
lanjut kuy
////////
"Neon"batinnya
"Pak ijin bentar"kata gadis itu langsung berlari membuat pak Raymond geleng kepala dan melanjutkan pelajarannya
Diluar gadis itu mengangkat sambungannya
"Haloo cantik ada yang bisa saya banting"kata gadis itu membuat si penelpon tertawa pelan
"Kemarilah bantu aku"kata seseorang itu
"Oke dengan berat hati"kata gadis itu
"Heyyy"kesal sebrang
"Heheheh bercanda Mona,baiklah tunggu aku"kata gadis itu lalu mematikan sambungan telepon nya dan masuk kekelas
"Pak saya ijin pergi"kata Rey,ya orang yang di telpon oleh Mona adalah Rey wakil ketua OSIS
"Kenama"kata pak Raymond
"Kemana pak"kata murid murid nya
"Ck lidah bapa kesleo tau"kata pak Raymond
"Emang bisa"batin murid murid
"OSIS"kata Rey lalu pergi
"Huhh sopannya"kata pak Raymond
"Rey OSIS ya?"tanya Ari membuat sebagian anak anak dan pak Raymond meliriknya
"Kau tidak tau"tanya Sylla
"Gx"jawab Ari
"Tunggu dulu jangan jangan kalian..."kata Sylla sambil melirik,Ziya,Zee,Jiali dan Nian Nian
"Kami juga gx tau"jawab mereka
"Ya ampun"Sylla tepuk jidat
"Rey adalah wakil ketua OSIS tapi dia jarang mangkat dan kalian kan murid baru jadi gx tau"kata pak Raymond
"Hahh wakil ketua OSIS"kaget Ari dan Nian Nian
"Iya"kata pak Raymond membuat murid bangku belakang saling melirik
"Baru aja tadi di bilangin ehh udah dapat jawabannya aja"kata Ari di angguki mereka
Tinggalkan kelas 2A sekarang kita berada di tempat Rey,dimana dia sedang masuk dengan santainya ke ruang OSIS dan melihat Mona sedang sibuk dengan bukunya,jangan lupakan kacamata yang bertengger di hidungnya,mendekat dan memutar bangku yang diduduki Mona lalu merebut bukunya dan duduk di pangkuan Mona sambil mendekatkan wajahnya
"Jangan terlalu fokus ketua santailah sedikit"kata Rey sambil memberikan permen ke Mona tepat di depan wajahnya
"Thanks,untung kau datang"kata Mona
"tangannya dijaga"kata Mona sambil menyingkirkan wajah Rey yang sangat dekat dengannya lalu menyuruhnya turun dari pangkuan sambil mengambil permen dari Rey
"CK"decak Rey
"Bantu aku,kau setengah aku setengah"kata Mona lalu memberikan berkas berkas OSIS
"Iya iya"kata Rey sambil mengambilnya dan berjalan menuju meja lainnya dan mengerjakan tugasnya
"Bukannya ini hanya dokumen tahun lalu"kata Rey saat membaca kertas di tangannya
"Sudah kerjakan saja,ini tugas dari kepala sekolah,jika selesai dengan cepat kan kau juga yang dapat poin"kata Mona
"Akhh kenapa bibi seperti ini sih,aku kan masih mau santai"kata Rey mendapat lemparan pulpen dan tepat di dahinya.
Tukkk.....
"Auww"keluh Rey
"Jangan banyak ngeluh,siapa suruh kerjanya cuma leha leha,jelas jelas punya tanggung jawab juga"kata Mona
"Iya iya"kata Rey
"Wulan bagaimana"tanya Rey membuka obrolan
"Lebih baik"kata Mona
"Dia sakit apa"tanya Rey
"disminore"kata Mona
"Ohhh"Rey lalu melanjutkan pekerjaannya sampai selesai dan setelahnya mereka pergi ke UKS menemui Wulan dan salsa yang sedang berbincang
"Apa kalian terlalu memiliki waktu senggang"kata Rey dari arah pintu
"Rey tumben kau kemari"kata Wulan
"Ya ya ya,anggap saja aku ini orang yang baik walaupun aku memang baik cantik lagi"kata Rey sambil masuk lalu memberikan permen pada Wulan namun direbut Mona dari belakang
"Dia gx suka permen"kata Mona sambil memakan permen yang hendak diambil Wulan
"Iya kah"kata Rey lalu melirik Wulan
"Emm iya"jawab Wulan
"Oh salsa ini untuk mu"kata Rey sambil memberikan permen lainnya kepada salsa lalu duduk di sofa UKS,(sekolah unggulan cuy)
"Terima kasih"kata salsa lalu memakannya mendapatkan plototan dari Mona membuat salsa bingung
"Kau sudah lebih baik"tanya Mona
"Hemm mungkin setelah ini aku akan kekelas,karna tidak ada tugas juga"kata wulan
"Baiklah"jawab Mona ikut duduk juga
"Hahh karna istirahat masih lama aku numpang tidur bentar ya"kata Rey lalu merebahkan tubuhnya di sofa itu dan menjadikan paha Mona bantal lalu memainkan ponselnya
"Kalau begitu aku ke mejaku dulu"kata salsa
"Hemm makasih ya sal"kata Wulan
"Say saja"kata salsa lalu pergi ke mejanya
"Akhir pekan maukah kalian jalan jalan bersama"ajak Wulan
"Akan ku usahakan"kata Mona
"Aku jelas ikut kalo Mona ikut"kata Rey
"Aku ikut soalnya bosan juga di apartemen"kata salsa
"Lalu Naoya?"tanya Mona
"Dia akan ke rumah neneknya bersama sepupunya Noriko"kata Rey
"Jepang dong"kata salsa
"Iya"kata Rey
"Behh hokay bebas ya"kata salsa di sambut kekehan yang lain dan mereka bercerita mengisi waktu luang,sebenarnya gx luang sih kan emang masih jam belajar🤭
Sedangkan di kediaman keluarga song,Leda mendatangi Lily untuk berbincang masalah penting
"Jadi ada apa gerangan apa sampai membuat pangeran negri Eden ini datang"kata Lily
"Bibi Lily kau tau Lyra bukan"tanya Leda
"Ya anak tunggal dari Sargas Auriga bukan"kata Lily diangguki leda
"Memangnya ada apa"tanya Lily
"Dia kabur dari rumah dan lokasi terakhirnya dia kabur ke negara ini"kata leda membuat Lily terkejut
"Lalu"tanya Lily
"Kami sudah mencarinya namun kami hanya menemukan barang barang miliknya sudah dijual seseorang,saat kami menanyai tentang lyra pada si penjual barang itu dia bilang ia tidak tau,dan saat kami menggunakan cara kekerasan dia baru mengakui jika dia hanyalah mencuri dan tidak menculik"kata Leda membuat Lily tersenyum kecil
"Kalian apakan dia"tanya Lily
"Awalnya hanya memukulnya namun dia berkata hal yang kurang enak didengar akhirnya aku potong lidahnya"kata Leda
__ADS_1
"Kenapa gx di bunuh"kata Lily santai
"Kami bukanlah bibi yang mendapatkan kesenangan saat membunuh seseorang"kata Leda membuat Lily tertawa pelan
"Terus lanjutannya apa"tanya Lily
"Dia bilang kalau Lyra diselamatkan oleh seorang pria berseragam sekolah dan dia langsung kabur,aku bertanya apa dia ingat wajahnya,dia tidak tau"kata Leda
"Apa kau bertanya tentang ciri ciri seragamnya"tanya Lily
"Dia bilang seragamnya bagus,dan memiliki lambang Griffin di dasinya"kata Leda
"Tensius"kata Lily
"Apa"tanya Leda
"Tensius sekolah unggulan sekaligus sekolah khusus para pengguna sihir"kata Lily
"Maukah bibi menemaniku ke sana"tanya Leda
"Ngapain,emang kau kenal orang yang membawa Lyra"kata Lily
"Aku tinggal bawa laki laki brengsek itu"kata Leda santai
"Baiklah,aku akan bersiap dulu"kata Lily lalu meninggalkan Leda yang sedang menghubungi anak buahnya untuk bersiap,setelahnya mereka pergi
Setelah beberapa menit mobil Lily sampai tensius,Leda sedikit terpukau dengan keindahan sekolah itu,ia lalu mengikuti Lily dari belakang,suasana sekolah sedang sunyi karna sedang jam belajar dan hanya beberapa yang diluar,Lily dan Leda pergi menuju kantor tidak lupa juga membawa pria sial yang salah mencari lawan itu,mereka masuk ke ruang kepala sekolah dan meminjam buku foto para siswa
"Apa seperti ini seragamnya"tanya Leda diangguki pria tersebut karna tidak bisa berbicara dengan lancar akibat lidahnya yang di potong,lalu Leda menunjukkan kumpulan foto di buku tersebut agar si pria dapat melihatnya,lumayan lama mencarinya sampai si pria itu seperti hendak berbicara dengan menunjuk salah satu foto di lembar buku kelas 2A
"Tetsuya Runo"kata Lily saat membaca nama di bawah foto tersebut sedangkan Leda ia terdiam saat melihat foto tersebut
"Dia"Leda terdiam,terlihat air matanya yang masih sombong untuk jatuh walaupun sudah di ujung
"Kelas 2A"kata Leda
"Antarkan aku kesana"kata Leda
"Luna apa kita boleh mengrusuh sebentar"tanya Lily kepada kepala sekolah Luna yang sedang fokus dengan komputernya
"Ya,asal tidak mengganggu"kata Luna
"Sebentar"kata Luna lalu menelpon anaknya untuk mengantar Lily dan Leda ke kelas 2A
Di UKS Mona yang mendapatkan pesan segera berdiri membuat Rey yang tertidur menjadi terjatuh karna belum siap
"Aduhh"keluh Rey saat wajah cantiknya mencium lantai,duduk di lantai sambil mengusap usap wajahnya dan ingin mengomel namun Mona sudah pergi
"Dasar,ini sakit"keluh Rey membuat Wulan dan salsa tertawa
Kembali ke ruang kepala sekolah setelah Mona datang ia membawa Lily dan Leda kelasnya
"Pak Raymond maaf mengganggu"sapa Lily
"Bisa pinjam Tetsuya sebentar"kata Lily walaupun Raymond bingung tapi tetap mengijinkan nya,Tetsuya keluar dan melihat pria yang menurutnya gila dan membuat wajah masam
"Ada apa Bu"tanya Tetsuya
"Ahh kau Tetsuya ya"kata Lily diangguki Tetsuya
"Apa beberapa Minggu ini kau menyelamatkan seorang gadis"tanya Lily to the poin
"I....iya Bu"jawab Tetsuya merasa jika pertanyaan ini aneh
"Apa dia bernama lyra"tanyanya lagi
"Iya namanya lyra"jawab Tetsuya
"Apa dia masih bersamamu atau sudah pergi
"Beberapa Minggu ini dia tinggal dirumah saya Bu"jawab Tetsuya
"Berdua?"tanya Lily
"Tidak Bu,bertiga dengan kakak saya,lagian mana saya berani jika hanya berdua,kakak saya slalu mengatakan jika itu dilarang"kata Tetsuya entah terlalu polos atau memang diajarkan untuk selalu jujur oleh Thosikari membuat Leda menutup wajahnya agar tenang
"Runo,Adhara"batin Leda
"Bolehkah kami kerumahmu nanti"tanya Lily
"Untuk apa"tanya Tetsuya
"Begini,jadi pria ini Leda sedang mencari temannya yang sudah hilang selama satu bulan lebih,dan GPS terakhir tertuju pada negara ini,dan menurut saksi mata gadis itu lyra pergi bersama mu,dan Leda ingin membawa gadis itu kembali kerumahnya"kata Lily membuat Tetsuya mengerutkan keningnya
"Sebentar saya mau bilang ke Kaka saya dulu Bu boleh kan"tanya Tetsuya di angguki Lily,menelpon Thosikari
"Kakak,apa boleh aku membawa tamu kerumah"tanya Tetsuya
"Mereka mencari kak Lyra"Tetsuya
"Baiklah,semangat kerja kak"kata Tetsuya sambil tersenyum manis membuat Leda menatapnya
"Mirip sekali dengan ibu"batin Leda
"Kira kira seperti apa Adhara sekarang"lanjutnya batin
Tetsuya mematikan sambungan telepon nya
"Kakak bilang boleh,karna kebetulan dia pulang cepat dari kerja"kata Tetsuya
"Terima kasih Tetsuya,maaf menggangu waktunya"kata Lily
"Kira kira jam berapa"tanya Leda akhirnya berbicara
"Sepulang sekolah"jawab Tetsuya
"Baiklah kami akan menunggu,sekarang kau boleh kembali dan maaf mengganggu waktu belajar mu"kata Lily
"Tidak apa apa Bu"kata Tetsuya sopan lalu masuk kekelas lagi,saat hendak pergi Leda sempat melihat Zeena
"Bukankah dia gadis di Jepang itu,kenapa ia ada disini"batin Leda sambil mengingat saat ia melihat gadis yang sibuk dengan es krimnya saat ia menatapnya gadis itu malah pergi berpaling tidak seperti yang lainnya,tersadar lalu ia mengikuti Lily
Di restoran Anders Thosikari sedang bersiap untuk melayani tamu VIP yang baginya seperti berada di jurang hidup dan mati,bagaimana tidak ia ditunjuk langsung untuk melayani si nyonya pemilik restoran atau Zhu yang sedang mengunjungi restoran suaminya,memasuki ruang privat lalu meletakan macam makanan disana,ia melihat Zhu duduk sendiri,ia terlihat seperti anak kecil apalagi ia memakai baju seragam sekolah dasar sangat imut baginya,sepertinya ia habis selesai bekerja atau apa,saat hendak pergi
"Hei temani aku makan"kata Zhu diangguki Thosikari,Zhu mengambil makanan miliknya dan makanan untuk Thosikari juga
"Ny....nyonya kenapa ada dua piring"tanya Thosikari gugup
"Satu untuk mu,kan sudah kubilang temani aku makan"kata Zhu lalu makan dengan anggun,namun hanya sesaat setelah itu ya dia dengan santainya menaikkan satu kakinya di bangku
"Hei makanlah"kata Zhu saat melihat Thosikari terdiam
"Takut ada racun"kata Zhu membuat Thosikari gelapakan
"Tidak nyonya"kata Thosikari
"Yasudah makan,jika kau tak makan aku gx makan juga lho"ancam Zhu membuat Thosikari mau gx mau ikut makan bersama
"Siapa namamu"tanya Zhu
"Thosikari nyonya"jawab Thosikari
"Umur"tanya Zhu
"20"jawab Thosikari
"Masih muda,cantik,oke"kata Zhu membuat Thosikari bingung,setelah selesai makan
"Akhh baiklah makan sudah,minum sudah,sekarang saatnya wawancara"kata Zhu lalu mengambil buku kecil dari kantong saku kemejanya
"Jadi mulai kapan kau menggunakan sihir"tanya Zhu to the poin membuat Thosikari terkejut dan reflek berdiri
"Tenang saja aku tidak akan macam macam kok"kata Zhu seolah tau apa yang ada di fikiran Thosikari
"Beberapa hari belakangan"jawab Thosikari jujur
"Hemm"dehem Zhu lalu melempar buku kecilnya ke sembarang arah dan menghilang,mendekati Thosikari sambil naik meja biar tingginya sejajar
"Tidak kusangka,keturunan pleadies bisa bekerja di restoran suamiku,apa kata dunia ini"kata Zhu sambil terkekeh membuat Thosikari terkejut untuk kesekian kalinya
"Ba...bagaiman nyonya tau"kaya Thosikari
"Aura sihir tidak bisa bohong"kata Zhu
"Aura sihir"kata Thosikari dan saat hendak bertanya lagi hpnya berdering dan itu dari telepon rumah
"Halo lyra"sapa Thosikari namun tidak mendengar apa apa
"Lyra"cemas Thosikari lalu terdengar suara pelan lyra
__ADS_1
"Adhara sakit,dadaku sesak sekali"kata lyra dari sebrang membuat Thosikari cemas tingkat tinggi
"Astaga obatmu bagaimana"kata Thosikari
"Ada....di..."kata lyra terputus saat terdengar suara benda jatuh
"Lyra lyra"kata Thosikari namun lyra tidak menyahut membuat nya khawatir lalu hendak pergi,
Zhu yang melihat raut tak mengenakan dari Thosikari lalu memegang tangan Thosikari yang hendak pergi lalu membaca sebuah mantra dan membuka pintu VIP tersebut,namun bukanlah ruangan seperti saat pertama mereka masuk melainkan mereka sekarang berada di depan rumah Thosikari,rupanya Zhu menggunakan sihir teleportasi untuk membantunya Thosikari,Thosikari yang sudah melihat rumahnya buru buru berlari dan masuk,lalu mendapati lyra yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri
"Lyra"teriak Thosikari lalu memangku kepala lyra
"Hei bangun,lyra"panggil Thosikari
"Bawa ke rumah sakit saja"kata Zhu yang sudah berdiri di depan pintu di angguki Thosikari dan hendak memesan taksi online
"Terlalu membuang waktu,mau aku antar"kata zhu
awalnya ragu tapi melihat kondisi lyra,Thosikari pun mengangguk,Zhu mendekat dan memegang tangan mereka dan berteleportasi ke rumah sakit dan lyra ditangani oleh dokter disana, setelahnya lyra dipindahkan keruang rawat,Thosikari dan Zhu masuk untuk melihat keadaan lyra dan didalam sedang ada dokter perempuan bernama Violence teman Tama dikampus dulu
"Halo dokter bagaimana keadaan anak itu"tanya Zhu
"nyonya,nona lyra sudah lebih baik,tapi saya sarankan untuk tidak melakukan kegiatan yang melelahkan untuk nya karna bagaimanapun dia memiliki detak jantung yang lemah"kata violence dokter muda dan cantik incaran para pria di sana,namun dia menghiraukannya dan tetap fokus bekerja entah karna apa,mungkin karna sudah ada yang mengisi hatinya makanya dia membentenginya dengan kuat ASEKK
"Terima kasih dok"kata Thosikari
"Adhara ya"tanya violence
"I....iya bagaimana dokter tau"tanya Thosikari gugup
"Pasien tadi menyebut nama Adhara"kata violence
"Begitu"kata Thosikari pelan
"Baiklah saya tinggal dulu ya permisi"kata violence lalu pergi meninggalkan mereka bertiga
"Siapa Adhara,bukannya namamu Thosikari"tanya Zhu heran
"Adhara nama asli saya nyonya"jawab Thosikari
"Akhhh paham paham"kata Zhu gx paham(gimana sih)
"Baiklah aku pergi dulu jaga temanmu oke"kata Zhu
"Anu terima kasih nyonya karna tadi membantuku"kata Thosikari sambil membungkuk
"Tidak apa"kata Zhu lalu keluar dan menutup pintunya,Thosikari mendekat dan memegang tangan lyra
"Kau ini"kata Thosikari pelan lalu merebahkan kepalanya di bangsal tempat lyra terbaring dan memejamkan matanya
Setelah dua jam lyra akhirnya sadar dan melihat Thosikari Disamping nya
"Aku malah membuat nya tidak bekerja lagi"batin Lyra
"CK beban sekali kau lyra"lanjutnya lalu hendak menyingkirkan tangan nya namun malah membuat Thosikari terbangun
"Lyra syukurlah kau sudah sadar"kata Thosikari memeluk lyra pelan agar tidak menyakitinya
"Aku haus"kata lyra lalu Thosikari mengambilkan air dan lyra meminumnya
"Aku mau pulang"kata lyra
"Tapi"Thosikari
"Aku gx suka bau rumah sakit Adhara"kata lyra
"Hais baiklah"kata Thosikari menyerah walaupun lyra itu lebih tua beberapa bulan dia selalu saja seperti anak kecil yang suka merengek,setelah selesai mengurus semuanya mereka berdua pun pulang,
lyra rebahan di sofa sedangkan Thosikari setelah mengganti bajunya ia segera ke dapur
"Kau ingin masak,ini kan baru jam..."kata lyra
"Nanti Runo membawa tamu jadi aku mau menyambut nya,jarang jarang kan Runo membawa orang kesini"jawab Thosikari senang lalu mulai memasak
Lyra melirik jam tangannya
"Ini baru jam 11"kata lyra sedangkan Tetsuya pulang sekolah jam 1 lebih dan sampai dirumah jam 2
"Lebih cepat lebih baik"jawab Thosikari
"Aku mau bantu"kata lyra lalu mendekat juga ke dapur
"Tidak tidak sebaiknya kau istirahat saja"larang Thosikari
"Lebih cepat lebih baik"kata lyra menjiblak kata kata Thosikari
"Tapi kau butuh istirahat lyra"kata Thosikari
"Bodo"jawab lyra,Thosikari yang kesal mau gx mau menarik lyra dan menciumnya membuat lyra terkejut karna ini pertama kalinya Thosikari menciumnya karna biasanya lyra lah yang berinisiatif duluan
"Sekarang menurut lah"kata Thosikari setelah melepas ciumannya membuat lyra mengangguk dalam diam karna belum sepenuhnya sadar membuat Thosikari tertawa pelan,lyra lalu pergi meninggalkan Thosikari ke ruang tamu dan duduk sambil menyalakan TV sambil tersenyum aneh
"Akhh jantung ku sepertinya sedang bersahabat dengan ku"batin Lyra, untuk pertama kalinya ia merasa senang saat jantungnya kumat
Skip pulang sekolah Tetsuya menaiki motornya sedangkan Lily dan Leda menggunakan mobil Lily untuk mengikuti Tetsuya dari belakang,Leda menyuruh anak buahnya menunggu sehingga hanya dia dan Lily yang pergi
tiga puluh menit kemudian mereka sampai pada sebuah rumah sederhana yang sangat asri dan nyaman,walaupun kecil menurut Leda namun terlihat layak dihuni apalagi dengan taman bunga yang sepertinya pemiliknya benar benar menyukai yang namanya berkebun,Tetsuya izin sebentar memarkirkan motornya sedangkan Leda dan Lily sudah berada di depan pintu,Leda yang sudah tidak tahan segera memencet bel dan terdengar suara perempuan dari dalam
"Sebentar Runo"kata orang didalam lalu membuka pintunya
"Runo kakak sudah menunggu kalian"kata Thosikari langsung tanpa melihat,setelah tidak mendengar sautan barulah dia sadar jika didepannya bukanlah adiknya melainkan kakaknya dengan orang berpengaruh istri dari pemimpin perusahaan Sg group
"Ka....kalian"gugup Thosikari sedangkan Leda hanya memandangnya tidak percaya,ternyata pelayan yang saat itu melayani nya adalah kakak dari Tetsuya yang otomatis adalah adiknya yang menghilang selama 14 tahun Adhara,pantas saja dia tau bahasa kuno pleadies ternyata dia adalah adiknya,Leda meneteskan air matanya lalu mengusapnya kembali saat Tetsuya datang
"Kakak aku pulang"kata Tetsuya tersenyum manis karna belum menyadari keadaan
"Ahh ya silahkan masuk"kata Thosikari tersadar,mereka berempat lalu masuk dan duduk di ruang tamu
sedangkan Tetsuya masuk ke kamarnya untuk mengganti bajunya,Thosikari menuangkan minuman dan meletakan cemilan diatas meja
"Si...silahkan"kata Thosikari gugup
"Maaf jika kedatangan kami mendadak"kata Lily sambil mengambil gelasnya dan meminumnya dengan anggun,sedangkan Leda mengambil gelas itu dengan pandangan rumit,lalu meminum teh hijau tersebut
"Jika boleh tau ada gerangan apa kalian datang kerumah saya"tanya Thosikari
"Kami ingin menjemput seseorang,karna Tetsuya bilang Minggu lalu ia menolong seorang gadis,dan kebetulan kenalanya sudah datang dan ingin membawanya kembali pulang"kata Lily
"Membawa Lyra pulang"kata Thosikari pelan
"Iya lyra"jawab Lily
"Ah ya maaf nama saya Lily dan dia Leda dia dari negara lain siapa namamu"kata Lily
"Tentu saja aku tau"batin Thosikari
"Tidak apa apa,nama saya Thosikari"jawab Thosikari lalu terdengar suara pintu
"Adhara aku lapar bolehkah aku makan sekarang"kata seseorang dari kamar yang terbuka itu,setelah tak mendengar suara ia melirik tiga orang diluar tamu dengan terkejut
"Leda"kaget Lyra lalu bersembunyi dibelakang tempat duduk Thosikari
"Untuk apa dia datang cepat usir dia"bisik lyra kepada Thosikari
"Lyra Auriga"panggil Leda mengeluarkan suara nya untuk pertama kalinya
"A....apa aku gx mau pulang"kata lyra cepat seolah tau apa yang akan Leda katakan
"Paman mengkhawatirkan kondisi mu"kata Leda
"Aku baik"jawab lyra lalu teringat sesuatu dan ia terkejut lagi lalu melirik Thosikari dan Leda bergantian
"Leda jangan bilang kau"lyra terhenti
***lanjut kalo berminat,
oh ya disini sudah pernah dijelaskan
kalo cerita ini agak berbeda dari novel lainya
jadi kalau ada yang gx srek sama
alurnya boleh berhenti
kalo seru lanjut
soalnya pengen cerita baru aja
jarang kan ceritanya di luar angkasa gini🤭
__ADS_1
oke see you next time 😘***
/////////