
///////
lanjut
"Maaf aku gx sengaja"kata Nian Nian sambil menunduk sedang kan Lian Lian hanya meliriknya dan menhela nafas
"Semua sudah terjadi tidak ada yang bisa di sesali lagi"kata Lian Lian
"Maaf"kata Nian Nian
"Hentikan maafmu,setelah sampai,
Nanti jangan lupa minum obatnya dan sebaiknya kau istirahat saja di rumah biar kakak meminta izin ke gurumu nanti"kata Lian Lian tanpa melihat adiknya dan suasana kembali hening.
sesampainya di kamar Lian Lian membantu adiknya dan langsung pergi setelah memberi obat ke adiknya
"Kakak kau tidak mengganti bajumu,itu kotor"kata Nian Nian
"Nanti saja aku akan ke ruang kerja ku dan jangan ganggu aku"kata Lian Lian lalu menutup pintunya,nian nian hanya diam sambil menarik selimutnya menutupi kepalanya
Malamnya terdengar suara pintu dan Nian dan mengira itu kakaknya
"Kakak"kata Nian Nian namun itu bukanlah kakaknya melainkan ibunya sambil membawa nampan berisi makanan
"Apa masih sakit"tanya Lily sambil mengusap kepala anaknya
"Tidak begitu"jawab Nian Nian
"Maafkan ibu tadi ibu pergi jadi tidak tau jika kau terluka"kata Lily sedih
"Tidak apa Bu,Bu dimana kakak"tanya Nian Nian
"Dia masih di ruang kerjanya seperti nya dia akan tidur disana kau tidak apa apa kan tidur sendiri"kata Lily
"Apa kakak marah sama aku Bu"kata Nian Nian pelan
"Tidak dia hanya banyak pekerjaan saja itu bukan salahmu"kata Lily
"Tapi aku merusak komputer kakak"kata Nian Nian
"Tidak apa apa nanti kan bisa beli lagi"kata Lily lalu ia menguapi anaknya,setelah selesai lily pun keluar dan Nian Nian disuruh tidur karna sudah malam
Paginya Nian Nian bangun agak siang dan saat ia kebawah ruangan sudah sepi hanya beberapa pekerja dan pembantu yang lewat
"Bibi apa kakak sudah pergi"tanya Nian Nian pada salah satu pembantu disana
"Iya Nona,nona besar pergi pagi sekali bahkan ia tidak sarapan bersama tuan dan nyonya"kata bibi itu
"Bibi bisakah kau membantuku membuat makanan aku akan mengantar ke kantor kakaku"kata Nian Nian lalu ia memasak makanan untuk Lian Lian,
saat selsai ia segera membersihkan diri dan mengganti bajunya,setelah sarapan dan minum obatnya ia segera mengambil bekal yang sudah di siapkan dan membawa mobilnya melaju ke arah kantor,karna ada kemacetan di jalan yang biasanya ia lewati,ia memilih jalan lainnya yang sedikit sepi kendaraan
"Kuharap kakak suka"kata Nian Nian tersenyum kecil namun saat ia sedang menyetir tiba tiba sesuatu terjatuh di depannya membuat ia harus mengerem mendadak
"Ada apa ini"kata Nian Nian lalu seseorang didepan sana menatapnya dan tersenyum
"KE..TE..MU"kata Huang Zhong lalu memukul kaca mobil depan dan langsung pecah membuat Nian Nian berteriak sambil menutupi wajahnya agar tak terkena pecahan
"Siapa kau"kata Nian Nian,
namun belum saja ia melawan ia sudah ditarik keluar dan dibawa terbang
"Sihir"kaget Nian Nian lalu melepaskan dirinya dan menyerang Huang Zhong dengan kekuatan petirnya
"Kau bukan lawanku anak es"kata Huang Zhong,
Nian Nian menyerang dengan panah esnya namun di tangkis dengan mudah oleh Huang Zhong
"Segel"kata Huang Zhong lalu menyegel sihir Nian Nian membuat kekuatan Nian Nian tidak keluar dan ia terjatuh ke bawah,segel yang sama saat ia menyegel kekuatan Zee
Brukkk
"Akh"teriak Nian Nian saat tubuhnya jatuh ke tanah,tanpa jeda Huang Zhong menendang Nian Nian hingga membentur mobilnya keras
BRAKKKK.....
"Uhuk uhuk"batuk Nian Nian di selingi darah yang keluar dari mulutnya,ia melirik ke sebelah dimana bekal milik kakaknya yang sudah ia buat berhamburan,
sepertinya saat ia ditarik ia tak sengaja membawa bekal itu sehingga jatuh saat ia terbang,di sela sela kesadarannya ia melirik Huang Zhong yang mendekat
"Maafkan aku kak"batin Nian Nian lalu semua gelap
"Ternyata semudah ini"kata Huang Zhong lalu memanggul Nian Nian seperti karung dan melesat pergi meninggalkan sebuah kesunyian disana,ia tak menyadari jika ada cahaya Kilauan dari sebuah gelang yang sengaja di tinggalkan oleh Nian Nian disana
Di kantor saat sedang sibuk Lian Lian mendapatkan telepon dari Zee
"Kak Lian apakah kami boleh berkunjung ke kantor mu"kata Zee
"Boleh tapi kenapa tumben sekali"kata Lian Lian
"Kami ingin menjenguk Nian Nian,tadinya kami kerumah song karna ingin menemui Nian Nian yang katanya sakit tapi saat kami sampai bibi di rumah kakak bilang kalau Nian Nian sudah lama ke kantor menemui kakak"kata Zee
"Nian nian? Di kantor ku sejak kapan bahkan sedari tadi aku sendiri"kata Lian Lian kaget
"Lho ini sih gimana"suara Ari terdengar
"Jadi Nian Nian gx ada di kantor kak"kata Zee
"Tidak ada"kata Lian Lian panik
"Mungkin dia belum sampai"kata Lian Lian berusaha meyakinkan diri dirinya
"Tapi bibi bilang Nian Nian pergi saat jam delapan dan ini sudah tengah hari tidak mungkin belum sampai"kata Zee
"Aku...."Lian Lian
"Hei aku dapat melacak hp Nian Nian"suara Jiali terdengar
"Kirim ke aku"kata Lian Lian lalu mematikan sambungan telpon dan mengecek pesan yang dikirim Jiali,
ia segera bergegas keluar dan melajukan mobilnya menuju tempat yang ada di hpnya,sesampainya disana ia terkejut saat melihat mobil yang ia kenal sudah hancur lebur bagian depannya,
ia segera keluar dan mendekat ke arah mobil itu dengan syok berat
"Nian Nian"kata Lian Lian pelan ia segera memutar kesamping mobil dan melihat bekal makanan yang berantakan dengan isinya yang berhamburan saat ia melirik dekat pintu belakang mobil ia terkejut melihat ada noda darah disana ia mendekat dan melihat pantulan cahaya,
saat ia mengambil itu rupanya adalah gelang milik Nian Nian,
gelang yang ia hadiahkan kepada adiknya di ulang tahunnya yang ke dua belas tahun,gelang itu sudah ternoda darah namun yang ia bingung dimana adiknya
"Nian Nian"teriak Lian Lian memanggil adiknya lalu ia berjongkok di samping mobilnya sambil menangis
"Maafin kakak Nian"kata Lian Lian,
ia melirik ke arah bekal dan melihat ada secarik kertas terbungkus plastik kebiasaan mereka saat ingin meminta maaf dengan menaruh kertas didalam bekal atau apapun itu,ia mengambil kertas itu dan membaca isinya
"Maafkan aku kakak"kata tulisan itu dengan emoji memohon membuat Lian Lian kembali menangis sambil memeluk kertas itu,bersamaan dengan itu langit tiba tiba mendung dan bergemuruh,air laut juga bergejolak seakan merasakan perasaan Lian Lian
__ADS_1
Di dalam mobil menuju lokasi hp Nian Nian,Zee dan teman temannya mendapatkan kabar bahwa akan ada badai hari ini
"Badai?"bingung Ari,karna Zee satu mobil dengan Ari sedangkan Jiali dengan Ziya
"Aku merasakan sihir di udara Ari"kata Zee sambil melirik ke langit
"Aku juga walaupun samar"kata Ari
"Lebih cepat Zee"kata Ari lalu Zee melajukan mobilnya begitu juga Jiali yang melihat mobil Zee semakin cepat,setelah itu hujan pun turun
sedangkan Di lain tempat di dekat laut,di sebuah gedung kosong yang terbengkalai terdapat seseorang yang sedang terikat di tempat duduk dan seseorang lagi yang duduk tidak jauh darinya,ia melirik jam tangan miliknya
"Waktunya bermain sebentar"kata Huang Zhong,ya dia adalah Huang Zhong dan pastinya orang yang diikat adalah Nian Nian,
mengambil ember berisi air dan menyiramkan ke arah Nian Nian membuat Nian Nian kelabakan
"Uhuk uhuk"batuk Nian Nian dan tersadar akan posisinya dan melihat Huang Zhong
"Lepaskan aku"kata Nian Nian sambil meronta
"Bagaimana mungkin menangkap mu itu susah Nian"kata Huang Zhong,mendekat dan memegang wajah Nian Nian
"Sayang sekali wajahmu itu padahal cantik lho"kata Huang Zhong sambil mengelus pipi Nian Nian
"Lepasin tangan mu"kata Nian Nian sambil menghindar
...Plak...
Nian Nian terdiam saat merasakan perih di pipinya
"Jangan membuat ku marah Nian oh atau harus ku panggil dengan sebutan Dewi Nian si penguasa elemen es"kata Huang Zhong sedang kan Nian Nian hanya diam karna baru menyadari jika ia tak bisa merasakan sihir
"Baiklah waktunya bermain"kata Huang Zhong melepas ikatan Nian Nian dari kursinya setelah itu ia meninju perut Nian Nian membuat Nian Nian mundur kesakitan dan susah bernafas sambil menunduk
"Ayolah ini baru permulaan"kata Huang Zhong lalu menarik rambut Nian Nian kebelakang dan membenturkan kepala Nian Nian ke tembok dengan keras
brakk...
"Sa....sakit"kata Nian Nian pelan,ia juga merasakan sesuatu mengalir dari kepalanya sepertinya luka yang kemarin terbuka kembali dan mengeluarkan darah apalagi sekarang sepertinya lebih parah,
Huang Zhong menarik perban di kepala Nian Nian dengan kasar dan melemparkannya ke sembarang arah dan mendorong Nian Nian sehingga Nian Nian terduduk di lantai
"Kakak...to...tolong"batin Nian Nian lalu tidak sadarkan diri
"Ck merepotkan kubunuh langsung saja"kata Huang Zhong mengeluarkan pedang miliknya namun tiba tiba segel di tubuh Nian Nian memancarkan cahaya membuat Huang Zhong mundur
"Sial sihirku terlalu lemah"kata Huang Zhong karna ia merasakan sihir Nian mengalir walaupun sedikit,ia berusaha memperkuat segel di tubuh Nian Nian dan ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Nian Nian sekarang dan pergi,
sebelum pergi ia mengikat Nian Nian di kursi lagi tanpa mengobatinya,setelah itu ia menyuruh bawahan ayahnya untuk menjaga Nian Nian dan ia pergi
Di lain tempat Lily berusaha mencari keberadaan Nian Nian dengan sihirnya ia tadi sempat menemukan nya namun hanya beberapa detik sebelum menghilang kembali dan merasa sedih,
sedangkan di tempat lain tepatnya di kamar Nian Nian mereka berlima berkumpul,Lian Lian masih saja menangis walau tak separah tadi ia juga menceritakan masalah dia dan Nian Nian,Zee hanya menatapnya tanpa bicara sedang kan Jiali,Ari,dan Ziya berusaha menenangkan Lian Lian
"Sudah"kata Zee tiba tiba membuat keempatnya melihat dia
"Apa mau berantem"kata Zee datar lalu mendekat ke arah Lian Lian dan menarik kerah baju Lian Lian yang masih menggunakan baju kantor dengan keras membuat mereka berempat terkejut,mendekati wajahnya ketelinga Lian Lian membisikkan sesuatu membuat Lian Lian terkejut
"Aku tak bisa menjamin kau bisa Lian"kata Zee pelan
"Aku mau pulang kak apa kau ikut kita sudah tak ada urusan disini"kata Zee membuat ketiganya bingung
"Zee kau ini bagaimana"kata Ziya agak kesal dengan adiknya
"Kakak percaya dengan ku kan"kata Zee lalu pergi
"Anak ini,kak Lian Lian kami pamit pulang dulu permisi"kata Ziya lalu menyusul zee,Jiali dan Ari saling pandang dan mengangkat bahu mereka bersama
Malamnya di hutan dekat laut Lian Lian datang menghampiri seseorang disana
"Apa yang kau katakan sungguh benar adanya Zee"tanya Lian Lian sambil menatap seseorang yang membelakangi nya
"Aku tak yakin tapi percayalah jika terlambat sedetik saja adikmu akan mati"kata Zee lalu berbalik dan terlihatlah lensa matanya berwarna merah tanda jika itu adalah Zeena atau roh dari kehidupan pertamanya
"Aku akan melakukan apapun"kata Lian Lian,Zeena hanya mengangguk dan muncul sayap hitam di punggungnya
"Ayo"kata zeena lalu Lian Lian juga melakukan hal yang sama namun sayapnya berwarna biru tua dan mereka melesat kearah hutan,setelah beberapa saat mereka sampai di sekitar gedung terbengkalai dengan jarak yang sedikit jauh
"Aku merasakan sihir nya disini"kata Zeena
"Tunggu apalagi"kata Lian Lian lalu hendak maju
"Jangan gegabah bodoh"kata Zeena membuat Lian Lian kesal
"Terus aku harus menunggu sampai kapan"kata Lian Lian kesal
"Aku gx menyuruhmu menunggu bodoh aku menyuruhmu jangan gegabah"kata Zeena tersenyum miring
"Aku akan mengurus para kecoa itu kau selamat kan adikmu dan berhati hatilah yang menjaga adikmu lebih kuat dari yang kau duga"kata Zee lalu mengeluarkan pedang sabitnya dan melesat cepat ke depan dan
Bummmmm....
Sebuah ledakan terjadi dengan cepat dengan Zeena yang sedang tertawa bahagia
"Ahahahha sangat indah"kata Zeena di antara api api yang membesar membuat Lian Lian terkejut dengan sifat Zee,
lalu ia kembali fokus dan melesat ke dalam gedung ia menghancurkan pintu pintu hanya untuk mengecek keadaan di dalam ruangan sampai ia mendekat kearah pintu yang dijaga oleh seseorang berpakaian serba hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya
"Kemari dan Lawan aku"kata pria itu lalu Lian Lian menyerang dia dan pertarungan sengit terjadi disana,
Lian Lian yang saat ini sedang menahan amarah menendang pria itu sampai mental dan menabrak pintu yang ia jaga hingga pintu itu rusak dan hancur,
Lian Lian masuk dan melihat sekeliling,ia sangat terkejut melihat adiknya diikat di kursi dengan bekas darah di kepalanya yang sudah mengering,amarah yang ia pendam sedari tadi akhirnya meluap
"Akhhhh"teriak Lian Lian membuat Nian Nian terbangun dan melihat kakaknya sedang berteriak dengan diselimuti kabut biru gelap
"Mati kau"kata Lian Lian tanpa bisa mengendalikan dirinya ia menyerang pria didepannya dengan ganas bahkan Zee yang sedang bertarung diluar dapat merasakan aura yang berbeda di dalam
"Sial apa yang diperbuat olehnya dia membahayakan semua orang dan diri sendiri"kata Zeena lalu masuk ke gedung
Di dalam gedung Lian Lian telah berhasil menyerang pria itu hingga kalah bahkan ia memotong tubuh pria itu dengan kejam
"Kak hentikan jangan lakukan lagi"kata Nian Nian berusaha lepas dari ikatan di kursi namun seakan tak mendengarkan Lian Lian tetap mengamuk bahkan Nian Nian dapat merasakan gemuruh dari arah laut,
Zeena segera masuk dan memotong tali yang mengikat Nian Nian dan membawanya keatas gedung dengan membopong Nian Nian
"Apa yang terjadi"tanya Nian Nian
"Terjadi tsunami namun kau tenang saja kota tidak akan kena karna sekarang aku sudah membuat aray tapi pasti akan ada sebagian wilayah yang terkena dampaknya"kata Zee lalu dari belakang bola petir meluncur kearahnya,
rupanya Lian Lian mengejar Zee karna mengira Zee adalah orang jahat yang menculik Nian Nian,ingat Lian Lian kali ini tidak bisa mengendalikan dirinya
"Kakaku kenapa"kata Nian Nian setelah sampai di atap gedung
"Itu bukan dirinya"kata Zeena
"Itu adalah amarah"lanjutnya lalu menangkis Serangan Lian Lian
__ADS_1
"Nian berlindunglah"kata Zeena lalu menghindar dan mencoba menyerang Lian Lian yang lepas kendali itu,dari laut ia melihat gelombang besar sedang menderu kearah daratan
"Huhh kenapa ini terjadi lagi"kata Zeena lalu berusaha menyerang Lian Lian
"Lian sadarlah"kata Zeena namun malah di serang menggunakan elemen petir milik Lian Lian
"Akh"teriak Zee saat terkena serangan itu dan terjatuh
"Zee"teriak Nian Nian sambil mendekati Zee yang terbaring
"Sial dia tak menahan diri lagi"kata Zeena berusaha berdiri ia melirik kearah laut namun air pasang itu sudah mendekat dan
Byurrrrrr
Tsunami mendera pesisir pantai sampai perbatasan kota membuat mereka yang terkena dampaknya tidak sempat melarikan diri
Nian Nian membuka matanya dan ia baru menyadari jika ia tak basah dan melihat ia terbang di pelukan kakaknya dalam gelembung besar
"Kakak"panggil Nian Nian namun Lian Lian tak menyahut
"Kau..uhuk..kau harus mematahkan sihirnya karna kau pemicu amarah itu muncul nian"kata Zee sambil berdiri di atas Quan yang berubah menjadi naga yang terbang diatas gelombang laut,ia juga membuat pijakan dari kristal miliknya agar Nian Nian dapat berpijak
"Kak"kata Nian Nian sambil memeluk Lian Lian namun tak ada respon,Zee yang melihat adanya aliran sihir penyegel di tubuh Nian Nian segera memecahkan mantranya sehingga Nian Nian dapat menggunakan sihir kembali
"Kakak"panggil Nian Nian lagi
"Zee apa kau tau bagaimana caranya agar kakaku kembali"kata Nian Nian sambil memegang kedua tangan kakaknya
"mungkin sesuatu yang memicu emosi kejut"kata Zeena,nian nian yang sedang berfikir lalu mengingat sesuatu
"Maaf"kata Nian Nian lalu membuat labirin es yang melingkari ia dan kakaknya,entah apa yang ia lakukan didalam sana namun mereka yang diluar tidak akan dapat melihat apa yang terjadi,bahkan Quan pun tidak tau
"Apa yang terjadi tuan"tanya Quan karna Melihat Zee melotot,
karna bagaimanapun kemampuan mata naga Quan sekarang berada pada Zee jadi dia dapat melihat apa yang terjadi di dalam sana walaupun sekuat apapun itu sihirnya,saat ini lensa matanya memiliki dua warna hijau dan merah yang artinya Zee dan Zeena sedang menguasai tubuh bersamaan
"Gi..gila sih"kata Zee kaget setelah melihat apa yang dilakukan oleh Nian Nian kepada kakaknya
"Bukankah kau sama"kata Zeena jengah membuat Quan bingung sendiri mendengar tuannya bilang sendiri jawab sendiri
Setelah beberapa menit labirin es itu pecah dan terlihat Nian Nian dalam gendongan Lian Lian seperti nya ia pingsan
"Zee Terima kasih telah membantuku menyelamatkan adikku dan maaf dengan apa yang telah terjadi"katanya dengan wajah memerah
"Tidak apa apa sekarang sebaiknya kita membawa Nian ke rumah sakit"kata Zee sambil menetralkan rasa terkejutnya
"Baiklah"kata Lian Lian lalu mereka menghilang dari sana
Sedangkan di kediaman Anderson dan Han mereka dikejutkan dengan tsunami yang terjadi di negara mereka,itu terlalu mengejutkan tidak ada angin tidak ada hujan namun bencana tiba tiba terjadi
"Kasian sekali mereka"kata Joy sambil memeluk leo
"Ck bermesraan di depan anak itu dosa lho"canda Jiali melihat orang tuanya
Di tempat Anderson
"Wahh parah sekali"kata logan
"Kasian mereka yang tak selamat"kata Zhu
"Semoga mereka tenang"kata Ziya,sekarang mereka berada di ruang keluarga
Di rumah sakit setelah membawa Nian Nian ke RS,Nian Nian segera di rawat oleh dokter
"Zee kenapa kau tau jika yang menculik Nian Nian itu orang yang berkaitan dengan sihir"tanya Lian Lian saat mengingat perkataan tadi sore
"Hanya menebak saja yang lain memang tidak dapat merasakan tapi aku memiliki elemen kegelapan dalam diriku walaupun tidak sempurna namun aku masih bisa merasakan energi jahat di sekitar mobil Nian Nian saat aku memeriksa tadi"kata Zee
"Maaf Zee aku malah melibatkan mu"kata Lian Lian
"Tidak apa kak aku melakukan ini kan karna kalian temanku"kata Zee tersenyum
"Ya terimakasih Zee"kata Lian Lian memeluk Zee membuat Zee sedikit meringis kecil
"Zee kenapa aku baru sadar jika wajahmu itu pucat"kata Lian Lian
"Sungguh mungkin karna pertarungan tadi yang menguras tenaga ku"kata Zee mencoba berbohong
"Kalau begitu aku pergi sebentar kak mau isi energi"kata Zee lalu pergi namun ia bukan mencari makanan melainkan pergi menuju ruangan Tama karna Nian Nian sekarang dirawat di rumah sakit Anderson
Clekkk
Pintu dibuka dan Tama terkejut melihat bos-nya
"Bos"kaget Tama lalu mendekat ke arah Zee yang pucat
"Bos apa yang terjadi"tanya Tama,Zee tidak menjawab karna keburu pingsan,
Tama langsung membopong Zee ke bangsal dan merasakan kaos Zee basah saat dibuka rupanya luka diperutnya terbuka dan mengeluarkan darah lagi,Tama dengan sigap membersihkan darah itu dan mengobati lukanya
Di ruang rawat milik Nian Nian keluarga nya sudah datang Lily,Jimmy bahkan Ari,Jiali,dan Ziya pun datang
"Nian nian bangun nak maafkan ibu huhuhu"kata Lily memeluk anaknya yang masih tidak sadarkan diri
"Sudahlah ly yang penting kan Nian Nian sudah ketemu dan selamat"kata Jimmy menenangkan istrinya
"Iya ibu"kata Lian Lian dan mendekat
"Maaf ibu jika saja aku gx egois pasti Nian Nian masih di rumah"kata Lian Lian
"Semua sudah berlalu sudah jangan dibahas lagi"kata Lily sambil berdiri
"Anak anak terima kasih telah menemani anakku selama ini karna bagaimanapun aku dan Jimmy jarang sekali dirumah"kata Lily
"Tidak apa apa bibi kami senang bermain dengan Nian Nian"jawab Jiali
"Oh ya kak Lian Lian dimana Zee"tanya Ziya sambil celingak-celinguk mencari adiknya
"Tadi dia bilang ingin makan karna lapar"kata Lian Lian
"kalau begitu aku akan menyusul"kata Ziya lalu pergi
Dilorong Ziya berpapasan dengan Tama yang terkejut melihat ziya
"No..nona Ziya"kata Tama membuat Ziya melengok ke arahnya
"Iya"jawab Ziya
"Kenapa anda ke..kesini apa ada yang sakit"kata Tama gugup takut jika Ziya tau jika Zee terluka dan sedang di obati
"Aku menjenguk teman"kata Ziya
"Huh syukurlah"kata Tama karna merasa aman
"Kenapa syukurlah?"tanya Ziya heran membuat Tama gelapakan
"Ahaha ti..tidak apa apa maksudnya semoga teman nona Ziya cepat sembuh ahaha ka..kalau begitu saya permisi dulu"kata Tama lalu pergi membuat Ziya menatapnya aneh
__ADS_1
lanjut kuy
love you all 😘