Magic Blood

Magic Blood
chapter 2


__ADS_3

.......lanjut guys....


eitt....like dulu😙


//////////


mendekat ke arah teman temannya


"apaa menengah pertama udah megang pistol yang benar aja"kata Jiali kesel


"Kenapa"tanya Zee dan Nian Nian


"Aku juga pengen megang pistol saat kelas satu tapi ayah ku bilang masih kecil megangnya yang pistol air aja lebih aman gitu katanya"kata Jiali membuat Zee dan nian Nian tertawa


"Hahahaha pistol air yang benar aja"kata nian Nian tertawa


"Hihihi yang sabar ya nih aku kasih"kata Zee mengeluarkan tiga pistol dan di berikan kepada teman temannya


"Kau membawa banyak ya"tanya Lian Lian


"Ya cuma buat jaga jaga takutnya kita mencar terus gx ada senjata di sekitar kita tinggal pake ini"kata Zee santai


"Akhirnya aku punya pistol sungguhan hahahaha"kata Jiali senang


"Jaga baik baik"kata Zee


"Siap bos ku"jawab Jiali


"Hari sudah mau gelap ayo kita cari tempat bermalam dulu kami bawa tenda kok"ajak Nian Nian


mereka mencari tanah lapang dan membangun dua tenda,Lian Lian juga melihat ada air terjun saat mencari kayu bakar akhirnya mereka pun bisa mandi.


Skip malam hari nian Nian dan Jiali sudah tidur,Lian Lian sedang menyelidiki peta sedang kan Zee sedang duduk di samping api unggun


"Kenapa belum tidur Zee"tanya Lian Lian saat melihat Zee sedang duduk


"Belum ngantuk kakak juga kenapa belum tidur"tanya Zee balik


"Lagi nyelidikin peta tapi dah selesai ayo tidur sudah malam"ajak Lian Lian


"Baik"kata Zee lalu mereka masuk ke dalam tenda dan tidur,dari tadi ternyata ada yang mengawasi tenda mereka itu adalah segerombolan serigala lainya,namun saat Zee tidak sengaja mengeluarkan aura nya membuat mereka takut dan lari menjauh.


Pagi hari semua sudah bangun dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan


"Ayo"kata Lian Lian


"Ayo"jawab ketiganya lalu mereka pergi menuju air terjun membuat ketiganya heran


"Kak ini kan air terjun bukan gua"kata nian Nian heran


"Ya tapi apa kalian tau gua itu ada di balik air terjun itu maka kita harus melewatinya"jawab Lian Lian tenang


"Wahh kakak benar benar hebat"puji Jiali


"Pastinya ayo lepas ransel kalian sembunyikan di tempat yang aman dan bawa barang yang perlu saja namun tidak menyusahkan"kata Lian Lian lalu mereka melepas ransel mereka dan menyembunyikan ranselnya di semak semak dan hanya membawa pistol dan pisau lipat dan senter,saat selesai mereka lalu berenang mendekati air terjun dan menerobosnya ternyata benar bahwa ada gua di balik air terjun itu.


"Wah benar benar ada gua"kata Zee kagum


"Ayo naik"kata Lian Lian mengulurkan tangannya untuk mengangkat mereka lalu mereka masuk ke dalam gua itu dengan bantuan cahaya senter,mereka menyusuri gua itu dari luar terlihat seram membuat nyali siapa saja menciut tapi saat masuk mereka akan di suguhkan dengan pemandangan yang berkilauan dari berlian yang menempel di dinding gua


"Ini gila benar benar gila ini berlian asli we"kata Jiali


"Iya tapi ingat jangan asal ambil ya itu bukan milik kita"nasehat Lian Lian


"Iya kak"kata ketiganya lalu melanjutkan perjalanan mereka dan sampailah mereka di sebuah ruangan yang luas dan terdapat pohon sakura di tengah tengah ruangan gua itu yang di terangi cahaya matahari dari atas lubang gua.


"Sejak kapan ada pohon tumbuh di dalam gua"kata nian Nian merasa aneh,Zee yang merasakan adanya sesuatu di pohon itupun mendekat ke arah pohon


"Zee hati hati"kata Lian Lian mendukung Zee


"Hemm"dehem Zee lalu mendekati pohon itu dan saat di dekat pohon itu Zee merasakan hawa dingin yang sejuk membuat Zee merasa nyaman


"Teman teman kemarilah ini aman"kata Zee lalu mereka mendekat ke arah Zee dan merasakan hawa sejuk juga,lalu tiba tiba pohon sakura itu mengeluarkan cahaya terang membuat keempat orang itu menutup mata mereka,saat di rasa cahaya itu menghilang mereka membuka mata mereka dan terkejut mereka bukan lagi berada di gua namun di hamparan bunga yang indah dan terdapat istana di dalamnya,mereka pergi menuju istana tersebut seperti ada yang memanggilnya namun baru sampai gerbang mereka di cegah oleh seorang pria tampan.


"Selamat datang tuan"kata pria itu


"Siapa yang kau panggil tuan kami ini perempuan tau"kata Jiali


"Ahh maaf maaf nona"kata pria itu merasa kikuk


"Kenapa menghadang jalan kami"tanya Zeena


"Anu...Itu kalian tak perlu masuk ke dalam istana itu karna masih tersegel dan ini ambillah"kata pria itu sambil menyerahkan kotak kepada Lian Lian,Lian Lian yang penasaran membuka kotak itu dan ternyata isinya terdapat lima kalung dengan liontin kristal yang berbeda beda warna


"Wah indahnya"kata Lian Lian mengambil liontin dengan kristal berwarna biru tua,nian Nian mengambil liontin berwarna biru muda,Jiali mengambil liontin berwarna abu-abu,sedang kan Zee mengambil liontin dengan kristal berwarna hijau


"Coba pakailah"pinta pria itu lalu mereka berempat memakai kalung itu saat memakai kalung itu tubuh mereka melayang dan mengeluarkan cahaya membuat pria itu senang lalu baju mereka berubah menjadi gaun yang cantik dan mendarat sempurna perubahan itu membuat keempatnya heran


"Selamat datang kembali tuan putri"kata pria itu memberi hormat kepada mereka berempat,mereka berempat merasa kaget


"Bangun lah apa yang kau lakukan kami bukanlah seorang putri"kata Lian Lian


"Iya kita kan seumuran tak pantas kau hormat kepada kami"kata jiali


"Baiklah"kata pria itu


"Seumuran?,aku bahkan lebih tua ratusan tahun dari mereka saat didunia atas"batin pria itu cekikikan


"Aku ingat kau murid 2A kan,siapa nama mu dan bagaimana caranya kita keluar dari tempat ini"tanya Zee


"Aku Li Quan dan ini ruang dimensi,ruang dimensi ini milik kalian berlima dan cara keluar dari sini tinggal fokuskan fikiran kalian untuk keluar,dan ya aku memang berada di kelas sana"kata Quan


"Kami berempat bukan berlima"kata Jiali heran


"Putri Sujinghan ia juga salah satu dari kalian saat kalian keluar berilah liontin terakhir itu padanya dan sekarang kalian bukan lagi manusia yang tenang karna musuh sudah bangkit"jelas Quan


"Maksudmu Suji"kata nian Nian


"Apa maksudmu musuh sudah bangkit"tanya Lian Lian


"Kalian sekarang bisa di bilang memiliki kekuatan super dan(mengeluarkan lima buku) pelajari kekuatan kalian di dalam masing masing buku ini dan untuk musuh yang sudah bangkit itu benar adanya dan kalian harus menjadi lebih kuat dari sebelumnya"kata Quan


"Walaupun ini agak aneh dan mendadak tapi aku akan percaya tapi jika ini hanya tipuan kau tidak akan bisa kabur kemana pun ingat itu"ancam Zee sambil mengambil bukunya


"Ahh iya aku bersumpah dan ya liontin kalian juga bisa meletakkan barang barang sesuka kalian dan liontin itu adalah pintu keluar masuk ke dalam dimensi ini"kata Quan sedikit takut,mereka lalu mencoba memasukkan buku mereka namun tak berhasil itu membuat Quan menepuk jidatnya


"Fokuskan fikiran kalian dan lakukan itu sama halnya jika kalian ingin mengeluarkan nya juga"kata Quan lalu mereka mencoba lagi dan berhasil


"Wah keren"kata keempatnya


"Kalian berendam di danau sana duduk lotus dan seraplah energi positif di sini"perintah Quan


"Kami tau kami bukan orang kolot yang tak tau apa apa"kata Jiali lalu Quan mengubah gaun keempatnya menjadi baju mereka semula,mereka menurut dan duduk lotus dan menyerap energi positif,Lian Lian di kelilingi 4 elemen air,petir,tanah dan angin,Nian Nian di kelilingi 4 elemen es,petir,air dan api,Jiali di kelilingi 6 elemen petir,api, logam(senjata),cahaya bulan(elemen bawaan)tanah,angin,sedang kan Zee 9 cahaya hitam(kegelapan),putih(cahaya),hijau terang(kekuatan kristal,elemen bawaan),kekuatan akar beracun),es,logam(senjata),angin,petir dan api


Lima jam kemudian mereka menyudahinya dan keluar dari danau menuju Quan


"Quan kami akan keluar"kata Lian Lian lalu menghilang dari sana


"Kali ini aku akan melindungimu tuan"batin Quan sambil menatap punggung Zee sebelum menghilang.


Kembali kepada empat anak orang itu, mereka tiba tiba sudah di hutan di dekat air terjun tempat dimana mereka menyimpan ransel mereka

__ADS_1


"Ini keren"kata Zee


"Ya kau benar kalian tau saat aku memegang buku tadi seperti ada ilmu yang masuk kedalam tubuh ku seperti tulisan yang berada di buku ini masuk ke dalam fikiran ku lho"kata Jiali


"Kita pun sama"kata Lian Lian sambil mengambil ranselnya dan memasukannya kedalam liontin nya sama dengan yang lainya


"Dengan begini kita gx bakal repot bawa bawa barang berat"kata Nian Nian


"Ya tapi ingat rahasiakan kekuatan kalian mungkin jika ada yang tau selain kita berlima akan bahaya"nasehat Lian Lian


"Baik kak"kata mereka bertiga


"Kita coba ilmu peringan tubuh yuk"kata Jiali lalu mencoba melompat dan lompatannya sangat lah tinggi


"Wawww"kata ketiganya kagum,Jiali mendarat di dahan pohon


"kalian cobalah ini keren seperti di film film"kata Jiali lalu mereka bertiga mencoba dan mendarat di dahan pohon yang lainya


"Waww seperti ninja saja ya"kata Lian Lian


"Kita coba keluar dari hutan ini dengan ini"kata Zee lalu mereka melesat pergi ke luar hutan,mereka sampai di luar hutan dengan cepat


"Gila saat masuk butuh beberapa hari dan keluar hanya beberapa menit"kata Lian Lian


"Ya"jawab ketiganya lalu masuk ke dalam mobil yang sudah di parkir dengan aman dan tersembunyi,dan melaju menuju jalan pulang,namun di jalan mereka di hadang oleh sekelompok orang yang berbadan kekar seperti nya mereka adalah orang-orang jahat


"Gawat kita di hadang orang orang jahat"kata Lian Lian panik


"Kalian tunggu di sini"kata Zee lalu memakai topeng nya dan keluar


"Mau apa kalian"kata Zee dingin


"Gila pasti cewe cantik sini mau tidak sama kakak nanti kakak bikin puas kok"kata salah satu orang jahat itu yang ternyata ketua di antara mereka membuat Zee muak dan melesat ke belakang mereka menggunakan kekuatan angin nya dan menyerang mereka dengan kekuatan angin nya


"Akhh kau kau monster"kata ketua itu saat melihat anak buahnya sudah kalah semua oleh Zee,dan ia tambah ketakutan saat melihat Zee mendekat


"Jangan mendekat atau kau akan aku tembak"kata ketua itu lalu mengeluarkan pistol nya dan menembak Zee namun melesat dan hanya mengenai topengnya dan membuat topeng Zee jatuh,alangkah terkejutnya ia saat melihat wajah di balik topeng itu


"No...nona muda Anderson"kata ketua


"Kau mengenalku"tanya Zee datar


"Aku...aku adalah anak buah orang tuamu"kata ketua itu berbohong dia pastinya tau siapa Zee itu tapi jika menyangkut orang tuanya itu hanya bualan,tapi Zee mengetahui itu


"Ada kata kata terakhir"kata Zee sambil mencekik leher ketua itu dengan kekuatan angin nya


"Akhh lepaskan aku dasar monster gila"kata ketua itu kesusahan nafas


"Kurasa tidak ada"kata Zee lalu menembak mati ketua itu dan mengambil topengnya kembali dan meninggalkan ketua itu dengan santainya


"Aku sudah dua kali melihat kekejaman Zee jika hewan maklum saja ini manusia benar benar hebat kau idola ku Zee"kata Jiali memeluk Zee


"Bukankah Quan sudah mengatakan bahwa hidup kita tidak akan tenang lagi kita harus berubah bukan"kata Zee santai


"Kau benar ayo pergi"kata Lian Lian


"Tunggu dulu aku ingin mencoba kekuatan ku juga"kata Jiali lalu dengan kekuatan angin nya ia menyapu bersih mayat yang bergeletakan tadi dari jalanan


"Selesai hahahaha"kata Jiali lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju arah pulang mereka pun berpisah.


Esok harinya Zee memutuskan pergi ke rumah Jiali menggunakan peringan tubuh dan menggunakan topeng dan jubahnya lalu pergi melewati banyak gedung,saat Zee ingin menaiki gedung lainnya Indra pendengaran nya menangkap suara orang minta tolong


"Tolong tolong anakku"kata ibu ibu itu karna melihat anaknya hambir jatuh dari balkon lantai 4 untungnya bajunya nyangkut namun tiba tiba baju anak kecil itu terlepas dari sangkutan nya


"Akhhhh"teriak sang ibu melihat anaknya terjatuh,Zee yang tidak tega segera menangkap anak kecil itu dengan bantuan ilmu anginnya dan menangkap anak kecil itu


Happ dan berhasil dia menggendong anak itu dan turun dengan ilmu peringan tubuh


"lain kali jangan di tinggal lagi"kata Zee dingin sambil menyerahkan anak kecil itu ke ibunya


Prok prook prrok


"Benar benar keren"kata A


"Pahlawan"puji B dan banyak lagi pujian yang di berikan untuk Zee namun tidak di gubrisnya ia langsung melompat ke atas atap dan menghilang


"Semoga kau mendapatkan keberuntungan anak muda"doa ibu itu


Di lain tempat Zee sudah sampai di rumah Jiali yang cukup besar dan mewah,ia melihat Jiali yang masih tertidur di kamarnya karna ia mengintip dari jendela ia tak menyangka Jiali yang terlihat cool dan sangat misterius bagi orang lain tidur dengan cara yang errrrrr bantal di kaki,baju naik memperlihatkan perut cantiknya,rambut acak-acakan, dengan selimut yang melilit sebagian tubuhnya untungnya dia cantik


"Hihihi"kekeh Zee saat melihat Jiali tidur


"Benar benar berita besar ini"guman Zee lalu diam diam mengambil foto Jiali menggunakan handphone nya.


Cekrik Ckrik


"Hihihi"kekeh Zee


"Jiali bangun"kata Zee sambil menggoyangkan tubuh Jiali


"Bentar lagi mah masih ngantuk"kata Jiali tanpa membuka matanya


"Ehhh"kaget Zee


"Aku di kira mama nya"batin Zee lalu muncul ide jail dia membuat ruangan kamar Jiali menjadi kedap suara menggunakan kekuatan nya dan segera mengambil panci,ember yang ada di dapur Jiali dengan bantuan teleportasi nya dan


Gluntang dakkk dukkk prong prang


"Jiali bangun ada badai"teriak Zee sambil memukul panci,ember sambil berteriak keras


"Akhhhh badai mama tolong Jia belum nikah akhhhhh"teriak Jiali sambil lompat dari kasur dan lari kesana sini itu membuat Zee tidak bisa menahan tawa nya


"Ptss hahahaha"tawa Zee pecah menyadarkan jiali dan langsung menatapnya tajam


"Zee apa yang kau lakukan"teriak Jiali kesel lalu melempar bantal ke arah Zee


"Akhhh maaf aku sengaja"kata Zee sambil menghindari serangan bantal Jiali


"Kau mengganggu tidur nyenyak ku Zee kau tau aku sedang mimpi indah tadi"kesel Jiali


"Maaf lagian juga ini kan sudah siang kau bilang mau berlatih gimana sih"kata Zee


"Ya juga ya"kata Jiali semangat 45 lalu segera ke kamar mandi meninggalkan Zee sendiri.


"Sial"umpat zee


Lalu sepuluh menit kemudian Jiali keluar dari kamar mandi dan melihat Zee yang tiduran di kasurnya


"Kau kekamar mandi atau ke alaska kenapa lama sekali kau tau aku hampir mati kebosanan di sini"kata Zee sambil bangun dari tiduranya


"Kamar mandi lah kemana lagi lagian aku harus tampil yang terbaik jika di luar"kata Jiali lalu mengenakan pakaiannya di kamar itu padahal masih ada Zee di situ


"Kau gila ya aku masih disini asal buka handuk aja"kata Zee memalingkan wajahnya ke arah lain


"Kenapa kau kan cewe jadi tak perlu malu lah"kata Jiali santai


"Terserah"kata Zee lalu menatap Jiali yang sedang menggunakan bajunya


"Badan mu bagus juga Jia"kata Zee


"Ya aku sering ke gym dulu tapi sekarang tidak itu membosankan"kata Jiali,ide jail muncul di otak Zee lalu ia mendekat ke arah Jiali

__ADS_1


"Sungguh kau benar benar keren"kata Zee sambil menggelitik pinggang Jiali


"Hei hentikan itu geli hahahah"kata Jiali sambil memberontak


"Sudahlah ayo cepat"kata Zee mengakhiri aksinya


"Hahaha huhhhhh baiklah"kata Jiali bernafas lega,saat selesai mereka segera melesat keluar dari sana dan menuju taman namun saat di taman mereka seperti biasanya tidak menunjukkan kekuatan nya


"Hari libur masih panjang seharusnya mereka berlibur jauh selain di taman tapi kenapa ini banyak sekali pengunjung"kata Jiali sedih saat melihat taman kota ramai karena gx bisa latihan jadinya


"Hihihi sabar saja ayo kita duduk di sana"ajak Zee lalu duduk di bangku taman di sana,mereka berbincang bincang dengan senang sambil menunggu taman sepi,namun tiba tiba terdengar suara minta tolong dari seseorang


"Tolong tolong dompet saya di curi"teriak salah satu ibu ibu disana,pencuri itu sempat di hadang oleh dua penjaga keamanan taman


"Kalian pergilah jika tidak ingin mati"kata pencuri itu


"Tidak akan sebelum kau berikan dompet itu kepada kami dan menyerahlah"kata penjaga A


"Sungguh memuakkan kalian yang meminta ini"kata pencuri itu lalu di tangannya muncul sebuah energi negatif lalu menyerang dua penjaga itu.


Duarr.....


suara ledakan terdengar di sana,dua penjaga itu sudah kalah karna Serangan dari pencuri itu


"Dia memiliki kekuatan seperti kita"kata Jiali yang dari tadi hanya melihat


"Tidak kekuatan itu lain dengan milik kalian"kata Quan tiba tiba muncul di belakang mereka


Jiali melirik Quan dengan datar lalu


"Ya Tuhan aku terkejut"akting Jiali


"Kau telat"kesal Quan


"Maksudmu berbeda gimana"tanya Zee serius


"Kekuatan yang ia pakai adalah kekuatan dari energi negatif milik seseorang sehingga bisa memiliki kekuatan jahat itu namun akibatnya mereka harus merelakan setengah jiwanya sebagai bayaran nya"kata Quan menjelaskan


"Jadi dia tidak sepenuhnya sadar akan apa yang ia lakukan"tanya Zee


"Benar tuan"ceplos Quan


"Aku Zee"kata Zee dingin menatap Quan


"Ahh.....iya Zee"gugup Quan lalu menghilang karna takut


"Apa kita akan membantu nya"tanya Jiali


"Sepertinya kau juga menginginkannya"kata Zee lalu menyerahkan topeng dan melesat ke arah pencuri itu


"Heiii kau minggir dari jalan ku jika tidak ingin seperti mereka"kata pencuri itu


"Jika aku tak mau"kata Jiali santai


"Kau.....berani ya"kata pencuri itu lalu menyerang Jiali dengan kekuatan nya sedang kan Zee membantu penjaga itu


"Kau bisa berdiri pak"tanya Zee


"Kaki ku terkilir sakit sekali dan teman ku apa dia masih hidup"tanya penjaga


"Ya dia aman ayo saya bantu"kata Zee memapah penjaga itu dan menghilang pergi


Dan berada di samping jalan taman yang sepi


"Kau tunggu lah disini bantuan akan segera datang"kata Zee lalu menghilang


"Apakah aku mimpi"kata penjaga itu sambil menepuk nepuk pipinya


"Tidak"katanya


Kembali kepada Jiali ia menahan Serangan dari pencuri itu dan menyerang balik dengan kekuatan apinya


Husssss


"Sialan anak itu juga punya kekuatan"batin pencuri itu


"Hehhh kenapa,takut"ejek Jiali semakin membuat pencuri itu marah


"Sialan akan ku bunuh kau"teriaknya lalu menyerang lagi dan hampir saja kena jika Jiali tak menghindar


"Huhhh untung saja sialan kau pria brengsek"kata Jiali marah lalu membuat belati dengan kekuatan senjatanya dan di lapisi dengan kekuatan api


"APA..dia memiliki lebih dari satu elemen"kaget pencuri itu dan Jiali melempar belati itu ke arah pencuri itu,awalnya pencuri itu berhasil menahannya namun belati itu Jiali semakin menekan kearah pencuri itu dengan bantuan kekuatan angin milik Zee dan bergabung dengan Jiali


"Maaf terlambat"kata Zee


"Tak apa ini menyenangkan"kata Jiali


Pencuri itu semakin kewalahan dan akhirnya terkena Serangan kombinasi dan terpental hingga terbentur pohon di taman itu hingga pohon itu rubuh


Brakkkk


"Uhuk"batuk pencuri itu sambil memuntahkan seteguk darah,Zee dan Jiali langsung melesat ke arah pencuri itu


"Kalian...siapa kalian sebenarnya"tanya pencuri itu lemas


"Kami hanya orang biasa yang numpang lewat"kata Jiali


"Bohong tidak mungkin jika kalian hanya orang biasa sedang kan kalian memiliki kekuatan yang luar biasa"kata pencuri itu tak percaya


"Ada kata kata terakhir"kata Zee dingin


"Kalian akan hancur di tangan nya hahaha"ancam pencuri itu membuat Zee dan Jiali marah,lalu mereka menyerang dengan kekuatan mereka,Zee mengikat dengan kekuatan akar beracun nya dan Jiali membuat pedang dengan kekuatan logamnya dan


Srekkkk Akhhhh


Pencuri itu tewas di tangan dua gadis misterius bagi orang yang melihat mereka


"Mereka benar benar sadis"kata A


"Tapi mereka menolong"kata B


"Apa itu asli"kata C


"Tentu saja itu kekuatan asli jika tidak bagaimana pohon bisa tumbang"kata A


dan banyak lagi kata kata yang mereka ucapkan namun tak di anggap oleh Zee dan Jiali,mereka mengambil dompet ibu itu dan menghampiri nya,ibu itu sempat ketakutan sambil memundurkan tubuhnya namun ternyata ia tersandung pembatas jalan dan kebetulan ada mobil yang lewat dan hampir menabrak ibu itu jika saja Zee tidak menolongnya


"Ibu baik baik saja kan"kata Zee lembut


"I..iya ibu..tak apa makasih"kata ibu itu terkejut


"Ini dompet ibu lain kali jaga yang baik ya Bu"kata Jiali menyerahkan dompet itu


"Makasih nak kalian memang baik"kata ibu itu


"Makasih kembali"kata Jiali dan Zee


"Ngomong ngomong siapa nama kalian"tanya ibu itu membuat Zee dan Jiali saling menatap bingung


/////aku juga bingung kok dah sampe sini///

__ADS_1


di like guys😗


bagus lanjut


__ADS_2