Magic Blood

Magic Blood
chapter 64


__ADS_3

lanjut


_______&________


***


Disinilah mereka para guru sedang berkumpul di ruang rapat Houdryen


"kenapa ini terjadi sekarang"kata pak Morges selaku kepala sekolah Houdryen


"Apa ini dilakukan oleh musuh"tanya pak Ester


"Masih diselidiki"kata Bu Yord


"Bagaimana caranya kita memberitahu keluarga korban"tanya pak Xierd


"Itulah sedang kita fikiran pak Xierd,apalagi beberapa tubuh korban yang termutilasi belum ditemukan semuanya,dan yang teridentifikasi hanya sepuluh yang ditemukan Lily"kata Bu Doya sambil memijit pelipisnya


"Kami bisa bantu jika kalian mau"kata Bu Mila guru Cyrand


"Apa yang bisa kalian lakukan"tanya pak Ester sinis


"Kami bisa membantu mencari pelakunya ataupun menemukan sisa korban yang menghilang"kata Bu Mila


"Kalau begitu....."sebelum pak Morges selesai berbicara sebuah ledakan besar terjadi di luar ruangan tepatnya di lapangan


Duarrrrrr.......


Akhhhhhhhhhakhhhakhhh


Teriakan beberapa murid terdengar dari luar,para guru bergegas menuju lapangan dan terlihat setengah lapangan yang sudah porak poranda akibat ulah Higolos,tunggu Higolos di Houdryen!!!!


"Semua jangan lengah tetap waspada"teriak pak Zack,saat melihat beberapa wajah Higolos ia tidak bisa untuk tidak terkejut begitu juga yang lainnya.


"""


Bu Yord,Bu Mila,dan Bu Doya segera mengevaluasi para murid murid yang terdapat di lapangan untuk bersembunyi,sedangkan Lily,Zhu dan Luna membantu para siswa yang terluka


"Kalian tidak apa apa"tanya Zhu saat salah satu harimau sihir miliknya melewatinya dengan membawa salah satu siswa yang terluka


"Monster tiba tiba datang mereka ingin menghancurkan Houdryen,mereka mengambil teman teman kami"bukanya menjawab pertanyaan Zhu siswa dari Cyrand itu mengatakan ketakutannya


"Tenanglah ada kami"kata Zhu


Lalu harimau itu pergi meninggalkan lapangan


"Ibu"panggil Ziya sambil berlari mendekat,di belakangnya ada Zee dan kawan kawan


"Itu Higolos bukan"kata Ari sambil menatap beberapa Higolos didepan sana namun tubuh mereka lebih besar dari Higolos sebelumnya


"Benar"kata Zhu


"Kalian semua bantu yang lain,usahakan jangan sampai terluka dan ya jangan membongkar rahasia kalian jika kalian istimewa"kata Zhu sambil melirik ketiga anak dewa,Zee,Jiali,Nian Nian.


"Baik Bu"jawab mereka namun lain dengan teman teman nya yang merasa bingung


"Rahasia"bingung Rey,Mona,salsa,Wulan


"Mona,Rey,Zee,Jiali,Ari kalian membantuku,sisanya bantu menghalangi serangan buta dari musuh"kata Zhu sambil berlari diikuti kelima anak murid yang di sebut namanya,sedangkan Nian Nian,Ziya,salsa dan Wulan bersiap menyerang jarak jauh


Dari arah lain terlihat Tara sedang bersama yang lainnya menyerang salah satu Higolos,terdapat lima Higolos raksasa sehingga semua murid Lander Semanggi dari tiga sekolah mulai saling membantu melawan Higolos


"explosion"teriak beberapa murid Houdryen dan Tensius sambil membuat ledakan petir,api,ataupun elemen tanah kearah Higolos raksasa membuat Higolos tersebut oleng


"Hantam Galac Strom"kata Tara lalu dari dalam lingkaran sihir yang ia buat muncul dark knight dengan elemen petir di tubuhnya mulai membantu mereka


"Benar juga Dark knight"kata Yifeng lalu ikut menggunakan nya sehingga terdapat dua Dark knight yang membantu mereka


"Kenapa bisa mereka"batin Bara saat melihat wajah Higolos yang tidak asing bagi mereka


***


Di tempat lain


"sutera kegelapan"kata Quan pelan seketika membuat tanah bergetar dan muncul sebuah rantai mengikat delapan tentakel Higolos bersamaan


"Sekarang"teriaknya


Zee berlari dengan dua pedang kembarnya dan memutuskan satu tentakel,Jiali dengan pedang di tangan kirinya juga ikut berlari,di susul Mona,Ari,dan Rey


Lima tentakel terputus dari salah satu Higolos


"Hiattt"Zhu lompat dan menebas kepala Higolos dengan enteng setelah itu menancapkan pedangnya di leher yang terpotong dan ia mundur


"Ledakan"kata Zhu


Bummmmm.....


Higolos itu hancur saat pedang Zhu meledak kencang,tersisa tiga Higolos lagi yang masih bertahan


"Kita harus membantu mereka"kata Rey


"Tidak perlu"kata Zhu


"Biarkan mereka sekarat dulu baru kita maju"kata Zhu dengan watadosnya


"Ibu"teriak mereka kesal


"Ahahah baiklah"kata Zhu senang setidaknya jangan terlalu serius karna dunianya orang serius bukanlah dunianya


***


Di tempat Tara dengan bantuan pak Dhigo dan pak Niken mereka dapat mengalahkan Higolos tersebut walaupun harus banyak tenaga yang terkuras,terlihat beberapa anak yang sudah terluka parah termasuk Teo yang sempat terpental dan menabrak serpihan kayu tajam dari pohon membuat nya tertusuk di bagian punggung kanannya saat hendak menolong pak Dhigo


"Teo bertahanlah"kata pak Dhigo


"Tenang saja pak saya gx akan mati"kata Teo pelan sambil menahan sakit


"Dengar bapak akan mencabut ini kau tahan oke"kata pak Dhigo,di sebelahnya sudah ada Tara,Sion dan pak Niken yang terlihat cemas dengan keadaan Teo


"Lakukan"kata Teo


Pak Dhigo mulai jongkok di belakang Teo yang sedang duduk di papah pak Niken,pak Niken menatap ngeri kayu yang menembus hingga kedepan itu beruntung tidak pada titik vital sehingga itu tidak akan mengancam nyawa


Srekkkk....


"Akhh...ummmm"teriak Teo teredam saat Tara mengorbankan tangannya untuk digigit Teo agar suara teriakannya teredam,Dhigo mulai melakukan sihir penyembuh namun bukan sihir cahaya,ia menggunakan sihir yang dipelajari di buku sihir tentang sihir yang berada di luar sihir elemen,guru lainnya juga mempelajari nya sehingga tidak hanya murid yang mengasah kembali sihir mereka namun guru juga.


Selesai melakukannya pak Dhigo mengambil perban dan membalut luka Teo yang terluka,pak Dhigo hanya melakukan sihir untuk meredakan nyeri dan penghambat darah sehingga itu tidak menyembuhkan nya langsung,setelah melepas kemeja Teo ia mulai membalut perban ke punggung yang terluka,


"Kalian pergi bantu yang lain,aku akan menjaganya"kata pak Dhigo


"Tara kau kemari dulu"kata Dhigo,ia lalu membersihkan tangan Tara dari darah akibat ulah Teo dan membalutnya


"sekarang kalian pergilah"kata pak Dhigo


"Baik jaga diri kalian"kata pak Niken lalu pergi diikuti Tara dan Sion,


Dhigo menatap Teo yang masih berusaha menetralkan emosinya


"Kau menang bocah"batin Dhigo sambil tersenyum kecil


***


Di tempat yang sedikit jauh pak Morges,Zack dan Luna sudah melenyapkan salah satu Higolos walaupun menyita waktu yang cukup lama,apalagi Luna yang posisinya masih baru dalam menggunakan sihir


"Semuanya kerja bagus"kata pak Zack


"Jangan senang dulu Zack masih ada dua lagi"kata Luna


"Benar mari selesaikan ini"kata pak Morges

__ADS_1


"Setelah itu jelaskan apa maksudnya semua ini"kata pak Zack


Morges tau apa maksud dari Zack yaitu mengenai wajah para Higolos tersebut ternyata memiliki wajah yang dikenalnya


"Apa jangan jangan"batinnya namun ia mencoba mengelak nya


"Ayahh"teriak seseorang dari belakang,mereka bertiga pun berbalik


"Erson kenapa kau kemari"teriak Morges kepada Erson anak tirinya yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri


"Aku takut ayah kenapa napa"kata Erson


"Ayah baik baik saja kau cepat kembali kedalam dan lindungi dirimu"bentak Morges


"Ayah aku tidak dapat menemukan kak Arthur"kata Erson


Arthur Vinsen adalah anak kandung dari Morges Vinsen dan memiliki saudara tiri dari ibu tirinya bernama Erson Wiel,ayahnya menikah kembali setelah seminggu kematian sang istri pertamanya yang tiada karena sakit,dan karna itu Arthur menjadi tidak akrab dengan ayahnya lagi bahkan dia enggan menganggap Erson adiknya karna Bagi nya ayahnya itu tidak menghormati ibunya yang baru saja tiada,


Arthur menjadi ketua OSIS sekolah Houdryen dan membuat peraturan yang tidak pernah disetujui oleh Morges,itulah alasannya kenapa Houdryen tidak baik dalam sikap namun unggul di bidang olahraga karna Arthur selalu menyuruh agar murid murid Houdryen lebih kuat di bidang olahraga daripada akademi sehingga mampu menanggulangi dalam kemampuan fisik


***


Oke kembali ke dunia nyata,saat ini tersisa dua Higolos raksasa yang masih hidup


"Ayah mereka Mike dan Nelson bukan"kata Erson sambil menatap kedua Higolos lebih tepatnya kepala Higolos tersebut


"Iya kau benar"kata Morges


"Jika benar itu mereka apa kemungkinan kakak juga....."Erson tidak dapat melanjutkan perkataannya saat melihat wajah sedih Morges


"Sebaiknya kita membantu mereka"kata Morges


"Tetap di dekat ayah"kata Morges lalu mereka berdua menyusul yang lainnya bertarung


Kali ini dua Higolos itu benar benar kewalahan apalagi combo dari Zhu, Luna,dan Lily yang menyerang secara bersamaan ditambah guru guru lainnya dan setelah dua jam bertarung Higolos itu dapat dikalahkan.


Srakk.....gluduk...Jlep.....


Lily dengan bantuan dark knight tanpa armor nya menebas kepala Higolos Nelson sedangkan Zhu menancapkan pedangnya di belakang Higolos Mike hingga tembus kedepan dan seperti sebelumnya Higolos itu meledak


Duar....


"Hahh....hahhh...hahh..."helaan nafas lega terdengar dari Lily dan Zhu,mereka saling menatap dan tersenyum kecil.


Para guru dan murid murid dari ketiga sekolah juga merasakan lega saat semua Higolos tersebut sudah dikalahkan,


Melirik sekitar benar benar berantakan,puing puing kerusakan dimana mana dan pohon tumbang juga beberapa potongan Higolos yang masih tersisa juga aroma darah menjadi teman senja hari ini


Tanpa mereka sadari hari sudah mulai gelap


"Semuanya kerja bagus"kata pak Morges yang sedang di papah oleh Erson


"Kalian bisa kembali dan akan berkumpul esoknya"lanjutnya sambil pergi


Semua yang tersisa di area pertarungan mulai pergi ke kamarnya masing masing untuk membersihkan diri kemudian berkumpul untuk makan malam


Beberapa murid dari tiga sekolah bergotong royong membereskan kekacauan di luar dibantu oleh beberapa guru,dan sisanya yang terluka dibawa ke ruang kesehatan Houdryen.


Sementara itu diatap gedung inti Houdryen seseorang sedang berdiri sendirian menatap kearah kekacauan


"Ini baru permulaan,hidangan selanjutnya akan lebih lezat lagi"kata orang misterius itu lalu menghilang dari sana meninggalkan angin semilir sore hari


***


Di ruang kepala sekolah Houdryen


"Morges apa maksud semua ini,para Higolos memiliki wajah dari murid murid mu?"tanya pak Zack


"Saya juga tidak tau pak Zack"jawab pak Morges


"Higolos muncul setelah induk Gisla menguasai wadah yang hidup dan memakan aura jahat mahluk itu,ada kemungkinan para Higolos itu memang benar murid dari Houdryen"kata Luna


"Apa ada dalang dibalik ini semua"tanya pak Zack setelah lama berfikir


"Tidak bisa dibenarkan dan disalahkan untuk saat ini"kata pak Morges


Pak Zack tersenyum sinis menatap Morges


"Mereka antek antek OSIS Houdryen Morges"kata pak Zack


Walaupun ia bukan dari Houdryen tapi dia tau jika para Higolos itu adalah murid Houdryen tepatnya adalah para anggota OSIS dan yang jadi pertanyaan dibenaknya adalah apa ketua OSIS dibalik semua ini,ia tau jika Morges dan anaknya tidaklah akur juga ketua OSIS Houdryen blak blakan mengeluarkan suara bahwa ia menentang otoritas Morges ayahnya sendiri.


"Kita akan membahas ini besok kita harus beristirahat hari ini memiliki waktu yang cukup lama"kata pak Morges


"Kalau begitu kami permisi selamat malam pak Morges"kata Zack


"Malam"jawab Morges


Luna dan Zack lalu pergi dari sana,Morges menyenderkan tubuhnya ke belakang sambil merogoh saku dan menatap kalung dengan cincin sebagai bandulan


"Aku gagal mendidiknya sayang"kata Morges sambil menatap kalung itu sedih


"Kenapa semuanya menjadi seperti ini"lanjutnya lirih


***


Pagi hari seperti yang Morges katakan mereka memulai rapat guru untuk membahas kejadian kemarin,dan untuk berjaga jaga perlombaan antar sekolah akan di undur atau diselesaikan dalam artian tidak akan lomba selanjutnya,itu membuat para murid setuju tidak setuju apalagi yang sudah menunggu lama


"""


Di kafetaria meja Zee dan teman teman


"Hei apakah kalian tau seorang murid yang saat itu melewati ruang guru tidak sengaja mendengar rapat bahwa perlombaan akan di tiadakan di lomba selanjutnya yang artinya selesai"kata salsa


"Tau dari mana?"tanya Ari langsung mendapatkan jitakan dari Nian Nian


"Dengerin makanya"geram Nian Nian


"Santailah"kata Ari sambil lanjut makan


"Lalu?"tanya Ziya menghiraukan pertikaian singkat Ari dan Nian Nian


"Ya artinya setelah ini mungkin kita akan kembali"kata salsa


"Tapi belum pasti juga kan"kata Wulan


"Hemm kau benar"kata salsa


"Ibuku mengirimkan pesan untuk tetap di dekat area akademi untuk sementara ini,jangan ada yang keluar kita tidak tau akan ada susulan atau tidak"kata Mona sambil membaca pesan di HP-nya


"Kalau begitu kita akan berada disini untuk berapa lama"tanya Noriko


"Belum di konfirmasi"jawab Mona


"Ini untuk keselamatan kalian"kata Bu Yord tiba tiba datang dari belakang Ari yang memang searah dengan pintu membuat Ari melompat kaget,teman temannya hanya tertawa pelan


"Bu kau mengejutkan ku"kata Ari


"Maaf"kata Yord


"Semuanya kembali ke kelas yang sudah dibagikan para guru akan menjelaskan bagaimana kelanjutan informasi sebelumnya"kata Yord


"Baik Bu"jawab semua anak anak di kafetaria.


Sebelum perlombaan antar sekolah di laksanakan para guru sudah sepakat untuk membuat kelas akademi untuk murid murid,karna masing masing sekolah membawa seratus siswa maka kelasnya akan dibagi enam ruang dengan lima puluh siswa masing masing kelas


"Yahh pisah deh"kata salsa yang kelasnya berada di sebelah sama dengan Noriko,Nian Nian,Wulan,dan Mona


"Gx papa kan hanya kelas"kata Ari


"Kami masuk dulu"kata Mona diikuti salsa dan kawan kawan,kelas Mona berada di ujung kedua sedangkan Zee dan teman teman sisanya di ujung sekali

__ADS_1


"Semua saat ini kita tidak bisa kembali ke kota kita karna kita tidak tau akan seperti apa kelanjutan nya,kita tidak tau akan ada susulan atau tidak sehingga takutnya musuh akan mengikuti dan membahayakan orang lain"kata Luna langsung ke intinya


"Dan untuk tim Alfa sebaiknya kalian persiapan diri kalian"kata Luna


"Ini mungkin akan menjadi pertempuran kedua kalian dalam genangan darah"lanjutnya


"Baik Bu"jawab mereka


"Kita akan membantu sekolah Houdryen sekaligus menghilangkan bahaya"kata pak Niken


"Tidak apa?"tanya Luna,karna ia tau Tensius dengan Houdryen tidaklah akur apalagi muridnya


Lama hening


"Kami tidak keberatan Bu"jawab Tara


"Bagus"kata Luna


"Kalian bisa pergi ingat jangan keluar dari area"kata Luna lalu pergi


"Anak laki laki tetap di kelas"kata pak Niken,para siswi kemudian keluar meninggalkan para cowo di dalam


"Kalian akan ikut bergantian berjaga di setiap daerah pos,dan dalam satu kelompok terdiri anggota dari ketiga sekolah mengerti"jelas pak Niken lalu melanjutkan penjelasannya


Setelah beberapa saat mereka semua pun bubar dan kebetulan Houdryen dan Tensius memiliki ruang yang berdekatan,kelompok Yifeng dan Bara berpapasan dengan kelompok Quan karna ingin sama sama pergi dari sana,Yifeng melirik tangan Tara yang dibalut perban dan mengerutkan keningnya


"Ada apa bro"tanya Bara


"Tidak ada"kata Yifeng ia lalu melirik sinis ke Tara


"Lihatlah seberapa lemah dirimu"ejek Yifeng membuat teman temannya ikut tertawa mengejek


"Tidak bercermin tuan"kata Quan,ia sendiri tau jika luka Yifeng bahkan lebih dari milik Tara hanya tertutup oleh seragamnya saja yang kebetulan berlengan panjang,ia tau karna sekilas mencium bau darah,ingat kan Quan kan naga hitam milik Zee


"Sudahlah Quan ayo pergi"kata Tara lalu melewati Yifeng dan membisikkan sesuatu membuat Yifeng terdiam,Tara hanya tersenyum kecil dan pergi dari sana


"Sialan"batin Yifeng ia lalu pergi dari sana juga


"Apa yang kau bisikkan padanya Tara"tanya ghai


"Lemah"kata Tara


"Wahh pengembalian yang epik"kata Teo,walaupun ia terluka parah namun ia tidak mau absen sehingga Sion dan Tetsuya menawarkan dirinya untuk membantu Teo


***


Di kamar cewe Ziya dan Zee tertidur di kasur dan kursi belajar saat sedang mendengarkan cerita Ari ohh ralat itu seperti dongeng tiada akhir,Ari yang tidak mendengar respon dari Kaka beradik itu melirik ke sebelahnya dan baru tersadar jika dari tadi ia berbicara untuk angin,di kamar hanya ada mereka bertiga sedangkan Nian Nian dan Jiali mereka pergi karna di panggil oleh Lily


"Sialan mereka,aku dibuat seperti seorang pendongeng"kata Ari kesal,ia lalu turun dari kasur dan memapah Ziya agar pindah ke kasur miliknya dari pada encok tidur di kursi


"Baiknya aku"senang Ari


"Hoammm"Ari menguap untuk pertama kalinya


"Aku lapar"kata Ari (kok gx sesuai skripsi Ari😌)


"Aku pergi cari makan lah"kata Ari lalu mengubah tubuhnya menjadi kucing dan melompat dari jendela.


Setelah Ari keluar bertepatan dengan Jiali dan Nian Nian masuk dengan membawa beberapa makanan namun menemukan twins sedang tidur tanpa adanya kucing ajaib alias Ari


"Biarkan saja"kata Nian Nian ia lalu mengambil salah satu makanan dan memakannya sambil membuka ponselnya begitupun Jiali,setelah menunggu Ziya dan Zee bangun dan mereka berempat makan


"Dimana Ari"tanya Zee sambil melirik ke sana kemari,baru sadar jika salah satu dari mereka hilang


"Entah sejak kamu masuk ia sudah tidak ada di dalam"kata Nian Nian


Tok....tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar samar membuat mereka berempat saling melirik,Nian Nian yang dekat dengan pintu berinisiatif membukanya


Cklekk.....


Melirik kekanan kekiri namun tidak ada siapa siapa


"Ck dasar orang iseng kurang kerjaan"kesal Nian Nian hendak menutup pintu namun


"Miaww....Nian Nian sialan jangan tutup pintunya"kata seseorang dari bawah kakinya,ia melirik ke bawah dan menemukan seekor kucing buluk dengan banyak daun di tubuhnya


"Ari"panggil Nian Nian,bukanya menjawab Ari langsung masuk dengan ikan mentah di mulutnya dan langsung naik ke meja tempat mereka makan


"Ari"kaget ketiganya untung makanannya tidak jatuh


"Kotor sekali tubuhmu"kata Ziya sambil mengambil salah satu daun yang menempel,dan tubuh Ari juga basah


"Untuk mu"kata Ari dengan bangganya meletakkan ikan mentah itu ke piring makanan Zee dengan wajahnya yang seakan minta untuk di puji,sedangkan Ziya,Nian Nian dan Jiali sudah menahan tawa mereka saat melihat wajah tanpa emosi Zee,ia menghela nafasnya lalu menggendong kucing tidak berakhlak yang sebenarnya baik itu ke kamar mandi.


"Hei apa yang kau lakukan"teriak Ari


"Membersihkan mu"kata Zee


"Tu....tunggu dulu"gagap Ari tapi dia kalah cepat saat Zee sudah menutup pintu kamar mandi


"Meong.....meong.....meong"teriak Ari yang terlihat berusaha lepas dari Zee saat melihat air


"Kau takut mandi lalu ada apa dengan tubuhmu yang basah itu"kata Zee sambil memyabuni tubuh Ari


"Aku terpeleset"kata Ari


Sedangkan di luar kamar mandi Ziya,Jiali,dan Nian Nian tertawa mendengar suara teriakan Ari


Beberapa menit kemudian Zee keluar dengan Ari di gendongan yang sudah lumayan kering bulunya,Zee membuka jendela dan meletakan Ari di sana agar bisa berjemur,untungnya walaupun sudah sore matahari belumlah turun sepenuhnya.


Setelah mereka membersihkan diri masing masing mereka berbincang bincang di balkon sambil memandang langit senja


***


Di rumah yang terisolasi terlihat seseorang sedang duduk di kursi dengan menatap senja juga


"Sudah saatnya ya"kata orang itu


"Lucas"panggil orang yang sedang duduk itu,lalu dari belakang muncul sosok yang diduga pria muda mendekat


"Ya ketua"jawab Lucas


"Area sudah di bersihkan bermainlah"kata pria yang dipanggil ketua itu


"Tapi ketua"kata Lucas ragu


"Kau menentang ku"kata pria itu


"Tidak akan"kata Lucas


"Bagus"kata pria itu,ia memberikan botol porselen kecil pada Lucas


"Benih Gisla kekuatan yang sangat luar biasa"kata pria itu,Lucas menatap botol itu dengan pandangan nanar.


Apa artinya kekuatan jika ia hanya dikendalikan bahkan taruhannya adalah nyawa,teman temannya tewas semua tanpa ada yang selamat ataupun berhasil kembali entah karna ulah orang akademi ataupun mati karna energi gelap yang menggerogoti,ia hanya menatap punggung pria didepannya


"Kau berubah Arthur"batin Lucas


Kalian pasti sudah menebak dari awal kan jika memang ini ada sangkut pautnya dengan OSIS Houdryen


Yang sudah tau dari awal hebat


πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Oke ikuti alur cerita nya di episode selanjutnya


Pay...pay... πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


_____________________

__ADS_1


__ADS_2