
lanjut
//////////
"kita kan tidak akrab pak"kata Tetsuya langsung membuat teman temannya terkejut
"Anjir tetsu kau ingin meledakan bom waktu ya"batin Tara
"Tetsu polos apa bego sih"batin Jiali
"Mampus lah kita"batin Nian
"stempel jadi taruhannya ini"batin Ziya sedang kan Zee hanya tersenyum setidaknya ia merasa terhibur dengan ini
"A....ahahahah kau terlalu jujur ya"kata Ryuga
"Dan ngeselin"batin Ryuga,
setelah makan mereka pamit namun sebelum pergi Ryuga memberikan oleh oleh untuk mereka berupa cinderamata dari perusahaan Zl,tapi bagi mereka itu adalah harta Karun,mendapatkan stempel khusus tamu istimewa dari perusahaan Zl,selain stempel mereka juga mendapat lampu giok hijau membuat mereka terpana dengan hadiah itu
"Terima kasih kak Ryuga"kata Tetsuya
"Ehh"kaget Ryuga
"Kukira anak ini ngeselin tapi rupanya hanya luarnya saja yang begitu"batin Ryuga
"Hahaha sama sama adik adik lain kali berkunjung lah kembali"kata Ryuga lalu mereka berpisah,
kelompok Zee kembali ke sekolah,mereka adalah kelompok ke dua yang sudah mengumpulkan tugas kelompok setelah kelompok Mona
"Mona kalian cepat juga ya"kata jiali
"Ya dan itu agak aneh bagiku"kata Ari
"Aneh kenapa"tanya Nian Nian
"Ya kurasa perusahaan Bz.Business sedikit tidak sama dengan rumor, mereka sangat ramah bahkan bisa di bilang sangat loyal melayani kami tadi"kata Ari
Nian nian,Jiali,Ziya,Zeena melirik Mona bersamaan dan mengganguk bersama
"Kami paham"kata mereka membuat Ari merasa heran.
"Hari ini bosan sekali"kata jiali saat dua puluh menit sudah berlalu dan mereka hanya duduk-duduk di kelas saja
"Ikut aku"ajak Zee lalu menyeret Jiali ke rooftop yang sengaja ia tutup agar hanya ada mereka berdua saja di atap
"ahhh segarnya"kata jiali sambil merentangkan tangannya,dari belakang Zee memeluknya
"Ehh ada apa Zee"tanya Jiali merasa aneh dengan sikap Zeena hari ini
"Tidak ada"jawab Zee sambil menutupi wajahnya di belakang tubuh Jiali,Jiali berbalik dan memegang pundak Zee
"Jika ada masalah cerita saja jangan di pendam sendiri"kata jiali
"Terimakasih"kata Zee lalu memeluk Jiali dan jiali pun membalasnya,ia dapat merasakan pundak Zee yang bergetar
"menangis"batin Jiali tambah merasa penasaran
"Menangis lah jika itu membuat mu lega Zee,menangis bukan berarti kau lemah tapi karna kau lelah memendam semua itu sendiri jadi jangan khawatir kau mempunyai aku sekarang"kata jiali
"Hemm"jawab Zee
Beberapa menit kemudian Zee sudah mulai tenang ia melepas pelukannya
"Terimakasih Jia aku bingung harus bagaimana tadi jadi aku membawamu karna kau memang yang dekat dengan ku"kata Zee,bukan berarti ia tidak dekat dengan kakaknya dan yang lainnya hanya saja jika masalah yang sangat pribadi selain di simpan sendiri ia hanya menceritakannya kepada Jiali saja seorang sebelum Ziya datang
Jiali memeluk Zee sebentar
"Sama sama jika butuh sesuatu panggil saja aku,aku ada untukmu"kata jiali lalu mereka tertawa bersama,
menghabiskan sisa waktu di sekolah setelah bel pulang sekolah
"Ayo pulang"ajak Jiali,lalu mereka turun ke kelas,di dalam kelas Ziya masih menunggu mereka
"Kakak kenapa kau masih di sini"tanya Zee
"Aku menunggu kalian"kata Ziya kesal
"Hahaha maaf kak"kata Zee
"Iya nih maafin kami Ziya kami terlalu mendalami cerita hingga lupa waktu hehehehe"kata jiali
"Ya sudah ayo pulang"ajak Ziya lalu mereka bertiga segera berlari ke tempat parkir Zee ke ingat sesuatu
"Ya ampun aku lupa memasukkan buku bahasa ke dalam tas"kata Zee
"Gimana kelas bentar lagi mau di tutup lho"kata jiali
"Kak kau pulang bareng Jiali dulu ya aku agak Lamaan gx mungkin aku biarin kakak nunggu lagi"kata Zee
"Ya sudah deh aku ikut Jia aja tapi kamu oke kan"tanya Ziya
"Oke lah"kata Zee lalu berlari ke atas lagi,di sepanjang lorong Zee terus berlari sampai di kelasnya ia mengambil buku pelajaran bahasa miliknya
"Untung masih ada"kata Zee lalu memasukkan nya ke dalam tasnya
Saat keluar ia bertemu dengan Glen dan hampir saja bertabrakan lagi
"Glen"kaget Zee
"kamu"kata Glen lalu teringat sesuatu
"Tunggu kita kan belum kenalan kok kamu bisa tau namaku Glen"kata Glen membuat Zee gelapakan
"Ehh ehh itu dengar dari anak anak lain"kata Zee
"Aku duluan"kata Zee lalu berlari
"Apa hanya perasaanku saja jika dia slalu berusaha menghindar dari ku"batin glen lalu pergi
Di tempat Zee
"Hari ini sepertinya aku slalu bertemu dengan Glen"batin Zee lalu menaiki mobilnya dan pergi,di pertengahan jalan menuju pulang mobil Zee mogok
"Haiss pake mogok segala lagi"kesal Zee,ia menelpon Daniel untuk mengambil mobilnya sedang kan ia memilih berjalan sambil mencari taksi
Namun sudah lima menit ia berjalan belum juga ada taksi yang lewat ia juga memesan taksi online tapi tak ada satupun yang datang
"Hari ini sial juga aku"kata Zee,
saat sedang berjalan sebuah mobil hitam mendekat ke arah Zee dan seseorang keluar dari mobil dan membekapnya dengan kain yang sudah di beri obat bius
"Ehh ada ap..sial ada obat bius di kain"lalu ia akhirnya pingsan,saat ia di bawa masuk mobil hpnya yang masih ia pegang terjatuh dan di tinggal di jalan sana
Di kediaman Anderson logan yang sengaja pulang lebih awal untuk meminta maaf kepada Zee malah di buat khawatir saat sudah tiga puluh menit berlalu setelah Ziya pulang namun Zee tidak pulang juga
"Apa kau yakin jika adikmu hanya mengambil buku,jika iya kenapa lama sekali"tanya logan
"Benar ayah Zee yang bilang sendiri bahkan di sana ada Jiali juga"kata Zeena,lalu Shiro menghampiri mereka
"Tuan tadi Daniel bilang bahwa nona sempat menelfon jika mobilnya mogok namun saat Daniel ke sana ia tak melihat nona hanya ada mobilnya saja"kata Shiro membuat logan tambah cemas
"Kau coba lacak dimana keberadaan Zee menggunakan hpnya"perintah logan
"Baik tuan"kata Shiro lalu pergi,
Zhu yang baru pulang di buat heran karna melihat logan dan Ziya di ruang tamu tanpa Zee
"Pasti ada sesuatu"batin Zhu mendekat ke logan
"Dimana Zee"tanya Zhu,sebelum menjawab Shiro datang kembali
"Tuan lokasi hp nona sudah di temukan dan lokasi itu tidak terlalu jauh dari Daniel"kata Shiro
"Lalu"tanya logan
"Tapi saat saya menyuruh Daniel ke lokasi tersebut tidak ada nona sama sekali dan ia hanya menemukan hp nona yang sudah pecah ringan sepertinya tidak sengaja terjatuh atau memang sengaja di jatuhkan"kata Shiro
"Maksudmu apa Shiro"tanya Zhu yang tak paham
"Kemungkinan nona waktu itu memang berniat pulang setelah menelpon Daniel tapi sepertinya terjadi sesuatu yang buruk pada nona"kata Shiro
"Kemungkinan besarnya"kata logan terhenti
__ADS_1
"Kemungkinan besarnya nona di culik karna di dekat hp nona ada sebuah jejak ban mobil"kata Shiro sambil menyerahkan sebuah foto hp Zee dengan jejak rem mobil di jalan
"Apaa"kaget logan,Zhu dan Ziya
"Siapa yang berani menculik anakku sialan"marah logan,lalu menelpon bawahannya agar mencari Zee
"Apa kita butuh bantuan Lily"tanya Zhu
"Kurasa iy...."belum selesai logan menjawab terdengar telepon rumah berdering,logan mengangkat telepon itu
"Halo siapa"tanya logan
"Lama tak mendengar suaramu teman"kata pria di seberang sana membuat logan terkejut
"Siapa kamu"tanya logan geram karna menurut nya penelpon menelpon di waktu yang tidak tepat,itu menarik perhatian Zhu dan Ziya mereka pun mendekat
"Santai santai jangan emosi"kata pria di seberang
"Saya gx ada waktu untuk omong kosong mu katakan siapa dirimu"kata logan
"Hahahahah"tawa pria itu
"Logan logan kau setua itu kah sampai melupakan teman lamamu ini"tanya pria itu
"Aku tak mengenalmu"kata logan
"Baiklah baiklah agar kau tak lupa aku akan memperkenalkan diriku,Duk Miamor kau kenal kan dengan nama itu hahahahah"kata pria itu yang ternyata adalah Duk
"Duk itu kau kenapa kau menelpon ku"tanya logan kaget pada teman yang sudah menjadi musuh bebuyutan nya itu
"Kau pasti sedang mencari anakmu kan"tebak Duk
"Jangan bilang itu..."logan
"Ya aku yang menculik anakmu"kata Duk
"Kembalikan Zeena kepada ku"kata logan marah
"Hahahah gampang asalkan kau serahkan Cadance padaku"kata Duk
"Tidak akan pernah,bermimpi saja"kata logan
"Kalau begitu bersiap siaplah besok aku akan mengirimkan mayat anakmu secepatnya hahahah"kata Duk
"Dasar gila jangan kau sentuh anakku"kata logan
"Hahaha kalau begitu tawaran ku bagaimana"kata Duk
membuat logan bimbang di satu sisi ia ingin menyelamatkan Zee namun di satu sisi ia tak ingin kehilangan Ziya lagi
"Aku beri waktu sampai besok jika kau harus mempertimbangkan nya kau tau logan aku tak suka buang buang waktu jadi sampai jumpa besok hahahah"tawa Duk di akhir teleponnya sebelum sambungnya terputus
"Haloo Duk haloo akhh sial"teriak logan sambil melepar teleponnya
"Ada apa ayah"tanya Ziya cemas apalagi saat tau yang menelpon adalah Duk ayah angkatnya
"Ternyata Duk yang menculik Zee dan ia mengajukan sebuah tawaran"kata logan
"Apa tawaran nya"tanya Zhu
"Zee bisa selamat jika kita memberikan Ziya ke Duk tapi jika tidak mereka akan membunuh Zee"kata logan sedih
"Apa membunuh Zee"kaget Zhu dan Ziya
"Ayah bawalah aku,aku siap jika itu akan menyelamatkan Zee"kata Ziya
"Tidak aku tak akan melakukan itu"kata logan
"Kami tak ingin kau menghilang lagi Ziya"kata Zhu
"Tapi adik bagaimana"kata Ziya
"Itulah yang aku bingung kan huhuhu Zee maafkan ayah"kata logan
"Ayah"kata Ziya sedih lalu menenangkan ayahnya.
"Aneh kenapa sihirku tidak muncul"batin Zee lalu mencoba memanggil Quan atau Ari namun hasilnya nihil mereka sama sekali tak menyahut atau datang,
ia melihat sekeliling ternyata terdapat sebuah segel di lantai tepat di bawah kakinya
"Apa orang yang menculik ku tau jika aku memiliki sihir"batin Zee lalu seseorang membuka ruangan itu dan masuk
"Yo ternyata nona muda sudah bangun ya"kata Duk,Zee mengenali wajahnya itu
"Duk...Apa ia tau jika aku memiliki sihir"Zee
"Bagaimana rasanya di dalam sini apa menyenangkan"tanya Duk yang pastinya tidak akan di jawab Zee
"Awalnya aku membuat perjanjian dengan logan tapi dia bersikeras untuk mempertahankan Cadance maka jangan salahkan aku jika besok kau tinggal nama hahahah"kata Duk
"Sepertinya ia tak tau aku memiliki sihir karna selama ini ia tak membahasnya jadi apa ini di buat seseorang tanpa sepengetahuan nya"batin Zee
,Duk melihat kebawah Zee
"Wahh ternyata sangking bosannya kau sampai membuat gambar yang rumit dengan kakimu ya kau cukup berbakat juga tapi itu tak akan bertahan lama"kata Duk
"Benar dugaan ku ia tak tau aku memiliki sihir"batin Zee
"Tenang saja besok kau akan bebas untuk selama lamanya"kata Duk lalu pergi dan mengunci pintu itu lagi
"Siapa yang bisa membuat segel seperti ini"batin Zee sambil meneliti segel di bawah kakinya
"Sangat rumit"batinnya,sambil mengamati sambil mempelajari segel itu agar ia dapat menirunya
"Siapa tau berguna dimasa depan heh dasar si pembuat bodoh"batin Zee
"Dan aku sangat yakin aku bisa keluar dari sini tanpa sihir,kurasa Duk terlalu memandang remeh diriku"batin Zee yang ternyata ia sudah memiliki rencana,
selama Duk berbicara Zee dengan tenang mengambil pisau kecil di balik seragamnya yang memang selalu ia bawa kemana pun,tidak di sangka itu berguna dalam kondisi seperti ini,ia melepas tali di tangannya dan kakinya,setelah lepas semua ia melepas lakban si mulutnya dan mulai berfikir
"Di sini tidak ada jendela jadi salah satu cara kabur dari sini adalah keluar lewat pintu,tapi kurasa di luar sana pasti banyak pengikut Duk yang berjaga,melihat dari suhu ruangan ini sepertinya sudah malam dan ruangan ini pasti berada di lantai atas karna suhunya Sangat dingin"batin Zee berfikir,
ia mencari tasnya dan ada,ia membuka tas itu dan beruntung benda kesayangan nya masih ada di dalam sana
"Ternyata mereka tidak memeriksa tasku itu cukup beruntung untuk ku juga"kata Zee sambil mengambil pistol miliknya,setelah di isi dengan peluru ia bersiap,melepas seragam luar dan hanya menggunakan kemeja putihnya saja,mengikat rambutnya dengan gaya poni tail agar tak ribet saat bertarung
"Saatnya bermain"batin Zee lalu menendang pintu ruang itu membuat penjaga di sana terkejut.
BRAKKKK.....
Masuk kedalam ruangan Duk
"Jika dugaan ku benar logan akan membawa Cadance kemari,saat aku membawa Cadance pergi maka aku akan meledakan logan dengan anaknya di dalam gedung itu,mereka pasti tidak tau jika aku sudah menyiapkan rencana cadangan hahahaha"tawa Duk menggelegar
Kembali ke Zee setelah merusak pintu ia dapat melihat satu penjaga tumbang tertimpa pintu yang ia rusak sedang dan lainnya masih terkejut
"Upss maaf sengaja"kata Zee menyadarkan mereka,mereka lalu bersamaan menyerang Zee
"Cepat serang dia jangan sampai lolos"kata salah satu dari mereka,
jumlah mereka sangat banyak namun Zee dengan lihat dapat membereskan mereka satu persatu,menghindar dan menembak itu yang terjadi di dalam lantai atas,di rasa pistolnya akan habis peluru ia mengambil senjata milik musuh yang sudah mati dan menembak kan ke sisanya,setelah semua mati Zee segera turun ke lantai bawah dan rupanya mereka ada lagi
"Kurasa di setiap lantai akan ada musuh hais Duk benar benar niat sekali membunuhku"batin Zee sambil menyerang mereka,ia juga menyerang dengan belatinya yang ia selipkan di pinggangnya.
Duk yang mendapatkan laporan bahwa Zee sudah kabur dan menyerang anak buahnya sangat marah ia menelpon logan
Di rumah logan ia mendapat telepon dari Duk lagi
"Duk ini kau"kata logan
"Tidak usah basa basi lagi bawa Cadance kemari sekarang atau aku bunuh anakmu"kata Duk
"Apa yang kau maksud bukankah kau bilang besok"kata logan
"Aku tak suka membuang waktu logan dan ingat jangan bawa polisi jika tidak liat saja"kata Duk menutup teleponnya setelahnya ia mengirimkan pesan kepada logan,
__ADS_1
logan yang saat itu sedang di ruang keluarga dan hendak tidur terpaksa membangunkan Ziya dan Zhu karna ia akan pergi
"Ayah biarkan aku ikut"pinta Ziya
"Tidak akan kau tenang saja aku akan membawa adikmu kembali"kata logan namun ia malah melihat Zhu yang sudah rapi dengan pakaian biasa ia bertarung dengan Lily
"Zhu kau"logan
"Aku ikut kali ini biarkan mereka rasakan amukan seorang ibu"kata Zhu lalu segera masuk ke mobil,Ziya yang melihat logan diam mengambil kesempatan masuk ke dalam mobil juga,membuat logan pasrah karna waktunya sedang tidak tepat untuk berdebat
Di tempat Zee ia terus menyerang anak buah Duk,bahkan sampai ia lelah sekalipun mereka tidak ada habis habisnya apalagi di tambah ia juga terluka akibat serangan musuh,seragam yang ia pakai sudah tidak putih lagi karna noda darah
"Kapan ini akan berakhir"batin Zee lelah,ia menyerang musuh sampai ia berhasil ke lantai dasar,di sana ia melihat Duk dengan sepuluh orang berbadan besar dan kekar di belakangnya
"Tidak kusangka anak logan sangat hebat tapi apa kau masih bisa sombong jika berhadapan dengan sepuluh orang terpilih ini...Serang"kata Duk lalu mereka bersepuluh menyerang secara bersamaan dan membuat Zee kewalahan
Di tempat lain mobil logan terkena macet
"Akhh sial Shiro cari jalan lain"perintah logan
"Baik tuan"jawab Shiro
"Ada tuan namun itu jalan setapak hanya bisa menggunakan motor trail"kata Shiro sambil memgutak Atik hpnya
"Bawakan motor itu"kata Zhu lalu setelah menunggu ada dua motor di sana,logan dan Zhu memilih duluan sedang kan Shiro menjaga Ziya dan menyusul,
Zhu merubah dirinya seperti tubuh normalnya dan melajukan motornya ke arah alamat yang Duk kirimkan begitu juga logan.
Di gedung terbengkalai Zee sudah mengalahkan enam dari sepuluh orang suruhan Duk dan itu membuat tenaganya terkuras
"Hahahah menyerah saja anak logan"kata Duk
"Tidak akan"jawab Zee lalu menyerang dengan cepat dan menyisakan dua orang suruhan Duk,membuat Duk ketakutan
"Apa yang kalian lakukan bunuh dia"perintah Duk
"Kurasa anak ini sudah gx ada gunanya lagi"batin Duk lalu berlari saat yang lain sedang bertarung,
di luar ia terkejut saat baru keluar pintu sudah mendapat tendangan keras dari Zhu yang memang sudah sampai duluan
"Dimana Zeena keparat"marah Zhu sambil mencekik leher Duk
"Uhuk siapa kau"tanya Duk
"Aku malaikat mautmu bajingan"kata Zhu lalu logan pun sampai ia terkejut melihat Duk di cekek istrinya
"Zhu dimana Zeena"tanya logan membuat Duk kaget
"Hahh ini istri kecilnya logan kenapa beda jauh"batin Duk lalu kita kembali sadar dan tertawa keras
"Hahahahah akhirnya kalian datang juga permainan tidak akan seru tanpa penonton"kata Duk mendapat tonjokan dari logan
"dimana anakku Duk"tanya logan
"Ada"singkat Duk
"Tapi kurasa dia akan menjadi abu"lanjut Duk membuat logan dan Zhu terkejut,Zhu melirik bangunan di depannya
"Dia pasti di dalam aku akan menyusulnya"kata Zhu sambil berlari
"Terlambat"kata Duk lalu ia memencet tombol di remote yang ia bawa dan
BUMMMM......DUARR....
gedung di depan sana meledak dan hancur di depan mata Zhu dan logan,membuat logan yang takut Zhu terluka berlari dan menyelamatkan Zhu dari reruntuhan
"Tidak....tidak.... Zeena....."teriak Zhu keras
"Lepas lepaskan aku...."kata Zhu memberontak di pelukan suaminya
"Lepaskan aku logan"teriak Zhu,logan yang melihat istrinya seperti itu tak tega namun ia juga tak ingin Zhu terluka
"Lepaskan aku ingin menyelamatkan Zee logan huhuhuhu Zee"teriak Zhu di iringi tangisan keras
"Hahahahah pertujukan yang menarik"tawa Duk di belakang sana
saat ia akan kabur ia di hadang oleh dua dark knight sebuah prajurit sihir yang di buat oleh seseorang yang memiliki sihir bawaan,ternyata itu Jiali yang mendengar kabar penculikan Zee dari Ziya,ia terkejut melihat gedung hancur di depan matanya tepat saat ia sampai di sana,ia mendekati Zhu yang menangis dan melirik gedung,air matanya perlahan menetes
"Tidak...ini tidak benar"kata jiali lalu membuah Golem dengan elemen tanah dan membersihkan puing puing bangunan
"Zee....kau dengar aku"teriak Jiali
"Jia sudahlah"kata logan
membuat Jiali yang sedang mengendalikan Golem terdiam dan golemnya hancur ia melirik Duk sadis ia memerintahkan dark knight meringkus Duk dan jangan sampai lepas,ia mendekat dan menyerang Duk dengan elemen petirnya
"Bangsat kembalikan Zee kepada kami"marah Jiali sambil melepaskan sihir senjata nya dan menyayat kulit Duk sana sini membuat Duk berteriak keras karna sakit
"Akhhh sakit sialan"teriak Duk,
di saat Jiali hendak menusuk Duk dark knight merespon sesuatu dan menyuruh majikannya melihat ke arah gedung,Jiali kemudian berbalik ia melihat sebuah siluet tubuh Zee di balik asap reruntuhan,membuat ia terkejut sekaligus senang
"Zeena"panggil Jiali membuat logan dan Zhu melihat ke arah gedung,mereka lalu melihat Zee yang masih hidup dan sedang berjalan ke arah mereka dengan tertatih-tatih,saat hendak mendekati Zee mereka di kejutkan lagi dengan bayangan hitam besar di belakang Zee
"Zee awas"teriak Jiali,
Zee hendak melihat kebelakang namun ia kalah cepat dengan sesuatu yang dingin menusuk pinggangnya,itu adalah belati
"Akhh"teriak Zee membuat semua orang yang melihatnya terkejut
"Zee"teriak mereka,Zhu mendekat dengan sayapnya,
melihat seseorang yang hendak kabur setelah menusuk Zee,Zhu segera mengejarnya dengan mengandalkan dark knight miliknya,orang itu tertangkap dan langsung di siksa oleh Zhu,sedang kan Jiali meraih tubuh Zee yang berdarah
"Zee bertahanlah kumohon"pinta Jiali saat melihat Zee terkapar di pelukannya
"Aku tak akan mudah mati"kata Zee pelan sambil tersenyum lalu tak sadarkan diri
"Paman Lee cepat bawa Zee ke rumah sakit"teriak Jiali sambil menyerahkan Zee kepada logan
Zhu yang melihat itu segera mendekat memegang tangan logan dan berteleportasi ke rumah sakit meninggalkan mainannya yang sudah tidak bernyawa itu(orang yang disiksa)
muncul secara mendadak membuat karyawan disana terkejut
"Cepat tolong anakku"kata logan lalu Zee dibawa ke ruang gawat darurat
Sedang kan Ziya yang baru sampai di kejutkan dengan keadaan yang sangat parah,lalu ia melihat Jiali yang sedang menyiksa seseorang di bantu dark knight miliknya,Ziya berlari ke arahnya
"Jia dimana yang lain"tanya Ziya lalu melirik ke arah korban kemarahan Jiali,ia kaget itu adalah Duk
"ayah"kaget Ziya
"Cadance tolong ayah nak"pinta Duk
"Kau menculik adikku untuk apa aku menolong penjahat seperti mu"Ziya
"Jia boleh pinjam belatinya"pinta Ziya lalu Jiali memberikannya
"Akan ku perlihatkan sisi lain ku nikmati lah"kata Ziya lalu dengan cepat memotong tangan kiri duk
"akhhh"teriak Duk kesakitan
ia tidak menyangka jika anak yang ia pisahkan dari orang tua kandungnya akan semengerikan itu,sedangkan Ziya hanya tersenyum manis
***anjrot Ziya manis manis menghanyutkan
oke rame lanjut
kuy gas ngeng😘***
///////
__ADS_1