Magic Blood

Magic Blood
chapter 14


__ADS_3

***lanjut


//////


logan sangat marah saat tau akar dari masalah ini,ia membuat bangkrut perusahaan Jeny dan memenjarakan pemimpin mereka karna mereka juga termasuk perubahan yang tidak jujur dan tukang korupsi dan menggelapkan uang


Raka di keluarkan dari sekolah dan di paksa menikah oleh ibunya saat tau Raka meniduri anak orang yang merupakan anak dari keluarga biasa karna gadis itu mengancam akan memenjarakan Raka atas kasus itu,mau tak mu Raka menikahi wanita yang ia tiduri karna mereka sudah melakukan itu tidak hanya sekali namun berkali kali sebelum Raka pacaran dengan Zee dan Raka juga membuat gadis itu hamil anaknya,Raka sekarang merasakan hidupnya hancur lebur untuk selamanya.


Masalah keluarga Raka di tumpas habis oleh logan dalam satu hari,namun masalah anaknya sendiri ia masih belum bisa mengatasinya karna Zee selalu mengurung dirinya di kamar dan jika bertemu pun hanya dengan ibunya dengan pria lain bahkan ayahnya ia akan berteriak,marah lalu menangis


karna takut Zee akan memiliki gangguan mental logan memutuskan untuk memanggil dokter psikolog dan memutuskan untuk menghipnotis Zee untuk memanggil kesadaran Zee kembali,logan yang masuk kedalam alam sadar Zee melihat Zee yang sedang menunduk,kembali ke flashback dimana ia baru saja di tinggalkan Raka logan menghampirinya dan memeluk anaknya dan menguatkan Zee jika itu hanyalah masalah yang sudah berlalu


Dua jam kemudian hipnotis telah selesai,Zee sudah mulai berbicara dengan ayahnya dan orang lain walaupun masih dalam pengawasan,sikap Zee yang dulu ceria kepada semua orang yang ia temui menjadi lebih dingin dan datar apalagi orang yang ia tak kenal dan terlebih lagi pria,Zee menjadi sangat anti kepada mereka,karna memiliki dendam yang besar ia memutuskan untuk membangun perusahaan nya sendiri yang diberi nama Zl,ia membangun dari nol sampai menduduki peringkat pertama dalam sejarah bisnis dalam kurun dua tahun saja,semua orang kagum dengan perusahaan itu,Zee menutupi identitasnya dan hanya sekertaris nya saja yang sering menunjukkan wajahnya di media


dan di saat Zee akan pindah ke sekolah Tensius dari sekolah lamanya ia membuat Raka hidup segan mati tak mau,membuat Raka menjadi gila di tinggal keluarga nya,istrinya berselingkuh dan kabur membawa anaknya meninggalkan Raka sendirian,di umurnya yang masih muda namun sudah menjadi gelandangan ia memilih bunuh diri di rumahnya sendiri,membuat Zee senang akan akhir dari kehidupan Raka


"Kau pantas mendapatkan itu jika bermain main dengan orang seperti ku"kata Zee,


sampai suatu kejadian orang tuanya mengabaikan nya karna urusan kerja,dan pada akhirnya ia kembali berdiam diri dan mendapatkan kehidupan nya lagi saat sekolah di Tensius,mendapatkan teman yang tanpa memandang status,orang tuanya kembali menyayangi nya dan mendapatkan kakaknya kembali sungguh alur yang pahit namun membuahkan hasil yang manis namun hari masihlah panjang banyak hal menanti di depan sana kita harus siap menghadapinya FLASHBACK BERAKHIR


 


kembali ke masa sekarang


 


"Aku tak boleh bersedih jika tidak akan sia sia usaha mereka untuk membawaku bangkit"kata Zee lalu melanjutkan perjalanan nya menuju rumah,


masuk ke dimensi kristal untuk mengganti baju dan membawa Ziya langsung berteleportasi ke kamarnya dan tidur bersama karna kelelahan setelah hari yang panjang.


Paginya karna hari ini libur Zee tidak bangun pagi juga karna badannya sedang deman,Ziya bangun lebih dulu


"Zee bangun ayo sarapan"ajak Ziya namun Zee tak menyahut,memegang tangan Zee dan terkejut karna suhu tubuh Zee sangat panas


"Astaga Zee kau demam"kata Ziya lalu segera membuka pintu dan ke dapur karna hanya itu yang ia hapal dari semua ruang di sana,ia melihat bibi pembantu dan ibunya sedang menyiapkan makanan


"Ibu Zee demam suhu tubuhnya sangat panas"kata Ziya panik


"Apa"kaget Zhu lalu berlari ke kamar anaknya di ikuti Ziya


"Zeena"panggil Zhu memegang kening Zee yang panas


"Aku akan panggil logan agar membawa Zee ke rumah sakit"kata Zhu


"Jaga adikmu dulu ya"kata Zhu


"Baik Bu"kata Ziya lalu mendekati Zee dan menatapnya sedih


"Kenapa harus sakit padahal hari ini aku bermaksud untuk meminta mu membawaku jalan jalan"kata Ziya sedih,


beberapa menit kemudian logan datang dan menggendong Zee ke mobil dan mereka ke rumah sakit


Di ruang inap setelah di periksa oleh dokter Tama


"Nona sedang demam tinggi jadi untuk sementara ini di rawat dulu sampai suhu tubuh nya turun"kata Tama sambil mengecek hasil catatan nya


"Hah baiklah tolong lakukan yang terbaik Tama"kata logan


"Pasti tuan saya permisi dulu masih banyak pasien yang harus saya periksa"kata Tama lalu keluar dari sana


"Sepertinya alasan bos menyuruh ku mengetes DNA rambut adalah untuk mengetahui saudara kembarnya"batin Tama saat tadi melihat Ziya


"Ziya bisakah kau menjaga adikmu dulu ayah harus bekerja"kata logan


"Baik ayah kau bekerja saja aku akan jaga adik dengan sangat baik"kata Ziya


"Baiklah ayah pergi dulu"kata logan mencium kening Ziya


"Bye ayah"kata Ziya lalu pintu di tutup


"Ibu juga sudah pergi hanya ada kau dan aku Zee"kata Ziya,mengambil kursi dan duduk di samping ranjang Zee,memerhatikan wajah Zee yang pucat


"Sepertinya jarum itu saat menyentuh kulit sangat sakit ya"kata Ziya sambil memandangi infus di tangan Zee,lalu lama kelamaan Ziya tertidur


Zee terbangun saat dua jam berlalu setelah Ziya tertidur


"Kepala ku sakit sekali"batin Zee saat ingin menggerakkan tangan nya ia merasa ada yang menindih rupanya itu kepala Ziya yang tertidur pulas


"Maaf kak aku merepotkan mu"kata Zee,merasa ada gerakan Ziya terbangun


"Zee kau sudah sadar syukurlah"kata Ziya senang


"Hemm kak aku haus"kata Zee lalu Ziya mengambilkan air minum untuk Zee,setelah meminum Zee melihat sekitar


"Kak aku sudah sembuh bisakah kita pergi dari sini"kata Zee


"Kau baru saja terbangun dan ingin pergi"kata Ziya


"Iya aku akan membawamu keliling kota hari ini"kata Zee tanpa mendengarkan jawaban dari Ziya ia mencabut infus dengan paksa dan turun dari ranjang,memegang tangan Ziya dan kabur dari ruangan itu


di depan pintu rumah sakit Zee bertemu dengan Shiro


"Shiro untuk apa kau di sini"tanya Zee


"Karna tuan tau jika saat nona sadar pasti akan kabur makanya tuan menyuruhku untuk mengawal nona nona sekalian"kata Shiro


"Ayah sudah mulai gx asik"kata Zee lalu masuk ke mobil mengajak Ziya


"Pergi ke taman kota"perintah Zee


"Baik nona"jawab Shiro


"Apa dia sopir pribadi mu Zee"tanya Ziya membuat Shiro terkejut


"Bukan dia hanya pengganggu yang di kirim ayah"kata Zee


"Mulut pedas nona memang sudah juara ya"batin Shiro menangis


"Nona perkenalkan nama saya Shiro saya adalah KEPALA pelayan di kediaman Anderson"kata Shiro menekan kata kepala


"Ohh halo paman Shiro"sapa Ziya membuat Zee tertawa


"Hahaha paman hahaha sangat cocok untuk mu PAMAN"kata Zee sambil tertawa


"Kenapa tertawa Zee apa salah aku memanggilnya paman dia kan memang tua"kata Ziya membuat Zee tertawa lebih kencang


"Hahahaha Shiro kau dengar itu kau itu TUA"kata Zee mengejek Shiro


"Nona besar umurku masihlah muda jadi panggil saya seperti nona panggil saja"kata Shiro menyerah


"Baik pa...Shiro"kata Ziya mengingatkan ia kepada Yifei


"Ada apa kak"tanya Zee


"Shiro mengingatkan ku akan Yifei pelayan pribadiku ia lebih tua dari Shiro dan tewas oleh anak buah Duk karna menyelamatkan ku"kata Ziya sedih


"Duk benar benar keterlaluan"kata Zee

__ADS_1


"Ah ya aku ingat sesuatu"kata Ziya lalu mengeluarkan sebuah kalung dan membuka kalung yang ada ruang kecil di bandulnya,yaitu kertas pemberian Yifei,ia membacanya rupanya di situ tertulis bahwa Ziya bukanlah anak kandung Duk dan anaknya melainkan anak dari musuh di negara C,Yifei juga menulis jika Ziya memiliki saudara kembar kandung yang tinggal di China maka dari itu Yifei menyuruh Ziya tetap di negara itu untuk mendapatkan keluarga kandungnya dan kebahagiaan di sini.


Ziya menangis dalam diam sambil membaca kertas itu di diamkan oleh Zee


"Cup cup cup kakakku yang cantik jangan melow lagi kita akan sampai di taman kita doakan saja semoga kak Yifei tenang di sana"kata Zee


"Ya jika aku sedih Yifei akan sedih juga"kata Ziya menghapus air matanya


"Ya ampun aku terharu"batin Shiro melihat dua nonanya sudah berkumpul


Di taman Zee merasakan keanehan pada tempat itu


"Shiro kenapa rasanya tamanya agak aneh"tanya Zee


"Saya tidak tau nona saya cek dulu"kata Shiro lalu keluar dari mobil dan pergi menuju pancuran taman


,saat memutar untuk mencari tau ia malah terlempar jauh dan terjatuh


"Ahak"Shiro terjatuh dan wajahnya pucat sebelum ia berlari ke mobil badannya di lilit sesuatu yang panjang seperti tentakel dari balik pancuran itu membuat Zee dan Ziya kaget,Shiro di lempar ke atas dan saat hendak jatuh Zee berteleportasi menangkap nya dan membawanya ke tempat aman


"Zee hati hati"kata Ziya saat keluar dari mobil


"Kak jangan keluar"kata Zee lalu tentakel itu melesat menuju Ziya sebelum akhirnya di tebas oleh senjata logam Zee berupa belati,mendekat ke Ziya,dan memasukkan kedalam dimensi kristal,


di rasa aman ia melihat pancuran itu yang masih mengeluarkan tentakel hitam yang panjang yang berjumlah delapan itu,sosok yang di nanti Zee keluar dimana rupa itu sangat seram namun memiliki wajah manusia dan sialnya itu adalah wajah kepala sekolah Luna


"Kepala sekolah"kaget Zee,Luna kembali menyerang Zee dengan bruntal


"Apa yang terjadi dengan kepala sekolah kenapa ia seperti ini"batin Zee merasa aneh,menghindar dan menyerang itu yang di lakukan Zee namun seakan kepala sekolah Luna tidak merasakan lelah dan sakit,setiap tentakel yang di potong akan tumbuh dengan cepat membuat Zee kewalahan


"Sepertinya sihir sudah tak dapat di sembunyikan dari dunia ya"batin Zee saat ia lengah ia hampir saja terkena serangan kepala sekolah Luna sebelum akhirnya di halau dengan kekuatan es yang membuat tentakel itu membeku dan dilanjutkan dengan serangan tombak perak,


menengok ke arah belakang dimana Nian Nian dan Jiali berdiri


"Yo sepertinya ini akan menjadi debut pertama ku"kata Nian Nian sambil melakukan pemanasan


"Boleh bergabung"kata jiali sambil menarik kembali tombaknya dengan tarikan sihir


"Tentu saja"kata Zee lalu berdiri sejajar dengan Zee dengan mengeluarkan aura masing masing


"Aku seperti kenal wajah itu"kata Nian Nian


"Itu kepala sekolah Luna"kata Zee


"Iya aku ingat itu"kata jiali


"Sungguh wahh sayang sekali wajah cantiknya terhalang karna tubuh monster nya itu"kata nian nian


"Ayo bermain dengan serius"kata Zee lalu mengeluarkan sihir senjata berupa pedang yang dilapisi dengan api,Nian Nian membuat sebuah bola es di tangannya,sedang kan Jiali menggunakan elemen senjata tombak dengan di lapisi elemen petir,


menyerang bersamaan membuat kepala sekolah Luna kewalahan,melesat terbang dengan sayap biru esnnya Nian Nian menyerang dengan melemparkan bola esnya ke delapan tentakel Luna membuat tentakel itu membeku sedang kan Jiali dan Zee menyerang dari samping dengan masing masing senjatanya memotong tentakel tentakel itu,namun tentakel itu kembali tumbuh,mundur untuk mengambil ruang


"Sial sebenarnya apa yang kita hadapi ini"kata jiali kesal


"Ya aku sampai jijik melihatnya"kata nian nian


"Kalian kembali menyerang seperti biasa tapi Nian Nian bisakah kau gabungan elemen es mu dengan petir dan menyerang dengan sekala besar saat aku sudah menguncinya,dan Jiali aku tak akan meragukan kekuatan gabungan elemen tanah dan apimu"kata Zee


"Baiklah Zee"jawab nian nian


"Tak usah cemas"jawab Jiali lalu mereka menggabungkan elemen mereka masing masing,Nian Nian menggabungkan elemen es dan petirnya dan berubah menjadi badai es petir sedang kan Jiali menggabungkan elemen tanah dan api membuat kekuatan lava atau lahar panas,sedangkan Zee menggunakan kekuatan akar beracun nya dan membelenggu tubuh Luna dengan itu


"Sekarang"kata Zee lalu secara bersamaan Nian Nian dan Jiali menyerang Luna dan


BUMMMM.....


"Yosss kita berhasil"kata Nian Nian senang


"kita pemenangnya"kata jiali


"Rupanya kita masih hebat ya"kata Zee


mereka bertiga mendekat ke arah Luna dan Zee menggendongnya


"Ayo pergi sebelum masalah semakin besar"kata Zee tak menyadari bahwa hal yang mereka lakukan itu sudah termasuk masalah yang sangat besar dimana kerusakan taman yang sudah tak dapat di kenali sebagai taman


"Ok"jawab nian nian dan Jiali lalu mereka pergi dari sana,sedangkan Shiro sudah di bawa pergi oleh Quan ke RS saat Zee meletakkan nya di dekat mobil yang sekarang sudah hancur lebur termakan api


Di rumah Mona setelah mencari tau alamat kepala sekolah,mereka mengantarkan kepala sekolah Luna ke rumah dan membuat Mona terkejut dan sedih melihat ibunya,di ruang tamu Mona mendatangi mereka bertiga saat dari kamar ibunya


"ibuku ingin kalian datang ke kamarnya"kata Mona lalu mereka berempat masuk dan melihat Luna yang sedang duduk di kasurnya


"Kepala sekolah bagaimana keadaan anda"tanya Zee


"Sudah lebih baik tapi aku kenapa"tanya Luna


"Kepala sekolah Luna tak ingat apa yang sudah terjadi"tanya Nian Nian


"Tidak aku tidak ingat apa apa yang aku ingat hanya saat kemarin aku pergi dari rumah dan tiba tiba Sekarang ada di kamar"kata Luna


"Apa sebelumnya ada yang kau lupakan"tanya Zee


"Emm aku seperti nya mendengar seseorang berbisik pada ku namun setelah itu semua gelap"kata Luna


"Berbisik apa"tanya Jiali


"Entah lah aku lupa"kata Luna


"Baiklah tidak apa apa kepala sekolah jangan dipaksakan untuk ingat"kata Zee,lalu mereka bertiga pamit pulang


Dijalan menuju rumah mereka memilih untuk jalan kaki


"Oh ya Zee aku ingat bagaimana kau tau aku sudah menguasai sihir bawaan milik ku"tanya Nian Nian


"Hanya menebak"jawab Zee


"Terus bagaimana dengan sihir lava ku"tanya Jiali


"Aku hanya berfikir jika bisa tidak ya elemen biasa di gabungkan dan aku ingat aura sihirmu sudah lebih kuat jadi mungkin cukup untuk melakukan sihir gabungan,lagi pula kan kau pernah belajar itu diam diam di sekolah saat pak Raymond mengajar"kata Zee


"Iya juga ya heheh"kata jiali


"Tapi Kau benar benar mengerikan Zee kau seperti cenayang"lanjut jiali


"Hahahaha biasa saja"kata Zee lalu ingat sesuatu


"Oh ya kakak sudah melihat aku menggunakan sihir aku harus menjelaskan padanya"batin Zee


"Teman teman aku duluan ya"kata Zee lalu menghilang


"Hais belum juga di jawab"kata jiali


"Liburan kali ini sungguh berkesan walau sehari aku harus pamer ke kakak ini"kata Nian Nian


"Jia ayo makan aku lapar"kata Nian Nian menyeret Jiali ke kedai makanan di jalan itu.


 

__ADS_1


Masuk kedalam dimensi kristal Zee segera mencari kakaknya dan menemukan Ziya sedang duduk di bawah pohon dan di tangan nya ada makhluk hitam kecil bersayap


 


"Kakak"panggil Zee,Ziya menengok dan Zee dapat melihat makhluk apa yang ada di pangkuan kakaknya,itu adalah naga miliknya atau Quan yang berubah menjadi naga kecil


"Oh Zee akhirnya kau datang aku butuh penjelasan disini"kata Ziya sambil melempar Quan ke dalam kolam air roh


Di dalam kolam


"Uhh tuan kedua ternyata kejam juga"batin Quan lalu berenang menuju daratan,melihat Ziya melempar Quan tanpa perasaan membuat Zee menahan ketawa


"Ada apa"tanya Ziya


"Tidak apa apa"jawab Zee lalu duduk di depan Ziya


"Jelaskan"kata Ziya


"Akhir akhir ini kakak sudah melihat hal di luar nalar bukan"kata Zee


"Ya seperti kucing mu yang berbicara dan berubah menjadi kawai,kau yang menghilang dan terbang,aku masuk ke dalam dunia lain,dan seekor hewan legenda yang memanggilku tuan kedua dan sekarang kau datang entah dari mana sebenarnya ada apa ini"kata Ziya di akhiri sebuah pertanyaan,


Zee menceritakan semua kejadian yang telah terjadi tanpa terlewat mulai dari awal ia mendapatkan kekuatan sihir sampai sekarang


"Jadi begitu"kata Ziya


"Kau tak berfikir jika aku berbohong"tanya Zee


"Mau berfikir begitu tapi aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri bahkan aku merasakannya juga jadi aku percaya"kata Ziya


"Ibu juga memiliki sihir dan teman temannya ku juga punya"kata Zee


"Jika teman temannya sepertinya aku juga akan menebak begitu tapi Ibu ternyata juga punya"kata Ziya terkejut


"Iya"jawab Zee


"Emm oh ya Zee ini dimana dan bangunan mirip istana itu milik siapa"tanya Ziya karna terpukau dengan keindahan di dimensi kristal


"Bisa di bilang ini dunia di dalam dunia atau dimensi lain namanya dimensi kristal ini milikku dan istana itu juga milikku apa kakak ingin berkunjung"tanya Zee


"Ya aku mau aku juga ingin merasakan suasana kerajaan"kata Ziya membuat Zee senang setidaknya yang ia fikirkan tentang apa apa yang buruk tidak terjadi,agar kesan kerajaan tidak kaku Zee menyuruh Quan mengambil gaun kerajaan untuk di pake Ziya sedang kan ia menggunakan baju ala prajurit sama dengan Quan yang sudah berubah ke wujud manusia


"Wahh ini seperti aku seorang putri dan kalian adalah kesatrianya"kata Ziya sambil memandangi gaun yang ia pakai


"Zee kenapa kau tidak menjadi putri juga"tanya Ziya


"Kali ini tuan putri nya adalah kakak jadi silahkan putri"kata Zee memberi hormat ala kerajaan


"Baiklah ayo kita bermain raja rajaan"kata Ziya


"Aku ingin jalan jalan"kata Ziya


"Mari ikuti kami tuan putri Ziya"kata Quan lalu memimpin tur ala ala drama kerajaan,berkeliling dengan gembira bahkan Ziya juga menyuruh Quan dan Zee bertarung ala ala latihan kesatria


Setelah puas bermain Zee dan Ziya pamit untuk kembali ke dunia nyata


"Yahh sepi deh"sedih Quan


"Kau kan bisa bermain dengan teman teman mu"kata Zee menunjuk pembicaraan mengenai geng Leon


"Aku tidak bisa bersama mereka terus aku harus terus kuat dan lebih kuat baru bisa bermain main"kata Quan


"Kalau begitu aku akan menyuruh Ari bersamamu sekalian berlatih juga"kata Zee lalu dalam sekejap Ari sudah di samping Quan


"Baik Zee aku janji akan bertambah kuat"kata Ari membuat Ziya dan Quan kaget akan kemunculan nya yang tiba tiba


"Kau mengejutkan kami saja"kata Quan kesal


"Dari mana kau muncul"tanya Ziya


"Aku selama ini berada di kamar tapi Zee manggilku ya aku datang"kata Ari


"Ari kau tinggal bersama Quan ya oh ya kalau bisa kau lanjut saja sekolah agar saat Quan pergi sekolah kau tak kesepian karna aku bermaksud untuk membicarakan sesuatu kepada ayah agar kakak sekolah di Tensius"kata Zee


"Baik Zee"jawab Ari


"Oh ya agar tak terlihat canggung kalian carilah apartemen untuk tinggal bersama untuk melatih kerja sama kalian"kata Zee


"Melatih kerja sama"tanya Quan dan Ari


"Kalian adalah orangku aku hanya ingin orang di bawah perintah ku adalah orang yang kuat dan dapat menjalin kerja sama dengan baik"kata Zee


"Baik tuan"jawab Quan


"Baiklah kami pergi bye"kata Zee lalu menghilang bersama Ziya dan kembali ke dunia nyata tepat di kamar,dan jam menunjukkan jam lima sore


"Wahh sudah petang saja"kata Ziya


"Kak kau mandi dulu saja"kata Zee


"Baiklah aku duluan ya"kata Ziya lalu masuk ke kamar mandi,selama Ziya berada di rumah beberapa hari ini ia menggunakan baju Zee karna ukuran tubuh mereka sama hanya saja Ziya lebih tinggi dari Zee beberapa senti


Zee keluar dari kamar menuju dapur mengambil minum dan meminumnya sambil berjalan kembali ke kamar,melirik salah satu pelayan di sana


"Bibi apa ayah dan ibu sudah pulang"tanya Zee


"Sudah nona tuan dan nyonya sudah ada di atas"jawabnya


"Ohh baiklah makasih bibi"kata Zee tersenyum lalu pergi ke kamar


"Sama sama nona"jawab pelayan itu melanjutkan pekerjaannya,setelah beberapa menit Ziya keluar dan segera mengganti baju


"Zee kau mandi juga lah,kita kan bermain cukup lama tadi"kata Ziya di angguki Zee dan Zee pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah keduanya sudah membersihkan diri masing masing mereka segera ke bawah untuk makan malam,singkat setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga


Zee mulai melancarkan aksinya


"Ayah bisakah kakak sekolah di Tensius bersamaku"pinta Zee


"Oh ya ayah lupa untuk mencari tau apa yang selama ini terjadi dengan kakakmu"kata logan


"Itu bukan jawaban dari pertanyaan ku ayah"batin Zee kesal sedangkan Zhu dan Ziya Hanya terkekeh melihat wajah kesal Zee


"Ziya bisa ceritakan apa yang terjadi selama ini dan bagaimana awal kau bertemu Zeena"tanya logan


"jadi........"


***jadi lanjut besok lagi 🗿


seru lanjut


jangan lupa like and komen


tinggalkan jejak kalian


love you all 😘***

__ADS_1


////////


__ADS_2