
/////////
***lanjut
di kantor Adr***
"Pagi pak"sapa mereka
"Pagi"kata logan sambil tersenyum cerah sedangkan Ziya dan Zee mengekor di belakangnya,saat masuk keruangan logan mereka langsung berlari dan menatap kota dari atas gedung
"Wahh indahnya"kata Ziya sedang kan Zee memilih duduk di tempat duduk Presdir sedang kan logan hanya berdiri melihat kelakuan anaknya
"Ayah biarkan kami yang bekerja anggap saja ini sebagai latihan kami"kata Ziya lalu mengambil hasil data milik perusahaan Adr.company
Sedangkan Zee ia mengutak Atik komputer disana entah apa yang ia lakukan,selang beberapa menit Zee menyudahi aktifitasnya dan duduk di sofa bersama logan sedangkan Ziya ia masih fokus pada kegiatan nya sendiri
"Lihatlah ayah kakak sangat keren bukan"kata Zee sambil memandang kakaknya
"Hemm"dehem logan sambil menatap Ziya juga
"Aku akan keluar terlebih dahulu ayah"kata Zee
"Mau kemana Zeena"tanya logan
"Jalan jalan"kata Zee lalu pergi,
logan yang gx ada kerjaan memilih ke ruangan sekertaris nya meninggalkan Ziya sendirian
"Lucard"panggil logan membuat Alucard menghentikan kegiatannya
"Aku numpang tidur bentar"kata logan lalu kesofa dan merebahkan tubuhnya sedang kan Alucard hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.
Di bawah Zee sedang jalan menuju pintu dan tak sengaja bertabrakan dengan seseorang dengan keras hingga mengenai perutnya
"Shitt"keluh Zee sambil memegang perut sampingnya sambil berjongkok
"Hei kalo jalan liat liat dong"kata perempuan yang menabraknya tadi sambil merapihkan pakaiannya kesal
"Ini pakaian mahal tau"katanya
Zee meliriknya
"Dia salah satu karyawan disini kah"batin Zee lalu berusaha berdiri sambil menahan sakitnya
"Maaf"kata Zee
"Huhh dasar mengganggu saja cepat pergi"kata perempuan itu lalu melangkahkan kakinya ke ruang atas membuat Zee bingung sendiri
"Yang nyuruh pergi duluan tadi siapa malah dia yang pergi"batin Zee lalu berjalan keluar,
sambil berjalan ia meraba kaosnya yang tersembunyi dibalik jaket kulit miliknya,ia dapat merasakan sesuatu yang basah merembes dari balik baju,karna bajunya berwarna maroon jadi tidak terlihat namun Zee tau itu adalah darah,ia segera masuk kedalam mobil ayahnya dan merebahkan diri
"Ini sakit"kata Zee pelan lalu tertidur di dalam mobil dengan kaca sedikit di buka agar udara dapat masuk ke dalam.
Ziya yang sudah selesai memeriksa data kantor segera keluar dan setelah memberi tau kepada ayahnya bahwa ia akan pulang bersama Zee ia segera turun,dan berpapasan dengan perempuan yang menabrak Zee tadi
"Kau kenapa aku slalu saja sial"kata perempuan itu membuat Ziya bingung
"Maaf anda siapa"tanya Ziya
"Gx usah sok pikun deh"kata perempuan itu
"Ih gx jelas"kata Ziya lalu pergi meninggalkan perempuan tadi yang sedang kesal,
Ziya lalu menuju mobilnya setelah diberitahu oleh Zee bahwa ia di mobil ayahnya,ia membuka pintu dan melihat Zee sedang memakai jaketnya
"Apa gx panas Zee"tanya Ziya setelah duduk di samping Zee
"Ti..tidak kak"jawab Zee kaget
"Kita kemana pulang apa main dulu"tanya Zee
"Main dulu yuk kerumah Nian Nian"kata Ziya
lalu mereka pergi ke sana dan di sambut baik oleh Nian Nian
"Akh senangnya ada teman"kata Nian Nian sambil memeluk mereka dan mengajak mereka masuk
"Kakak mu dimana"tanya Ziya
"Kakak masih kerja makanya aku kesepian"kata Nian Nian sambil menyalakan tv besar di ruang keluarga
"Nonton Drakor"ajak Nian Nian
"Boleh"jawab keduanya,lalu mereka nonton bersama
"Oh ya Jiali gx di ajak kesini kah"tanya Ziya
"Dia ada acara keluarga"kata Nian Nian sambil fokus pada TV
"Aku sudah mengajaknya tadi tapi dia bilang dia sibuk"lanjutnya sambil tetap fokus nonton
"Aku numpang kamar mandi"kata Zee
"Di dekat dapur sebelah kanan"kata Nian Nian lalu Zee pergi ke kamar mandi
Di rumah keluarga Han Jiali di buat kesal karna ibunya melakukan eksperimen make up dengan wajahnya
"Mama"kesal Jiali saat rambutnya di rombak sama ibunya
"Ah maaf Jia ibu malah kesenangan sendiri"kata Joy sambil tertawa
"Kita mau kemana sih"tanya Jiali
"Bertemu kakek dan nenek mereka bilang mereka kangen dengan cucu mereka"kata Joy
"Kakek nenek yang mana"tanya Jiali
"Dari ayah jika dari ibu maka kita akan pergi ke negara Ibu dong"kata Joy
"Baiklah"kata jiali lalu bersiap siap dan pergi ke rumah tua atau sebutan sebagai rumah orang tua dari sang ayah atau ibu tinggal
Sesampainya di kediaman Han tua Leozert,Joy dan Jiali turun dari mobil di sambut kakek dan pamannya
"Jia cucuku"kata ayah Leozert
Han kang merupakan pemimpin tua Han yang sudah pensiun sambil mengangkat tubuh Jiali
"Kakek aku berat turunkan aku"kata jiali merasa tak enak
"Aduh ayah nanti pinggang mu encok biar pamannya saja yang menggendong dia"kata paman Jiali kakak dari Leozert,kenapa ia tidak meneruskan perusahaan Han dan malah adiknya Leo yang mengolahnya,karna ia tidak tertarik dengan masalah bisnis perkantoran
"Paman Hyojun"panggil Jiali lalu mendekat kearah pamannya dan memeluknya
"Uhh lihatlah gadis manis ini"kata pamannya
"Paman tidak membawakan ku hadiah"kata jiali
"Emm bawa gx ya"canda Hyojun lalu tertawa
"Ada di dalam pergilah temui nenek dan bibimu"kata pamannya lalu Jiali masuk meninggalkan paman,kakek,ibu serta ayahnya diluar
"Rasanya baru kemarin melihat ia bayi sekarang bahkan tingginya hampir sama dengan ibunya"kata kakek Kang
"Ayah kau semakin tua saja"kata leo mendapat sikutan dari Joy
"Salam ayah"kata joy
"Masuklah"kata kang lalu mereka masuk dan melihat Jiali sedang tertawa dengan bibinya
"Ayah,bibi bilang paman pernah menangis gara gara ikan tangkapan miliknya dilepas ayah apa itu benar"tanya Jiali
"Itu benar bahkan dia sampai guling guling"kata leo membuat semuanya tertawa
"Aih sayang kau membuka aibku di depan keponakan ku aku malu"canda Hyojun sambil tertawa
"Jia berapa umurmu sekarang"tanya kakek
"Tujuh belas kakek"jawab Jiali sambil memakan kue yang disodorkan oleh neneknya
"Selamat ulang tahun cucu kakek,maaf saat itu kakek tidak memberi hadiah"kata kang sambil memberikan kotak kecil kepada jiali
"Terima kasih kakek,sebenarnya kakek datang saja itu sudah termasuk hadiah terbaik darimu"kata jiali sambil membuka hadiah dari kakeknya
__ADS_1
"Wahh kuda?....eh ini unicron?"kata jiali saat melihat patung kecil berbentuk kuda namun dengan sayap di samping badannya seperti sayap burung dengan corak yang sangat rumit dan terlihat sangat gagah ditambah tanduk di atas kepalanya
"Itu Alicorn menurut legenda ia akan datang ke bumi saat tuannya turun dari langit itu dongeng saat kakek kecil dulu apa kau tau itu adalah mainan kakek saat kecil"kata kakek Kang
"Terima kasih kakek hadiahmu sangat menakjubkan"kata jiali sambil menyimpan patung Alicorn itu lalu mereka makan makan bersama dan malamnya Jiali kembali ke rumah
Di dalam mobil
"Tidak kusangka jika wajahmu itu bisa tersenyum lepas seperti itu"kata leo sambil menyetir,karna bagaimanapun ia tau bahwa anaknya dulu sangat irit bicara dengan orang asing bahkan terkesan sering cuek daripada menyahut tapi dengan keluarganya ia seperti bukan Jiali berumur tujuh belas melainkan tujuh tahun,namun ia senang saat melihat anaknya mulai bisa berbaur walaupun belum lama
"Aku mengganggap itu sebagai pujian"kata jiali sambil mengamati miniatur kuda yang di sebut Alicorn itu
"Sangat keren"kata jiali lalu bersandar di bahu mamanya dan tertidur membuat Joy dan leo tersenyum melihat anaknya
Paginya kelas Zee kembali masuk dan melakukan aktifitas seperti biasanya begitu juga dengan Ziya dan Zee yang sudah di kelas bersama Ari dan Quan
"Pagi semuanya"sapa Nian Nian dan salsa sedangkan Mona dan Jiali mengekor di belakangnya
"Pagi"jawab mereka
"Akh akhirnya balik ke sekolah lagi"kata salsa sambil meletakkan tasnya di depan
"Mana Noriko"tanya Ziya
"Dia belum datang"kata salsa lalu
"Selamat pagi"sapa Noriko dan Sylla sambil berjalan ke tempat duduknya di samping Ziya
"Pagi"jawab mereka lalu bel sekolah berbunyi dan mereka melakukan aktivitas sekolah kembali,Mona,salsa,dan Noriko mereka ke ruang mereka masing masing,di kelas tiba tiba pak Raymond bertepuk tangan membuat semua murid melihat kearahnya sambil tepuk tangan serentak
"Apaan sih"tanya Quan pada ghai
"Entah"jawab ghai
"Kenapa pak"tanya Teo
"Apa?....orang banyak nyamuk gini"kata pak Raymond ngasal sedang kan murid murid nya hanya melongo dan geleng geleng kepala merasa bahwa wali kelasnya sedang membalas perbuatan mereka tempo lalu saat mereka usil
"Hais si bapa garing banget"kata Teo lalu semua murid berhenti bertepuk tangan.
Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar dari kelas menuju kantin dan hari berjalan dengan baik sampai pulang sekolah,
di palkiran
"Teman teman mainlah kerumahku"kata Nian Nian
"Mumpung kakak libur"kata Nian Nian
"Baik kami kesana"kata Zee di angguki yang lainya lalu mereka berpisah
di dalam Lamborghi miliknya Jiali keingat hadiah dari kakeknya ia mengeluarkan miniatur itu
"Sepertinya bagus kalo jadi gantungan mobil"kata jiali karna ia terlalu fokus hampir saja ia menabrak mobil di depannya jika ia tak segera mengerem
"Huhh selamat"kata jiali ternyata lampu sedang merah tanda berhenti,ia melirik miniatur itu lagi
"Ehh"kaget jiali karna miniatur itu bercahaya dan semakin lama semakin terang
"Ehhh"karna reflek ia melempar miniatur itu ke bangku samping dan
.....blurrr.....
Saat cahaya nya kembali pudar miniatur itu sudah menghilang di gantikan dengan seorang pria tampan dengan kulit putih dan...dengan rambut sebahunya sedang duduk di sebelahnya
"Akhhh"teriak Jiali sambil menonjok wajah pria itu
"Aduh"kata pria itu sambil memundurkan wajahnya
"Sakit tuan"kata pria itu dari hidungnya keluar darah karena pukulan tadi
"Siapa kau"kata jiali mengeluarkan bola api di tangan nya
"Akh ja jangan tuan kau tega sekali padaku"kata pria itu
"Siapa kau"tanya Jiali lagi dengan datar
"Aku adalah Alicorn mu tuan"kata pria itu
"Alicorn?"bingung Jiali
"Aku tidaklah bodoh"kata jiali lalu menurunkan kaca mobilnya dan melemparkan bola api kearah pria itu,pria itu dengan sigap menundukkan kepalanya dan tak sengaja merebahkan kepalanya dipaha Jiali
"Akh mesum"teriak Jiali menendang pria itu,dengan cepat ia keluar dan membuka pintu sebelah menarik pria itu keluar dari mobil dan ia masuk kembali dan melajukan mobilnya,sedangkan pria itu bangkit sambil mengelus elus wajahnya
"Baru kembali saja sudah dapat tiga sambutan langsung"kata pria itu lalu pergi menuju tempat sepi dan menghilang dari sana
Di kediaman Han setelah kembali Jiali langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan diri setelah itu dia mengganti pakaian nya dan bersiap untuk pergi ke rumah Nian Nian,saat sedang memakai sepatu ia mendengar seseorang mengetuk jendela kamarnya,ia bingung ini kan lantai dua siapa yang bisa manjat,ia langsung menghampiri jendela dan saat membuka jendela ia melihat pria tadi reflek ia menendang tubuh pria itu dan terjatuh
"Akhh"teriak pria itu membuat Jiali tersadar ia langsung melompat dan menangkap tubuh pria itu agar tak terjatuh mencium tanah
"Tuan"kata pria itu sambil menangis senang,karna terkejut dengan apa yang ia lakukan Jiali langsung menjatuhkan tubuh pria itu
brukkk.....
"Aduh"keluh pria itu
"Kau pria mesum kalo mau mati bilang"kata jiali sambil mengeluarkan tombak miliknya
"Tuan aku bersumpah yang aku katakan itu adalah sungguhan tuan"kata pria itu sambil ketakutan
"Apa buktinya"kata jiali
"Naga tua itu dia bisa membuktikannya"kata pria itu
"Naga tua?"bingung Jiali
"Quan"kata pria itu
"Kau kenal dengan dia?"kata jiali
"Tentu tuan dia temanku"kata pria itu
"Aku bingung"kata jiali
"Tuan mau ke nona Zeena dan yang lainnya bukan bawa aku tuan aku janji aku tidak akan berbohong"pinta pria itu
"Siapa namamu"tanya Jiali
"Namaku Luyten Darret tuan kau yang memberikan nama itu untuk ku"kata pria itu bernama Luyten itu
"Kenapa harus ada Darretnya coba dan kau tadi bilang apa aku yang kasih nama itu hei dengar ya jika aku yang memberi nama tidak akan seburuk itu"kata jiali kesal
"Kau juga mengucapkan kata kata itu saat pertama kali membawaku ke teman teman anda tuan"batin Luyten sedikit sedih,karna gx mau ribet dan udah telat Jiali pergi membawa Luyten juga dan memberi pesan kepada Ari agar mengajak Quan datang ke rumah Nian Nian
Di rumah Nian Nian semua sedang berkumpul di taman belakang karna Lian Lian berusaha mengajak mereka barbequean
akhirnya disinilah mereka dimana lima gadis sedang menyiapkan peralatan dan bahan sedang kan Quan dia mendapatkan tugas membakar daging nya,sampai mata Nian Nian melirik ke arah seseorang ia langsung berbinar seketika saat melihat Jiali dengan seseorang dibelakangnya
"Jia"panggil Nian Nian
"Siapa dia"tanya Lian Lian
"Nona Lian senang dapat melihat mu lagi,saya Luyten,nona kau semakin cantik saja dari terakhir kita bertemu"kata Luyten membuat Lian Lian merasa terbang,
Quan yang melihat Luyten membelalakkan matanya
"Pria ubanan"kaget Quan,Luyten mendekat ke arah Quan dan menendang pantatnya
"Lama tak jumpa naga tua bagaimana kabarmu apa sekarang kau sekarang masih sendiri"kata Luyten mendapatkan lemparan kipas dari Quan tepat di wajahnya
"Ups Maaf sengaja"kata Quan lalu berdebat dengan Luyten
"Apa mereka saling kenal"tanya Zee
"Entahlah"jawab Jiali
"Bawa darimana pria yang mengaku Luyten itu"tanya Nian Nian
"Dari rumah tua"kata jiali sambil mendekat kearah Quan dan Luyten dan
Plak....plak....brukkk
"Aduh sakitnya"keluh Luyten sambil menarik kedua telinganya sambil berjongkok
__ADS_1
"kok aku dipukul juga sih"kata Quan sambil melakukan hal yang sama
"Jadi ada yang bisa di jelaskan di sini"tanya Zee menatap mereka berdua membuat mereka berdua ketakutan apalagi Luyten karna ia langsung menunduk gemetar
"Tuan,dalam diri kalian semua memiliki hewan pendamping dan aku adalah pendamping mu sedang kan Luyten dia adalah salah satu dari kami berlima dan ia adalah hewan pendamping milik nona Jiali sungguh aku tidak berbohong"kata Quan
"Apa itu hewan pendamping?"tanya Nian Nian
"Hewan pendamping adalah hewan yang sudah terikat dengan tuannya saat tuan mereka terlahir ke dunia dan ia akan tiada saat tuannya tiada namun jika hewan pendamping itu tiada maka tuannya tidak akan ikut mati"kata Luyten
"Apa kami juga punya"tanya Lian Lian
"Kalian berlima memiliki hewan pendampingnya masing masing tuan tapi sepertinya mereka masihlah tersegel di dunia mereka masing masing,sepertinya Luyten dapat keluar dari dunianya karna nona Jiali berhasil melewati ujian kedua bulan darah waktu itu"kata Quan
"Sepertinya begitu"kata jiali
"Baiklah mau ikut barbeque"ajak Nian Nian
"Kau bantu Quan"kata jiali sambil pergi dan membantu yang lainya
"Aku?"kata Luyten menunjuk diri sendiri
"Iya kau ubanan"kata Quan sambil menyeret Quan dan menyuruhnya membantu membakar daging dan mereka pun pesta barbeque di rumah Nian Nian,setelah selesai mereka semua kembali ke rumah masing-masing
Paginya hari berjalan seperti biasa,di pulau tempat persembunyian Huang Tian
"Kurasa target selanjutnya sebaiknya si anak es karna dia kelihatan sangat lemah"kata Huang Zhong sambil melihat pantulan Nian Nian dari bola sihir
"Terserah yang jelas aku mau kelima Dewi itu mati dengan begitu rencana menguasai dunia akan berhasil kulakukan"kata Huang Tian
"Tenang ayah aku akan membuat mu menjadi kaisar satu satunya di dunia ini"kata Huang Zhong
"Ahahahha"tawa Huang Tian menggelegar
Di kelas Nian Nian seperti nya merasakan sesuatu tapi entah apa
"Aku merinding apa ada yang kangen aku ya"kata Nian Nian
"Siapa yang akan kangen dengan anak tengil kaya kau"kata Noriko bercanda
"Oh pasti banyak lah secara kan aku cantik,baik,dan tidak sombong"kata Nian Nian di buat buat membuat teman temannya tertawa
"Yang benar saja"kata Ari lalu merangkul Nian Nian
"Antar aku ke kamar mandi"ajak Ari lalu keluar kelas
"Baiklah kami akan kembali"kata Nian Nian
"Dia memang cantik sih"kata Noriko tiba tiba
"Kau baru nyadar,apa jangan jangan yang kangen sama Nian Nian itu kamu"tebak salsa
"Yang benar saja aku kangen sama dia kalo iya aku pasti bilang lah sedang kan tadi kami bersama"kata Noriko
"Santai lah"kata Sylla,lalu Bu Yord datang
"Anak anak kembali ke tempat duduk masing masing kita mulai pelajaran kedua"kata Bu Yord
"Ari dan Nian Nian di mana"tanya Bu Yord saat melihat bangku kosong
"Kami disini Bu maaf kami dari belakang tadi"kata Ari sambil berlari ke tempat duduknya begitu juga Nian Nian
"Baiklah"jawab Bu Yord lalu pelajaran di mulai
Skip pulang sekolah mereka semua pun berpisah,Nian Nian sedang menyetir Maserati Mazda sport miliknya,di jalan menuju rumah ia merasa seperti ada yang mengikutinya namun saat ia melihat kaca spion tidak ada siapa siapa
"Mungkin aku lelah"kata Nian Nian lalu melajukan mobilnya ke kediaman song
"Dia peka juga"kata Huang Zhong diatas pohon sambil melihat mobil Nian Nian yang menjauh lalu menghilang,
di rumah song,setelah membersihkan diri Nian Nian segera turun ke dapur untuk makan siang dan melihat ibunya
"Ibu kau sudah pulang"kata Nian Nian sambil mendudukkan dirinya di bangku makan
"Ya kau ingin makan kan tunggu sebentar ya"kata Lily lalu menyiapkan makanan nya
"Silahkan dimakan,masakan ala chef Lily"kata Lily membuat Nian Nian terkekeh,lalu Lily juga ikut makan
"Sebenarnya ibu cepat pulang karna ibu mau izin ke ayahmu untuk pergi ke negara I karna sebuah tugas"kata Lily
"Tugas?"tanya Nian Nian
"Mengawal pewaris kerajaan pleadies"kata Lily
"Kenapa dengan pewaris itu"tanya Nian Nian
"Dia akan berkunjung kemari secara tersembunyi maksudnya tanpa identitas asli jadi ayahnya menyuruhku mengawasi nya dengan aman"kata Lily
"Wah serasa jadi super Hero ya Bu"kata Nian Nian
"Memang"kata Lily,setelah makan mereka kembali ke kamar masing-masing,
Nian Nian yang memang kamarnya besar karna ia tidur berdua dengan kakaknya merasa bosan karna sendirian,saat ia sedang membaca manga di hpnya di meja belajar ia teringat sesuatu
"Oh ya kakak kan punya lanjutan dari film yang kemarin aku tonton aku pinjam sebentar ah"kata Nian Nian lalu bangkit dan berlari,
saat hendak melangkah ke arah komputer kakaknya ia tak sengaja tersandung kabel dan kepalanya membentur meja dengan keras dan saat terbentur komputer kesayangan kakaknya terjatuh kelantai pecah dan hancur
...Duk..prang..bruk...
Tes...tes..tes
Darah mengalir dari kepala Nian Nian namun ia malah lebih mementingkan komputer kakaknya
"Akhh gimana ini,ini kan komputer kesayangan kakak"kata Nian Nian panik saat ia bangkit ia malah oleng
"Woahh"kata Nian Nian lalu terjatuh kembali
"Auw kepalaku"kata Nian Nian sambil memegang kepalanya dan tersadar jika ia berdarah,
saat ia berusaha berdiri pintu dibuka dan berdirilah Lian Lian disana,mereka saling menatap satu sama lain dan sama sama terdiam,
Lian Lian terkejut melihat kamarnya berantakan apalagi komputer kesayangan miliknya sudah tergeletak di lantai dengan bagian-bagian yang terpisah,
namun ia lebih terkejut lagi melihat adiknya sedang terduduk menatapnya dengan darah di kepalanya yang masih menetes ke lantai dan bajunya,menjatuhkan tas kerjanya dan berlari mendekati adiknya saat Nian Nian sudah mau terkulai ke lantai
"Nian nian"teriak Lian Lian panik sambil memangku kepala adiknya
"Kakak maaf aku merusak komputer kesayangan mu"kata Nian Nian sambil menangis
"Bodoh jangan bahas itu dulu"kata Lian Lian lalu membopong adiknya ke kasurnya dan ia segera mencari kotak obat,
segera mendekat dan membersihkan luka Nian Nian
"Sakit"kata Nian Nian saat kakaknya mengelap lukanya
"Darahnya gx mau berhenti"kata Lian Lian
"Nian nian kau masih bisa bertahan kan"kata Lian Lian lalu menggendong adiknya dan segera keluar
"Pegang sapu tangan ini dan tempelkan di kepalamu apa kau bisa"kata Lian Lian sambil menyerahkan sapu tangan miliknya lalu Nian Nian mengambilnya,Lian Lian segera turun dan bergegas ke mobilnya dan melaju ke rumah sakit
Setelah sampai di rumah sakit Nian Nian segera di obati oleh dokter disana sedangkan Lian Lian hanya melihat nya saja
"Tolong jangan dilepas dulu dan jangan terkena air agar cepat kering"kata dokter setelah selesai membalut luka di kepala Nian Nian,setelah membeli obat dan membayar mereka lalu pulang,di sepanjang perjalanan hanya kesunyian yang mendera
"Kakak"panggil Nian Nian namun Lian Lian hanya diam saja
"Apa kau marah"kata Nian Nian lagi namun tetap tak di jawab
"Maaf aku gx sengaja"kata Nian Nian sambil menunduk
"kak"........
***siapa yang klo jatoh malah
takut dimarahin dari pada fokus
ke diri sendiri Luka atau tidak
love you all 😘
oke segini dulu seru lanjut***
__ADS_1
//////