Magic Blood

Magic Blood
chapter 38


__ADS_3

/////////


lanjut


pertarungan antar anggota secret!!


di dalam arena terlihat dua anak yang sudah bersiap,


"pertarungan mulai"kata Lily


dan mulai lah Quan dan Tara untuk saling menyerang.


Quan dengan aura gelapnya menyerang Tara dengan lihai begitu juga dengan Tara yang dapat menghindar dengan gesitnya sekaligus membalas serangan dari Quan


"Waktunya hanya sepuluh menit"kata Lily disela sela pertarungan Tara dan Quan,


sepuluh menit berlalu dan pertarungannya dimenangkan oleh Quan yang menyudutkan Tara


"Kau hebat sekali Quan"kata Tara sambil turun dari arena


"Tentu saja,tapi jujur mengalahkan mu dimenit akhir adalah sebuah cobaan"kata Quan mengikuti Tara


"Selanjutnya Rey dan Soren"kata Lily lalu mereka berdua naik ke arena terlihat dua wajah yang berbeda,Soren dengan wajah seriusnya sedangkan Rey dengan wajah santainya.


"Ingat waktunya sepuluh menit"kata Lily


"Mulai"peluit di bunyikan,Soren menyerang Rey dengan pedangnya sedangkan Rey berlari menghindar sambil mengeluarkan pedang miliknya juga,mengeluarkan sihir mereka masing masing dengan seimbang hingga di menit akhir pertarungan dinyatakan seri.


"Hebat kalian sungguh hebat"puji lily membuat Rey dan Soren saling menatap dan tersenyum satu sama lain walaupun Soren agak kaku karna pertama kalinya ia melakukannya kepada orang lain


"Selanjutnya Naoya dan Nian Nian"kata Lily,Nian Nian dan Naoya menaiki arena


"Mulai"kata Lily Naoya mengeluarkan sihir airnya dan membuat pusaran mendekat ke Nian Nian,


Nian Nian yang waspada mengeluarkan busur dan panahnya dan menyerang pusaran itu dan seketika pusaran air itu membeku membuat Naoya terkejut lalu dengan cepat membuat benteng dari sihir tanah saat melihat Nian Nian mendekat.


"Cukup susah"kata Nian Nian sambil berlari lalu melepaskan anak panahnya keatas dan tepat masuk ke dalam benteng dan seketika membeku beserta Naoya didalamnya


"pertarungan berakhir"kata Lily,Nian Nian menghilangkan esnya dan membantu Naoya


"Bukankah aku membeku tapi aku tidak merasakan dingin ataupun sakit"kata Naoya sambil menerima uluran tangan Nian Nian


"Karna aku tidak ingin menyakiti rekanku"kata Nian Nian membuat Naoya terharu lalu turun dari arena


"Selanjutnya Zeena dengan Jiali"kata Lily


"Akhirnya"kata Zee sambil menggosok gosokan kedua tangannya membuat Jiali jengah


"Ini hanya latihan tidak usah gila"kata jiali menaiki arena


"Hei hei tunggu"kata Zee lalu berlari.


Di atas arena Zee sedang melakukan pemanasan,sedangkan Jiali hanya menatapnya kesal


"Apa"tanya Zee pura pura tidak tau


"Ini bukan pertarungan asli jadi tidak boleh melukai"kata Lily membuat Zee lesu sedangkan Jiali tersenyum kemenangan


"Mulai"kata Lily


Zee mengeluarkan dua pedangnya sedangkan Jiali mengeluarkan pedang dari tangan kirinya dan memulai pertarungan


"Apa kau pernah mendengar jika aku keras kepala"kata Zee disela sela pertarungannya


"Iya"jawab Jiali sambil menahan pedang di tangan kanan Zee dan saat Zee hendak menyerang perutnya dengan tangan kirinya ia melesat ke belakang Zee dan menendangnya membuat Zee terjungkal ke depan.


brukkk....


"Wahh"teriak Zee lalu terjungkal


"Ahahaha"tawa Nian,Lian dan Ari terdengar,Zee mendengus kesal sambil mengelap wajahnya sambil melihat Jiali yang tersenyum lebar.


"Hahh"Jiali menaik turunkan sebelah alisnya


"Kau harus membayarnya"kata Zee lalu melesat dan menyerang Jiali dengan tangan kosong


"Woah kau kesal ya"kata jiali


"Diam"kata Zee sambil meninju perut Jiali


"Auch"keluh Jiali


"Woi pakai hati kek"kesal Jiali membuat Zee tersenyum puas


"Ayo perlihatkan darahmu padaku Jia"kata Zee membuat Jiali melotot


"ini latihan"kata jiali namun Zee tidak peduli dan mengeluarkan pedang petir miliknya dan menyerang Jiali,pedang logam milik Jiali pecah seketika,membuat Jiali tergores tangannya


"Zeena hentikan"kata Lily saat Zee hendak menyerang Jiali lagi,bisa gawat kalo ada yang terluka,ini hanya latihan oke.


"Sepuluh menit berlalu"kata Lily,Jiali dan Zee terengah engah di arena


"Dasar gila"kata jiali,Zee mendekat


"Puas kau"kesal Jiali


"Hehehe puas sekali"kata Zee senang,ia melihat darah di tangan Jiali dan mengelapnya dengan jarinya,tanpa sepengetahuan orang orang dibawah ia menjilatnya


"Manis"kata Zee lalu turun sedangkan Jiali melongo setelah tersadar ia juga kembali ke bangkunya


"Kalau gx latihan boleh lebih kan"kata Zee pelan setelah duduk


"Jangan harap"balas Jiali membuat Zee terkekeh


"Selanjutnya Suji dan Ari"kata Lily,mereka berdua masuk ke arena


"Mulai"kata Lily


Suji mengeluarkan bola apinya dan menyerang Ari,Ari yang belum siap terkena serangan Suji dan membuat nya meledak


duarrrr.....


"Ehhh"heran yang dibawah termasuk Suji namun


"Uhuk uhuk uhuk goblok"kata Ari disela sela asap sisa ledakan,telinga kucingnya muncul sehingga terlihat bergerak gerak imut


"Hahh oke aku siap"kata Ari lalu melebur menjadi asap membuat Suji terkejut dan waspada,lalu asap hitam muncul dibelakangnya


"Yo Suji"kata Ari membuat Suji kaget dan reflek menampar pipi Ari membuat teman temannya melongo


Plakk...


"Aduh"keluh Ari saat pipinya mendapatkan cap tangan dari Suji


"Akh maaf kak"kata Suji sambil mengusap usap pipi Ari


"Sakit ya"kata Suji


"Sedikit"kata Ari sedangkan dibawah menatap dengan ekspresi mereka masing masing


"Mereka ini ngapain sih"kata Tara


"Entah"jawab Quan


"Woww tayangan perdana"kata Nian Nian


"Woi lanjut"teriak Zee dan Jiali membuat Suji dan Ari sadar lalu mundur dan menyerang satu sama lain,lalu saat hendak menyerang.


"Waktu habis"kata Lily membuat Suji dan Ari kaget dan reflek melepaskan serangannya masing-masing dan mengenai tiang penyangga


"Seri"kata Lily


"Selanjutnya Lian Lian"kata Lily sambil naik ke arena

__ADS_1


"Ini yakin"tanya Jiali


"Entahlah"kata Nian Nian,Lian Lian menyusul ibunya,


Lily mengeluarkan sihir tipe Aray di sekeliling arena sehingga tidak bisa dilihat


"Loh mana arenanya"tanya Jiali


"Mana Bu Lily dan kak Lian Lian"tanya Ari


"Kakak ibu"kaget Nian Nian,mereka bersembilan merasa heran keciali Zee yang langsung menggunakan mata naganya sehingga lensa matanya berubah warna menjadi ungu(ciri Quan versi naga matanya ungu sedangkan pas jadi manusia matanya normal seperti manusia pada dasarnya)sehingga ia dapat melihat arena itu,Quan melirik tuannya dan kembali tenang


Di dalam arena


"Keluarkan hewan pendamping mu"suruh Lily


"Sean"panggil Lian Lian lalu sebuah naga kecil muncul dari lingkaran sihir dan berubah menjadi manusia


"Tuan"kata Sean,lily tanpa menunggu mengeluarkan tanaman rambat miliknya dan melilit kaki Lian Lian juga Sean,Lian Lian dan Sean segera melepaskan dirinya dan melakukan serangan ganda,


entah karna sebuah insting atau apa tapi Lian Lian merasa ia sudah terbiasa bekerja sama dengan naga yang mengaku hewan pendamping nya itu,Lily tersenyum kecil


"Sudah kuduga"batinnya,lalu terbang mengeluarkan sayapnya dan melepaskan bola api kearah Lian Lian dan ditangkis dengan bola air milik Sean dari arah samping,Zee yang bisa melihat pertarungan tersebut tersenyum sendiri membuat teman temannya merasa heran kecuali Quan.


"Zee kau gila"tanya Nian Nian


"Tidak"jawab Zee


"Seharusnya kau itu sama berfikir nya seperti kami kenapa Bu Lily dan kak Lian Lian menghilang bersama dengan arenanya juga"kata Ari


"Mereka ada di depan kita"kata Zee membuat teman temannya terkejut


"Apa maksudmu"tanya Rey


"Bu Lily menggunakan tipe Aray sehingga pertarungan nya dengan kak Lian Lian tidak terlihat dari luar"kata Zee


"Lalu kenapa kau bisa melihat"tanya Naoya


"Rahasia"kata Zee melirik mereka semua


"Lensa matamu berbeda Zee"tanya Ari membuat mereka tersadar dengan perbedaan Zee,Zee hanya tersenyum


"Dia memiliki kekuatan yang didapat dari Diri sendiri tanpa adanya bantuan dari elemen manapun"kata Quan


"Kekuatan apa"tanya Rey


"Mata naga"kata Quan


"Mata naga"heran teman teman nya


"Mata tembus pandang,anggap saja penglihatan mata ini seperti X-ray"jelas Quan


"Jadi Zee dapat melihat walaupun dalam keadaan gelap"kata jiali


"Lebih dari itu,jika dalam keadaan gelap aku dan Ari juga bisa,namun Zee lebih dari itu"kata Quan yang tanpa sadar memuji Zee karna terlalu senang memiliki tuan seperti Zee


"Bukankah terdengar jika Zee sangatlah kuat"kata Tara


"Aku tidak sekuat itu"kata Zee lalu fokus pada pertandingan


"Jika memang ia lebih kuat dari dugaan ku"batin Soren sambil melirik Zee yang senyum senyum sendiri


"Maka aku salah jika ingin mengajaknya bertarung"lanjutnya


Didalam arena Lian Lian sudah terengah-engah melawan ibunya begitu juga Sean


"Kalian kenapa lemah sekali"kata Lily


"Kau yang terlalu kuat"kata Lian Lian kesal


"Baiklah"kata Lily


"Sepuluh menit berlalu"lanjutnya lalu araynya pecah dan terlihatlah tim secret di bawah sana,Sean sudah masuk kedalam kalung Lian Lian.


"Ujian kali ini semua bagus jadi mendapat nilai C"kata Lily membuat mereka bersebelas terkejut


"Kalo Bagus kenapa C"kaget Lian Lian


"Sihir kalian masih sangat jauh dari kata sempurna,tapi tidak apa apa ini masih awalan jika kalian giat berlatih maka akan cepat berkembang bukan"kata Lily santai membuat Lian Lian memutar matanya jengah.


"Baiklah kalian boleh istirahat atau pulang"kata Lily lalu pergi


"Hahh makan dulu yuk"kata Nian Nian menyeret Zee dan Jiali diikuti Suji


"Ehh tunggu"kata Lian Lian


"Tunggu woi"kata Ari,mereka meninggalkan mereka berlima


"Kita berpisah disini bye sampai jumpa besok"kata Quan kepada ketiga cewe itu yang sudah agak menerima keberadaan mereka karna kendala satu tim


"Bye juga Quan"kata Naoya lalu pergi bersama Rey setelah melambaikan tangannya ke Soren juga


"Sampai jumpa?"kata Soren dalam kesendirian lalu tersenyum


"Aku menanti hari esok"katanya lalu pergi,sepertinya ia mendapatkan sesuatu yang berharga yang lebih dari apapun itu


Skip kegiatan sekolah telah usai,setelah beristirahat sejenak dirumah Zee dan Ziya pergi ke rumah song,sesampainya disana Ziya mendapatkan pelatihan khusus untuk nya sedangkan yang lainya berkumpul di hadapan Lily.


"Katakan siapa saja yang sudah menemui hewan pendamping masing masing"tanya Lily to the poin,Zee,Jiali,dan Lian Lian langsung mengangkat tangannya


"Panggil mereka"perintah Lily,Zee memanggil Quan dan Ari,Jiali memanggil Luyten sedangkan Lian Lian memanggil Sean,lily menatap Ari.


"Jadi kau hewan pendamping Zee juga"heran Lily karna yang ia tau anak Andreas hanya memiliki satu hewan pendamping saja yaitu naga hitam Quan


"Saya memang bukan hewan pendamping Zee tapi saya sudah mengikat kontrak darah dengan nya"kata Ari


"nama aslimu siapa dan kau siluman jenis apa"tanya Lily memastikan


"Ari Lancaster kucing malam"kata Ari membuat Lily terkejut


"Kucing malam"batin Lily terkejut


"Oh ya bukankah tadi saya bilang jika kalian berlima akan membuat tim khusus"kata Lily mengingat kata katanya tadi saat di sekolah


"Oh iya aku baru ingat,tim apa Bu dan kenapa harus membuat tim khusus"tanya Nian Nian


"Anggota langit"kata Lily


"Anggota langit"kata mereka berlima bingung


Quan,Sean,dan Luyten saling memandang dan tersenyum kecil


"Apa itu nama tim kami"tanya Zee, walaupun ia sudah bisa mengingat masa lalu nya tapi itu hanya sebagian memori saja,dan tentang Anggota langit ini sepertinya ia lupa


"Iya,kalian harus lebih kuat dari tim secret"kata Lily


"Nian Nian,Suji,aku beri waktu kalian dua Minggu untuk menemukan hewan pendamping kalian"kata Lily membuat semuanya terkejut


"Apa"kaget mereka


"Tapi bagaimana cara kami menemukannya"tanya Nian Nian


"Suji kembalilah ke negara mu,dan tanya kepada kakekmu tentang tempat leluhur menyimpan artefak kuno milik keluarga Yuji"kata Lily membuat Suji terkejut tentang Lily yang mengetahui seluk beluk keluarga nya


"Baik Bu"jawab Suji


"Nian Nian kau memiliki elemen es yang dominan,Swiss adalah tempat yang cocok,kau pergilah kesana dan dapatkan hewan pendamping kalian masing masing"kata Lily membuat Lian Lian terkejut


"Ibu kau gila Nian Nian kan...."kata Lian Lian


"Tapi ini demi Nian Nian juga,dan kau temani adikmu disana"kata Lily


"Ta...tapi"Lian Lian terhenti saat melihat Lily yang terlihat serius

__ADS_1


"Baik Bu"jawab Nian Nian dan Lian Lian


"Jiali,Zee selama mereka pergi secret akan kehilangan beberapa anggota dan sang ketua,diantara kalian siapa yang ingin menggantikan posisi Nian Nian untuk sementara waktu"kata Lily membuat Zee dan Jiali kompak menjawab


"Soren"jawab mereka


"Dia memang cocok,tapi ia masih memiliki emosi yang kurang stabil,jadi aku meminta diantara kalian"kata Lily membuat Zee dan Jiali saling tunjuk


"Zee,Jia"jawab mereka membuat Lily tepuk jidat,dan berfikir


"Zee,kau ketua sementara"final Lily


"Siap tak siap harus siap"kata Lily saat melihat Zee hendak protes


"Ratu Gx bakal marah kan"batin Lily sambil mengingat Cloe


"Secret selama Nian Nian dan Suji pergi kalian akan mendapatkan tugas dariku"kata Lily


"Tugas apa itu"tanya Ari


"Kalian akan tau besok"kata Lily lalu mulai melatih mereka


dua jam kemudian mereka pun istirahat,Lily masuk kedalam rumah saat hendak mengecek email yang dikirim dari negara Eden dan itu dari Sargas tangan kanan Aldebaran di pemerintahan yang memintanya untuk bertemu,ia membalasnya dan menyanggupinya,setelah selesai berlatih mereka berpisah pulang


Malamnya di kamar Zee,setelah makan malam dan berbincang-bincang ia memutuskan untuk kekamar lebih dulu,ia berdiri di depan cermin miliknya,sudah beberapa waktu ini ia tidak berkomunikasi dengan diri masa lalunya sendiri


"Zeena"panggil Zee namun dia dimasa lalunya tidak menampakan diri di cermin seperti biasanya


"Zeen..."tanya Zee terdiam lalu menyentuh mulutnya


"Ini...."kata Zee lalu pergi dari sana,ia memilih berdiri di balkon kamarnya


"Aku haus akan darah"kata Zee pelan lalu menatap bulan yang sedang menampakan dirinya,memunculkan sayap hitamnya lalu terbang tinggi melesat ke atas langit dan berdiam diri di atas sana sambil memejamkan matanya.


"Hahh darah yang segar"kata Zee membuka matanya dan sorot matanya menjadi lebih tajam dan datar


"Aku butuh kesenangan"kata Zee lalu pergi dari sana,entah kenapa malam ini ia merasa ingin sekali melihat darah,ia menyusuri jalanan sepi dari udara dan beberapa menit kemudian ia melihat segerombolan preman sedang adu jotos di gedung terbengkalai ia tersenyum dan turun agak jauh dari mereka lalu mendekat dengan mengeluarkan pedang gandanya dan menyerang dua orang sekaligus membuat sekelompok orang yang sedang bertarung itu berhenti


"Sial siapa kau"teriak salah satu


"Malaikat maut kalian"kata Zee sambil menjilat darah di salah satu pedangnya


"Bangsat jangan kasih ampun"kata pria itu lalu menyerang Zee


"Ahahah ayo serahkan diri kalian kepadaku"kata Zee sambil membalas serangan mereka,dalam sekejap sebagian besar kelompok itu sudah habis ditangannya membuatnya merasa sedikit kurang puas,lalu saat ada yang mendekat dan hendak memukulnya ia dengan senang hati menerima pukulan itu sehingga ia terkena dua Bogeman mentah dari dua pria besar di wajah dan perutnya.


"Auchh"desis Zee membuat dua pria itu tersenyum puas


"Eheheh"tawa Zee rendah tersirat dalam akan kepuasannya saat melihat wajah lawannya,lalu melesat dan menyerang mereka dengan tangan kosong,mendekat kesalah satu pria itu lalu mematahkan lehernya dengan kuat dan pria itu tumbang,tersisa tiga pria di sana dan ia menyerangnya lagi dengan bruntal dan tersisa satu


"A...ampun tolong jangan bunuh aku"kata pria itu


"Maaf tapi Aku tidak mau meninggalkan jejak"kata Zee lalu


Jleppp......


Ia menusuk jantung pria itu dengan belatinya dan menariknya,menatap belati miliknya dan terlihat kilatan buas di matanya,ia menjilat belati miliknya


"Manis"katanya lalu melihat sekeliling,dua puluh empat orang tergeletak tak bernyawa di sekitar nya membuat nya terdiam lalu menghilang dari sana,


dan sesampainya di kamar ia melihat kakaknya baru saja masuk,ia langsung saja membersihkan dirinya dengan sihir pembalik waktu sehingga piyama yang ia pakai bersih dari noda darah begitu juga dengan wajahnya,ia masuk dan ikut tidur seolah tidak terjadi apa apa,di alam bawah sadar Zee bertemu dengan diri sendiri nya di masa lalu


"Zee apa yang kau lakukan kenapa kau membunuh manusia"kata Zeena


"Aku juga tidak tau,tiba tiba aku tidak dapat mengontrol diri dan hanya menginginkan darah"kata Zee lalu melihat Zeena yang terlihat marah,mendekat dan menjatuhkan dirinya di atas tubuh Zeena dengan keadaan sedikit intim.


"Zee"kata Zeena pelan saat melihat zee mengendus lehernya


"Maaf aku tidak bisa mengendalikan diriku"kata Zee lalu mengigit leher Zeena dan menghisap darah nya membuat Zeena meringis sakit


"Sebenarnya kenapa,bahkan ini tidak pernah terjadi di kehidupan ku yang dulu,tapi kenapa"batin Zeena,Zee menghisap darah nya dengan rakus,setelahnya menjauhkan wajahnya pada leher kembaran masa lalunya


"Aku kenapa"kata Zee pelan sebelum tak sadarkan diri di pelukan Zeena


"Aku juga tidak tau"balas Zeena ikut tertidur


Sedangkan di tempat lain tepatnya di kediaman Lancaster Ari sedang di ikat dengan rantai di suatu ruang bawah tanah dengan Quan dan ayah angkat mereka Alucard yang sedang menghadangnya yang meronta ingin lepas,Ari di luar kendali sejak tadi bahkan ia menggigit Quan dan sempat menghisap darah nya,untungnya Alucard langsung datang dan menolongnya


"Akhh akhh"teriak Ari berusaha lepas dari rantai yang mengikatnya


"Kenapa Ari seperti ini"tanya Quan sambil memijat lehernya


"Sepertinya ia sedang dalam fase tidak sadar dimana ini akan terjadi di kehidupan keluarga kerajaan ras kucing malam,ini terjadi jika mereka sedang dalam proses ujian pengendali ras dimana mereka harus bisa bertahan dari rasa emonsial yang teramat akan darah dan nantinya akan mempengaruhi masa depan mereka,sebenarnya raja sudah memberitahu kapan waktunya namun ini di luar perkiraan bahwa putri Ari melalui proses ini lebih awal"kata Alucard


"Apalagi dia sudah terkontrak dengan majikannya"kata Alucard dan tersadar akan sesuatu


"Astaga saya lupa,Quan siapa majikan Ari"tanya Alucard cemas


"Zee tuanku"jawab Quan


"Dia...karna dia majikan yang artinya memiliki keterikatan dengan kucing malam,sang majikan akan merasakan hal yang sama"kata Alucard membuat Quan terkejut


"Terus apa yang akan terjadi"tanya Quan waspada


"Sang majikan akan mengalami hal ini bahkan lebih kuat lagi yang artinya tidak ada pencegahan,makanya waktu itu saat mendengar putri Ari menjalin kontrak dengan manusia raja sangat khawatir"kata Alucard


"Aku harus menolong tuanku"kata Quan hendak pergi namun


"Percuma Quan,ini sudah terlambat,berharap saja jika sesuatu yang buruk tidak terjadi"kata Alucard


"Terus aku harus bagaimana ayah"kata Quan


"Jaga Ari setidaknya kita bisa mencegah yang satunya"kata Alucard


"Baiklah"kata Quan namun tetap memikirkan tuannya


"Tuan kuharap ini tidak seperti yang aku pikirkan"batin Quan sambil menyalurkan sihir pada rantai tempat Ari terikat


Paginya Zee terbangun lebih dulu dan membersikan dirinya lebih cepat,setelah mengambil roti ia pergi dari rumahnya menuju sekolah namun karna masih terlalu pagi ia memutuskan untuk pergi ke jembatan di dekat pantai ia keluar dari mobilnya dan duduk di depan badan mobil sambil memakan rotinya namun ia muntah kan kembali.


"Sial sial sial aku kenapa"teriak Zee ia menyentuh lehernya yang terasa kering,mengambil air minumnya dan diminum berusaha untuk menghilangkan hausnya namun sampai air mineralnya habis ia tetap saja haus bahkan lebih dari yang tadi ia berjongkok sambil menunduk dan menangis


"Huhuhu"tangis Zee,ia tidak mau seperti ini,ia tidak mau menghisap darah lagi,baginya ia adalah manusia bukan monster,


sampai sebuah tangan terulur dan menariknya ke dalam pelukannya membuat zee menangis lagi bahkan lebih keras


"Aku gx mau jadi monster"kata Zee


"Aku gx mau Jia"keluh Zee,ya yang memeluknya adalah Jiali yang mendapatkan pesan dari Ziya bahwa Zee sudah pergi dari rumahnya pagi buta,


sebenarnya saat Zee pergi Ziya sudah bangun dan melihatnya,ia merasa ada yang aneh dari adiknya semenjak malam saat ia belum sepenuhnya tertidur ia merasakan ada hembusan nafas di lehernya dan mendengar suara adiknya


"Tidak tidak tidak"kata Zee itu yang ia dengar sampai ia mengintip Zee yang kembali merebahkan tubuhnya


Kembali ketempat Zee


"Kau kenapa Zee"tanya Jiali pada akhirnya


"Aku tidak tau Jia,aku tidak tau,sejak kemarin malam aku merasa sangat haus akan darah dan ingin terus meminumnya"kata Zee pelan


"Menjauhkan dari ku Jia atau aku tidak akan bisa menahannya"kata Zee sambil mendorong tubuh Jiali dan menatap pantai


"Kalau begitu hisap lah"tawar jiali


***gampang bet kau ngomong Jia


kaya gx takut aja


baik sampe sini dulu


seru lanjut ya


see you next time 😘***

__ADS_1


/////


__ADS_2