Magic Blood

Magic Blood
chapter 9


__ADS_3

lanjut


////////


"Hai Ari aku nian nian ini Jiali salken"sapa Nian Nian


"Kelas sebelah maksudmu kelas 2-B"tanya Jiali


"Iya aku dari kelas sana"kata Ari


"Wahh rival kelas malah jadi teman sekelas, ngomong ngomong kelas kita kenapa mukanya kaya gx ada yang berubah,ini dia beneran murid pertukaran gx sih"kata jiali


"Aku aja yang pindah"kata Ari membuat Nian Nian dan Jiali terkejut


"Sana pergi"usir zee pada siluman itu


Ari lalu duduk di kursi samping Jiali


"Di sini kosong kan"tanya Ari


"Iya bangku belakang kuasa kami"bangga Jiali


bukan karna apa, murid murid lain hanya tidak berani duduk dekat Zee atau Jiali makanya bangku belakang banyak yang kosong kecuali kursi Jiali dan Zee sekarang tambah Ari jadi tiga orang


sebenarnya masih ada orang lain namun ia jarang masuk sekolah ia duduk di samping kiri Zee sedang kan Jiali samping kanan,sesaat kemudian bel berbunyi dan guru pembimbing mereka atau Wali kelas memasuki ruangan


"Selamat pagi anak anak dan selamat datang kembali di kelas ini bapa yakin kalian pasti sudah tidak sabar untuk belajar bukan hahahah"kata Raymond


"Tidak"jawab seluruh murid di kelas membuat Raymond menghentikan tawanya yang konyol itu


"Yosss aku tau ini akan terjadi maka hari ini kalian bebas pelajaran karna belajar mulai besok baik sampai sini bapa pamit"kata Raymond


"Asikkk bebas"teriak para murid ceria


"Murid murid ku sangat kejam namun apalah daya"batin Raymond menangis karna mendapat kan kelas yang di sebut sebut sebagai kandang iblis cantik oleh kelas lain karna mayoritas muridnya perempuan dan murid di sana di sebut iblis karna sifatnya yang kejam terhadap cowo brengsek yang menyakiti cewe,sedang kan cowo hanya geng Quan saja karna hukuman dari kepala sekolah.


setelah Raymond keluar geng Quan dan para cewe berkumpul dengan kelompoknya masing-masing


"Yosss bebas pelajaran ayo kita rayakan"ajak nian nian namun


"Nian nian apa kau sibuk jika tidak aku ingin mengajakmu ke kantin"ajak ghai


"Aku...."nian


"Dia tak sibuk ambillah"kata jiali lalu menyeret Zee


"Sialan kau jia"teriak nian nian membuat ghai terkekeh


"Jadi kau tak mau"kata ghai di buat sedih


"Huhhh baiklah lagian mereka juga kesana ayo"kata nian nian


"Yesss"kata ghai senang sedang kan di sudut ruangan tempat geng Quan berkumpul


"Ghai gercep juga ya"kata Teo teman ghai


"Ya dia sepertinya beneran suka sama anak imut itu"kata Leon


"Hohoho Leon Bodewig mengakui keimutan seorang gadis selain adiknya ini langka"kata Quan dramatis


"Diam tapak kuda"kesal Leon


"Aku pergi dulu"kata Tara


"Mau kemana"tanya Quan


"Tentu saja aku ingin menemui adikku"jawab tarako lalu pergi


"Haiss benar benar siscon akut"kata Leon mendapatkan tatapan aneh dari teman temannya


"Gx salah ngomong tuh"kata Teo


"Apa"bingun Leon


"Kau juga posesif sama Leni"jawab Teo


"Ya juga ya ohh tidak Leni"kata Leon lalu berlari cepat


"Haiss mereka ini"kata Tetsuya pasrah


"Ayo ke rooftop aku sudah tak tahan dengan tatapan para iblis ini hihhh"ajak Teo sambil melirik para cewe yang menatapnya sinis lalu mereka berempat pergi ke atas gedung Teo,Sion,Quan,Tetsuya sisanya ghai,Leon,Tarako sibuk dengan urusan mereka sendiri


Di kantin saat sedang makan Zee dan Jiali sama sama diam begitupun setelah makan membuat keduanya bosan,melirik bersama


"Apa"tanya mereka bersama


"Haiss aku bosan setelah makan tadi"kata jiali menyenderkan punggungnya ke bangku


"Kalau begitu cari kesenangan sana"kata Zee mengeluarkan HP-nya


"Tapi apa"kata jiali lesu lalu tiba tiba


"Panggilan untuk Jiali segera ke kantor kepala sekolah sekarang saya ulangi panggilan untuk Jiali segera ke kantor kepala sekolah sekarang terima kasih"kata pengumuman itu,Zee dan Jiali saling berpandangan


"Wawww keren"kata Zee dan Jiali bareng


"Ya sudah Zee aku pergi dulu ya kesenangan ku sedang menunggu hohoho"kata jiali lalu pergi meninggalkan Zee sendiri


saat Zee hendak pergi tiba tiba


"Heii kau awas"teriak seseorang kepada Zee namun telat Zee tidak dapat menghindar dari sebuah lemparan gelas dan itu mengenai tepat di kepalanya


BRUKKK....PRANG (anggap aja benda nabrak terus pecah😁)


Gelas itu mengenai dahinya dan pecah,pecahan gelas jatuh berserakan di bawah di tambah dengan tetesan darah dari luka milik Zee membuat seisi kantin heboh


"Ya ampun ada yang terluka"teriak salah satu murid,tiba tiba pelaku yang melempar gelas itu segera berlari ke arah Zee tanpa persetujuan dari Zee ia langsung menggendong Zee dan membawa ke arah UKS


"Heii kau jangan mati dulu"teriak gadis itu sambil berlari kencang,ya yang melempar gelas tadi adalah seorang gadis yang sama seperti zee(murid Tensius)


Zee hanya diam sambil mengamati gadis itu


"Dia panik sekali"batin Zee


"Tapi ini sakit juga"lanjutnya,darah masih mengalir dari luka Zee membuat bajunya dan milik gadis itu kotor terkena darahnya


"minggir semua"teriak gadis itu keras membuat semua orang di lorong menghindar darinya,


terlihat semua murid di lorong terkejut melihat seseorang yang berlari kencang dengan noda darah di bajunya


"Ya ampun itu ketua Mona dia buat ulah apa lagi"kata siswa A


"Entahlah kurasa hukuman yang lalu belum cukup"kata siswa B


"Hussstt jangan bicarakan dia kalo kalian tidak ingin celaka dia ketua OSIS kalian ingat itu"kata siswa C


"Iya juga ya hihhhh ngeri"


"Yang di gendong kasian juga ya"kata yang lain dan seterusnya


Di kantin nian nian baru saja sampai setelah membantu ghai ke perpustakaan ia kaget kantin sedikit gaduh ia pun bertanya


"Hei ada apa ini"tanya nian nian sambil menepuk pundaknya kepada salah satu laki laki di sana tanpa melihatnya,lali laki itu ingin marah karna di tepuk namun ia urungkan saat melihat wajah nian nian


"Cantik sekali"batin laki laki itu


"Hoi aku tanya"kata nian nian lagi


"Oh ohh ya itu tadi ada sebuah kejadian mengerikan"kata laki laki itu


"Kejadian apa"tanya nian nian menatap nya membuat laki laki itu salting


"ketua OSIS membuat ulah lagi ia tidak sengaja melepar gelas ke kepala siswi hingga berdarah"kata laki laki itu senang berbicara dengan nian


"Ketua OSIS ini nekat juga"kata nian nian lagi


"Tentu saja bisa karna dia anak kelas 2A yang terkenal dengan julukan iblis cantik"kata pria itu


"Sungguh aku tak pernah melihatnya"kata nian nian


"Kau dari 2A"tanya laki laki kaget


"Iya"jawab nian nian lalu ghai datang melihat siapa yang datang lelaki itupun pergi namun sebelum itu


"Aku pergi dulu oh ya namaku Damian senang bertemu dengan mu"kata laki laki itu lalu pergi


"Ternyata dia dari kelas musuh sungguh sial"batin Damian


"Iya makasih infonya"jawab nian nian

__ADS_1


"Siapa dia nian"tanya ghai sedikit kesal


"Ohh dia orang"kata Nian Nian lalu pergi memesan makanan


"Haiss ini karna pak Raymond aku jadi telat"kesal ghai,di lain tempat


"Hachuuu...sial siapa yang sedang mengutukku"kata Raymond lalu melanjutkan pekerjaannya


Di UKS


........BRAKKKKKK.....


"ya ampun siapa itu"kesal panitia ruang kesehatan Salsa salah satu anggota OSIS


"apa kau"kata Mona galak


"Ohh ketua ada apa kau ingin bolos di hari pertama akan aku siapkan cemilan"kata salsa takut


"Tidak kau obati dia aku gx mau dia mati"kata Mona lalu menurunkan Zee di tempat tidur UKS


"Astaga ini ulah mu ketua"kata salsa terkejut lalu bergegas merawat Zee ia melepas seragam luar Zee yang kotor akibat darahnya


"Aku tak sengaja tadinya aku ingin memasukan ke tong sampah tapi tangan ku ternyata masih kaku akhirnya salah lempar kena dia mana aku lempar keras sekali"kata Mona sambil fokus melihat pekerjaan salsa yang terlihat sibuk


"Sudah tau ketua ada cedera tangan akibat berantem masih saja seperti itu"kata salsa pasrah


"Huhh mengingat hal itu membuat aku marah aku tak percaya aku kalah dari kelompok jalanan itu"kata Mona kesal


"Jalanan tapi sudah pro sedang kan ketua masih oke lah tapi kau menantang kelompok sedang kan ketua individu untungnya segera datang polisi jika tidak"kata salsa


"Sudahlah jangan bahas itu"kata Mona


Sedangkan Zee hanya diam saja mendengar kan mereka berbicara karna dia pura pura pingsan,beberapa menit kemudian


"Selesai ketua kau tunggu di sini saja dulu tunggu dia bangun aku akan mengambilkan seragam ganti untuk kalian"kata salsa lalu pergi


"Huhh baiklah"kata Mona ia mendekat ke arah Zee dan melihat wajah Zee wajahnya memerah


"Sial tadi tidak sempat melihat wajahnya karna darah setelah di bersihkan kenapa jadi sangat cantik"batin Mona,


bahkan entah karna niat atau nekat Mona memegang wajah Zee dengan tangan gemetar


"Wajahnya saja sangat halus tapi kenapa salsa biasa saja ya"kata Mona


Sedangkan di lain tempat


"Ya ampun aku gugup sekali ternyata ada yang lebih cantik dari ketua Aaaaaa"teriak salsa untungnya ruang ganti sedang sepi


Di UKS


"Saat tidur ia sangat cantik haiss aku benar benar kesal"kata Mona


"Kesal kenapa"kata Zee tiba tiba membuat Mona terkejut dan menjauh


"Kau kau kau kau sudah bangun dari tadi ya"kata Mona gugup apalagi sekarang ia dapat melihat wajah Zee yang sadar


"Sungguh mata yang dapat memikat wanita ataupun pria"batinnya,dia makin gugup saat melihat Zee mendekat


"Kau kau kau kau mau apa"tanya Mona waspada


"Aku ingin kau..."kata Zee ganjil lalu dengan cepat ia memojokkan Mona dan menghadang dengan kedua tangannya jadi Mona seperti di bawah Kungkungan Zee


"bertanggung jawab"lanjut Zee sambil menghembuskan nafasnya di telinga Mona


"Aaaa apa yang kau lakukan"kata Mona gugup


"Hahaha Tidak ada"santai Zee lalu ia membelai wajah Mona


"Wajahmu tak kalah cantik dariku ketua kau juga cantik hingga membuat aku terpana"goda Zee membuat Mona terdiam lalu


"A..aku tau aku memang cantik kau saja yang tak melihat"kata Mona bangga


"Heheheh baiklah"kata Zee lalu melepaskan Mona dan duduk di ranjang UKS


"Terima kasih sudah membawaku kesini"kata Zee


"Kenapa kau berterima kasih padaku aku kan yang melempar mu"kata Mona heran


"Aku tau kau tak sengaja"kata Zee


"Iya sih"jawab Mona


"Ketua siapa namamu tidak mungkin aku memanggil mu dengan kata ketua terus itu terlihat tidak akrab"kata Zee membuat Mona kaget


"Iya"singkat Zee


"Aku....aku Mona"kata Mona


"Mona nama yang cantik seperti orang nya"goda Zee


"Aaa cukup siapa namamu"kesal Mona karna di goda sama Zee membuat Zee terkekeh


"Aku Zeena panggil aku Zee"kata Zee


Lalu pintu UKS terbuka salsa pun masuk


"Ketua aku sudah membawa seragam gantinya tapi hanya seragam dalam ketua pakailah"kata salsa tanpa melihat,setelah tidak mendengarkan jawaban ia baru melirik ia sangat terkejut ternyata Zee sudah sadar


"Hai"sapa Zee sambil tersenyum


"Ha...hai"gugup salsa


"Ya ampun aku serasa mati rasa melihat senyum nya"batin salsa


"Oh ya aku juga membawa milikmu kalian gantilah di ruang ini,di sini aman"kata salsa


"Tidak usah kami ke ruang ganti saja"kata Mona mengambil seragam di tangan salsa dan pergi menyeret Zee


"Oh ya seragam kalian sedang di bersihkan mungkin besok akan di kembalikan tapi maaf hanya ada seragam dalam yang aku bawa jas luar sedang kosong"kata Salsa


"Tak apa"kata Mona lalu pergi ke ruang ganti,


di jalan


"Kau sungguh tak apa apa Zee"tanya Mona menatap balutan luka Zee


"Tak apa ini hanya luka kecil"kata Zee


"Kecil"kata Mona terkejut,lalu mereka masuk ke ruang ganti disana terlihat sepi hanya mereka berdua


"Sepi sekali"kata Zee


"Tentu saja hari pertama gx ada pelajaran jadi mereka pasti pergi ke tempat mereka masing-masing"kata Mona sambil menutup pintu dan masuk ke ruang ganti juga Mona


Zee melepas bajunya hanya menggunakan dalaman begitu juga Mona mereka ganti baju di sana


"Mona tubuhmu juga indah"kata Zee membuat Mona terkejut


"Kau...kau juga"malu Mona


"Hihihi sepertinya kesenangan ku lebih menyenangkan dari Jia"batin Zee


Selesai berganti baju mereka ke kelas


Di kelas Jiali,nian nian dan Ari sedang sibuk dengan dunia masing masing ada yang tidur ada yang main hp,saat Zee dan Mona masuk semua siswi melihat ke arah mereka nian nian melihat Zee dan terkejut


"Sial jadi kau korban kantin itu"teriak nian nian lalu berlari ke arah Zee dan memutar balikkan tubuh Zee


"Kau sedang apa nian"kata Zee


"Mengecek ada luka lain gx oh ya sakit tidak"tanya nian nian


"Tidak"jawab Zee


"Ohh"nian nian langsung pergi ke tempat duduknya lagi


"Buset mereka ini..."batin Mona terkejut


"Ohh ketua kau datang juga"kata salah satu murid cewe di sana Wulan sekertaris OSIS


"Ya"jawab Mona lalu duduk di kursi belakang samping bangku kiri Zee


"Tak di sangka kita tetangga"kata Zee membuat Mona heran


"Ketua Zee duduk di sebelah kananmu"kata Wulan


"Apa"teriak Mona membuat semua murid cewe menoleh ke arah nya begitu juga Ari yang sedang tertidur langsung terbangun kaget


"Aisss ada apa ini"tanya Ari setengah mengantuk sambil membenarkan cara duduknya

__ADS_1


"Ehemm maksudku emangnya kenapa toh itu haknya"kata Mona sambil menghilangkan rasa canggung nya


"Hihihihi"kekeh Jiali dan Zee


"Ada apa"tanya Mona


"Tidak ada"jawab Zee dan Jiali bareng


"Oh ya Jia kau tadi di panggil kepala sekolah kan ada apa"tanya Zee


"Ohh itu hanya menyuruh ku untuk mengikut sertakan kelas dalam perlombaan olahraga pekan depan"kata Jia


"Kenapa tidak ghai saja yang di panggil dia kan ketua kelas"tanya Ari sambil meregangkan tubuhnya


"Dia pergi ke kantor cabang untuk pendaftaran"kata Wulan yang sudah mengambil kursi untuk duduk di depan Jiali


"Tanpa persetujuan dari kita"tanya Nian Nian


"cepat sekali dia perginya"batin nian nian


"Ya dia selalu begitu kesal sekali beraninya dia sok keren di hadapan kita"kata Wulan sambil melirik Mona yang sedang tidur


"Ya sudahlah toh kita gx akan kalah"kata Zee


"Jadi kalian ikut serta"tanya Mona


"Tentu saja dan akan kami buktikan kelas iblis ini tidak akan kalah tahun ini"kata jiali dramatis


"Wahhh itu keren itu berita bagus"kata Wulan senang


"Ketua apa kau ikut serta"tanya Wulan


"Hemmm"dehem Mona


"Bagus....ANAK ANAK DENGARKAN AKU,AKU JAMIN DI PERLOMBAAN KALI INI KELAS KITA TIDAK AKAN KALAH LAGI"teriak Wulan


"IYA KITA AKAN MENANG KALI INI PARA IBLIS CANTIK"tambah Nian Nian


"YA....."jawab teman teman sekelas


"Yosss"kata Wulan dan nian nian bertos tangan


Skip pulang sekolah Zee ddk berpisah dan kembali ke kediaman masing\-masing,sampai di rumah Zee memarkirkan mobilnya di depan rumah yang langsung di ambil alih oleh penjaga di sana,saat masuk dia melihat ibunya sedang menonton tv


"Bu aku pulang"kata Zee,Zhu melirik Zee dan dalam sekejap mendekat ke arah nya


"Kau terluka"kata Zhu


"Sedikit kecelakaan di sekolah tapi tak apa"jawab Zee


"Ohh ya sudah sekarang kau ganti baju dan Istirahat sebentar lagi ibu akan melihat perkembangan mu mengenai sihir datang ke ruang olahraga"kata Zhu kembali menonton tv


Zee patuh setelah berganti baju dan istirahat


1 jam ia segera ke ruang olahraga di kediaman Anderson yang hampir sama dengan luas lapangan basket setelah masuk dan menutup pintu ia mencari ibunya


"Mah aku siap"kata Zee langsung mendapatkan serangan kejutan dari ibunya dengan elemen apinya beruntung Zee dapat menghindarinya


"Yo apa kau tak takut properti di sini rusak"kata Zee


"Aman"kata Zhu


melapisi tangannya dengan kekuatan tanah dan menyerang Zee dengan jarak dekat


Terjadilah pertarungan antara ibu dan anak yang sengit walaupun hanya latihan,saling menyerang menangkis dan sebagainya,Zhu benar benar mengganggap ini latihan tapi bagi Zee ini pertempuran


"Kekuatan ibu benar benar kuat sekali"batin Zee sambil menangkis Serangan dari zhu dengan belati logamnya


"Dia semakin kuat dalam sihir aku sampai kewalahan jadinya huhhh sialan semua gara gara kakak"batin Zhu,Zhu melangkah mundur lalu mengeluarkan sihir gabungan angin dan tanah menjadi topan dan menyerang Zee,Zee segera membuat perisai es namun Zhu tidak mau kalah ia menambahkan sihir api di angin topan nya membuat perisai es milik Zee sedikit demi sedikit mencair dan


BUMMMM.....


ledakan terjadi dengan asap tebal memenuhi ruang olahraga,setelah asap menghilang terlihat dua sosok yang sedang berhadapan yang satunya masih berdiri tegak dengan pedang api di tangannya dan satunya sudah terkapar lemas di lantai sambil terengah-engah


"Hahhh aku menang"kata Zhu sambil menodongkan pedangnya ke leher Zee


"Ya kau memang hebat Bu aku mengaku kalah"kata Zee lelah sambil melihat kekacauan di sekelilingnya


"Waww ini apa ayah tak marah"tanya Zee sambil di bantu ibunya berdiri


"Tenang saja ini akan kembali seperti semula walau butuh waktu hihihi"kata Zhu terkekeh


"Hahhh baiklah latihan sampai sini saja ibu ada urusan penting oh ya Zee kau semakin hebat ibu sampai kewalahan menghadapi mu tapi terus tingkatkan sihirmu apalagi sihir esmu masih tahap kedua,jika kau masih bisa kalah dari sihir apiku maka kau juga bisa kalah dari musuh musuh mu yang lebih kuat dariku dan pastinya kau harus bisa mengalahkan ibumu ini oke"kata Zhu sambil pergi


"Ya aku pasti akan mengalahkan mu ibu"kata Zee


"Ya..ya aku percaya dahhh"kata Zhu lalu menutup pintu


setelah dikiranya Zhu sudah pergi Zee langsung ambruk di lantai lalu memuntahkan darah


"Tidak ku sangka aku melupakan satu hal bahwa aku sedang keracunan"batin Zee merasa lucu


"Hahahaha Huang Zhong kau harus tau jika sudah berurusan dengan ku tidak boleh ada kata menyesal"kata Zee mengeluarkan aura kegelapan nya membuat langit bergemuruh


"Ya ampun ini..."batin Zhu terkejut lalu bergegas ke ruang olahraga


Brak...


pintu di dobrak di sana ia melihat Zee sedang minum


"Ohh ibu ada apa"tanya Zee,Zhu melihat sekeliling masih sama


"Ohh tidak ada hehehe sepertinya akan turun hujan jadi kau di rumah saja"kata Zhu lalu pergi


"Mungkin hanya halusinasi ku saja"batin Zhu


"Huhh untung aku bertindak dengan cepat"batin Zee lalu pergi dari sana.


Di sebuah pulau tersembunyi yang gelap terdapat kastil tua yang terlihat menyeramkan yang selama ini menjadi tempat persembunyian musuh besar para dewa yaitu kaisar Huang Tian,di sebuah ruangan terlihat seseorang dengan aura kejahatan sedang menyerap energi kehidupan dari seseorang sampai mati


"Aku butuh lebih banyak energi kehidupan agar aku bisa menghancurkan Dewi kegelapan itu,tidak akan aku biarkan siapa pun lebih unggul dari ku"kata pria itu


"Zhongwen Carikan lebih banyak manusia serakah untuk di jadikan energi untuk ku aku ingin cepat cepat pulih agar dapat membunuh para dewa Dewi itu"perintah pria itu


"Baik ayah laksanakan perintah mu"kata Huang Zhong lalu pergi


"Aku akan kembali Huang Tian akan kembali huahahahahaha"tawa pria itu atau kaisar Huang Tian menggelegar di seluruh penjuru pulau tersebut


Di Jepang tepatnya di kediaman Miamor


"Akhhh sialan anak itu sudah berani melanggar peraturan ku"teriak Duk saat mengetahui kalau Cadance kabur dari rumah


"Sudah dapat di pastikan Cadance pasti ke negara C seperti yang ia ucapkan Waktu itu,ini tidak boleh di biarkan"kata Duk marah


"Dan kalian aku menggaji kalian itu untuk menjaga Cadance bukan untuk berleha-leha bodoh"amuk Duk sambil menendang salah satu pengawal Cadance


"Maaf tuan kami lalai kami tidak tau jika saat nona besar ke toilet di pusat perbelanjaan itu adalah alasan saja tuan"kata pengawal itu


"Kenapa salah satu dari kalian tidak mengikuti diam diam"marah Duk


"Sudah tuan kami percayakan ini kepada Yifei tapi tak di duga ia malah membantu nona besar kabur tuan"kata pengawal itu


"Akhhh sial Yifei berani sekali dia berkhianat kepada ku,kalian cari Cadance sampai ketemu dan bawa kemari juga tangkap pengkhianatan itu aku ingin kalian membunuhnya"perintah duk,semua pengawal segera melaksanakan tugas dari tuannya itu


"Yifei tau rahasia ku jika Cadance bukan anakku jika aku membunuhnya sebelum ia memberitahu Cadance itu akan bagus liat saja kau Yifei"batin Duk marah.


Di bandara internasional negara C pesawat yang di tumpangi Cadance dan Yifei sudah mendarat dengan selamat


"Nona cepat aku punya firasat jika tuan sedang mengejar kita"kata Yifei


Lu Yifei salah satu pengawal Duk yang sudah lama mengawal nonanya dari ia berumur 15 tahun saat Cadance berumur dua tahun,merasa kasian dengan nonanya ia membawa nonanya pergi dari kediaman Miamor


"Baik paman Lu"jawab Cadance lalu bergegas keluar dari bandara itu dan pergi ke apartemen pilihan agar lebih aman setelah Yifei mencari


di ruangan kamar Cadance


"Nona minum dulu"kata Yifei memberikan minum kepada Cadance


"Terima kasih paman Lu"kata Cadance lalu meminum air itu


"Paman Lu maaf aku jadi harus melibatkan dirimu"kata Cadance merasa bersalah


"Tak apa nona itu sudah tugas saya"jawab Yifei tersenyum


***ada ikatan apa ya Zee dengan cadance


ikuti terus episode selanjutnya


love you all 😘

__ADS_1


I ilke***


//////


__ADS_2