
***lanjut
jangan lupa jejak like nya***
_________________
merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamar
"Anak gua dah Segede apa ya"kata Yuma berbicara sendiri
"Aku bisa merasakan auranya walaupun samar sih"kata Yuma
"Pasti dia cantik walaupun masih cantikan aku sih"kata Yuma lalu bangkit
"Oke saatnya menilik anak"kata Yuma
"Berapa tahun ya gua pisah sama anak gua,terakhir lihat pas bayi....behh lamanya"kata Yuma lalu meleburkan diri dan menghilang
***
Di tempat kediaman saudara gadungan Lancaster,setelah mendatangi kediaman Anderson paskah ulang tahun dua Z,Quan dan Ari sedang kejar kejaran lebih tepatnya Ari yang mengejar Quan karna Quan menyembunyikan ikan kesukaan nya
"Quann berikan ikan ku"teriak Ari sambil berlari dan melemparkan bola mainan ke arah Quan,Quan yang sedang berlari berusaha menghindar
"Coba saja ambil"kata Quan sedangkan Alucard hanya menatapnya sambil geleng geleng kepala,semenjak raja Tagon mati posisi pemimpin sementara di ras kucing malam dipegang oleh Dan karna putri Ari yang belum bisa memimpin langsung walaupun ia juga kerap kali belajar tentang kepemimpinan,Alucard segera pergi ke kamarnya
"Anak anak sudah malam sebaiknya kalian istirahat besok kalian harus sekolah kan"kata Alucard membuat Quan berhenti mendadak sehingga Ari yang belum siap menabrak punggungnya
"Auch hidungku"keluh Ari sambil mengusap hidungnya
"Baik ayah"jawab Quan,melirik Ari yang menatapnya tajam
"Apa sudah malam besok saja"kata Quan lalu kabur
"Sialan kau Quan"teriak Ari lalu pergi kekamar nya
***
Sedangkan di dunia siluman tepatnya disebuah penjara bawah tanah milik ras kucing malam ratu Mia atau ibu Ari sedang mendekam di penjara karna kesalahannya yang sudah ikut campur pembunuhan terhadap raja David sedang tertidur
"Ck ck ck lihatlah bahkan dia dengan santainya tertidur disini setelah apa yang dia perbuat terhadap suamiku"kata Yuma,niat hati ingin mengunjungi anak kandungnya ia memilih untuk mampir sebentar untuk mengurusi hama,
ia masuk kedalam penjara tersebut setelah membuat para penjaga tertidur pulas karna sihirnya,dengan kejam ia menginjak kaki Mia sehingga mia terbangun dari pingsannya dan teriak kesakitan
"Akhhh"teriak Mia
"Ohh masih hidup juga toh"kata Yuma membuat Mia mendongak
"Pu....putri Elena"kaget ratu Mia
"Ohh masih ingat rupanya"kata Yuma lalu mencengkram erat pipi Mia
"Aku menyuruh mu menggantikan ku sebagai istri dan ibu untuk David dan putriku,tapi kenapa kau malah ngelunjak Mei"geram yuma
"Ma....maafkan saya Putri"kata Mia ketakutan
"Seharusnya kau itu senang kapan lagi bisa ngerasain jadi ratu,tapi balasanmu malah menyakitkan"kata Yuma
"Kau lupa jika kau adalah budak ku,aku bisa saja membunuhmu"kata Yuma membuat Mia ketakutan
"To...tolong jangan bunuh saya Putri kumohon"kata Mia
"Emm gimana ya"kata Yuma lalu mendekati wajahnya ke leher Mia dan mengendusnya
"Darahmu sudah lama aku tidak menikmatinya"kata Yuma lalu menjilat leher Mia membuat Mia merinding ketakutan,ia menyesal menyesal telah mengikuti nafsu akan kekuasaan sehingga ia tidak melihat bahaya yang akan muncul,seharusnya ia merasa senang,siapa lagi coba yang bisa seperti nya dari seorang budak naik pangkat menjadi ratu,
Ya Mia adalah budak milik Yuma,karna suatu alasan Yuma menyuruh Mia menyamar menjadi dirinya dengan mengubah wajah Mia menjadi sepertinya dan menjalankan kehidupan nya sebagai ratu Mia,karna Yuma tau jika Mai memiliki rasa terhadap David suaminya,ratu Mia saat menjadi budak darah bernama Mei sedangkan Yuma menggunakan nama Mai sehingga nama ratu Mia yang dikenal oleh klan kucing malam,terus kenapa Mai atau Mei memanggil Yuma dengan nama Elena?
Itu adalah nama asli Yuma,Elena Sanchez anak dari Eliana Sanchez seorang Lucifer tingkat atas yang diceritakan pernah membantu para dewa mengalahkan para iblis dunia bawah saat perang Agena berlangsung
Kembali ke Yuma,ia langsung menusuk leher Mia dengan taringnya dan menghisap darah Mia sampai kering dan Mia langsung tewas ditempat
"Maaf Mei tapi aku tidak suka penghianatan sehingga jalan terbaik adalah memusnahkan nya"kata Yuma lalu menghilang dari sana,dan keesokan harinya dunia siluman digemparkan dengan tewasnya mantan ratu klan kucing malam dengan tubuh yang sangat mengenaskan
Di kediaman Lancaster gadungan
"Ari apa kau tidak datang ke pemakaman ibumu"tanya Alucard
"Dia sudah bukan ibuku"kata Ari
"kau ada karna dia kan setidaknya berikah maafmu untuk nya"kata Quan
"Ck aku tidak merasa jika dia ibuku"kata Ari
"Ari"tegur Quan
"Apa aku benar,aku merasa tidak ada ikatan diantara aku dengan nya"kata Ari
"Setidaknya dia yang membesarkan mu"kata Quan
"Empat belas tahun aku dibesarkan ayah juga Dan,setelahnya aku hidup sendiri tidak ada campur tangan Mia"kata Ari
Plakkk....
Quan menampar Ari membuat Alucard dan Ari terkejut,Quan lalu membawa Ari kepelukannya
"Aku gx mau kau menyesal Ari,aku tau rasanya yang kau pendam selama ini dan itu hanya akan membawa penyesalan saja"kata Quan,Ari menangis dalam pelukan Quan,
sebenarnya yang ia katakan benar jika ia merasa tidak ada ikatan diantara ia dan Mia namun mengingat Mia juga pernah menjaganya walaupun jarang membuat ia tidak tega juga apalagi selama ini klan kucing malam bisa berkembang karna campur tangan Mia juga Tagon,Quan lalu mengelap air mata yang mengalir di pipi Ari
"Ayo"ajak Quan,Ari hanya mengangguk dan mereka berdua menghilang dari sana meninggalkan Alucard yang masih dalam mode terkejut lalu setelah sadar iapun bersiap untuk bekerja,baginya mendatangi pemakaman seorang penghianat adalah buang buang waktu,baginya yang penting sekarang adalah kebahagiaan Ari,putri dari mendiang raja David
Di dunia siluman tepatnya di istana Claudie,istana milik raja David yang memimpin langsung para klan kucing malam,Ari sedang mengganti bajunya menggunakan pakaian kerajaan serba hitam,ia lalu pergi ke sebuah pemakaman paling ujung di sebuah bukit kecil,Mia seorang ratu yang berkhianat tidak diterima untuk dimakamkan di pemakaman keluarga kerajaan sehingga ia di makamkan di ujung bukit kecil tempat para penghianat mati,didepan sebuah gundukan tanah
"Tenang di sana"kata Ari setelah memberikan bunga dan pergi,Quan yang disampingnya hanya tersenyum lalu mengikuti Ari,mereka berdua disambut dengan hangat oleh rakyat kucing malam apalagi Quan yang memiliki aura yang sangat kuat,Ari dan Quan memutuskan untuk bertahan disana selama sehari ini karna permintaan para rakyat kucing malam yang merindukan sosok putri kerajaan mereka,mereka mengadakan pesta penyambutan dan itu cukup membuat Ari senang begitu juga Quan yang senang melihat Ari tertawa kembali
***
Di sekolah karna hari hari kemarin fokus kepada sihir hari ini pelajaran di tiadakan di pelajaran pagi sampai istirahat pertama selesai,kelompok Zee mampir ke kantin dan mereka semua makan makan
"Ziya,Zee ini hadiah dariku maaf kemarin aku tidak datang"kata salsa sambil menyerahkan kado darinya
"Terima kasih salsa"kata Zee dan Ziya
"Sama sama"kata salsa lalu melanjutkan makanannya
"Oh ya bagaimana acaranya lancar kah"tanya salsa
"Behh pake banget"kata Nian Nian sambil mengingat acara ultah Zee dan Ziya kemarin malam
"Oh ya apa ada sesuatu yang tidak aku tau beritahu dong"kepo salsa
"Oke jadi gini"cerita Nian Nian
Malam hari saat pesta ulang tahun Zee dan Ziya sesuai permintaan kedua anaknya logan hanya mengadakan acara sederhana yang hanya di datangi oleh teman teman sekelas Zee dan gerombolan Ryuga,setelah potong kue logan mengajak Ziya dansa sedangkan Zee hanya menepi,seseorang mendekat kearahnya
"Ehem anu Zeena maukah kau berdansa dengan ku"kata Leon sedikit gerogi dan pastinya malu,Zee menatap tangannya dan tersenyum
"Dengan senang hati"jawab Zee lalu menyaut tangan Leon membuat Leon terkejut dan tersenyum senang lalu mereka ikut berdansa bersama logan
Di tempat lain
"mau berdansa"tawar Tara kepada Jiali
"Baik"jawab Jiali lalu menerima uluran tangan Tara
"Nian Nian...."ghai
"Baik aku mau"jawab Nian Nian membuat ghai melongo namun tetap senang dan mereka ke aula tengah juga
"Sayang"panggil Sion
"Baiklah"jawab Wulan juga ikut berdansa,Ari yang melihat teman teman nya berdansa langsung menatap Quan
"Quan ayo menari seperti mereka"pinta Ari membuat Quan mengerutkan keningnya
"Kau juga mau"tanya Quan diangguki Ari dengan cepat
__ADS_1
"Baiklah"jawab Quan lalu menarik tangan Ari pelan dan merangkulnya dan mulai berdansa membuat Ari bersemu merah
"Akhh aku menjomblo guys"kata Teo
"Sama"jawab Tetsuya karna Ziya sedang berdansa dengan logan
"Rey dengan Mona kuy gas ngeng"ajak Teo
"Ogah yang ada aku di pukul kau gx liat Noriko disana"tolak Tetsuya membuat Teo kesal juga sedih karna salsa tidak datang
,Ryuga dengan Lian Lian,Tama dengan Haley sedangkan black membawa istri dan anaknya, dan anaknya sedang bermain dengan Mona,Rey,dan Noriko
"Sayang mau nari sama bibi"ajak Noriko kepada anak black yang bernama Ruby,entah sebuah takdir atau tidak Noriko yang memiliki seorang kakak perempuan ternyata kakaknya menikah dengan black seseorang yang pernah dibenci oleh keluarga Noriko karna telah merusak masa depan anak sulung keluarga Noriko dan berakhir bahagia dengan perjuangan black untuk mendapatkan restu dari orang tua Noriko yang saat itu adalah bangsawan Jepang
Lanjut
"Mona mau berdansa dengan ku"ajak Rey membuat Mona menatapnya aneh
"Kau dan aku"kata Mona
"Tentu saja kau tidak lihat aku sengaja menggunakan jas pria"kata Rey membuat Mona tertawa pelan
"Ahahah jadi ini alasannya kau menggunakan pakaian laki laki sedangkan yang lain menggunakan gaun"Mona diangguki Rey
"Baiklah"lanjutnya lalu mereka berdua berdansa dipojokkan
Logan yang melihat sekeliling terkejut saat melihat para anak muda sedang berdansa lalu melirik Tetsuya yang masih setia menatap nya membuat logan tertawa
"Ahahah Ziya sepertinya ayah lelah"kata logan membuat Ziya merasa aneh namun tetap mengiyakan,logan berbisik
"Pacarmu melihat terus membuat ayah ngeri,sebaiknya kau datangi dia"kata logan membuat Ziya terkejut dan memerah
"Ahaha"tawa logan lalu pergi ke gerombolan para orang tua
Ziya lalu menatap Tetsuya dan mendekat dan menarik tangan Tetsuya membuat Tetsuya tertegun
"Ayo"kata Ziya lalu meletakan salah satu tangannya di pundak Tetsuya dan satunya memggegam jari Tetsuya dan mereka mulai berdansa
Di bangku orang tua
"jadi ingat masa muda ya"kata Leozert
"Benar mereka serasi sekali"jawab Jimmy
"Lihatlah yang ujung sepertinya pasangan nya tidak datang ahahah"tawa logan saat melihat Teo sedang duduk sambil melihat para temannya berdansa
"Hemm sayang sekali,lihatlah bahkan anak Richard sudah memiliki pasangan"kata Joy sambil melihat Mona
"Kaya gx asing"kata Lily
"Oh ya siapa"tanya Zhu,Lily menajamkan penglihatannya dan terkejut lalu tersenyum
"Kukira hanya kita saja yang gila"kata Lily membuat Zhu dan Joy bingung
"Dia sama seperti kita Zhu"kata Lily,Zhu ikut melirik Mona dan Rey dan melongo
"Hah...."kaget Zhu lalu tertawa sambil memukul pundak Joy beberapa kali
"Ahahah"tawa Zhu sedangkan Joy sedang mengasihani pundaknya yang jadi korban Zhu hari ini
Di tempat dansa,alunan musik berubah dan Leon dengan Tara bertukar pasangan namun karna salah posisi terjadi sesuatu yang membuat teman teman tertawa terjadi
dimana Tara dan Leon yang kebagian menjadi pasangan dan Jiali dengan Zee
"Lho"kaget Tara dan Leon saat mereka berpasangan bahkan tetap melanjutkan dansanya
"Ahahaha"tawa logan,Leozert dan Jimmy pecah melihat Tara dan Leon dansa dengan kaku
"Kok kamu sih"kata Tara kesal
"Lah bukan aku yang mau"kata Leon gx kalah kesal
"Ahahah mampus kena karma kau makanya jangan bersenang senang diatas penjombloan orang"kata Teo puas sedangkan ghai dan Nian Nian hanya tertawa di tempat mereka
Sedangkan di tempat Zee dan Jiali mereka berdansa dengan tertawa pelan melihat perdebatan Leon dan Tara
"Lumayan bagaimana dengan mu"tanya Jiali
"Aku lumayan terhibur juga tapi apa kau tau Dengan mu lebih menyenangkan"kata Zee membuat Jiali tertegun lalu tersenyum
"Huhhh tentu saja aku kan yang terbaik"kata jiali sombong
"Benar apalagi kita sudah pernah melakukannya"jawab Zee,setelah itu para cewe berkumpul di taman
Sedangkan para cowo kecuali Quan sudah pamit pulang,mereka lalu barbeque di taman belakang dan setelah itu mereka pun pulang
***
Kembali ke masa sekarang
"Ahahhahah"tawa salsa terdengar di area kantin
"Leon juga Tara ahahah"tawa salsa puas saat mendengar cerita Nian Nian
"Kami pun terkejut"kata Ari
"Tentu saja"jawab mereka
"Ahaha andai saja aku datang pasti lebih lebih ahahah"salsa bahkan tidak bisa melanjutkan omongannya membuat teman temannya hanya bisa geleng-geleng kepala
"Jaga sikap salsa kau anggota OSIS"tegur Mona seketika membuat salsa diam dan tak petakilan lagi membuat mereka kagum
"Waww"kagum Zee,Ziya,Jiali,Ari dan Nian Nian sedangkan Wulan juga Mona hanya saling tersenyum
"Aku pergi dulu"kata Mona
"Kemana"tanya Wulan
"Kamar mandi sebentar"kata Mona lalu berdiri
"Mau diantar"tawar Wulan
"Tidak perlu hanya sebentar kok"kaya Mona
"Oke"jawab mereka,lalu Mona pergi dari sana dan pergi kekamar mandi karna panggilan alam,sesampainya di kamar mandi ia segera masuk menuntaskan panggilan alamnya,
setelah itu saat membuka pintu dan hendak keluar seseorang mendorongnya masuk sehingga Mona kembali masuk dengan pintu yang ditutup kembali,Mona terkejut dan reflek menatap wajah si pendorong
"Rey"kata Mona
"Kau...aku harus pergi"kata Mona namun Rey hanya diam tetap mengungkungnya
"jangan bercanda Rey"kesal mona
"Kau dekat sekali dengan Wulan jelas jelas aku lebih lama darinya"kata Rey membuat Mona merasa heran
"Karna kami berteman"kata Mona
"Apa kita teman"tanya Rey
"Iya kita teman"jawab Mona
"Hanya teman biasa"tanya Rey
"Kau kenapa sih"tanya Mona merasa heran,Rey tidak menjawab ia hanya menarik dagu Mona dan mendekati wajahnya
Cup.....
Rey mencium bibir Mona membuat Mona terkejut dan terdiam,Rey menciumnya cukup lama dan melepaskannya dan menatap Mona yang menatapnya juga
"Aku...tidak suka kau terlalu dekat dengan Wulan"kata Rey pelan sambil mengusap bibir Mona yang basah
"Maaf"kata Mona membuat Rey tertegun
"Maaf jika kau merasa aku menjauhi mu salahmu sendiri kenapa tidak bergabung dengan kami"kata Mona lalu memeluk teman masa kecilnya itu
"Dengar kau masih yang pertama"bisik Mona membuat Rey terdiam
__ADS_1
"Jadi tahan rasa cemburumu itu"kata Mona
"Kau kira aku merasa senang saat kau begitu memperhatikan Naoya"tambah Mona
"Jadi kita impas"kata Mona lalu membuka pintu dan pergi meninggalkan Rey disana
"Aku....yang pertama"kata Rey lalu tersenyum konyol
"Ahahah"tawa Rey lalu pergi dari sana bahkan dikoridor ia menjadi perhatian karna senyum senyum sendiri
"Rey kau kenapa"tanya Naoya
"Akh baby"kata Rey lalu memeluk temannya
"I love you baby"kata Rey sambil cengengesan gx jelas
"Aku ngeri dengernya"kata Naoya sambil bergidik namun hanya bercanda
"Kau terlalu jujur ya"gemas Rey
"Ayo Bu Lily sudah menunggu"ajak Naoya lalu mereka pergi ke arena latihan
Sedangkan di ruang OSIS saat yang lain sibuk di kantin,Wulan ia pamit kepada teman temannya untuk mengurus berkas mingguan OSIS sedangkan Mona ia akan menyusulnya nanti,di ruang itu Wulan sedang mengerjakan berkasnya sebuah cahaya muncul dibelakangnya membuat Wulan berhenti mengerjakan tugasnya dan menatap kebelakang,dari cahaya tersebut muncul seorang wanita cantik dengan rambut emasnya,wanita itu mendekat dan mengelus rambut Wulan
"Kau melakukannya dengan baik Yui"kata wanita itu sedangkan Wulan hanya diam saja
"Siapa kau kenapa kau slalu datang"tanya Wulan
"Aku tidak akan memberitahu nya sekarang yang jelas aku bangga karna kau bisa mewujudkan mimpimu untuk hidup seperti manusia normal"kata wanita itu
"Apa aku bukan manusia"tanya Wulan
"Menurut mu"balik tanya wanita
"Aku manusia"kata Wulan
"Kalau begitu itulah jawaban nya"kata wanita itu
"Akan ada masanya dimana aku membutuhkan mu lagi jadi sampai jumpa"kata wanita itu pergi dan menghilang bersamaan dengan munculnya Mona dari pintu
"Wulan"panggil Mona
"Ya ketua"jawab Wulan
"Bagaimana apakah semuanya benar"tanya Mona lalu duduk di kursi ketua OSIS
"Semuanya masih sama,dana sekolah juga masih mengalir bahkan lebih banyak dari bulan kemarin"jawab Wulan lalu menyerahkan berkasnya (berasa di kantor)
"Bukankah ini bagus jadi tahun ini pekan olahraga tidak akan batal"senang Mona
"Kau benar ketua aku tidak sabar menunggu pekan olahraga datang"kata Wulan,karna hari ini dan esok pelajaran sihir ditiadakan mereka kembali seperti semula,belajar umum dan sebagainya selama beberapa Minggu
"Wulan suruh semua osis berkumpul di ruang rapat kita akan membahasnya sekarang"kata Mona
"Baik ketua"jawab Wulan lalu pergi ke ruang pengumuman
"Tes tes semua anggota OSIS berkumpul di ruang rapat barat di tunggu"kata Wulan dari sebuah pengumuman
Di kelas 2A setelah mendengar pengumuman itu kelompok Zee saling melirik
"OSIS dikelas kita siapa saja"tanya Ziya
"Mona,Wulan,salsa,Noriko,Soren,Sylla, Naoya,Rey dan ghai"jawab choco
"Kelas lain ada juga"tanya Ari
"Ada walaupun tidak banyak adik Leon dan Tara mereka anggota OSIS baru"jawab Sylla
"Baiklah aku pergi dulu"kata Sylla lalu menghampiri Naoya dan Rey dan mereka pergi bersama,Rey juga mengajak Soren untuk pergi bersama membuat Soren terkejut namun tetap mengikutinya
"Beruntung aku bukan OSIS"kata Zee
"Benar benar"jawab Ziya,Ari,Jiali,dan Nian Nian lalu mereka lanjut berbincang bincang bahkan ada yang tidur siapa lagi jika bukan Ari
Di ruang rapat seluruh anggota OSIS sudah duduk di tempat masing-masing,Mona lalu masuk ruangan dengan diikuti Wulan si sekertaris OSIS juga Rey wakil ketua OSIS
"Siang semua"sapa Mona
"Siang ketua"jawab mereka
"Rapat kali ini adalah untuk membahas tentang pekan olahraga untuk beberapa Minggu lagi"kata Mona
"Seperti yang kalian dengar dulu saat rapat Minggu lalu bahwa pekan olahraga terancam batal karena suatu alasan yang tidak bisa kepala sekolah jelaskan pada kita,namun kali ini kita akan menggempur agar dapat dijalankan"lanjut Wulan dan lain lain dan banyak banyak
"Baik semuanya sudah sepakat terima kasih"tutup Mona lalu pergi menuju ruang kepala sekolah sedang kan anggota lainnya pada bubar
"""
Diruang kepala sekolah setelah menjelaskan semuanya kepada ibunya Luna setuju Untuk tidak membatalkan pekan olahraga dan akan membuatkan agenda kegiatan selama pekan olahraga dimulai
"Terima kasih ibu"kata Mona
"Sama sama"jawab Luna,Mona lalu pamit pergi
***
Dikelas ghai selaku ketua dan Wulan wakil ketua kelas sedang menulis nama nama yang akan ikut dalam beberapa lomba
"Lomba terdiri dari,Voli,lari estafet, panahan,lempar bola jauh,basket,renang,anggar dll semua murid Wajib setidaknya ikut satu lomba"kata Wulan lalu mulai menulis siapa saja yang mengikuti lomba
Setelahnya Wulan pergi untuk menuju ke panitia pelaksana lomba tersebut untuk menyerahkan data murid murid yang mengikuti lomba
"Kalian ikut lomba apa"tanya Ari kepada teman temannya
"Aku panahan"jawab Zee
"Aku renang"jawab Ziya
"Lempar jauh"jawab Jiali
"Lari estafet"jawab Nian Nian
"Kita satu tim"senang Ari lalu bertos dengan Nian Nian lalu tertawa
***
Skip beberapa hari kemudian para siswa siswi dan juga guru mempersiapkan segala keperluan untuk perlombaan nanti termasuk kelas Zee yang sedang mendekor kelasnya agar bisa menjadi rumah hantu,dari banyaknya kelas hanya 2A yang terlihat ramai seperti pesta...
"Waaa"kata Ari muncul didepan Ziya dengan topeng hantunya namun Ziya hanya diam saja malahan saat Ari melepas topengnya Ziya baru terkejut membuat teman temannya tertawa melihat kekesalan Ari
"Huhh memangnya mukaku seseram itu"kesal Ari
"Ahaha bercanda Ari aku tadi terkejut kok"kata Ziya menghibur Ari
"Iyalah tuh"kata Ari
"Ahahah kocak"kata Nian Nian lalu melanjutkan pekerjaannya
"Jia mana benangnya"teriak Sylla sambil menjahit sebuah kain
"Sebentar"teriak Jiali sambil membawa kotak kecil duduk didekat Sylla dan ikut membantu
"Woi pegang yang benar ngapa"kesal Teo saat Quan menggoyangkan tangga yang sedang dinaiki oleh Teo yang sedang memasang lampu tengkorak di atap
"Eheheh"senang Quan
"Sapu yang benar"kata Noriko sambil mengangkat buku buku sambil menyuruh Tara dan ghai menyapu bersama Rey juga Soren
"Baik"jawab ghai dan Tara,Zee dan Ziya menata pencahayaan dengan tepat
kita kira seperti apa yang pekan olahraga yang akan datang di sekolah tensius
ikuti terus ya
jangan lupa like komen
😘
__ADS_1