Magic Blood

Magic Blood
chapter 68


__ADS_3

lanjut


______&_______


Percayalah walaupun dia terlihat biasa saja dia bahkan lebih takut dari ketiga temannya pasalnya Rama atau si pengkhianat ZL itu terluka karna ulahnya yang kesal melihat makhluk satu itu yang dengan berani mengkhianati bosnya.


____________________________________


"Lihat saja Aley dia contoh nyata"kata Ryuga sambil sekilas melirik black dan sifat jailnya muncul


"Dia melakukan hal kecil yang tidak bos setujui dan apa akibatnya....dia terluka,bos bahkan tidak terlihat ragu jika dilihat dari luka yang Aley terima"lanjutnya diangguki Tama dan Haley


"Benar tapi kau salah"kata Haley


"Namaku Haley....Haley Reinhart ingat itu...Aley Aley siapa itu"kata Haley sambil melempar bantal sofa ke Ryuga


"Ahahah apa bedanya sama saja kok lagian itu panggilan sayang tau dari kami iya gx Tama"kata Ryuga


"Benar"kata Tama


"Serah Kelen lah"kata Haley lalu pergi dari sana


"Mau kemana"tanya Tama


"Nge-game lah naikin level"kata Haley


"Dasar budak game"kata Tama dan Ryuga


"Bodo"kata Haley lalu pergi dari sana


"Baiklah ini sudah malam kami juga harus kembali"kata Ryuga lalu berdiri


"Tidak usah gugup black santai saja"kata Ryuga yang melihat wajah datar black,Tama disebelahnya hanya tertawa pelan takut black kesinggung kan bahaya.


***


Pagi hari semua siswa dan guru Tensius maupun Cyrand sudah bersiap untuk pulang,setelah melakukan upacara akhir mereka semua pun mulai pergi


"Bye semua"kata Nian Nian sambil memeluk kelompok Vira satu persatu


"Sayang sekali ini adalah akhirnya"kata Mira


"Kita masih bisa chatting bukan dan lagian kita hanya beda kota bukan negara"kata Ziya di angguki mereka


"Baiklah kita pergi"kata Vira lalu mereka berpisah


***


Di bandara seperti saat mereka datang begitu pula saat mereka pulang mereka menaiki pesawat pribadi milik ZL,didalam pesawat Zee sedang memejamkan matanya,sedangkan Jiali disebelahnya hanya menatapnya dengan pandangan rumit,mereka kebagian di tempat ujung,karna saat guru dan siswa di gabung melebihi seratus manusia,Luna meminjam tiga pesawat dan itu untuk kelancaran keberangkatan mereka juga.


*"*


Kembali ke pesawat Zee tiba tiba membuka matanya dan menatap Jiali yang terkejut melihat Zee bangun,Jiali langsung kembali duduk tegak seolah tidak terjadi apa apa.


Pesawat sedang melakukan lepas landas,Jiali terlihat terkena panic atack padahal ia sudah terbiasa menaiki pesawat


Grep....


Zee memegang tangan Jiali dan menggenggam erat,Jiali melirik Zee yang fokus menatap luar jendela,dia tersenyum dan memejamkan matanya untuk menenangkan diri.


Pesawat mengudara selama tiga puluh menit lebih,sebagian siswa memilih untuk tidur ataupun menatap awan diluar,Zee menatap Jiali yang sudah mulai tenang,Zee melepaskan pegangannya pada tangan Jiali namun Jiali dengan cepat menangkap tangannya kembali membuat Zee kaget dan menatap Jiali bingung


"Diam"kata jiali tanpa membuka matanya membuat Zee tersenyum kecil dan ikut tidur di sampingnya.


*"*


Setelah beberapa lama kemudian mereka mendarat dengan mulus dan


selamat di kota mereka.


"Hahhh akhirnya bisa pulang"kata Ari sambil melakukan peregangan, dibelakangnya terlihat Quan yang sedang kelimpungan membawa koper miliknya juga Ari,Ari lalu tersadar dan hanya tersenyum melihat Quan yang sedang kerepotan


"Ma'acih babang Quan"kata Ari sambil terkekeh sedang kan Quan hanya menghela nafasnya saja.


"Semuanya setelah ini sekolah meliburkan kalian selama tiga hari untuk istirahat dan setelah itu kalian bisa kembali sekolah"kata Bu Yord


"Baik Bu"jawab mereka.


Sebagian besar dari mereka sudah ditunggu oleh sopir pribadi keluarga mereka ataupun saudara,ada juga yang menggunakan taksi.


Zee dan Ziya sudah dijemput oleh logan,Jiali ikut mobil Lian Lian yang kebetulan memang hendak menjemput adiknya sedangkan Ari bersama Quan mereka sudah ditunggu oleh Alucard ayah gadungan mereka.


***


Dalam Mobil Lian Lian,karna Joy masih jauh dan Jiali tidak ingin merepotkan ibunya jadilah ia disini.


"Sayang sekali aku gx ikut kelihatan seru sekali"kata Lian Lian


"Memang"jawab Nian Nian sambil menunjukkan medali miliknya


"Ini hasilnya"kata Nian Nian


"Wahh hebat sekali Nian"puji Lian Lian


"Heheheh"Nian Nian hanya bisa salting di buat kakaknya,melirik ke belakang melalui spion mobil dia tersenyum saat melihat jiali fokus keluar jendela


"Bagaimana dengan mu Jia"tanya Lian Lian


"sama"jawab Jiali


"Apakah ada yang menarik disana"tanya Lian Lian


"Menarik?......ya"jawab Jiali lalu tersenyum miring


ia jadi kembali teringat akan Veronica,ia menjadi kesal apalagi mengingat saat hendak kembali tadi dimana Veronica dengan sok akrab nya mendekati Zee dan berbincang-bincang seakan mereka sudah lama bersama saja dengan alasan berterima kasih.


"Huhh"dengus Jiali membuat Lian Nian saling melirik dan mengangkat bahu masing masing tanda tidak tau.


***


Setelah pulang ke rumah masing-masing mereka memutuskan untuk beristirahat sekedar melepas penat namun lain dengan Zee yang setelah membereskan tas miliknya ia segera keluar menuju markas black,tentunya untuk melepas hasrat miliknya πŸ™ƒ


***


Sesampainya di markas black ia melirik anak buah black yang berjaga,dia keluar dari mobil miliknya,Dimas yang kebetulan melihat Zee langsung segera mendekat dan dengan hormat menyuruh Zee masuk.


"Aku masih tidak mengerti kenapa bos takut dengan gadis ini bahkan menyuruhku untuk menghormatinya"batin Dimas sambil sesekali melirik Zee.


Setelah itu Dimas membawa Zee keruangan black.


Clekk.....


Pintu di buka dan terlihatlah black yang sedang menatapnya dengan tatapan lembut bagaimana seorang Abang melihat adik kecilnya,sungguh black benar benar berbeda jika sudah berhadapan dengan Zee namun lain lagi jika dalam masa kerja


"Bos...silahkan duduk"kata black sambil meletakkan cola dimeja,Zee duduk dan mengambil cola tersebut


"Aku terima maafmu kak black namun tidak untuk selanjutnya"kata Zee mengetahui maksud dari black,black hanya terdiam


"Saya tak apa jika harus dihukum"kata black


"Kalau begitu jangan ganggu aku saat bermain"kata Zee sambil keluar


"Berapa lama bos"tanya black


"Tergantung mood"kata Zee lalu pergi dari sana.


*"*


Melihat pintu didepannya yang sedang dijaga oleh dua anak buah black dia masuk setelah menyuruh mereka membuka kan pintu

__ADS_1


"Kalian bisa pergi"kata Zee sambil menutup pintu yang terdapat tulisan.


//TEMPAT BERMAIN//



Brakkk.......


"""


Setelah menutup pintu dengan keras ia dapat melihat lima orang didalam yang sedang tertidur di selnya masing-masing,sangking nyenyak nya mereka tidak mendengar suara pintu terbuka dan tertutup


"Wah wah wah banyak juga yang ingin bermain dengan ku"kata Zee,dia lalu mengambil tongkat logam dan membenturkan ke salah satu sel


Teng...teng...teng...teng...


Kelima pria disana terbangun karna suara berisik tersebut dan menatap sang empu yang langsung membuat mereka ketakutan


"B.....bos"gagap mereka


"Halo"sapa Zee sambil tersenyum manis,dia lalu duduk di sofa lalu mengambil map di meja


"Wahh Rama kau pintar sekali memilah mana yang dokumen penting dan tidak milik ZL"kata Zee sambil membolak balikan map di tangannya


"Waww lihatlah nilainya aku rugi besar sekali"lanjutnya


"Yadai aku gx tau kalau kamu pintar dalam memanipulasi data aku sampai mengira ini adalah asli"kata Zee ke salah satu pria disana,pria tampan dengan rambut tertata rapi nya


"Emm yang lain biasa aja sih"lanjutnya lalu melempar map tersebut ke sembarang arah,ia berdiri dengan semangat


"Nahh kalau begitu bagaimana jika sekarang kita masuk dalam permainan"kata Zee lalu menatap datar ketiga pria disana yang tidak ia sebutkan namanya tadi


"Kak Niko,Kak Irfan kak Fergie maaf sekali tapi kalian gx bisa ikut dalam permainan ini"kata Zee dengan wajah sedih,sedangkan ketiga pria yang disebutkan namanya seperti merasa mendapatkan air di tengah gurun mendengar hal itu namun itu tidaklah bertahan lama karna


"Tapi karna kalian bersalah maka matilah"kata Zee datar lalu mengeluarkan pistol dari sakunya


Dor....dor....dor....


"Akhhh"teriak ketiganya saat timah panas menembus tubuh mereka tepat pada jantung mereka dan mereka mati seketika


"Ahahahah"tawa Zee saat berhasil melihat warna kesukaannya namun lain dengan Rama dan Yadai yang gemetaran seketika melihat rekan mereka mati seketika,andai waktu dapat diputar kembali ingin sekali mereka menolak suruhan mereka untuk berkhianat pada bos mereka yang ternyata tidak mengenal ampun pada penghianat


"Nah mari bermain aku sudah tidak sabar"kata Zee,ia lalu membuka sel milik Yadai dan ia melempar pistol miliknya pada Yadai


"Peserta pertama adalah kak Yadai dan nama permainan nya adalah TUANG MERAH DALAM WADAH PUTIH"kata Zee membuat Yadai bingung,


ia tambah bingung saat melihat Zee yang menundukkan kepalanya dan saat mendongak ia kaget karna melihat lensa mata Zee yang berubah menjadi merah,terlihat seperti binatang buas yang melihat mangsanya


"Yadai aku beri kau waktu dua jam untuk membunuh ku"kata Zee membuat Rama dan Yadai kaget


"Jika saya tidak bisa"tanya Yadai


"Aku yang akan membunuhmu"kata Zee lalu mengambil belati di meja dan mulai menyerang Yadai,Yadai yang gx mau mati sia sia di tangan bosnya mulai menodongkan pistol milik Zee


Dor...dor...dor...


Tiga peluru ia lepaskan dan dua meleset sedangkan satunya mengenai lengan kanan Zee membuat salah satu belatinya terlepas namun Zee tetap mendekat dan menyerang dengan belati di tangan kirinya sambil menghiraukan luka di lengan kanannya


Srekk.....


Goresan besar dan tanpa ragu Zee berikan pada dada Yadai yang memang tidak mengenakan baju


"Akhh shittt"keluh Yadai sambil memegang lukanya yang mengeluarkan banyak darah, sedangkan Zee tersenyum manis saat melihat darah keluar dari tubuh Yadai dan berjatuhan ke lantai


"Berikan"kata Zee membuat Yadai waspada


"Berikan darahmu pada ku kak Yadai"kata Zee lalu kembali menyerang


Setelah satu jam lebih keduanya tidak dalam keadaan baik baik saja apalagi Yadai yang sudah terluka di mana mana.


Brukkk.....


Karna sudah kehilangan banyak darah Yadai terjatuh kelantai sedangkan Zee menyenderkan tubuhnya ke dinding membuat dinding tersebut terkena noda darah pada tubuh Zee.


"Kau gila bos"kata Yadai


"Aku terima pujian mu"kata Zee sambil terkekeh


Srekkk.....akhhhhhh......


Akar beracun tiba tiba melilit tubuh Yadai dan mengangkat tubuhnya,Rama yang sedari menonton menjadi terkejut kembali saat akar tiba tiba muncul dari dalam lantai,perlahan tubuh Yadai membiru dan meleleh membuat sebagian dagingnya mengelupas meninggalkan koyakan mayat yang mengerikan,Rama bahkan sampai mual karna melihat kematian tragis Yadai,dia berkeringat dingin benar benar ketakutan.


Sreng.....


Sel milik Rama terbuka yang artinya giliran Rama yang akan bermain dengan Zee


"Ayo keluarkan seluruh kekuatan mu agar aku puas"kata Zee sambil berjalan mendekat bahkan tubuh Yadai yang sudah tergeletak ia injak membuat tulangnya yang rapuh terputus


"Kita lihat kau akan kuat berapa ronde"kata Zee ambigu lalu melemparkan pedang ke Rama


"Kali ini bermain pedang"kata Zee lalu berlari dan mulai bertarung dengan Rama,Zee tau jika berperang adalah keahlian Rama sehingga ia ingin mencobanya.


Satu jam berlalu namun keduanya tidak ada yang mau mengalah,Rama sudah membuat beberapa koyakan di baju yang Zee kenakan sedangkan Zee telah membuat sebagian tubuh Rama terluka dan darah pun terlihat di tubuh Rama apalagi ada bekas luka yang masih baru kembali terbuka,Zee terlihat puas saat melihat sekeliling,inilah yang dia maksud dengan tuang merah dalam wadah putih...dimaksudkan darah yang terciprat di ruangan putih sehingga menghasilkan warna yang kontras antara merah dari darah dan putih dari dinding dan lantai ruangan tersebut.


"Waktu habis"kata Zee membuat Rama cemas dan waspada


Srek...jleb...srek...jleb...srek...


Tiba tiba tubuh Rama ditusuk dengan beberapa belati yang datang dari segala arah dan yang terakhir sebagai penutup jantungnya di tusuk dengan pedang milik Zee.


"Tenang saja Rama dia akan menyusulmu"kata Zee lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan santai.


Di sepanjang lorong para anak buah black hanya bisa terdiam dengan fikirannya masing masing saat melihat Zee keluar dengan santai dengan tubuh penuh darah apalagi kemeja putihnya benar benar sudah tidak putih lagi namun yang membuat mereka ngeri adalah mereka dapat melihat kepuasan di wajah Zee walaupun samar.


"Ternyata ucapan bos selalu benar untungnya kita tidak mengganggu gadis itu jika tidak entah apa selanjutnya"kata salah satu anak buah black


"Benar sekali"jawab satunya


*"*


di ruangannya yang biasanya Zee menginap dulu ia membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan yang baru,namun karna tidak ada kemeja putih ia menggunakan pakaian yang biasa ia pakai,beruntung black tidak memindahkan pakaian miliknya,ia kemudian makan makanan yang ada dimeja yang sudah disiapkan black,setelah makan ia keluar menuju mobilnya dan pergi dari sana.


(Kak Ryu kau bisa urus sisanya kan dan buat mereka menyesal,hancurkan sampai ke akarnya)kirim pesan Zee pada Ryuga


(Tenang saja bos akan saya lakukan dengan cepat)balas Ryuga


(Dan minta tolong kak black untuk mengurus barang bekas di ruangan itu)pesan Zee


(Baik bos)jawab Ryuga yang hanya di Reed oleh Zee lalu kembali fokus ke depan kemudi,melirik jam tangannya


"Baru jam 3"kata Zee


*"*


Zee membawa mobilnya ke arah danau yang kebetulan tidak begitu jauh dari markas black tinggal untuk sekedar melepas penat,melihat sekeliling...benar benar luar biasa, didekat danau yang sering di datangi banyak orang namun mereka tidak tau jika ada markas seorang mafia didekat sana.


"Quan"panggil Zee


Sebuah lingkaran sihir terlihat di tanah dan Quan muncul dari sana


"Tuan"kata Quan


"Temani aku sebentar"kata Zee sambil duduk di salah satu kursi disana


"Baik"jawab Quan lalu ikut duduk di samping Zee


"Apakah kau pernah jatuh cinta Quan"tanya Zee membuat Quan meliriknya


"Pernah tuan"jawab Quan

__ADS_1


"Bagaimana rasanya"tanya Zee


"Ya begitu"jawab Quan tidak yakin


"Kau bilang aku pernah hidup di kehidupan sebelumnya bukan"tanya Zee membuat Quan terdiam


"Aku hanya penasaran bagaimana aku di kehidupan sebelumnya"kata Zee


"Kau adalah yang terbaik tuan"jawab Quan


"Itu tidak menjawab rasa penasaran ku"kata Zee sambil tersenyum kecil


"Sudahlah"kata Zee


"Walaupun kau dan Zeena berusaha menyembunyikannya aku pasti akan mencaritahunya cepat atau lambat"mantap Zee


"Maaf tuan saya tidak bisa memberitahu hal itu...bukan saya tidak mau tapi tidak bisa"kata Quan


"Hemm aku hanya penasaran tentang kehidupan ku dulu"kata Zee


"Termasuk orang tua ku"lanjut Zee membuat Quan terkejut,ternyata Zee hanya penasaran dengan orang tua di kehidupan sebelumnya


"Orang tua tuan adalah orang tua yang baik dan menyayangi mu tuan"kata Quan membuat Zee terdiam


"Lebih baik dari ayah logan dan mama Zhu?"tanya Zee membuat Quan bingung harus menjawab apa,kalo boleh jujur semua orang tua Zee baik di kehidupan sebelumnya maupun yang sekarang itu sama,mereka sama sama baik dan bertanggung jawab namun jika melihat kondisi tuanya yang sekarang,maka logan dan Zhu adalah orang tua yang lebih cocok karna membuat tuannya tidak terjerat kegelapan seperti dulu saat Andreas dan Cloe merawat Zee.


Quan menggelengkan kepalanya agar tidak berfikir yang aneh aneh baginya itu tidak penting selagi orang yang membuat tuannya senang itu adalah hal yang baik.


"Aku ingin sendiri"kata Zee di angguki Quan tapi sebelum pergi Quan memberikan botol berisi air roh dari dimensi kristal karna ia tau tuannya itu sedang terluka,Zee hanya tersenyum


"Ini bukan luka serius tapi terima kasih"kata Zee membuat Quan tersenyum lebar lalu mengangguk,membuat lingkaran sihir dibawah kakinya kemudian menghilang dari sana.


Zee menatap botol pemberian Quan


"Tidak buruk"kata Zee


Walaupun ia jarang sekali memperhatikan Quan namun naga satu ini benar benar melakukan tugasnya dengan baik,sepertinya ia benar benar takut jika tuannya kembali pergi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Oh ya aku baru sadar bukankah hewan pendamping akan mati jika tuannya tewas tapi kenapa kelima hewan pendamping dewi tidak mati?


Ya Karna roh lima Dewi masih ada makanya mereka hanya tertidur.


Udah pernah di bahas belum yaπŸ™„


Lupa we....πŸ˜…


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


OKE LANJUT AJA YA


***


Saat sedang minum Zee seperti melihat seseorang yang familiar


"Itu seperti...."Zee lalu mengikuti orang tersebut yang menuju ke tempat yang sepi dengan dua pria yang terlihat tidak baik itu.


PLAKK.......


sebuah tamparan keras diberikan oleh si pria muda pada gadis yang dia seret


"Dasar pembunuh kau benar benar berfikir kami tidak tau apa yang kau lakukan hahh"hardik si pria


sedangkan si gadis hanya diam saja karna masih terkejut dengan apa yang pria itu lakukan,berbeda dengan yang lainnya,hanya menatap keduanya dengan tersenyum sinis kearah gadis.


Zee yang melihat orang yang dikenalnya ditampar terkejut apalagi itu terlihat keras sekali


"Pasti sakit"kata Zee pelan


Dia bersembunyi dibalik salah satu pohon


tiba tiba sesuatu membuat dirinya bingung


"Ehh....ada apa dengan ku"batin Zee sambil memegang dadanya sekilas lalu kembali fokus kedepan lagi


"Han Jiali jangan kira saat Gikwan mati kami tidak tau apa apa...semuanya karna kau ******"teriak si pria muda dengan jaket biru nya kepada si gadis yang ternyata Jiali


"Terus kau mau apa membunuhku"tanya Jiali dengan menatap wajah si pria dengan tajam


"Mungkin old Han sudah tau dan menutupi nya tapi apakah aku akan diam saja...tidak Jiali aku akan memberitahu semuanya termasuk ayah dan ibumu"kata si pria


"Bukan aku yang membunuh kak Gikwan"kata jiali dengan gigi terkatup


"Benar dia memang tidak di bunuh oleh mu"kata si pria


"tapi kau lupa sesuatu Jia...dia mati karna kau menolak cintanya...hanya kau dan aku yang tau jika Gikwan bunuh diri...dan apakah aku akan membantumu dengan mengatakan kebenaran...tidak,aku akan membual dan mengatakan semuanya agar semua keluarga Han tau dan mengusir mu dan orang tua mu"kata si pria sambil tersenyum jahat


"Keluarga inti kami selalu baik pada keluarga cabang....kenapa kau begitu dendam padaku"tanya Jiali


Si pria terkekeh lalu mencekik leher Jiali dengan kuat


"Karna aku bosan hidup sebagai keluarga cabang aku akan mengambil alih keluarga Han dan kau lebih baik menyusul Gikwan saja"kata si pria sambil mengeratkan genggaman tangannya di leher Jiali


"Brengsek kau Hansilu"kata jiali sambil mencoba melepaskan diri,pria itu atau Hansilu hanya tersenyum jahat sedangkan pria di sebelahnya terlihat cemas


"Hansilu apa yang kau lakukan jika kau membunuh Jiali kita akan mati"kata pria satunya


"Diam Han Feirong...bukankah dengan dia mati maka penerus keluarga Han tidak akan ada,itu baik untuk kita"kata Hansilu


"Jangan membunuhnya...bukan ini rencana kita"kata Han Feirong


"Sial kubunuh kalian"kata jiali sambil memusatkan sihirnya pada tangannya namun belum sempat dia mengeluarkan sihirnya sebuah ranting terlempar mengenai tangan Hansilu yang sedang mencekik leher Jiali sampai menancap dalam.


"Akhhhh"teriak Hansilu sambil berguling ke tanah memegangi tangan nya yang terluka


"Hansilu"teriak Feirong sambil mendekati Hansilu


Jiali menatap kearah si pelempar dan terkejut ada Zee disana.


"Zee"kaget Jiali


Zee menarik tangan Jiali dan pergi dari sana,Jiali menatap kebelakang melirik Hansilu dan Feirong dengan sengit lalu pergi.


*"*


Di dalam mobil Zee mengambil kotak obat lalu mengoleskan krim ke pipi Jiali yang terlihat merah akibat tamparan keras dari Hansilu,Jiali diam menatap Zee yang sedang fokus dengan pipinya,dinginnya krim yang menempel di pipi miliknya tidak bisa membuat kepalanya dingin juga


"Sial kau Jia disaat seperti ini kau malah berfikir mesum"batin Jiali


"Sudah aku gx papa"kata jiali Sambil menyingkirkan tangan Zee dari wajahnya membuat Zee bingung namun tetap mengiyakan,


melirik tangannya sendiri dan tersenyum samar lalu menyimpan krim di tempatnya lagi


"Kenapa kau tidak bertanya kenapa aku disana"tanya Jiali karna gregetan dengan sikap santai Zee


"Ohh boleh kah"kata Zee membuka Jiali menatapnya kesal


"Gx boleh gx jadi"kata jiali membuat Zee tersenyum


"Jadi apa yang kau lakukan disana"tanya Zee


r


sedikit rumit memang jadi bacanya


jangan ada yang di lewat ya


oke lanjut esok lagi

__ADS_1


pay pay


πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2