia"teriak Zee namun Jiali hanya meliriknya dan tersenyum ganjil


"Zee ayo bertarung dengan ku"kata Jiali


"Kau bukan Jiali siapa kau"kata Zee saat menyadari sorot mata Jiali


"Hahahah aku...aku adalah Jiali kau tau itu bukan"kata Jiali lalu melesat ke belakang Zee dan memukul punggung Zee dengan kekuatan bulannya yang memancarkan sihir kuat membuat Zee terpental dan menabrak sebuah pohon besar hingga mengeluarkan darah dari mulutnya karna tak siap


"Keluar kau dari tubuh Jiali"kata Zee berusaha tenang


"Aku adalah roh gelap tidak akan bisa kau singkirkan aku..aku akan menguasai tubuh ini dan menjadi Dewi seutuhnya hahahah"kata roh itu


"Kenapa bisa Jia"tanya Zeena


"Ini memang murni terjadi saat bulan purnama Dewi bulan memang memiliki kekuatan yang besar namun seorang Dewi bulan memiliki ujian kelayakan jika kalah aku berkuasa atas tubuhnya hahaha"kata roh itu lalu menyerang Zee dengan kekuatan nya,untungnya Zee dapat menghindar dan mengeluarkan teknik sihir anginya dan menyerang roh jahat tersebut namun seperti yang roh itu katakan kekuatan Jiali semakin besar saat bulan purnama


"Jangan kau berani sakitin dia"kata Zee membuat roh itu tertawa


"Hahahaha murni keturunan Hades sayang"kata roh itu membuat Zee terdiam


"Aku memang belum bisa menguasai ilmu fondasi kehidupan milik ku sendiri (ilmu kristal pengendali segala elemen sihir)tapi aku masih bisa melakukannya"batin zee mengeluarkan aura kegelapannya membuat bulan tertutup awan dan roh itu menjadi terkejut


"I..ini kekuatan.."belum sempat ia mengucapkan kata katanya Zee sudah melesat dan melepas paksa roh itu dari tubuh Jiali dan mencekiknya roh itu dapat melihat mahluk cantik di depannya ini ada niat membunuhnya


"Ampuni aku aku mengaku kalah dewi"kata roh itu


"Tidak ada kata ampun jika keseriusan ku yang mengambil alih"kata Zee dan dengan sekali cengkraman roh itu hancur bersamaan dengan langit yang kembali terang oleh cahaya bulan


Zee menghampiri Jiali yang pingsan dan membawanya ke kamar dan menidurkan Jiali,setelah selesai ia segera ke kamar mandi dan melepas bajunya rupanya ia memiliki luka yang cukup parah di lengan atasnya akibat menggunakan kekuatan kegelapan yang belum seutuhnya dapat ia kendalikan akibatnya ia juga mendapatkan luka yang serius ia memandang cermin dan di hadapannya terlihat wujud yang sama namun terlihat berbeda Zee tidak tau jika itu adalah gambaran dirinya di masa lalu setelah melihat cermin yang memantulkan dirinya kembali seperti semula ia segera pergi dan mengobati lukanya dan tidur di samping Jiali


Paginya Zee di kejutkan dengan Jiali yang memasang wajah menjengkelkan saat bangun tidur


"Baaaa"kejut Jiali saat Zee membuka mata membuat ia terkejut


"Hahahaha"tawa Jiali pecah


"Sialan kau ini kau mau aku jantungan"kata Zee


"Kau sendiri yang bilang kalo kau gx mudah mati kan hahaha"tawa Jiali


"Sudahlah aku mau kekamar mandi dulu"kata Zee meninggalkan Jiali yang sibuk tertawa karna berhasil mengerjainya,


setelah itu mereka membersihkan diri dan memesan makanan karna Zee malas masak


Setelah makan mereka duduk santai di taman apartemen nya


"Hei saat malam aku sadar apa yang terjadi kau tak apa kan maaf ya aku tak bisa mengendalikannya lagian itu pertama kalinya aku begitu"kata Jiali


"Iya gx papa lagian itu murni karna kekuatan mu kan sihir elemen abu atau bulan atau apalah itu"kata zee


"Kata katamu kurang keren Zee"saut Jiali membuat Zee terkekeh


"Penghianat perusahaan ayahku sudah aku bereskan kemarin jadi sekarang kita bisa pulang walaupun hari libur kita masih banyak sebaiknya kita luangkan waktu untuk belajar atau berkumpul bersama keluarga iya kan"kata Zee


"Untuk berkumpul bersama keluarga tidak masalah tapi yang jadi masalah hari libur untuk liburan atau refreshing bukan untuk belajar"kata jiali


***benar tidak kalo libur itu ya untuk santai


yang hobinya rebahan fixs kita sama

__ADS_1


oke lanjut tinggalkan jejak kalian kalo suka


love you all😘***


__ADS_2