
/////)
lanjut
_________
***
Beberapa jam kemudian...
"Baiklah cukup sampai sini,semuanya kerja bagus sampai jumpa"kata pak Niken lalu pergi dari kelas
"Ayo pulang"kata Wulan berdiri dan pergi diikuti Zee,Ziya,Mona
Sion juga beranjak dari sana meninggalkan Wendy sendirian
"CK"decak Wendy lalu pergi dari sana
***
Di parkiran Zee dan Ziya masuk kedalam mobil Zee dan pergi dari sana setelah berpamitan dengan teman teman nya
"Hahh melelahkan sekali"kata Ziya sambil merentangkan tangannya
"Sabuk pengaman kak"tegur Zee sambil fokus menyetir
"Oh iya hehehehe"kata Ziya lalu memakai sabuk pengaman nya
"Tetsuya dia belum kembali"tanya Zee
"Entahlah gx peduli juga"kata Ziya sambil melirik jalanan membuat Zee tersenyum kecil
"Jadi apa yang dikatakan Wendy itu benar ya"kata Zee membuat Ziya menatapnya
"Apanya"tanya Ziya bingung
"Kau merindukan Tetsuya sampai menangis"kata Zee membuat pipi Ziya memerah
"Ma...mana ada"kilah Ziya
"Eheheh"kekeh Zee
"Hoi hentikan"kesal Ziya
"Ahahaha jarang sekali aku menjahilimu kak"kata Zee
"Jadi apa benar kau merindukan nya"tanya Zee
"Emm itu"Ziya
"Huhh i...iya"jawab Ziya
"Tapi aku sadar jika dunia kita berbeda dan seorang pangeran pastinya sudah memiliki pasangan yang dipilihnya oleh orang tuannya jadi...."kata Ziya pelan
"Kau menyerah"kata Zee membuat Ziya menatapnya
"Huhh entahlah,beberapa hari ini kami tidak saling berkomunikasi"kata Ziya
"Lalu"tanya Zee
"Aku yakin jika dia sudah bosan dengan ku ahahah apa sih yang aku harapkan"kata Ziya
"Ck ini yang aku benci,seseorang yang sudah menyerah padahal belum mengetahui dengan jelas alur yang sedang mengalir dalam sebuah kehidupan"kata Zee
"Jangan menyerah kak semangat"kata Zee
"Jika kakak masih mencintainya cobalah untuk tidak berfikir negatif,mungkin saja kan dia sibuk dengan keluarga nya"kata Zee menyemangati kakaknya
"Ya kau benar"kata Ziya setelah lama terdiam
"Aku mencintai nya jadi aku tidak akan memberikannya kepada siapapun dengan mudah"kata Ziya
"Yossh semangat kak,jangan kalah hanya karna omongan seseorang yang belum benar kepastiannya"kata Zee
"Terima kasih Zee berkat mu aku tidak memikirkan hal negatif tentang Tetsuya,aku akan berusaha"kata Ziya
"Sama sama"jawab Zee tersenyum lalu mereka sampai di rumah dan beristirahat,untuk hari ini mereka libur dari pelajaran tambahan di rumah song sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat dikamar sambil bersenda gurau
***
Di kediaman song Lian Nian sudah pulang disambut oleh Lily dan Lyra yang masih kaku
"Selamat datang kembali Lian nian"kata Lily sambil memeluk kedua anaknya bergiliran
"Hemm kami kembali Bu"kata Lian Lian lalu dari arah pintu masuk seseorang setelah Nian Nian memperbolehkan nya
"hormat saya Dewi"kata Jackson
"Jackson akhirnya kau terbangun,selamat datang dan mohon bantuannya"kata Lily membuat Lian Lian dan Nian Nian bingung
"Bu bukankah aku belum memperkenalkan dirinya tapi kenapa ibu tau namanya adalah Jackson dan kau terlihat seperti sudah mengenal lama Jackson"tanya Nian Nian membuat Lily menatapnya dan tersenyum tanpa menjawab
"Kalian istirahat saja dulu ibu ada keperluan sebentar,oh ya salah satu teman ibu menitipkan anaknya ke ibu selama berapa hari jadi akur ya"kata Lily lalu masuk ke kamarnya,Lian Nian hanya saling melirik dan mengangkat bahunya,Jackson sudah masuk kedalam liontin Nian Nian
Dikamar Lily membuka portal dan masuk dan berteleportasi ke rumah Sargas disana sudah ada Aldebaran yang sedang menunggunya juga
"Ada apa memanggilku"tanya Lily lalu duduk di depan mereka berdua
"Karna faktor usia jadi aku lupa menyampaikan bahwa ada kejanggalan di pesta pernikahan kami waktu itu"kata Aldebaran
"Kejanggalan seperti apa"tanya Lily, Aldebaran memberikan laptopnya dan memperlihatkan sebuah Vidio dari cctv istana,vidionya terlihat normal namun saat sebuah Vidio yang menyorot ke sekumpulan orang salah satunya yang bertopeng dan tidak berapa lama seseorang menabrak tubuh si perempuan topeng tersebut dan betapa terkejutnya Lily saat melihat wajah dibalik topeng tersebut namun hanya kurang dari tiga detik Vidio itu seperti di jeda dan berlanjut dimana tidak ada sama sekali gadis itu walaupun penjedaannya sangat rapih namun Lily dapat melihatnya dan saat Aldebaran mengganti Vidio lagi di detik yang sama saat gadis itu di tabrak,gadis bertopeng itu sedang duduk santai di tempatnya bersama dua pria.
"Ini aneh bukan,Vidio ini diambil dari dua cctv yang berbeda,namun karna iseng aku menempatkan serangga sihirku di salah satu cctv agar pesta milik Aran berjalan baik,namun justru malah hal ini yang aku temukan"kata Sargas
"Dan semua orang yang hadir seperti tidak menyadari jika ada kejadian dimana maid menabrak tamuku itu"kata Aldebaran
"Ya dilihat dari reaksi mereka yang seolah terkejut sekilas namun kembali normal"tambah Sargas
"Dan kami sempat merasakan adanya aura sihir di pesta tersebut walaupun hanya sekilas"kata Aldebaran namun Lily yang diajak bicara hanya diam saja seolah sedang berfikir
"A...Aran siapa gadis bertopeng itu"tanya Lily
"Entah"jawab Aldebaran membuat Lily kesal
"Sargas"panggil Lily
"Dia salah satu tamu kami,dan sihir tersebut sepertinya ulah gadis yang menggunakan topeng itu"kata Sargas
"Apa kau tau dia siapa"tanya Lily
"Dia CEO ZL,aku pun baru mengetahui kemarin saat mengecek beribu ribu undangan,melelahkan sekali"kata Sargas
"ZL.Company?"kata Lily
"Siapa lagi lah"kata Sargas
"Dia....."Lily
"Baik terus masalahnya apa"kata Lily
"Itu....kami hanya ingin tau dia jahat atau baik"kata Sargas
"Tentu saja baik"kata Lily tiba tiba membuat Sargas dan Aldebaran meliriknya
"Kenapa kau begitu yakin"tanya Sargas
"Karna...."Lily
"Suatu alasan yang tidak dapat aku katakan"kata Lily lalu berdiri
"Baiklah aku pergi dulu,aku hampir saja lupa jika malam ini suamiku pulang"kata Lily lalu pergi dari sana dan menghilang
"Huhh mempunyai sihir yang sangat kuat sepertinya menyenangkan ya bisa berpindah pindah sesuka hatinya tanpa memikirkan energi yang terbuang"kata Sargas
"Iya"jawab Aldebaran
"Ck kau ini"kesal Sargas
"Aku pergi"kata Aldebaran lalu keluar dari ruangan itu meninggal kan Sargas sendirian,sargas menghela nafasnya dan mengeluarkan sebuah foto di rak mejanya
"Sayang aku merindukan mu"kata Sargas sambil memandang foto istrinya yang sedang tersenyum sambil memeluknya dari samping
"Anak kita sangat mirip dengan mu"kata Sargas lalu lalu menyimpan foto itu dengan hati hati
__ADS_1
***
Malamnya Jimmy pulang disambut kedua anaknya
"Ayah"lari Nian Nian lalu memeluknya dibelakang nya diikuti Lian Lian
"Ayah kami merindukan mu"kata nian nian sambil memeluk tangan ayahnya
"Merindukan ayah atau ini"kata Jimmy sambil mengangkat paper bag di tangan kirinya membuat Nian Lian cengengesan
"Eheheh ayah kau ini"kata Nian Nian malu malu tapi tetap mengambil paper bag itu dan nyelonong ke kamarnya
"Ck dasar"kilah Lian Lian padahal dia juga mau
"Sudah tidak apa sana ikut adikmu nanti diambil semua samanya"kata Jimmy
"Siap komandan"semangat Lian Lian lalu berlari menyusul adiknya membuat Jimmy tertawa,Lily menghampirinya dan mengambilkan tasnya
"Kau pasti lelah"kata Lily
"Iya tapi lelahku akan terobati kok"kaya Jimmy membuat Lily tersenyum mengetahui isi otak suaminya
"Aku sudah siapkan air hangat nya sebaiknya kau bersihkan dirimu"kata Lily sambil naik ke kamarnya diikuti Jimmy dibelakangnya,entah apa yang akan mereka lakukan kita tidak tau
***
Dikamar anak Nian Nian sedang berlari dan melompat kekasurnya dan membuka paper bag itu
"Heii aku juga mau"teriak Lian Lian lalu mendekat
"Wahhh Kawai"kagum Nian Nian saat mendapatkan boneka hiu dari ayahnya lalu memeluknya sambil guling guling gx jelas di kasurnya
"Ahh ini pasti untuk ku"kata Lian Lian sambil mengambil ponsol game di paper bag tersebut
"ini kan game terbaru yang baru di rilis oleh ZL akhh senangnya"teriak Lian Lian sambil bergegas mencarger ponsol game tersebut sambil senyam senyum sendiri,beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi itu adalah lyra,beberapa hari ini ia masih di rumah song sebelum pergi ke rumah Thosikari.
"Ada apa ini kenapa sepertinya kalian senang sekali"tanya lyra setelah selesai membersihkan diri
"Akh kak Lyra aku dapat hadiah dari ayah lihat Kawai kan"kata Nian Nian sambil menunjukkan boneka hiu nya
"Lucu sekali"kagum Lyra
"Kalau kau Lian"tanya lyra
"Ponsol game terbaru dari ZL"kata Lian Lian sambil menunjukkan ponsol miliknya
"ZL,beruntung sekali bukankah itu hanya ada beberapa saja"kata lyra
"Memang"bangga Lian Lian
"Oh ya ada juga untuk mu ambillah"kata Lian Lian sambil menunjuk paper bag yang belum terbuka
"Sungguh"kata lyra lalu mengambil paper bag tersebut dan membukanya dan melihat sebuah kumpulan album terbaru dari boyband kesukaannya
"Wahh ini luar biasa"kata lyra lalu membuka satu persatu bahkan ia juga mendapatkan earphone plus kacamata khusus yang dapat membuat si pengguna seperti merasakannya langsung
"Ayah kalian baik sekali"kata lyra membuat Nian Lian tersenyum lalu mendekati lyra dan memeluknya dari samping membuat Lyra terkejut
"Ayah kakak juga baik"kata Nian Nian di angguki Lian Lian membuat lyra tersenyum,karna selama ini ia tidak pernah punya teman yang nyata,maksud dari nyata adalah teman yang memang benar benar menjalin pertemanan tanpa ada sebuah dorongan rasa iba ataupun karna faktor status,apalagi selama ia di negara Eden banyak yang selalu pasang wajah ramah dengan nya membuat ia jijik dengan sikap sok baik mereka makanya ia lebih suka mengurung diri ataupun bermain dengan Adhara di istananya.
"Terimakasih Lian Nian"kata lyra tulus
"Oh ya besok kakak ikut kami ya"ajak Nian Nian
"Kemana"tanya lyra
"Ulang tahun teman kami"kata Lian Lian
"Siapa"tanya lyra
"Ziya dan Zee"jawab Lian Lian
"Mereka kembar"tanya lyra
"Iya mereka kembar identik hanya warna mata mereka yang berbeda"jawab Lian Lian
"Ohhh"paham lyra
"Jadi"Nian Nian
"Asikk"senang Nian Lian
***
Tinggalkan mereka sebentar,kita kembali ke Zee dan Ziya yang setelah pulang sekolah langsung di gaet oleh Zhu kedalam mobil miliknya dan mereka pergi ke butik langganan Zhu,Zhu dengan gemasnya menyuruh dua anaknya mencoba semua pakaian yang ia pilihkan sampai Zee dan Ziya kewalahan
"Ibu ini kan hanya ultah biasa"kata Ziya
"Iya Lagian kan hanya pesta kecil-kecilan saja"tambah Zee
"Walaupun kecil kecilan tapi ini harus istimewa,lagian ini pertama kalinya kan kalian pesta bersama teman teman"kata Zhu membuat Zee dan Ziya saling menatap
"Iya sih"jawab keduanya
"Yasudah turuti kata ibu"kata Zhu
"Baik Bu"jawab keduanya
saat sedang mencoba coba mereka terdiam saat seseorang pembeli lewat,ia mengenakan gaun yang sedikit terbuka dibagian dadanya yang sepertinya berukuran D Cup itu, sepertinya ia adalah seorang model dilihat dari tubuhnya yang bak gitar spanyol itu,Zee dan Ziya bahkan secara bersamaan menatap dada mereka masing masing dan saling melirik
"Besar sekali"batin mereka berdua
"Sepertinya aku harus memakan lebih banyak makanan yang mengandung kalsium agar tinggi badanku bertambah agar lebih cocok dengan gaun ini"kata wanita itu sambil menenteng dres di tangannya,Ziya melirik dada wanita itu
"Takutnya nutrisi yang ia serap akan salah sasaran dan tidak pada tempatnya"batin Ziya sambil tertawa kecil,setelah beberapa kali mencoba mereka memutuskan untuk membeli sebuah gaun kembar yang cantik dengan warna putih dan abu di kedua gaun tersebut juga sebuah Tiara dengan dua warna batu mata,biru dan hijau
"Selesai mari makan"ajak Zhu lalu pergi diikuti keduanya dan mereka bertiga makan bersama di restoran Anders setelahnya mereka pun pulang
Malamnya Zhu masuk kekamar kedua anaknya dan melihat mereka berdua sudah tertidur sepertinya mereka kelelahan karna hari yang sibuk tadi,ia mendekat dan mengelus rambut kedua anaknya
"Selamat malam anakku"kata Zhu pelan lalu mengecup kening kedua anaknya lalu pergi,menutup pintunya disampingnya sudah ada logan yang masih setia menemaninya dan tersenyum lalu mereka kekamar dan Istirahat
Paginya selesai mandi Zee berdiri di depan cermin sambil melirik tubuhnya yang baru menggunakan rok dan dalaman atas,ia melirik kepintu sekilas lalu menggunakan kemeja sekolahnya dan bergegas menuju tempat makan sambil memakai dasinya
"Pagi semua"sapa Zee
"Pagi"jawab ketiganya lalu sarapan bersama,setelahnya mereka pergi ke sekolah karna Zee sedang mendapatkan hukuman jadi ia masih bergabung dengan tim Alfa untuk satu Minggu kedepan.
Ziya sedang menaiki tangga karna ingin ke perpustakaan namun ia terkejut saat melihat Tetsuya sudah kembali bersekolah,ia merasa senang namun saat melihat banyak gadis yang berusaha menempel pada Tetsuya ia menjadi kesal sekaligus sedih ia mengurungkan niatnya untuk ke perpustakaan saat hendak berbalik seseorang tak sengaja menyenggolnya membuat Ziya oleng
"Ehh"kaget Ziya dan ia hampir saja terjatuh dari tangga namun seseorang segera menangkap nya agar tak terjatuh
"Huhh syukurlah aku tidak terlambat"kata Tetsuya sambil menarik tangan Ziya membuat Ziya terbentur tubuh tinggi Tetsuya ia lalu mendongak ke atas dan matanya bertatapan dengan mata Tetsuya yang sedang tersenyum membuat jantungnya berdetak kencang
"Apa kau masih mau menghindari ku Ziya"tanya Tetsuya dengan bahasa Jepang
"Apa sih"kata Ziya gugup lalu berusaha melepaskan pelukan Tetsuya
"Lepas banyak yang liat"kata Ziya malu saat beberapa gadis menatap mereka
"Biarkan saja,biar mereka tau kalau aku sudah ada yang punya"kata Tetsuya lalu melirik para gadis tadi
"Maaf semua saya dan pacarku mau pergi dulu"kata Tetsuya sambil menekan kata pacar lalu pergi,Ziya yang mendengar penuturan Tetsuya tidak bisa untuk tidak senang,
sesampainya di taman
"Maafin aku,aku pergi terlalu lama"kata Tetsuya dihadapan Ziya
"Mau cepat atau lama aku juga gx peduli"kata Ziya
"Jangan kesal dong sayang"kata Tetsuya membuat Ziya terkejut dan menatapnya
"Kau....tadi bilang apa"tanya Ziya memastikan
"Sayang"kata Tetsuya
"Hahh"kaget Ziya
"Ahahah kau lucu sayang"kata Tetsuya
"Tunggu tunggu.....jangan bilang ini juga dari buku sesat pak Raymond"tebak Ziya membuat Tetsuya garuk garuk kepala membuat Ziya geleng geleng kepala
"Berikan buku itu"kata Ziya
__ADS_1
"Untuk apa"tanya Tetsuya
"Aku bakar,buku itu membuat pikiran mu sesat"kata Ziya kesal
"Jangan kalo dibakar nanti aku mau belajar darimana lagi"kata Tetsuya
"Terserah tapi jangan bilang sayang ke yang lainnya"kata Ziya seolah hanya dia saja yang boleh Tetsuya panggil sayang membuat Tetsuya tertegun dan tersenyum senang
"Baik Ziya ku"kata Tetsuya lalu memeluk Ziya membuat Ziya terkejut
"Sebentar aku juga butuh obat rindu darimu,dua Minggu bukanlah waktu yang singkat apalagi kau yang tidak mau membalas chat ku"kata Tetsuya membuat Ziya terdiam
"Itu juga salah mu"kata Ziya pelan
"Iya iya semua salahku"kata Tetsuya
"Tetsu apa kau mau berjanji dengan ku"tanya Ziya pelan
"Apa"tanya Tetsuya
"Jika kita sudah berpisah tolong jangan lupakan kenangan kita,walaupun waktu bersama yang kita jalani hanya singkat"pinta Ziya
"Kenapa kau berfikir seperti itu"tanya Tetsuya
"Ya Karna kau itu sekarang seorang pangeran,pangeran pasti sudah memiliki tunangan dari kecil kan dan kriteria orang tuamu pasti tinggi"kata Ziya pelan membuat Tetsuya menatapnya dalam
"Kau cemburu"tanya Tetsuya membuat Ziya mengangguk lalu menggeleng membuat Tetsuya tersenyum kecil lalu menangkup kedua pipi Ziya dengan telapak tangan nya
"Dengar walaupun aku sudah menjadi pangeran cintaku tetap ada pada hatimu,aku tidak akan berpaling karna hanya kau yang bisa membuat jantungku berdetak kencang,sekalipun kau menyerah aku tidak akan menyerah dan membuat kau jatuh cinta padaku lagi,jadi jangan berfikiran seperti itu jangan berfikir aku akan meninggalkan mu hanya karna yang lainnya,walaupun di dunia ini ada beribu ribu gadis cantik tapi jika bukan kau aku tidak akan mau"kata Tetsuya dengan serius
"Tapi....orang tuamu"tanya Ziya
"Mereka akan menerima mu aku pastikan itu"kata Tetsuya
"Ya kalau diterima kalau enggak"kata Ziya
"Aku akan tetap ingin dengan mu,jika disuruh memilih nantinya aku akan memilih untuk hidup seperti biasanya dibandingkan dengan status pangeran ini"kata Tetsuya lalu menggenggam erat tangan Ziya
"Lagian bukannya orang tuamu sudah menerima ku"kata Tetsuya
"Jadi orang tuaku harus menerima mu juga"lanjutnya
"Kau serius kan"tanya Ziya
"Tentu saja aku serius"kata Tetsuya lalu mendekati wajahnya ke wajah Ziya
"Aku hanya mencintaimu Ziya ku jadi jangan berfikiran yang tidak tidak"kata Tetsuya membuat Ziya memeluknya haru
"Janji janji janji"kata Ziya
"Iya aku janji"kata Tetsuya lalu melirik beberapa orang yang sedang mengintip dan mengedipkan sebelah matanya membuat di pengintip gelapakan dan Kabur
***
Setelah kabur gerombolan Quan hanya tertawa bersama
"Sial kurasa Tetsuya bakal jadi murid cintanya pak Raymond deh"kata Teo
"Iya gercep banget cuy"kata ghai
"Bukan bakal lagi tapi emang udah jadi muridnya"sambung Quan
"Gila sih andai gua dapatin salsa kaya gitu kan enak sat set sat set jadi"kata Teo
"Ubah dulu sikap tengilmu itu"kata ghai
"Ngaca bang"kata Teo
"Lagian kita juga sama kan"kata Teo
"Susah bro deketin cewe tuh butuh waktu"kata Leon
"Emang sih"kata Quan
"Tapi kalo bagi Sion sih kayaknya gx berguna deh"kata Tara sambil menyenggol lengan Sion
"Dia mah emang jagonya,gayanya aja yang kalem ehh malah udah dahuluin kita kita"kata Teo
"Mengulur waktu untuk apa,untuk memberikan tempat bagi lawan ogah"kata Sion
"Mending langsung ikat kan"kata Sion
"Tapi serius aku kaget lho pas tau Sion dah tunangan sama Wulan"kata ghai
"Benar Cok"kata teman temannya
"Lagian itu juga mendadak,aku juga gx nyangka kalo sorenya kita bakal tunangan"kata Sion
"Kok bisa sih lu gx ngerusak Wulan kan"tanya Teo mendapatkan jitakan dari Sion
"Enak saja"kesal Sion
"Terus"tanya teman teman
"Huhh jadi gini"kata Sion
***
Beberapa hari sebelumnya Wulan yang sudah merasa nyaman dengan Sion akhirnya menerima Sion dan mereka pacaran,Sion yang senang sampai sampai ia meminjam mobil kakaknya untuk ngedate dengan Wulan,dijalan ia melihat Wulan sedang menunggunya di halte,ia tersenyum namun ia lebih terkejut saat melihat segerombolan orang mendekat kearah Wulan dengan penutup wajah,salah satu diantara mereka membawa kayu balok dan hendak memukul Wulan
"Wulan awas"teriak Sion,namun karna jarak yang lumayan jauh dan posisinya di dalam mobil jadi ia tidak sempat menolong Wulan,Wulan di pukul menggunakan balok hingga pingsan dan di bopong masuk kedalam mobil hitam dan melaju kencang
"Wulannn"teriak Sion lalu menancap kan gas mobilnya kencang dan melaju mengikuti mobil yang menculik Wulan,beberapa menit kemudian mobil yang membawa Wulan berhenti di depan gedung tua dan membawa Wulan masuk,Sion mengikutinya dan sampai pada sebuah ruangan outdoor yang luas
Prok.....prook....prok
Suara tepuk tangan terdengar dari arah depan
"Damian"marah Sion saat melihat siapa pelaku yang menculik Wulan
"Ahahhahah ada apa Sion"kata Damian,Sion mendekat dan hendak menyerang Damian
"Sekali lagi kau melangkah peluru ini akan menembus kepalanya"kata Damian sambil menodongkan pistol ke arah kepala Wulan yang masih belum sadarkan diri
"Apa yang kau lakukan Damian"marah Sion,saat dirinya di tangkap dua pengawal Damian
"Ahahhahah"tawa Damian mendekat dan menonjok wajah Sion
"Ini balasan saat di rooftop"kata Damian lalu menonjoknya lagi
"Ini karna kau aku jadi gagal bertunangan dengan Wulan"kata Damian lalu meninju perut Sion
"Ini karna bangkrut nya usaha ayahku"kata Damian,sedangkan Sion hanya terkekeh walaupun badannya sakit akibat ulah Damian
"Justru bagus kan kau gagal tunangan,dan bangkrutnya usaha ayahmu itu karna Di Diesel memang harus lenyap"kata Sion
"Brengsek"teriak Damian lalu meninju wajah dan perut Sion
"Hah hah kenapa kalah saing,gx cuma cinta tapi juga usaha hah ahahaha"kata Sion memprovokasi
"Kubilang diam"teriak Damian lalu menendang Sion
Wulan mulai membuka matanya dan melihat sekeliling dan terkejut saat melihat Sion sedang dipukuli oleh Damian
"Sion"teriak Wulan berusaha lepas dari ikatan pengawal
"Ohh sayang kau sudah sadar"kata Damian lalu mendekat dan membelai pipi Wulan
"Lepaskan brengsek"kata Wulan
"Uhh kenapa kau galak sekali sayang tapi semakin galak kau semakin cantik sayang"kata Damian sambil mencapit pipi Wulan dengan tangannya keras membuat Wulan kesakitan
"lepaskan tanganmu brengsek"teriak Sion marah
***wahh babang Sion marah euy
mau tau kelanjutannya
ikuti episode selanjutnya ๐
bay bay
love you all ๐***
__ADS_1
////////////