
lanjut
/////////
Setelah berpamitan Zee dan Jiali masuk ke pesawat umum,kenapa karna saat ini mereka sedang menyamar agar tidak repot
Perjalanan menuju Jepang sedikit memakan waktu 3 jam(ngarang ye) Zee dan Jiali pun tertidur.
3 jam kemudian pesawat sudah mendarat dengan selamat.
Sekarang Zeena dan Jiali sedang berada di dalam taksi
"Zee aku dah dapet alamat rumah Suji sekarang kita mau tinggal dimana"tanya Jiali
"Aku memiliki apartemen di negara ini jadi kita akan tinggal di sana"jawab Zee
"Apartemen....emmm oh ya kau sekalian mau bantu perusahaan ayah mu itu ya"kata Jiali di angguki Zee.
30 menit kemudian mereka akhirnya sampai di depan sebuah apartemen yang sangat besar namun sangat asri dengan pepohonan di setiap sudutnya,apartemen itu memiliki 20 tingkatan,dan apartemen Zeena berada di lantai 14 cukup tinggi,apartemen itu tidak terlalu ramai karna berada di pinggir kota namun yang memiliki apartemen di sini cukup banyak,Zee mengajak Jiali ke apartemen nya dan membuka kunci pintunya,saat di buka terlihatlah ruangan yang luas dengan beberapa ruang di dalamnya,ada satu kamar besar,dapur,kamar mandi,balkon dengan pemandangan yang indah,ruang tamu yang lumayan,walaupun terkesan sederhana namun sangat lengkap barang barang di tempat Zee karna orang tuanya menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
"Apartemen mu jarang di tempati bukan tapi kenapa terlihat bersih sekali"tanya Jiali sambil mendudukkan dirinya di tempat duduk ruang dapur plus ruang makan setelah beres beres dengan barang nya begitu juga Zee
"Ya ayah memiliki maid di sini ia menyuruh maidnya untuk slalu membersihkan apartemen ku"kata Zee sambil membawa makanan instan setelah di oven dan minuman mineral dan soda dan memberikan nya pada Jiali,mereka pun makan,selesai makan mereka duduk di sofa
"Di sini aku ada misi jadi kemungkinan akan sedikit memakan waktu"kata Zee sambil meminum sodanya
"Apa kau juga akan lama di sini"lanjutnya menatap Jiali
"Aku ikut saja lah sekalian pendekatan"kata Jiali sambil meminum sodanya
"Pelan pelan saja Jia nanti tersedak"kata Zee saat melihat sudah dua kaleng soda yang Jiali minum dan ini kaleng ketiganya
"Kau tau Zee kita baru saja bertemu dua bulan namun aku merasa seperti sudah lama mengenal mu"kata Jiali
"aku juga merasakan hal seperti itu tapi bukan karena orang tua kita berteman lama"kata Zee sambil memandang langit langit plafon.
"Aku harap kau teman yang sebenarnya Zee kau tau dulu aku tak punya teman karna terlalu diam"kata Jiali sambil meletakkan kaleng soda nya yang masih setengah
"Kau mabuk"khawatir Zee sambil mendekatkan dirinya kepada Jia
"Kenapa kau mau berteman dengan ku"tanya jiali sambil menidurkan kepalanya di pundak zeena
"Entah lah tapi aku tak berfikir kita ini berteman"jawab Zee membuat Jiali menatap nya kosong
"Aku tidak mengganggap mu teman.....tapi aku mengganggap mu sahabat bahkan lebih dari itu"lanjut Zee lalu Jiali memeluknya
"Aku juga begitu"kata Jiali lalu tertidur di pelukan Zee
"Aku juga seperti mu Jia kalian adalah teman pertama bagi ku"kata Zee lalu membopong tubuh Jiali ke kamar dan menidurkan nya,ia melepas jaket Jiali dan sepatunya lalu miliknya juga,ia lalu berbaring di samping jiali
"Selamat malam Jiali"lirih Zee lalu tertidur karna hari sudah malam
Keesokan harinya Zee bangun lebih dulu dan segera membuat sarapan untuknya dan Jiali,saat sedang fokus di dapur Jiali yang berada di kamar terbangun
"Aduhh kepala ku sakit lain kali aku akan minum soda sedikit saja"rutuknya lalu mencium bau harum
"Hemm bau apa ini aku jadi lapar"kata Jiali lalu segera keluar dan menuju ruang makan,zee yang melihat Jiali sudah bangun menyapanya
"Pagi Jia"sapa Zee sambil meletakkan makanan yang sudah siap di meja
"Pagi juga waww Zee kau pandai masak,aku yang anaknya chef aja belum bisa masak"ceplos Jiali lalu duduk di kursi depan Zee
"Ya ibu ku bilang perempuan harus bisa memasak jadi kalo ibu ku masak aku bantuin sekalian belajar"jawab Zee
"Apa di rumah mu tak ada maid"tanya Jiali santai tanpa ada kesan mengejek
"Ada tapi kadang jika ibu tidak sibuk ibu yang memasak untuk aku dan ayah"jawab Zee
"Makan lah setelah ini kita akan ke tempat Suji"kata Zee lalu mereka memakan makanan yang di buat oleh Zee,selesai makan Zee mandi lebih dulu Lalu Jiali,selesai mandi Zee dan Jiali segera turun,Zee mengenakan kaos putih polos dengan balutan jaket kulit hitam,celana jeans hitam dan sepatu Kets putih,rambut hitam nya di ikat jadi satu tinggi terlihat cantik,sedang kan Jiali memakai kaos merah maroon dengan balutan jaket kulit hitam,celana jeans,sepatu Kets hitam rambut perak yang di biarkan tergerai sangat cantik,kali ini mereka menggunakan identitas lain,yaitu Aksel dan Eksel di bantu ayah Zeena,karna pastinya jika menggunakan identitas asli pasti banyak musuh yang mengincar mereka padahal tanpa mengganti nama identitas diri Zee dan Jiali dapat menghadapi Serangan musuh,namun apalah daya jika yang tua sudah ceramah panjang lebar kali tinggi 🤣
"Siap Jia"tanya Zee saat sudah di dalam mobil yang ia sewa
"Ya"jawab Jiali lalu mobil melaju ke kediaman Sujinghan.
Di jalan...
"Jia sejak kapan kau minum"tanya Zee membuka pembicaraan yang pastinya Jiali tau arah pembicaraan nya
"Belum lama mungkin lima bulan yang lalu kenapa"tanya Jiali
"Jangan terlalu sering minum jika hanya untuk melampiaskan emosi mu apalagi kau masih di bawah umur kan"kata Zeena
"ini juga yang kedua dan lagian umur tujuh belas bukan lah anak anak"kata Jiali gx mau kalah
"terserah mu nya"kata Zee lalu fokus menyetir
"Oh ya Zee aku liat di kertas identitas beberapa hari yang lalu nama kita berbeda"kata Jiali
"Ya untuk menghindari musuh"jawab Zee
"Ohh gitu ya"jawab Jiali
"Bagaimana perusahaan ayah mu"tanya Jiali
"Perusahaan ayah ku di negara ini sepertinya ada kejanggalan jadi aku akan memperbaiki nya"kata Zeena
"Wawww kau juga bisa menjadi CEO ya"kagum Jiali
"Ya aku juga kagum kepada CEO muda perusahaan Han baru dua tahun langsung menempati peringkat 2 mengalahkan keluarga Bodewig sungguh luar biasa Jia"kata Zeena
"Kau....tau jika aku...."kata Jia terpotong
"Ya kau adalah CEO perusahaan cabang Han yang misterius itu bukan,jangan tanya kenapa aku tau karna aku sedang iseng saja"kata Zeena sambil terkekeh
"Kau mengerikan Zee"gidik Jiali
"Ya walaupun perusahaan milik keluarga Han sekarang berada di peringkat 2 namun aku masih ingin bersaing"lanjut Jiali
"Namun sangat susah jika berhadapan dengan perusahaan Ander milik ayah mu Zee apalagi ZL"jujur Jia
"Ya aku tau itu tapi jujur aku kagum kepada perusahaan lain kau tau perusahaan milik keluarga Bodewig katanya kemarin lusa sedang mengadakan pers tentang produk baru di bidang transportasi"kata Zee
"Ya memang keluarga Bodewig yang terlihat biasa saja namun siapa sangka bisa melakukan tindakan yang mengejutkan semua orang"kata Jiali
"Ya"jawab Zee
"Zee setelah ini berhenti di depan sana saja soalnya kan wilayah kediaman Syuji lumayan dekat kita bisa sekalian olahraga kan"kata Jiali sambil menunjuk ke arah parkiran depan perusahaan Ander
"Itu milik ayah"kata Zee setelah melihat
"Ya pasti aman"jawab Jiali santai
"Baiklah"kata Zee lalu memarkirkan mobilnya dan segera pergi setelah ijin,ya para pekerja kantor di sana tidak tau jika itu adalah anak bos mereka.
__ADS_1
"Bagaimana"tanya Jiali
"Beres ayo"ajak Zee
mereka pergi menuju kediaman keluarga Sujinghan, kediaman Syuji dari kantor Anderson cukup jauh juga untuk jalan itu juga melewati gang
"Kau bilang dekat"kesal Zee
"Heheheh emang dekat"kata Jiali tanpa rasa bersalah,kini mereka berada di depan gerbang bertulisan Jepang
"Kau tau artinya Zee"tanya Jiali
"kediaman Syuji"kata Zeena saat membaca tulisan di papan atas sana,belum lama datang lah dua orang yang terlihat seperti pengawal atau penjaga
"Maaf kalian siapa kenapa berada di depan kediaman keluarga Syuji"tanya salah satu dengan bahasa Jepang (anggep aja bahasa Jepang)
"Kami ingin bertamu di kediaman Syuji kami juga mencari nona muda Syuji Sujinghan apakah tuan bisa membantu kami"jawab Zee dengan lancar
"Wawww keren Excel"puji Jiali
"Tunggu sebentar"kata salah satu penjaga lalu pergi
"Excel kau memiliki otak berbentuk seperti apa kenapa kau sangat pintar di semua hal"tanya Jiali sambil menggunakan nama samaran mereka
"Hahhh otak ku sama seperti yang lain lah kau ini"jawab Zeena
"Namun apa kau tak sadar jika marga Syuji seperti marga orang China iya kan" Zeena
"Ya tapi kenapa tinggal di Jepang"kata Jiali
"Entah lah"kata Zeena
Lima menit kemudian penjaga itu datang
"Silahkan masuk nona kalian sudah di tunggu oleh nona muda Syuji"kata penjaga itu lalu mengajak Zeena dan Jiali masuk
saat masuk mereka melihat halaman yang luas dengan beberapa kolam ikan dan taman bunga,ada juga bangunan yang cukup besan namun masih terkesan kuno,lalu mereka di ajak ke paviliun sakura yaitu tempat tinggal Syuji,mereka di suruh duduk di bangku gazebo bawah pohon sakura yang indah
"Kalian tunggu lah di sini sebentar lagi nona Suji akan datang"kata penjaga itu pergi.
"Ya terima kasih paman"jawab Jiali lalu mereka duduk,pelayan pun datang dan memberikan makanan kepada mereka.
"Nona silahkan di nikmati"kata pelayan
"Ya terima kasih"jawab Zeena dan Jiali,lalu datang lah orang yang mereka tunggu
"Maaf membuat kakak menunggu saya tadi ada sedikit kendala"kata Suji tulus
"Ya tak apa"jawab Zee
"Oh ya kak ada apa kakak ingin bertemu dengan Suji sampai sampai datang kemari maaf merepotkan kalian kak"tanya Suji
"Sebelum aku memberitahu mu kau pasti sudah dengar kabar tentang munculnya kekuatan aneh dengan adanya energi negatif bukan"kata Zee to the poin sambil menyesap teh nya anggun
"Ya aku sudah tau kenapa kak apa ada hubungannya dengan ini"tanya Suji
"Ya"singkat Zee
"Kau ambillah ini"kata Jiali sambil menyerahkan kalung berliontin kristal merah
"Ini....diamond red"kata Suji tak percaya
"Ya apa saja yang kau tau"tanya Jiali
"Lalu"lanjut Jiali
"Magis diamond awalnya di buat oleh seorang guru yang memiliki lima murid,lima murid itu adalah putri dari empat dewa kaisar yaitu kaisar Andreas yaitu dewa langit,kaisar Titan yaitu dewa laut,kaisar Hades dewa lava,kaisar Vrosh dewa petir,sedang kan sang guru tidak di sebutkan namanya di buku kuno milik keluarga Syuji"kata Syuji
"Buku itu adalah salah satu saidow steps yang di beri Quan bukan"tanya Jiali pada Zeena
"Iya"jawabnya
"Siapa Quan dan kenapa kaka memberi kalung ini pada saya"tanya Suji
"Kau adalah orang yang di pilih oleh kalung itu"jawab Zeena
"Dan Quan adalah orang yang menjaga magic kristal itu"tambah Jiali
"Sungguh"kata Suji antusias
"Hemmm"dehem Jiali
"Berarti...."guman Suji
"Kak bukanya semua magic kristal ada lima empat lainya mana"tanya Suji
"Miliku,Jia,dua saudara song,dan sisanya kau"jawab Zeena
"Artinya kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk melawan musuh"kata Suji
"Ya tapi kita belum tau musuh mana yang sebenarnya"kata Zeena
"Musuh sebenarnya adalah seseorang dengan dendam yang amat dalam di lima ratus tahun yang lalu dia menggunakan emosi manusia untuk keuntungan nya sendiri dan buruknya tetua Syuji bilang ia masih hidup sampai sekarang namun belum memunculkan wujudnya"kata Suji
"Maksudnya....."kata Jiali terpotong saat seseorang pria datang dengan baju adat Jepang
"Adik ajaklah teman teman mu makan bersama,kakek ingin melihat mereka"kata pria itu
"Ya kak"jawab Suji
"Oh ya kenalin ini kakak ku kak Yuji Tarako"kata Suji memperkenalkan kakaknya
"kami tau"jawab Jiali dan Zeena
"Sungguh"kaget Suji
"Dia sekelas dengan kami"jawab Zee melihat muka penasaran Suji
"Ohhh"
"Salam"kata Jiali dan Zeena bagaimana pun ini adalah kediaman Syuji kediaman dengan etika yang utama
"Mari"ajaknya lalu mereka pergi ke ruang di mana ada terdapat meja yang besar dan di salah satu kursi sudah di duduki oleh seorang kakek kakek mungkin itu adalah kakek Suji dan Tara
"Silahkan duduk Nona Han dan nona Anderson"sapa kakek itu
"Salam kakek"sapa Zee dan Jiali
"Panggil yang tua ini kakek Pei mari mari silahkan duduk"ajak Kakek Pei lalu mereka duduk lalu datang lah seorang pria tampan namun lebih tua dari Tara dan mirip dengan Tara dan Suji
"Wahhh ayah ada tamu istimewa rupanya"senang pria itu panggil saja Ryuji ayah Suji dan tarako
"Pelayan siapkan hidangan yang istimewa hari ini kita kedatangan tamu istimewa"kata kakek
__ADS_1
"Kau duduklah anakku"perintah kakek Pei kepada Ryuji
"Baik ayah"jawab Ryuji
"Maaf sebelumnya kakek Pei kenapa anda tau identitas kami"tanya zeena
"Saya hanya menebak saja nona Anderson"kata kakek Pei
"Panggil saja Zeena kek"kata Zee sopan
"Baiklah"jawab kakek
Lalu pelayan di sana memberikan pelayanan makanan yang baik
"Mari makan"ajak Kakek Pei
"Mari makan"jawab semua di sana
Sedangkan di sebuah tempat gelap terdapat seorang laki laki yang sudah tak muda lagi dengan seseorang di sana,laki laki tua itu terlihat marah pada orang yang ia ajak mengobrol itu
"Kau sungguh bodoh membunuh seorang anak kecil saja tidak bisa"marah laki laki itu yang merupakan atasan atau bos di sana
"Maaf tuan saya memang sudah membunuhnya tuan"kata bawahan nya itu ketakutan
"Lalu yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri itu apa hahhh"kata bos itu sambil melempar beberapa foto kehadapan bawahannya itu panggil saja Nul,Nul sangat terkejut melihat foto itu
"Mu...mungkin ini adalah nona Cadance tuan"kata Nul
"Kau tau saat itu Cadance sedang bersama istri ku,aku tak mau tau pokoknya kau harus singkirkan anak itu aku tak mau jika Cadance tau jika ia memiliki kembaran dan yang lebih bahaya lagi jika ia tau bahwa ia bukanlah putri kandung ku tapi anak dari logan kau paham"kata bos itu yang merupakan kepala keluarga dari keluarga kaya Miamor yaitu Duk Miamor,ia dan istrinya tidak bisa memiliki keturunan dan akhirnya ia menculik anak dari musuh perusahaan yang dulunya adalah sahabat nya sendiri,Logan Anderson dan Zhu Anderson yang saat itu mempunyai dua anak kembar membuat Duk iri dengan kebahagiaan mereka.
lalu muncullah rencana licik di otak Duk,saat Zee dan Cadance berumur dua tahun di sebuah jalan mobil milik Logan di hadang oleh segerombolan orang dan menculik Cadance awalnya Logan berhasil mengalahkan penjahat itu namun Duk dengan liciknya mengancamnya menggunakan Zee, akhirnya Logan tak menyerang lagi dan terjadilah tragedi dimana anak pertama keluarga Anderson di culik,Logan sempat mencari informasi namun Duk sangatlah pintar hingga ia sendiri tak mengetahui jika sahabat nya sendirilah yang menculik anaknya,lalu dua bulan kemudian ada sebuah berita bahwa telah di temukan mayat seorang balita perempuan dengan baju sama persis dengan milik Cadance makanya Logan beranggapan jika itu memang Cadance tapi siapa sangka bahwa itu adalah salah satu dari rencana Duk,Duk kemudian pindah ke negara J dan di hari Zee mengunjungi kediaman Suji di jalan Duk melihatnya makanya ia menjadi terkejut dan menemui orang suruhannya di waktu lima belas tahun yang lalu.
Kembali ke topik
Setelah beberapa jam di kediaman Syuji jiali dan Zee pun pamit pulang, sebelum mereka ke tempat dimana mobil Zee di parkirkan mereka memutuskan untuk pergi ke toko es krim toko itu lumayan ramai apalagi yang berpasangan
"Sel kau mau rasa apa"tanya Jiali
"Macha"jawab Zee sambil duduk di meja tunggu sambil memainkan hpnya
"Hemm ok...(berjalan ke arah penjual)kak es krim Macha nya satu terus yang vanilla satu"kata Jiali
"Siap nona"kata penjual itu
sambil menunggu seorang pria kekar mendekati Jiali
"Hai cantik kakak temani ya"kata salah satu pria kekar tersebut sambil tersenyum mesum,Zee yang melihat itu dengan iseng memeluk Jiali dari belakang dan menaruh dagunya di pundak Jiali
"By kapan selesainya aku ingin cepat pulang"kata Zee menghembuskan nafasnya di telinga Jiali,Jiali terkejut tentunya dengan tindakan Zee namun dengan cepat mengikuti drama girls love ini
"sebentar lagi kok"kata Jiali
"Sial mereka belok"kata pria tadi lalu pergi
"Hahahaha"tawa Zee dan Jiali pun pecah membuat penjual toko bingung kok tiba tiba ada cewe cantik satu lagi pasalnya drama tadi sedikit di bumbui magis makanya hanya si pria dan mereka berdua yang tau
"nona ini es krimnya"kata penjual tadi
"Terima kasih kak"kata Jiali lalu menyerahkan es krim nya ke Zee dan ia membayar
"Sisanya ambil saja"kata Jiali lalu pergi bersama Zee
karna hari sudah menjelang gelap jalan yang di lalui Jiali dan Zee sudah sepi dan gang yang mereka lewati juga cukup remang remang dan tiba tiba mereka di cegah oleh kelompok pria dan salah satunya adalah pria yang ada di toko es krim tadi.
"Itu bos yang saya bilang cantik namun sayang mereka belok bos"kata pria itu kepada pria kekar botak di tengah
"Wahh wah wah benar benar cantik gx papa jika belok aku akan buat mereka merasakannya jika bersamaku heheheh"kata sang ketua tersenyum mesum lalu mendekat ke arah Zee dan Jiali yang sedari tadi diam
"Hai cantik ingin kakak temani tidak"kata sang ketua sambil berusaha memegang pipi Jiali namun tangannya tiba tiba di pegang dan di pelintir keras oleh Zee
"Akhhh kurang ajar kau"kesal si ketua lalu hendak memukul dengan tangan satunya namun dengan cepat Jiali menendang pusaka milik ketua dengan keras sampai terduduk,sedangkan anggota nya yang berjumlah 4 itu langsung tanpa sadar ikut meringis sambil memegang punya mereka
"Apa yang kalian lakukan cepat bunuh mereka"kata sang ketua lalu anggota itu langsung menghampiri Zee dan Jiali dan berkelahi,Jiali berkelahi dengan dua orang dan Zee juga namun karna kelengahan sehingga tidak menyadari bahwa sang ketua sudah bangkit dan diam diam mengeluarkan pisau dan mendekat ke arah Jiali,Zee yang melihat itu seketika refleks berlari dan berteriak
"Jia awas"teriak Zee dan
Jlebbb
"Akhhh"Jiali terkejut karna tiba tiba Zee sudah di belakangnya dan menghalau serangan dari sang ketua dan akibatnya ia tertusuk di bagian punggung Kanannya
"Ekselll"teriak Jiali lalu dengan bruntal menghajar sisa lawan dan tanpa ba-bi-bu langsung menebas kepala ketua dengan dengan pedang elemen peraknya lalu mendekat ke Zee
"Zee bertahanlah"kata Jiali lalu menggendong Zee dan melesat cepat ke rumah sakit
Wussssss
Sampai di rumah sakit
"Tolong tolong saudara ku cepat"teriak Jiali kalut karna Zee sudah tak sadarkan diri,beberapa suster keluar dan membawa brangkar dan segera membawa Zee ke UGD.
Di luar Jiali tak bisa tenang ia terus menangis dan menyalahkan diri sendiri
Ia juga sudah menghubungi keluarga Zee dan mereka langsung segera kesini
30 menit kemudian terlihat orang tua Zee sudah sampai
"Jia apa yang sebenarnya terjadi dengan Zee kenapa bisa Zee terluka"tanya Zhu sambil memegang pundak Jiali sambil menggoyangkan tubuh Jiali
"Maaf ini salah ku,bibi boleh marah terserah bibi mau apakan Jia ini semua salah Jia andai saja Zee gx selamatin Jia pasti Zee gx akan kayak gini maafin aku bi"kata Jiali sambil menangis sesenggukan,Zhu lalu memeluk Jiali yang lebih tinggi darinya
"Ini bukan salah kamu Jia bibi hanya ingin tau saja cerita sebenarnya bukan maksudku nyalahin kamu"kata Zhu menenangkan Jiali walau ia juga khawatir tentang keadaan anaknya
Jiali dengan sesenggukan menceritakan semua yang terjadi kecuali drama kecil di toko es krim membuat Logan marah dan mengutus untuk memberantas habis orang yang mencelakai Putri nya,gx tau aja mereka udah pada mati sama Jiali sehingga logan yang masih marah menyuruh memberantas penjahat yang ada di sekitar sana.
"Ada apa Logan"tanya Zhu
"suruhan ku berkata bahwa orang yang mencelakai Putri kita sudah meninggal dalam keadaan tragis salah satunya tubuhnya sudah tak utuh"jelasnya sedikit senang membuat Zhu terkejut
"Ya ampun itu keren sekali"kata Zhu sedang kan Jiali hanya diam sambil berharap Zee selamat.
5 menit kemudian seorang dokter keluar dan mendekati ketiga orang itu
"Dengan Keluarga pasien"tanya dokter
"Iya kami orang tua nya bagaimana keadaan anak kami dok"tanya Zhu
anak anda lanjut besok🗿
////jangan lupa like dan beri dukungan nya
komen juga boleh///
love you all😘
__ADS_1