
lanjut
_____&&______
***
Keesokan harinya setelah sarapan tepat nya di dalam kamar Zee dan yang lainnya mereka menatap kedepan dimana seorang gadis cantik dengan rambut lurusnya yang di tata rapi sedang duduk dengan gugup.
"Jadi maksudmu dia bersama kita untuk sementara ini"tanya Nian Nian sambil menatap Wulan yang mengantar gadis itu ke kamar mereka
"Betul di kamar kami sudah lima anggota dan itu sudah penuh sedangkan kalian hanya empat"kata Wulan
"Kau tidak menganggap ku"kata Ari membuat Wulan tertawa pelan
"Kau kan bersama Nian Nian jangan kira aku gx tau ya"kata Wulan
"Tau tuh lagian aslinya kan Ari emang gx disini"kata Ziya
"Wahh jahatnya"dramatis Ari
"Hoek"Nian Nian dan Ziya refleks meniru seseorang yang ingin muntah walaupun tidak adanya dan hanya bercanda
"Sialan"kesal Ari sambil memdekap Nian Nian yang dekat dengan nya,gadis itu hanya menatap kejadian itu dengan linglung
"Ehem abaikan mereka"kata Wulan
"Veronica untuk saat ini kau akan tinggal disini bersama mereka,seseorang akan membawakan tempat tidur lainnya apa kau keberatan"tanya Wulan pada gadis yang ternyata Veronica
"Tidak sama sekali"jawab Veronica
"Baiklah aku pergi dulu dan ya kepala sekolah Morges berkata untuk jangan melakukan hal yang melelahkan untuk saat ini"kata Wulan sambil memberikan bungkusan kecil ke tangan Veronica dan ia pergi.
Veronica menatap ke dalam lagi dimana tiga anak masih sibuk dengan kegiatan unfaedah mereka dan dua anak lagi yang sedang menatapnya,tidak dapat menampik mereka sangat cantik dengan karakter nya tersendiri
"Anjirlah gua gugup cok"batin Veronica
"Kau Veronica kan"tanya Ziya sambil mendekat,sepertinya ia menyerah menangani dua bocah itu(Nian Nian dan Ari)
"I..iya"jawab Veronica
"Aku Ziya,ini adikku Zeena dan mereka Jiali,Nian Nian dan Ari"sambil menunjuk kebelakang nya
"Hai"sapa Jiali dan Zee
"Woww mereka kembar"batin Veronica,
Nian nian langsung berlari ke belakang Veronica untuk bersembunyi membuat Veronica kaget
"Ari berhenti disitu"kata Nian Nian
"Lihat saja nanti"kata Ari lalu duduk di tengah tengah Jiali dan Zee
"Hai aku Nian Nian"kata Nian Nian sambil menjabat tangan Veronica
"Hai Nian Nian aku Veronica kau bisa memanggilku Ica"kata Ica,karna Nian Nian terlalu bersemangat membuat Veronica kesakitan dibagian yang terluka
"Ehh sorry"kata Nian Nian merasa bersalah
"Gx papa kok"kata Veronica,Nian Nian dengan watadosnya mengangkat kemeja Veronica sehingga membuat sang empunya kaget banget,nian nian melihat ke arah perban dengan sangat dekat
"Wihh luka baru"kata Nian Nian sedangkan Veronica hanya diam saja.
Zee mendekat dan mengamati perban tersebut dan diam diam menggunakan mata naganya untuk melihat detail luka itu,anggap saja dia gx ada kerjaan
"Kenapa aku seperti mengenal energi sihir ini"batin Zee lalu menatap Veronica yang sedang menatapnya juga
"Siapa yang membantumu menutup luka ini"tanya Zee membuat Veronica bingung
"Itu Bu Lily dari sekolah Tensius"kata Veronica dan tersadar jika orang orang di depannya dari sekolah Tensius saat melihat Ziya yang memakai blezer Tensius
"Tapi kenapa aku merasa aneh ya bukannya apa tapi sihir ini..."batin Zee
"Ada apa Zee"tanya Ziya
"Tidak apa apa"kata Zee lalu merapikan kemeja Veronica yang di acak oleh nian nian tadi
"Kalian bantu dia beres beres tidak mungkin dia melakukannya sendiri aku harus pergi"kata Zee
"Tenang saja kami pasti akan membantunya"kata Nian Nian sambil menarik koper sedang milik Veronica
"Tanpa disuruh"lanjut Ari
"Kau mau kemana"tanya Jiali
"Memastikan sesuatu"kata Zee lalu pergi dari sana
***
Tok..tok...tok...
Lily membuka pintu dan melihat Zee didepannya
"Put....ehem...Zeena ada apa"kata Lily hampir saja
"Veronica"kata Zee
Lili terdiam karna bingung kemudian ia paham setelah lama berfikir
"Apa susahnya menggunakan banyak kata"batin Lily sambil tersenyum
"Benar aku yang menolongnya"kata Lily
"Kenapa aku merasakan sihir yang familiar ditubuhnya"tanya Zeena
"Emm itu"Lily berfikir sebentar
"Apa aku juga memilikinya"tanya Zee
"Iya tentu saja"jawab Lily
"Karena kau pemilik asli sihir itu"batin Lily
"Veronica terkena racun bukan, walaupun samar tapi aku merasakannya"kata Zeena membuat Lily terdiam,iya dia seharusnya tidak terkejut apalagi sihir miliknya tidak sempurna seperti dulu jadi pasti ada efek samping nya
"Aku tidak bisa menyerapnya"jujur Lily,karna kekuatan nya adalah menyerap energi kehidupan ataupun esensi sedangkan untuk menyerap racun itu bukanlah keahliannya
"Serahkan kepada ku"kata Zee
"Tolong ya"kata Lily
"Aku pergi"kata Zee lalu pergi dari sana
"Racun itu tidak banyak namun..."batin Lily
***
Kembali ke kamar setelah membantu Veronica membereskan barang barangnya mereka memilih istirahat di balkon,karna keadaan belum begitu baik maka kegiatan sekolah di hentikan sementara waktu dan mereka juga belum bisa pulang karna suatu alasan makanya mereka memiliki banyak waktu.
Zee masuk ke kamar dan mendapati mereka semua berada di balkon
"Veronica"panggil Zee
"Iya"jawab Veronica sambil menatap Zee
"Ada apa"tanya Veronica
"Ikuti aku"kata Zee membuat mereka semua bingung
"Kalian tunggu disini kami tidak akan lama"kata Zee sambil memegang tangan Veronica dan menyeretnya pergi namun perlahan karna ia tau Veronica sedang sakit,
Mereka masuk kedalam kamar mandi,Zee mengunci pintu
"Ada apa Zeena"tanya Veronica
"Ada racun dalam tubuhmu"to the poin Zee membuat Veronica terkejut
"Aku akan mengeluarkan nya"kata Zee
"Apa itu mematikan"tanya Veronica
"Iya tapi tidak lagi"jawab Zee.
Racun dalam tubuh Veronica bukanlah racun api hitam ataupun racun akar miliknya tapi walaupun begitu itu terbentuk karna terbawa aliran sihir dari Lily,entah mengapa Zee seperti pernah melihat racun tersebut dan dengan percaya bahwa dia bisa menyerapnya.
"Kau yakin bisa menghilangkan nya kan"tanya Veronica sedikit ragu
"ya"singkat Zee
"Kalau begitu mohon bantuannya"kata Veronica diangguki Zee
"Lepas kemejamu"kata Zee
"Hahhh"kaget Veronica
"Aku ingin melihat luka itu lebih teliti"kata Zee membenarkan fikiran Veronica
__ADS_1
"Ohh"paham Veronica sedikit malu karna salah paham,perlahan ia membuka kemejanya dan Zee dapat melihat perban yang sedikit bernoda darah di bagian pinggangnya
"Aku akan membukanya"kata Zee diangguki Veronica,Zee perlahan melepas perban tersebut dan setelah semuanya selesai barulah terlihat luka baru yang sudah dijahit.
Setelah semuanya selesai barulah dia menyuruh Veronica berdiri,ia menekuk lutut nya dan mulai menyerap racun di tubuh Veronica dengan sihir cahayanya,akhir akhir ini sihir cahayanya sudah bisa digunakan untuk orang lain tapi tidak dengan sihir regenerasi karna itu hanya bisa untuk diri sendiri.
Veronica merasakan sensasi hangat di tempat yang terluka saat sihir Zee mulai menyerap racun miliknya.
Oh ya kenapa Veronica tidak terkejut saat melihat Zee menggunakan sihir atau saat pertarungan Morges dengan Arthur?
Karena dia sudah tau dan lagian ia juga memiliki sihir walaupun hanya di tingkat rank perak
(Kalo lupa baca chapter 57 Tentang tingkatan sihir)
Setelah beberapa menit tubuh Veronica kemudian oleng namun segera ditangkap oleh Zee agar tidak terjatuh,dia menatap wajah Veronica yang sedang tertidur tersebut karna pengaruh sihir.
"Ternyata benar dugaan ku"batin Zee
Ia mengusap wajah Veronica pelan dan mengangkatnya lalu memindahkannya ke ranjang miliknya karna ranjang milik Veronica belum diantarkan
"Apa yang terjadi"tanya Ziya sambil mendekat
"Dia tertidur"jawab Zee
"Apa yang kalian lakukan sedari tadi"tanya Jiali
"Membersihkan racun dalam tubuh nya"jujur Zee
Ia menceritakan semuanya apa yang terjadi dalam tubuh Veronica.
"Untung saja Zee cepat mendeteksinya kalau tidak mungkin dia akan mati besok"kata Ari
"Hemm kau benar"kata Nian Nian
"Sudahlah lagian sekarang dia sudah baik baik saja iya kan Zee"kata Ziya diangguki Zee
"Kenapa kau membantu nya"tanya Jiali entahlah melihat hal itu membuat sesuatu yang aneh muncul dalam dirinya
"Aku hanya menjadikan nya eksperimen ku"jawab Zee dengan tenang
"Waww Kejam sekali"batin Ziya,Nian Nian dan Ari,sedangkan Jiali hanya terdiam dan merasa lega.
Ehhh lega?
***
Beberapa jam kemudian Veronica terbangun dan sudah merasa lebih baik,ia melihat sekeliling sepi,ia melihat dirinya sudah memakai pakaian asing
"Sudah bangun"kata jiali membuat Veronica terkejut dan menatap Jiali yang berdiri di pintu sendirian
"Ya"jawab Veronica,Jiali mendekat dan meletakkan makanan dimeja
"Untuk mu"kata jiali
"terima kasih"jawab Veronica
"Zeena dan yang lain mana"tanya Veronica
"cafetaria"jawab Jiali singkat
"Ohh"paham Veronica
"Padahal aku pengen berterima kasih sama Zeena...dia baik"batin Veronica murung,Jiali menatap wajah Veronica yang berubah membuat nya sedikit kesal
"Ada apa dengan wajahnya itu menyebalkan...ehhhh?"batin Jiali bingung sendiri
Karna bingung Jiali pun duduk di ranjang miliknya dan memainkan HP-nya membuat suasana menjadi hening
"Anu...Jiali baju siapa yang aku pakai"tanya Veronica Sambil melirik Jiali,Jiali melirik baju yang dikenakan Veronica
"Ziya"singkat Jiali
"Begitu"kata Veronica
"Apa karna mereka kembar makanya bau parfum mereka sama"batin Veronica,sekilas saat ia jatuh kedekapan Zee samar ia mencium bau menenangkan dari Zeena sebelum akhirnya ia tertidur.
Jiali melirik Veronica yang sedang mengambil makanan yang ia bawakan dan memilih melanjutkan main hpnya.
Jam 2 siang Zee dan Ziya kembali ke penginapan mereka dan melihat Veronica dan Jiali sibuk dengan hp masing masing
"Yo jangan terlalu lama bermain hp arau kalian akan terkena radiasi"nasehat Ziya membuat mereka berdua sadar,Veronica tersenyum saat melihat Zee datang
"Merasa baik"tanya Zee di angguki Veronica
"terima kasih Zeena,dan Ziya makasih juga udah minjemin aku baju"kata Veronica membuat Ziya mengerutkan keningnya
"Iya kamu"kata Veronica
"Itu bukan bajuku itu milik adikku"kata Ziya membuat Veronica terdiam dan melirik Jiali yang fokus memainkan hpnya padahal aslinya nggak
"Kenapa Ziya pake jujur segala sih canggung kan"batin Jiali
Zee melirik Jiali dan tersenyum samar saat melihat wajah gugup Jiali
"Aku tidak bisa membongkar barang orang asing"kata Zee membuat Veronica akhirnya paham,Jiali yang mendengar Zee mengatakan orang asing entah kenapa ia malah tersenyum kecil
"Jadi dia asing untuk nya"batin Jiali lalu ia mood kembali
"Bersiaplah jam 3 nanti semua siswa disuruh untuk berkumpul"kata Ziya
"Ada apa"tanya Jiali akhirnya membuka suara
"Entah mungkin pengumuman penting"kata Ziya tidak yakin,ia merogoh saku blezer miliknya
"Ya ampun aku meninggalkan hpku di meja cafetaria Zee ikut kakak"kata Ziya sambil menyeret Zee dengan cepat meninggalkan mereka berdua kembali,Veronica menatap aneh ke arah pintu dan saat hendak berbalik ia melihat jiali sudah berdiri dibelakangnya membuat nya terkejut untuk sekian kalinya.
"Astaga aku terkejut"kaget Veronica
"Ada apa Jiali"tanya Veronica lalu teringat sesuatu
"Oh ya kenapa kau berbohong"tanya Veronica,Jiali diam dan hanya menatapnya,ia mendekatkan wajahnya ke telinga Veronica dan membisikkan sesuatu membuat Veronica terdiam
"Jadi hentikan saja"kata jiali lalu pergi dari sana
Veronica menatap kekosongan didepannya
"Terlihat jelas ya"kata Veronica
"Dia benar juga"lanjutnya,merebahkan tubuhnya di ranjang dan tersenyum manis
"Tapi mungkin itu akan susah Jia"kata Veronica
"Jadi maaf"lanjutnya
Apa yang dibisikkan oleh Jiali yaπ€
Kenapa sikap Veronica menjadi aneh
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
***
Di aula semua siswa tiga sekolah sudah berkumpul,mereka diberitahu kan bahwa jika dua hari tidak akan ada serangan maka mereka bisa kembali ke kota mereka tapi jika terjadi serangan maka mau gx mau mereka akan ikut membantu Houdryen menghindar dari kehancuran.
Semuanya terdiam dan guru guru yang memutuskan dan mengiyakan hal tersebut,setelahnya pak Morges akan memberi informasi tentang kemenangan lomba antar sekolah dan karna insiden yang terjadi beberapa hari terakhir maka semuanya mendapatkan medali untuk memberikan penghargaan karna sudah berpastisipasi dalam Serangan waktu itu,terutama yang maju digarda terdepan mereka mendapatkan medali emas sisanya perak dan perunggu dan semua dapat tanpa terkecuali.
***
Di taman Houdryen ciwi ciwi A2 Tensius sedang duduk santai disalah satu taman,terlihat banyak siswa yang berkumpul dengan kelompok mereka sendiri,
bangku ciwi A2
"Walaupun lombanya gx sampe selesai tapi nggak papa lah yang penting dapet medali"kata Salsa
"Benar mana keren banget lagi"kata Ari sambil memperlihatkan medali emas miliknya
"Enak sekali Ari mendapatkan emas sedangkan aku hanya perak"kata salsa membuat Ari membuat wajah sombong yang dibuat buat
"Sudahlah terima saja bukan hanya kau yang dapat perak salsa"kata Wulan
"Nggak iri kok"kata salsa
"Cuma kesel"tambahnya dengan sedikit tertawa
"Oh ya tadi sepertinya gelandang sihir mendapatkan semua medali emas kan"kata Noriko
"Benar"jawab Rey membenarkan,
Secret atau lebih dikenal gelandang sihir mendapatkan semua medali emas,bukan karna apa tapi dilihat dari nilai Lander abadi dan Keikut sertaan dalam pertarungan melawan Higolos mereka pantas mendapatkan nya,tapi Bukan berarti mereka diistimewakan ya,semuanya yang masuk Lander abadi adalah medali emas oke.
Di taman yang sama namun di kursi yang berbeda Jiali dan Zee hanya diam mendengarkan teman temannya bercerita,Zee memandang medali miliknya sambil tersenyum samar.
Beberapa saat kemudian hpnya bergetar dan ia mengambilnya dan membaca pesan dari Ryuga,sekilas terlihat rasa haus akan darah muncul di mata Zee saat membaca pesan tersebut kemudian ia kembali tenang tapi percayalah dia tenang di luar bukan berarti tenang didalam.
"Sepertinya dia bosan hidup"batin Zee,
__ADS_1
Namun setenang tenangnya Zee seseorang bisa merasakan perubahan suasana hati nya
"Kenapa dia"bingung Jiali yang sedang duduk di samping Ziya.
Seseorang menghampiri mereka
"Hai boleh gabung gx"tanya orang itu,mereka meliriknya dan Nian Nian cepat tanggap
"Veronica duduk saja"kata Nian Nian
"Terima kasih"kata Veronica lalu duduk di samping Nian Nian
"Apa yang sedang kalian bahas"tanya Veronica
"Bukan apa apa"jawab Mona diangguki Veronica
"Wahh medali...sayang sekali aku tidak mendapatkan nya"kata Veronica
"Tentu karna ini buah dari hasil kerja keras"kata Noriko
"Benar kalian pantas mendapatkan nya"kata Veronica
"Tidak apa apa kan aku disini"tanya Veronica
"Nggak papa kok"kata salsa
"Thanks ya"kata Veronica
"Memangnya dimana teman satu sekolah mu"tanya Wulan
"Aku kan sekolah diluar negeri jadi aku gx ada teman di sekolah ini"jujur Veronica
"Ohh"paham mereka
"Ck"decak kesal Jiali pelan ia lalu berdiri
"Mau kemana Jia"tanya Nian Nian
"Kamar mandi"jawab Jiali sambil berlalu,Veronica menatap kepergian Jiali dengan senyum manisnya dan nelirik sebelah Ziya yang kosong,saat hendak berdiri Zee berdiri lebih dulu dan pergi
"Kemana Zee"tanya Ziya
"Kamar"jawab Zee sambil berlalu, Veronica hanya terdiam
"Ini baru awal tenang Ica"batin Veronica lalu kembali berbincang-bincang dengan mereka.
Mona,Rey,Wulan,Naoya,dan Noriko hanya diam mendengarkan sedangkan Ari,Nian Nian,Ziya dan salsa mereka ikut menimbrung dengan Veronica,
Mona menyibukkan dirinya sendiri dengan buku ditangannya,sedangkan Wulan ia bermain hp membalas chat pacarnya siapa lagi kalau bukan Sion,Rey yang bosan hanya memutar mutar medalinya gx jelas sambil meminta Naoya menyepang rambut panjangnya,Noriko?
Dia tentu saja fokus dengan pedang kayu miliknya,sepertinya kebiasaannya gx bisa hilang bahkan di sekolah orang pun pedang itu tetap ia bawa membuat anak anak Tensius sedikit ngeri dengan ketua kedisiplinan satu ini.
***
Dikamar mandi perempuan
Byurrr......
Jiali menatap wajah nya sendiri dicermin yang basah,mengambil sapu tangan di sakunya dan mengelap wajahnya,menghela nafasnya berusaha untuk tetap tenang
"Huhhh tenang Jia tenang"kata jiali pada dirinya sendiri,menatap pantulan dirinya
"Akhh aku kenapa sih"kesal Jiali sendiri
"Kalau gini kan bisa hilang image ku sebagai gadis cool"narsisnya
Behhhh Jia.....
Dia lalu merapikan seragamnya, membuang sapu tangan miliknya dan hendak keluar dari sana namun saat mencapai pintu dan membukanya ia dibuat terkejut saat melihat Zee berdiri didepannya dengan anteng,Zee perlahan maju dan mendorong pelan tubuh Jiali untuk masuk dan menutup pintunya lagi.
"Zee"panggil Jiali
"Ya Jiali"jawab Zee dengan sengaja
"Ck aku ingin keluar minggir"kata jiali
"Cobalah"kata Zee
"Zee aku sedang tidak bercanda"kata jiali
"Aku juga"kata Zee membuat Jiali memutar matanya jengah,ia mendorong tubuh Zee agar minggir namun Zee malah diam dan semakin maju
"Wajahmu murung Jia"kata Zee
"Kenapa ya"tanya Zee entah dia tau atau tidak apa penyebab Jiali murung tapi ia hanya ingin bermain main dengan gadis didepannya
"Gx tau"jawab Jiali
"Ohh mungkin aku yang salah"kata Zee santai ia lalu meminggirkan tubuhnya agar Jiali bisa lewat,Jiali menatapnya tajam sebelum ia keluar dengan cepat membuat Zee terkekeh.
Di tempat Jiali ia dengan kesal berjalan dengan cepat menuju taman tersembunyi yang ditemui Noriko saat itu
"Dasar gx Zee gx gadis menyebalkan semuanya sama saja"kata jiali
Sesampainya di danau dia menghirup udara segar banyak banyak dan membuangnya lagi,menghela nafasnya sambil menatap sekitar,sepi cocok untuknya yang sedang ingin menenangkan diri.
***
Jam setengah tujuh sudah memasuki waktu makan malam semuanya sudah berkumpul di cafetaria hanya Jiali yang tidak muncul sedari tadi membuat teman temannya cemas.
"Aku akan mencarinya kalian pergi dulu"kata Zee sambil pergi dari sana
"Aku ikut"kata Veronica saat ia berlari ia bingung tidak melihat Zee sama sekali
"Sudahlah kalau Zee sudah turun tangan Jiali akan baik baik saja"kata Ari sambil menyeret Veronica ke cafetaria
"Tapi...."Veronica hanya menghela nafasnya dan mengiyakan hal ini
"""
Di danau Jiali terbangun dari tidurnya di bawah pohon saat merasakan dingin di sekitarnya.
"Ohh sial aku ketiduran jam berapa sekarang"kata jiali sambil merogoh sakunya namun rupanya hpnya gx dia bawa,karna kesal ia menendang rumput dengan asal
"Ohh shittt"umpat Jiali sambil memegang kakinya yang sakit,rupanya kakinya berdarah karna terkena ranting saat menyusuri jalan ketika menuju danau,lukanya tidak dalam namun darahnya terlihat banyak dan sudah mengering
"Kapan aku terluka"bingung Jiali
Menatap sekeliling yang sudah gelap
"Yang lain pasti sedang mencariku aku harus segera pulang"kata jiali,saat ia bangun dengan cepat ia malah oleng dan terjatuh kembali
Brukk.....
"Aduh darah rendah sialan"kata jiali pelan sambil memegang kepalanya yang pusing,saat hendak berdiri ia seperti merasakan kehadiran seseorang yang.....mengerikan?
Perlahan ia mendongak dan menatap siluet seseorang yang muncul didepannya yang sedang mendekat kearahnya,karna waspada Jiali mengeluarkan pedang sihirnya dan melempar ke arah depan
Trang....
Pedang itu di halau Dengan pedang pendek milik orang tersebut,saat sudah mendekat
"Zeena"kaget Jiali saat melihat Zee didepannya namun ada apa dengan wajah tanpa ekspresi nya itu.
"Sepertinya kau senang berada disini Jiali"kata Zee datar,Jiali terdiam kemudian membuang mukanya
"Bukan urusanmu"kata Jiali
"Ya itu memang bukan urusan ku tapi kau membuat kami cemas mencarimu"kata Zee
"Tapi kurasa kecemasan kami tidaklah berarti"lanjut nya
"Cepat berdiri dan kembali"kata Zee
"Itu yang mau aku lakukan tadi"kata jiali pelan
"Ada apa"tanya Zee
"Tidak ada"kata jiali
Saat ia berdiri rasa sakit dikakinya kembali datang membuatnya oleng
"Ohh sial"batin Jiali,dia menutup mata nya siap merasakan sakit lagi namun saat terjatuh ia sama sekali tidak merasakan sakit
Bruk....
Jiali perlahan membuka matanya dan menatap zee yang menatapnya juga,namun kali ini bukan tatapan datar namun tatapan mata biasa yang Zee perlihatkan padanya,rupanya saat hendak jatuh Zee dengan cepat menangkap nya namun naas keduanya malah terjatuh dan Jiali terjatuh diatas tubuh Zee,Zee menyelipkan anak rambut Jiali ke telinganya
"Syukurlah kau baik baik saja"kata Zee pelan,Jiali hanya diam melihat Zee
"Jangan gegabah"kata Zee
Ohhh lanjut besok ya
See you next time π
__ADS_1
πππ
__________________