Magic Blood

Magic Blood
chapter 55


__ADS_3

lanjut


________


Memberikan kotak yang dalamnya sudah berubah menjadi pil


"Makan ini saat esok hari maka dia akan bekerja dari dalam"kata Zee


"Maksud mu dengan kata lain aku memakan mikrofon kecil ini"kata jiali sambil mengamati pil hitam tersebut


"Bisa dibilang seperti itu,cara kerjanya hanya tinggal fikirkan suara apa yang kau inginkan"kata Zee


"Lalu bagaimana dengan mu apa kau akan menggunakan sihir"tanya Jiali


"Sedikit"jawab Zee


"Baiklah aku pulang dulu kakak sendirian di rumah"kata Zee di angguki Jiali,mendekati jendela


"Zee"panggil Jiali


"Hemm"dehem Zee yang sedang mengeluarkan lingkaran sihir di bawah kakinya


"Apa arti ciuman kemarin"tanya Jiali pelan


"Ada apa Jia"tanya Zee karna tidak mendengar


"Tidak ada"jawab Jiali di angguki Zee


"Baik sampai jumpa"kata Zee lalu menghilang dari sana,Jiali merebahkan tubuhnya sambil menutupi wajahnya.


***


Malamnya Zee dan Ziya sedang saling berbincang sambil rebahan di kasur


"Kau sudah menyiapkan semuanya Zee"tanya Ziya


"Sudah kak"kata Zee sambil merebahkan kepalanya di perut kakaknya sedangkan Ziya mengelus Elus rambut adiknya


"Aku tidak sabar melihatnya besok"kata Ziya


"Tunggu saja"kata Zee lalu membalikkan tubuhnya dan bermain di perut kakaknya


"Geli Zee"kata Ziya sambil tertawa pelan


"Sudah malam ayo tidur"ajak Ziya sambil menarik Zee


"Baiklah selamat malam kak"kata Zee


"Malam"jawab Ziya lalu mengecup kening Zee dan memposisikan dirinya dengan benar dan memejamkan matanya.


*"*


Paginya Zee dan Ziya bangun dan membersihkan diri,jika kemarin Zee menggunakan seragam cewe sekarang karna tantangan dari Nian Nian ia menggunakan seragam laki laki dan mengikat rambutnya dan sedikit memoles wajah nya dengan make up


"Dimana dadamu Zee"tanya Ziya sambil meraba dada Zee dengan watadosnya


"Aku sembunyikan masa iya wajah cowo tubuh cewe"kata Zee,lalu mengambil dasinya dan mengenakan nya,saat sarapan logan dan Zhu menatap Zee aneh namun setelah di jelaskan mereka bingung harus bagaimana


Di tempat penyimpanan mobil


"Kak aku gx mungkin menggunakan Buggati milikku"kata Zee


"Aku akan menggunakannya"kata Ziya


"Apa bisa"tanya Zee


"Jangan meragukan ku bukankah kau sendiri yang mengajari ku"kata Ziya


"Baiklah hati hati"kata Zee lalu menyerahkan kunci mobil miliknya,Ziya pun pergi lebih dulu


Zee menyusuri jajaran koleksi mobilnya,ia lalu menelpon black


"Ada apa bos"tanya Black dari seberang


"Jadilah bodyguard ku untuk sehari mari kita bermain sebentar"kata Zee


"Baik segera"jawab black langsung dan mematikan sambungan telepon


Zee lalu mendekat ke arah mobil Rolls-Royce phantom silver miliknya dan mengeluarkan kunci setelah itu ia pergi dari sana menggunakan mobil tersebut,sampai di depan gerbang ia melihat black yang sudah rapih dengan pakaian jas ala ala pelayan


"Kau memang tidak pernah mengecewakan kak Black"kata Zee lalu ia pindah ke kursi belakang,black mengambil alih kemudi dan pergi ke sekolah,setelah menjelaskan perannya black mengikuti permainan bosnya


***


Di sekolah Jiali datang dengan moge miliknya yang jarang ia gunakan,karna sedikit menggunakan sihir rambutnya menjadi lebih pendek walaupun warnanya tetap saja perak mengkilap membuat nya terlihat cool dan memberikan kesan tidak dapat di dekati sehingga murid yang melihat tidak berani mendekat,ia berjalan ke arah kelas


"Tunggu di kelas kan tidak ada yang mengenalku"batin Jiali


"Akhhh lihat itu kan pangeran berkuda"teriak salah satu siswi membuat yang lainnya menatap objek yang sedang mendekat itu


"Akhhhh suamiku"teriak para fans yang kebetulan di sana dan berusaha mendekat namun black segera muncul dan memberikan tatapan tajam kepada mereka,Jiali menatap sosok yang sedang berjalan kearahnya, rambutnya yang di ikat rendah dengan perawakan nya yang tinggi tegap dan matanya yang tajam seolah bisa memecahkan gunung es,membawa kesan elegan dan dingin dalam bersamaan,berdiri tepat di depan Jiali mereka saling menatap.


"Wahh dua pria tampan"kata salah satu fans


"Apa mereka saling kenal"


"lihatlah mereka menggunakan seragam yang sama seperti kita"


"Mereka siswa di tensius ahh betapa hati ini berdebar"kata para siswi di sana


"Senang melihat mu kembali Gikwan"kata Zee


"Ya Ryuga"jawab Jiali


black yang mendengar nama Ryuga hanya mengerutkan keningnya


"Ehh mereka saling kenal"kata siswa disana,Jiali dan Zee pun berjalan ke arah kelas 1,sedangkan black ia kembali ke mobil


"Astaga itu Rolls-Royce phantom punya siapa itu"kaget salah satu siswa yang memperhatikan black


"Aku melihat pangeran berkuda turun dari sana akhh perbedaan dunia yang sangat jauh"kata siswi disana


"Hei ayo kita lihat kelas berapa dia"kata salah satu teman mereka,dan mereka mengikuti Jiali dan Zee dari belakang,Zee berhenti dan berbalik dan mendapati lima orang kakak kelas sedang berada di depannya


"Maaf bisakah anda tidak mengikuti kami"kata Zee datar namun tetap membuat mereka salting


"Ba....baik tapi bisakah kau beritahu kami kau berada di kelas berapa"tanya siswi A


"Kau memiliki waktu senggang tidak"tanya B


"Bolehkah aku minta foto bareng dan meminta tanda tangan sekaligus"katanya lagi,Zee mendekat dan merapikan anak rambut kakak kelas itu yang terdiam dengan wajah memerah


"Di luar dingin kenakan lah sesuatu yang hangat"kata Zee membuat teman teman gadis itu iri karna di perhatikan oleh pangeran berkuda mereka


"Ba..baik"kata gadis itu,terdengar lonceng tanda pembelajaran


"permisi"kata Zee lalu berjalan ke arah kelas 1A diikuti Jiali


"Benar kan dia adik kelas"kata salah satu temannya


"Beruntung sekali kamu Ning Yu"kata salah satu temannya pada gadis yang rambutnya di rapikan oleh Zee tadi yang bernama Ning Yu


"Bagaimana rasanya"tanya salah satu temannya lagi


"Mendebarkan"kata Ning Yu


"Akhh aku iri"kata teman temannya lalu mereka pergi ke kelas mereka


*"*


Zee dan Jiali sekarang justru bingung karna sudah terlanjur masuk ke kelas 1A kelas Suji yang benar benar bertolak belakang dengan kelas 2A yang kaya kapal pecah karna rusuh,justru disini mereka anteng dan pendiam dan tambah sepi karna kedatangan dua pria tampan dengan aura masing masing yang berbeda namun kuat,pak Niken yang masuk


"Ryuga,Gikwan duduk di kursi kalian"kata pak Niken


"Pak siapa mereka"tanya Guyuan


"Mereka murid kelas 1A"kata pak Niken santai namun justru membuat murid murid disana bingung


"Sejak kapan"bingung murid murid


"Tunggu bukankah dia adalah peran pengganti yang membuat drama yang dimainkan Suji sukses besar"kata Naomie salah satu teman dekat Suji dan duduk di bangku belakang,didepannya ada Suji dan Leni yang duduk bersebelahan


"Iya itu dia"kata Leni


"Pangeran berkuda adalah kak Zee apa dia kak Zee,jika iya lalu siapa di sebelahnya"batin Suji

__ADS_1


Jiali dan Zee duduk di kursi belakang,saat hendak mengikuti pembelajaran Lily tiba tiba muncul di kelas 1A


"Maaf mengganggu pak Niken saya ada perlu dengan Ryuga dan Gikwan"kata Lily


"Baik"jawab Niken,lalu melirik Zee dan Jiali,mereka berdiri dan mengikuti Lily.


sampai ke rooftop


"Misi alamat kalian bagaimana"tanya Lily langsung membuat Zee dan Jiali saling menatap


"Kami belum melakukannya"kata mereka berdua


"Bagus"kata Lily lalu berbalik


"ada empat musuh dalam satu tempat itu adalah tugas kalian dengan Nian Nian sisanya biar saya yang menyelesaikan nya"kata Lily sambil menyerahkan kertas kecil berisikan alamat


"Ini akan menjadi pertarungan yang menyenangkan"kata Lily


"Kemungkinan salah satu mereka telah menjadi wadah Gisla jadi berhati hatilah"kata Lily lagi


"Maksudnya Higolos?"tanya Jiali di angguki Lily


"Baik"jawab mereka berdua


"Ehh tunggu Nian Nian juga?"tanya Jiali


"Ya"jawab Lily lalu pergi,Jiali dan Zee saling menatap dan tersenyum kecil lalu ke kelas 1A lagi mengikuti pelajaran


"""


Bel istirahat berbunyi Zee dan Jiali sedang membereskan buku buku dan sedetik kemudian terbentuk gerombolan yang mengerubungi mereka


"Pangeran berkuda siapa namamu"tanya salah satu anak kelas 1A hanya agar bisa berbicara dengan pria didepannya padahal tadi pak Niken sudah memberitahu


"Ryuga"jawab Zee


"Halo Ryuga aku Xixi"kata cewe itu


"Hai"kata Zee,lalu berdiri dan pergi dari kelas dan pergi ke rooftop,di belakangnya beberapa gadis mengikutinya


"Maaf bisakah membiarkan ku sendiri"kata Zee datar


"Ba...baiklah"jawab mereka sedikit takut namun malah membuat mereka semakin mengaguminya


"Benar benar keren"kata Xixi


"Benar"jawab temannya saat melihat Zee pergi,Jiali melewati mereka


"Gikwan"panggil Naomie


"Ya"jawab Jiali sambil berbalik


"Ke kantin ya ikut boleh gx"kata Naomie mendapatkan geblakan kecil di kepalanya dari Leni


"Jangan dengarkan dia kau bisa pergi"kata Leni membuat Jiali mengangguk dan pergi


"Hei kau ini"kesal Naomie sedangkan Suji hanya tertawa pelan melihat Leni dan Naomie mulai berdebat lagi,sudah biasa.


"_"


Di rooftop Zee sedang menatap ke bawah dimana murid murid sedang berlalu lalang,Zee menatap Glen yang sedang berjalan ke arah perpustakaan


"Tunangan ya?"kata Zee lalu menatap salah satu awan


"Sayang nya itu tidak berlaku terhadap diriku"kata Zee


"Karena..."kata Zee sambil menutup matanya membiarkan angin menerpa wajah nya


"Itu adalah hal yang mustahil"


"Bohong jika aku sudah keluar dari masa kelamku karna pada nyatanya aku sudah terjebak dalam kegelapan"kata Zee sambil tersenyum Sendu


"Raka Jeny aku membencimu"kata Zee


"Tapi aku lebih membenci diriku yang bodoh ini"kata Zee,menekan dadanya


"Kekosongan adalah temanku selama ini,tidak dimasa lalu bahkan dimasa sekarang"


"Tapi sejak saat itu entah kenapa aku merasakan hal yang sama saat bersamanya"kata Zee


"Hal yang membuat ku dilema antara mengubur atau membuka"lanjutnya.


"Aku lapar"Zee lalu turun dan bersikap seperti tidak terjadi apa apa,di sana menjadi sepi tapi percayalah ada sosok lain yang berada di sana yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.


"Bahkan takdir kegelapan pun tidak dapat di ubah walaupun setelah reinkarnasi"kata Zeena,ya Zeena mendengarkan semua yang Zee luapkan


"Itulah takdir,kita bisa berpatok padanya atau mencoba mengubahnya"kata Zeena


"Tapi kegelapan tidak akan berpisah dari kita Zee karna..."Zeena perlahan melebur


"Itu takdir kita,takdir mu sebagai Dewi kegelapan,akan ada masanya dimana kau harus berjuang seperti ku dulu"Zeena menghilang dari sana.


"""


Di kantin Jiali sedang kerepotan dengan para cowo sekelas gadungannya yang selalu saja mengajak ia nongkrong bareng walaupun ia sudah menolaknya dan sekarang beberapa gadis mendekatinya,minta WeChat dan foto bareng


"Biarkan aku sendiri"kata jiali kesal,sekilas ia melihat Zee


"Ryu"panggil Jia membuat Zee menatapnya dan mendekat dan duduk disana membuat para gadis jantungan


"OMG akhhh"batin para gadis


"Ada apa"tanya Zee


"Aku sudah membawa surat pindah sekolah kita"kata jiali yang di angguki Zee karna ini merupakan sandiwara sehari


"Lho kalian mau pindah kok mendadak sih"kaget para gadis


"Iya kan baru masuk"kata Vivi


"Kami harus mengejar sesuatu"kata Zee tanpa ekspresi namun mereka biasa saja


"Kalau begitu bisakah kami foto bareng dengan mu pangeran berkuda"kata Ning Yu di angguki teman temannya


"Baiklah"jawab Zee membuat mereka senang,mengambil ponselnya dan mereka pun foto bareng.


*"*


"Kak Ning Yu memangnya apa yang kakak lihat dariku"tanya Zee saat ini dia dan kakak kelasnya duduk berdua saja di taman,tadi Ning Yu menyeretnya ke sana dan berkenalan


"Ya gimana ya sebenarnya aku suka seseorang yang memiliki visual yang menarik dan aku melihat dalam dirimu ada yang spesial saat pentas drama ultah sekolah"kata Ning Yu membuat Zee terdiam


"Terima kasih aku cukup senang saat ada seseorang yang memperhatikan ku"kata Zee tersenyum kecil membuat Ning Yu menganga


"Astaga kau tersenyum"kata Ning Yu lalu mengampit pipi Zee secara tiba tiba membuat Zee terdiam


"Dengar ya kau itu semakin tampan saat tersenyum"kata Ning Yu


"Terima kasih"kata Zee


Bel berbunyi


"Baiklah aku pergi"kata Zee sambil berdiri


"Tunggu"kata Ning Yu lalu menarik wajah Zee dan mencium kening Zee membuat Zee terdiam


"Semangat ya"kata Ning Yu lalu ngibrit karna terkejut dengan apa yang dia lakukan


"aku mencium pangeran berkuda ku ohohoho senangnya bisa pamer"batin Ning Yu senyam senyum sendiri di lorong menuju kelas.


Beberapa jam kemudian setelah bel pulang berbunyi


Berjalan menuju parkiran dengan Ari dan ziya juga.


Black membukakan pintu mobil untuk Zee sedangkan Ziya menggunakan mobil adiknya,Ari ikut Quan


"Datang lah kerumahku"kata Nian Nian


"Baik"jawab Jiali dan Zee lalu mereka semua berpisah.


***


Sesampainya di rumah Nian Nian,mereka bertiga segera bergegas pergi ke tempat yang di tuju


Sesampainya di sana tepatnya di desa yang sepi tanpa ada penghuni mereka turun dari motor nya masing-masing

__ADS_1


"Dimana...."belum sempat Jiali menyelesaikan perkataannya sebuah Serangan dadakan muncul dari depan membuat mereka yang tidak siap terkena serangan tersebut dan terpental ke belakang


Bummmm.....


"Akhh"teriak mereka


"Uhuk uhuk uhuk"batuk Nian Nian sambil memegang dadanya,ia terlempar menabrak pagar rumah hingga hancur sedangkan Jiali dan Zee mereka terpental lebih jauh darinya


"Akhh sakitnya"kata jiali sambil mengelus bokongnya,hendak merangkak


"Lohhh.....kyaa"namun sialnya dia terpental ke atas pohon sehingga saat ia melangkah ia kembali terjatuh


Brukkk.....


"Aduh"keluh Jiali sambil mengusap dahinya,saat hendak berdiri


"Kok empuk ya"kata jiali dan menatap ke bawah tepatnya ke salah satu tangannya yang mendarat sempurna di salah satu opay milik Zee yang ternyata ia terpental ke pohon juga tapi ia di bawah


"Kyaa sorry gx sengaja"kata jiali langsung berdiri,Zee hanya mengangguk walaupun fikirannya masih terkejut antara serangan dan yang terjadi barusan.


berdiri membersihkan pakaiannya dengan Nian Nian yang mendekat sambil membersihkan kepalanya dari debu


"Sakit?"tanya Jiali di angguki Nian Nian


"belum pemanasan udah keinti ya pasti sakit lah"Ceplos Nian Nian ambigu walaupun ia tidak bermaksud begitu.


Mereka mulai fokus saat melihat enam siluet seseorang muncul dari balik debu yang berterbangan


"Ck ibumu benar benar penipu"kesal Jiali


"Apanya yang empat"kaget Nian Nian saat ke-enam orang itu muncul,lima pria dan satu wanita


"Kalian secret kan"kata salah satu pria yang lebih dominan,sepertinya dia ketuanya sambil mengamati ketiga gadis yang mengenakan topeng tersebut


"Ya"jawab mereka


"Kami sudah menunggu kalian"kata pria lainnya


"Kami juga"jawab Nian Nian


"Tenang saja kami akan membuat mayat kalian terlihat indah dan tidak perlu berterima kasih"kata sang wanita


"Kalau begitu maaf karna kita beda pendapat"kata Nian Nian


"Karna kami akan membuat mayat kalian hancur bahkan tanpa bisa ber reingkarnasi lagi"kata jiali


"Ahahahah"tawa keenam orang itu


"Kalian terlalu sombong"kata wanita itu


"Baiklah mari kita bunuh dan buat mereka menjadi santapan lezat"kata sang ketua


Lalu keenam orang itu tiba tiba mengeluarkan cahaya dari dalam tubuhnya dan perlahan berubah menjadi induk Gisla,Higolos


Jiali,Zee dan Nian Nian tidak bisa tidak terkejut bagaimana bisa,yang di hadapan mereka ini Higolos semua sedangkan menurut informasi Lily hanya salah satu,ingin rasanya Nian Nian mengutuk ibunya yang memberikan informasi yang tidak tepat sama sekali๐Ÿ˜….


"Bagaimana ini satu Higolos saja susah apalagi ini enam sekaligus"kata Nian Nian


"Dan kita hanya bertiga"lanjut Jiali


"Ahahahah matilah"kata sang ketua Higolos berwarna hitam tersebut dengan tentakel tentakelnya yang bergerak sana kemari


"Iyuh jijik geli"kata Nian Nian membuat Zee dan Jiali terkekeh,mengeluarkan pedang masing-masing namun sekarang dengan karakter mereka,Zee pedang kristalnya,Jiali tombak bulan yang berubah menjadi pedang,sedangkan Nian Nian pedang esnya yang ia ubah dari panah miliknya


"Bagi tiga"kata Nian Nian lalu melesat dengan sayapnya di susul Jiali dan Zee


Area pertarungan Jiali dia melawan dua Higolos berwarna hijau gelap dan coklat namun tetap saja bertentakel apalagi melihat wajahnya yang masih manusia itu


"Memuakkan"kata jiali lalu menyerang salah satu dari mereka dan menghindar dari yang satunya


Saat lengah hampir saja dia tertusuk tentakel tajam dari belakang jika seseorang tidak membantunya


Crass.....gluduk


Salah satu Tentakel itu jatuh di lanjut dengan serangan uap panas yang meleburkan tentakel tersebut


"Luyten"kata jiali saat melihat Luyten di sana


"Tuan"kata Luyten,ia mengenakan baju zirah abu di badannya


"Bantu aku"kata jiali


"Baik"jawab Luyten lalu ikut terbang dan membantu tuannya


Di area Nian Nian juga,Jackson dengan wujud serigala besarnya tiba tiba muncul dan membekukan salah satu Higolos lalu dengan kencangnya ia melempar Higolos ke atas dengan jauh di susul olehnya,setelahnya ia melibas monster tersebut dengan ekornya dan


Bummm.....


Monster itu terpecah berai menjadi beberapa bagian yang masih ada esnya dengan darah hitam yang berceceran di area itu


"Tuan"panggil Jackson terbang di samping Nian Nian


"Bagaimana dengan bagianmu"tanya Nian Nian


"Hanya pingsan nona Lily akan datang membunuhnya"kata Jackson


"Higolos ini adalah Higolos tipe 2 jadi tidak akan mudah membunuhnya seperti yang kalian lakukan saat melawan Higolos tempo lalu jadi berhati-hatilah"kata Jackson di angguki Nian Nian


"Akrrr"teriak Higolos satunya lalu melesat ke arah Nian Nian


Srekkkk......crasss


Nian Nian memotong salah satu tentakel sehingga hanya tersisa lima,Jack membekukan tentakel tersebut dan menghancurkan seperti Higolos satunya dan lanjut membantu tuannya


"""


Di area Zee,Quan datang dan menyambar salah satu Higolos dengan menggigit nya tepat di lehernya dan mengoyak-oyakkan tubuh Higolos hingga terbelah banyak bagian dengan darahnya yang berceceran dan mengenai dirinya


"Tuan aku akan mengurus satunya"kata Quan sambil menarik tentakel hingga putus dan begitu seterusnya tanpa mendengarkan teriakan dari Higolos perempuan tersebut


"Baik bersenang senang lah"kata Zee lalu melesat ke Higolos hitam yang lebih besar dari yang lainnya atau ketua dari yang lainnya


Srak......gluduk....brak....


Dua tentakel terpotong dengan Zee yang langsung terpental karna tentakel lainnya


"Hah...hah"helaan nafas kencang terdengar dari suara Zee yang sudah melancarkan serangannya tadi,memegang lengannya yang terluka ia tersenyum miring saat melihat Higolos tersebut langsung terjatuh dengan keras membentur tanah lalu menggeliat kesana kemari dengan tentakel nya yang mengeluarkan asap hitam yang semakin lama semakin menggerogoti nya


"Bersyukurlah karena kau orang pertama yang merasakan racun akar milikku yang dikombinasikan dengan api hitam"kata Zee.


benar setelah ia mendapatkan kembali sihirnya dan Quan yang mengatakan jika sihir miliknya sudah pada tingkat 7,Quan memberikan rahasia tentang kombinasi sihir dimana sihir elemen akar miliknya di gabung dengan Api hitam yang baru bisa ia gunakan beberapa waktu terakhir


Ketua Higolos itu meleleh dengan sisa sisa tulang manusia


"Wahhh keren"kata Zee,ia mendekat dan mengambil tengkorak kepala ketua Higolos dan menendangnya dengan kencang lalu hancur di injak Quan versi naga


"Bagaimana"tanya Zee


"Sudah tuan"jawab Quan


"Kembalilah"kata Zee lalu Quan menghilang.


"""


Di area Jiali Luyten masuk kedalam pedang Jiali dan menyerang dua Higolos itu sekaligus dengan pancaran sinar bulan dan Higolos itu hancur berceceran di mana mana


Pedang bulan menghilang dengan Jiali yang terengah-engah,hampir saja terjatuh jika Nian Nian dan Zee tidak menangkap nya


"Kerja bagus semua"kata Nian Nian membuat Jiali dan Zee tersenyum senang.


Melihat sekeliling yang ternyata sudah gelap


"Wahh pertarungan kali ini lama sekali ya"kata Nian Nian di angguki Zee dan Jiali sambil berjalan membantu sama lain


Mereka memutuskan untuk beristirahat di salah satu rumah kosong di desa terbengkalai tersebut,nian nian membalut luka di lengan Zee dan kaki Jiali sedangkan miliknya ia hanya memiliki luka ringan saja


"Jangan banyak bergerak"kata Nian Nian


"Zee buatkan api unggun disini tidak ada lampu"kata Nian Nian sambil mengikat kaki Jiali dengan perban


Zee menendang salah satu papan yang sudah lapuk dan menumpuknya setelah itu dengan sihir apinya ia membuat api unggun.


sampe sini dulu


Jangan lupa tinggalkan jejak like kalian

__ADS_1


see you next time ๐Ÿ˜˜


๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2