Magic Blood

Magic Blood
chapter 62


__ADS_3

lanjut kuy


_______&________


***


Setelah pertandingan terakhir menyerang dalam bertahan berakhir,dan juga telah tercatat siapa juaranya,semuanya dipersilahkan untuk istirahat karna sudah tidak ada kegiatan lagi


Untuk para siswa dan siswi tiga sekolah di perbolehkan jalan jalan ataupun menggunakan aula untuk berlatih terutama untuk para peserta yang telah atau belum mengikuti Lander abadi


Tadi sebelum bubar pak Morges memberikan tanda pengenal khusus pada para peserta unggulan masing masing sekolah,dan tanda pengenal itu terdapat tulisan Lander abadi,


Awalnya mereka bingung namun pak Morges berkata itu tandanya kalian adalah siswa seratus unggulan sekolah,jadi bagi seratus siswa dari masing masing sekolah memiliki kode nama Lander abadi.


Sedangkan untuk peserta pertandingan tipe Aray yang sudah usai kode milik mereka adalah Semanggi kehidupan


Dan peserta pertandingan lainya yang tidak begitu disorot oleh author🤭 memiliki kode pasak hitam


Oke lanjut......


Di ruang penginapan Zhu telah mengobati luka Ziya,walaupun tidak langsung sembuh total karna dia bukanlah Tuhan,dia masih bisa meringankan rasa sakit dari luka yang di derita Ziya apalagi di bagian pinggangnya


Ziya tertidur karna pengaruh sihir bius milik Zhu,di samping Zhu terdapat Zee yang sedang menatap apa yang ibunya lakukan


"Jaga kakak Zee ibu harus kembali"kata Zhu diangguki Zee


Zhu lalu pergi dari sana menuju penginapan yang selama ini menjadi tempat beristirahat nya,masuk kedalam dan melihat Lily yang sedang duduk lotus di atas ranjang,Zhu ikut naik dan duduk di belakang Lily dan ikut mentransfer sihirnya kedalam tubuh Lily


Setelah beberapa menit Lily membuka matanya


"Terima kasih Zhu"kata Lily,Zhu hanya tersenyum lalu ia merebahkan tubuhnya


"Aku mengantuk bangunkan aku saat makan malam tiba"kata Zhu


"Baiklah"jawab Lily sambil memakai seragam luar khusus untuk guru


"Aku pergi"kata Lily lalu ia keluar meninggalkan Zhu yang tertidur.


***


Di kamar penginapan Ziya dan teman teman


Brakk....


"Zee aku membawakan apa yang kau pinta"teriak Ari


"Kecilkan suaramu"tegur Zee


"Hehehe"kekeh Ari lalu memberikan bungkusan kecil di tangannya


"Obat milik Ziya yang kau minta"kata Ari


"Terima kasih"kata Zee


"Hemm...tapi mana orangnya"tanya Ari


"Karna kau berteriak membuat kakak sembunyi"kata Zee


"Hahh?"bingung Ari


"Bantu aku Ari"kata Zee


"Dengan senang hati"jawab Ari


Zee dan Ari mengendap endap mendekati kamar mandi di penginapan tersebut dimana Ziya sedang berada didalamnya,setelah sepakat Ari mengubah tubuhnya menjadi kucing dan menembus dinding kamar mandi, setelah itu ia merubah tubuhnya lagi dan berdiri di belakang Ziya yang terlihat gugup menatap kearah pintu


Di dalam kamar mandi Ziya yang tidak sadar Ari di belakangnya terlihat memantau pintu


"Semoga saja mereka menyerah"kata Ziya pelan namun


"Maaf tapi kau salah"kata Ari dari belakang membuat Ziya berteriak kaget


"Akhh"teriak Ziya


Ari awalnya terkejut namun ia segera menggendong Ziya seperti karung beras dan keluar dari kamar mandi namun dengan hati hati pastinya karna ia tidak ingin membuat luka Ziya terbuka lagi sesuai apa yang Zee katakan,Ziya yang tersadar segera meronta


"Akhh Ari turunkan aku,aku tidak mau"teriak Ziya


Ari menghiraukan ucapan Ziya dan meletakkan Ziya di kasur miliknya,di penginapan terdapat empat tempat tidur,


Ziya yang hendak kabur segera di tahan dari belakang oleh Ari


"Akhh sialan kau Ari"kesal Ziya


Sambil meronta


"Ini untuk mu juga"jawab Ari sambil menahan tangan Ziya dari belakang,bahkan ia sampai harus ditindih oleh Ziya yang meronta


Melihat Zee mendekat dengan membawa obat membuat Ziya ketakutan


"Zee...Zeena Jangan mendekat"kata Ziya


"Ini tidak pahit"kata Zee


"Sama saja"kata Ziya


Zee sudah berada di depan kakaknya


"Tidakkkkk"teriak Ziya keras membuat Jiali dan Nian Nian yang berada di luar sehabis jalan jalan terkejut dan saling menatap bingung dan bergegas masuk


"Apa yang terjadi"tanya Jiali sambil membuka pintu,namun apa yang mereka lihat membuat mereka terdiam dimana Zee sedang menyodorkan sendok ke Ziya,sedangkan Ari memeluk Ziya dari belakang dengan mencekal tangannya


Melihat ada kesempatan Zee dengan watadosnya langsung menyuapkan sesendok obat ke mulut Ziya yang terdiam melihat jiali dan Nian Nian datang,saat hendak di muntahkan Zee menutup mulut kakaknya dengan tangan nya dan akhirnya obat itu tertelan.


Setelah melakukan perjuangan yang berakhir gagal,Ziya akhirnya tepar di atas tubuh Ari


"Manis kan"kata Zee dengan santainya menutup botol obatnya kembali


"Aku akan membalas kalian berdua ingat itu"kata Ziya pelan


"Kami tunggu"kata Zee sambil menyodorkan minuman ke kakaknya


"Kalian sudah selesai jalan jalannya"tanya Ari dari bawah Ziya,setengah badannya masih bisa ia gerakan hanya saja perutnya menjadi bantal Ziya


"Sudah"jawab Nian Nian sambil mendekat


"Aku baru tau kalau Ziya takut obat"kata jiali sambil tercengang


"Itulah aku juga sempat terkejut lho"kata Nian Nian


"Akupun sama aku baru tau tadi"kata Ari


"Aku tidak takut obat hanya saja aku tidak suka pahit"kata Ziya membela diri


"Hemm percaya percaya"kata jiali,nian nian dan Ari bersamaan membuat mereka tertawa


"Sialan kalian"kesal Ziya


Mereka pun mengisi waktu luang mereka dengan berlatih tentunya agar waktunya banyak mereka melakukannya di dimensi lima liontin alhasil Ziya dan Ari menunggu saja di kamar.


****


Sedangkan di sisi jauh di area hutan dekat akademi Houdryen(udah jauh tapi dekat🤨)


Terlihat Huang Zhong yang sedang memantau


"Rupanya mereka semua disini"kata Huang Zhong


"Tidak sia sia aku datang kemari setelah membuat keributan di kota Vander dan menyingkirkan para hama"kata Huang Zhong


"Ternyata para hama lainya berkumpul disini"lanjutnya


"Kalau begitu aku hancurkan saja sekalian"kata Huang Zhong lalu menghilang dari sana.


***


Tepat saat tengah malam tiba,di sebuah balkon kamar


Asrama perempuan Houdryen seseorang sedang menatap bintang dengan tenang ditemani deruan angin malam.


"Apa yang kau lakukan di tengah malam seperti ini Zee"tanya seseorang yang baru saja bangun dari tidurnya untuk minum dan tidak sengaja melihat pintu balkon yang tidak tertutup rapat sehingga ia mencoba untuk memeriksa dan melihat Zee di luar


"Melihat bintang"jawab Zee


"Apa anginnya masuk kedalam sehingga kau terbangun Jia"tanya Zee


Dan terjawab sudah siapa yang terbangun,dia adalah Jiali


"Tidak aku haus dan hendak minum tadi"kata jiali lalu ikut melihat bintang,Zee mengangguk dan menyerahkan air minum yang ia bawa kepada Jiali yang berdiri disampingnya


"Bukankah mereka indah"kata Zee


"Iya"jawab Jiali


"Taukah kau Zee ibuku pernah bilang jika bintang adalah kumpulan jiwa jiwa yang telah pergi"kata Jiali


"Mereka yang sudah tiada berubah menjadi bintang untuk menemani sepinya malam"lanjutnya


"Keindahan ini hadir dari orang orang yang telah pergi"kata jiali sambil menatap ke atas sedangkan Zee hanya terdiam sambil menatap wajah Jiali

__ADS_1


"Dia juga pasti telah menjadi bintang"kata Jiali pelan namun Zee dapat mendengar nya


"Dia.....siapa"tanya Zee


"teman masa kecilku,hanya saja takdir tidak memihak kita untuk terus bersama"kata jiali


Zee hanya diam mendengarkan


"Kenapa kalian berpisah"tanya Zee entah kenapa ia ingin mendengar semuanya


"Kami hanya sudah tidak cocok lagi"kata Jiali


"Aku pernah berharap jika dia akan menjadi pendamping ku"kata jiali


"Tapi eh...."Jiali terkejut


Brukkk.....


Sesuatu yang tak pernah terpikirkan justru terjadi membuat Jiali terkejut


Dimana Zee menarik tangan nya dan menariknya ke dalam pelukannya


"Kau mencintai nya"tanya Zee pelan


"Aku...."Jiali bingung


"Lupakan"kata Zee tanpa melepas pelukannya membuat Jiali semakin bingungnya


Sedangkan Zee ia pun bingung kenapa dia seperti ini,kenapa dia memeluk Jiali,dan kenapa perasaan tidak jelas itu ada di fikiran dan hatinya


"Zee kau kenapa"tanya jiali tapi tidak ada jawaban


"Diam"kata Zee


Jiali mengangkat wajahnya dan menatap wajah Zee yang terlihat sendu


"Kau kenapa"tanya Jiali namun di gelengi Zee,perlahan air mata nya mengalir membuat dia bingung sendiri


"Kenapa aku menangis"bingung Zee sambil mengelap air matanya


"Apa cerita tadi terlalu sensitif"tanya Jiali cemas


"Sensitif?"bingung Zee


"Sebaiknya kita kembali"ajak Zee namun tangannya di tahan oleh Jiali


"Ada apa"tanya Zee


"Wajahmu"kata jiali


"Kenapa kau menunjukkan wajah yang seperti itu"tanya Jiali pada akhirnya


Zee hanya terdiam,saat hendak menarik tangan nya kembali Jiali malah terbawa sehingga terbentur tubuhnya


Dukk.....


"Aduhhh"keluh Jiali kesakitan sambil mengusap hidungnya sedangkan Zee mengusap dahinya


"Zee kau gila ya"kesal Jiali


"Aku hanya ingin menarik tangan ku kembali"kata Zee dengan watadosnya


"Tapi aku belum siap"kesal Jiali


"Oh"Zee lalu masuk meninggalkan Jiali yang masih kesal lalu menyusulnya,melihat Zee sudah terbaring di ranjangnya membuat dia tanpa ba-bi-bu langsung melompat dan tidur di belakang Zee


"Aku akan mengrusuh"kata Jiali membuat Zee jengah


Entahlah biarkan pembahasan tadi terbang terbawa angin menunggu jawaban yang pasti.


***


Paginya di stadion penonton


"Hoammm"Jiali menguap untuk kesekian kalinya


"Kalian tidak tidur ya"tanya Wulan saat melihat Zee dan Jiali yang terlihat lesu


"Hemm"dehem Jiali


"Itulah akibatnya"kata Salsa


"Akhh bolehkah aku tidur"kata jiali


"Tentu saja tidak bisa,kalian tau ini masih jam pertandingan"kata salsa


"Tidak ada yang memperhatikan juga"kata jiali lalu bersender ke pundak Zee sedangkan Zee bersender di kepala Jiali dan keduanya memejamkan matanya.


"Jika tensius yang memiliki bakat monster dibilang kehabisan bakat lalu apalah daya kami yang sama sekali tidak memiliki gelandang sihir"batin pak Zack sambil tersenyum kecil


"Aku termakan jebakan Luna"batinnya


"Dan ya Luna menang"batin Zack sambil melirik Luna yang sedang fokus ke arah pertandingan


"Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya begitu juga Mona yang meniru sikap ibunya"katanya


"Kenapa aku baru kepikiran"keluhnya namun ia bisa apa


Setelah beberapa jam berlalu hanya sepuluh orang yang lolos dari Lander abadi babak empat dan sisanya tereliminasi


"Hei kalian bangun ini sudah selesai ayo kembali"kata Nian Nian sambil membangun kan Jiali dan Zee


"Hemm"dehem mereka namun sama sekali gx ada pergerakan


"Haiss mereka ini"keluh Nian Nian


"Biar kami saja"tawar Noriko dan Rey lalu menggendong keduanya


"Apa tidak apa apa"tanya Ziya


"Tenang kami bisa lagian ini tidaklah gratis heheheh"kata Rey dengan senyum menjengkelkan nya


"Nanti menyusul Ari beritahu mereka"kata Noriko di angguki Ari


"Let's go"kata Rey lalu berlari membuat Zee yang digendongnya terkejut dan seketika bangun


"Lho lho lho"bingung Zee


"Rey"kaget Zee


"Hei berhenti"kata Zee


"Tidak"jawab Rey


Dari belakang terlihat Noriko juga berlari menyusul


"Minggir"teriak Noriko


"Aaaaaa Noriko"Jiali terbangun dan segera mengeratkan genggaman nya


"Apa yang kau lakukan"tanya Jiali


"Hustt diam jangan ganggu aku harus konsentrasi"kata Noriko


Dan kedua gadis yang sedang menggendong Zee dan Jiali itu tetap berlari sampai mereka masuk kedalam hutan yang tidak begitu jauh


"Hei kalian ingin membawa kami kemana"tanya Jiali


"Jatuh"Noriko


"Hahh jatuh?"bingung Jiali


Sesaat kemudian terlihat sebuah danau yang cukup luas dengan beberapa batu besar yang terlihat


"Tunggu jangan bilang"duga Zee


"Seperti yang kau duga Zeena"kata Rey sambil tertawa


"Kalian gila"kaget Zee


Namun terlambat Noriko dan Rey dengan berbarengan melompat dan terjun kedalam danau


Byurrrr......


Bluk...bluluk....brasss


"Hah...hah..hah..."akhirnya keempatnya basah kuyup


"Ahahahah"tawa Noriko dan Rey sambil TOS lalu berenang menghindar dari Jiali dan Zee yang mengejar


Di tepi danau,Ari,Nian Nian,Mona,salsa dan Wulan telah sampai dan melihat keempat nya sedang kejar kejaran di dalam air


"Wahhh indahnya"kagum Nian Nian


"Benar ini menakjubkan"kata Wulan membenarkan


"Disini juga sejuk"kata salsa


"Hemm"dehem Mona

__ADS_1


"Bagaimana kalian tau ada tempat seperti ini"tanya Mona


"Noriko yang menemukannya dan ia memberitahu aku dan Rey"kata Ari


"Lalu kenapa kalian membawa kami kemari"tanya salsa


"Melepas penat"kata Ari


"Disini tersembunyi jadi aman kita bisa bersenang-senang setelah mengikuti lomba atau pelatihan dan merilekskan pikiran dan tubuh"kata Ari lalu ia berjalan kearah pohon rindang dan menyenderkan tubuhnya


"Aku ingin tiduran"kata Ari


"Nian Nian ayo kasana"ajak salsa lalu menyeret Nian Nian ke hamparan bunga yang tidak terlalu jauh.


Sedangkan Wulan dan Mona mereka mendekat ketepian danau dan merendam kaki mereka sambil berbincang-bincang


Wrusss....tingg


Jiali melompat dari air dan melesatkan pisau kecilnya kearah Rey dan Noriko dan tentu saja mereka tidak hanya diam menerimanya,mereka juga menghadang pisau itu dengan pedang mereka,di susul Zee yang menggunakan pedangnya terbang dan meluncur membawa pedang lainya dan menyerang Noriko,sedangkan Jiali menyerang Rey dan terjadilah pertarungan yang lebih kearah bercanda antara mereka berempat sedangkan kelima gadis lainnya hanya melihat,Ari?


Ya tidur lah biasa kucing


Sedangkan di tempat Ziya ia sedang tersungut kesal lantaran di tinggal begitu saja oleh teman temannya yang kampret tiada berotak.


"Mereka ini benar benar sialan aku hanya pergi sebentar sudah menghilang"kesal Ziya sambil berjalan gx nentu arah sampai....


Brukk....


"Aduh..."keluh Ziya sambil mengusap pantatnya yang langsung berciuman dengan tanah


"Nona jika jalan tolong sambil melihat"kesal seseorang yang hanya diam melihat Ziya kesakitan,Ziya hanya menatap pria yang diyakini siswa dari Houdryen karna Melihat dari seragamnya dengan kesal


"Maaf"kata Ziya singkat


"Bukannya di tolongin kek"batin Ziya


"Hanya seperti itu hei tau tidak pakaian dan sepatuku jadi kotor"kata pria itu


"Terus saya harus salto terbang kayang gitu"kata Ziya gx kalah kesal


"Berani ya lu"geram pria tersebut


"Dengar lu sekarang ada di wilayah gua jadi...."pria itu terdiam


"Mau wilayah anda mau bukan itu tidak ada sangkut pautnya dengan saya dah lah cape"kata Ziya hendak pergi namun tangannya di cekal


"Auch lepasin brengsek"marah Ziya


"Lu harus ganti rugi"kata pria itu sambil tersenyum penuh arti


"Apaan sih"marah Ziya sambil meronta lalu datang teman teman si pria


"Wihh Raka ada santapan nih bagi dong"kata teman temannya yang berjumlah empat orang


"Wihh cantik lagi"kata teman satunya


"Santuy tapi setelah bagian gue selesai"kata pria yang bernama Raka tersebut sambil membelai pipi Ziya


"Ehh...lepasin ajg"kesal Ziya


...Bukk...


Raka memukul tengkuk Ziya sehingga Ziya pingsan


"Bawa kemarkas usahakan guru dan yang lain gx pada tau"kata Raka


"Tenang bos"kata teman temannya


"Jangan dipake dulu gua yang pertama"ancam Raka


"Siap"jawab mereka lalu membawa Ziya pergi dari sana,tanpa mereka sadari sebuah segel kecil di tangan Ziya bercahaya sekilas lalu menghilang kembali


***


Di danau Zee tiba tiba terdiam sehingga terkena serangan dari Rey dan terjatuh membuat mereka semua terkejut,namun sebelum membentur air ia mengeluarkan sayap hitamnya dan terbang tipis diatas permukaan air dan kembali ke udara


"Wawww"kagum Mona,Wulan,Rey dan Noriko


"Teman teman aku duluan"kata Zee lalu melesat pergi entah kemana


"Apa itu tadi...sayap"kaget Rey


"Wahh keren sih"kata Noriko


"Apa itu ada di pelajaran kaisar sihir"tanya salsa


"Tidak"jawab Nian Nian merasa aneh


"Teman teman sebaiknya kita kembali aku merasa ada yang aneh dari sikap Zee tadi"kata Nian Nian


"Benar aku juga merasakannya"kata jiali dan Ari,lalu mereka


Pergi dari sana


Brakk.....


Zee mendobrak pintu kamar yang menjadi tempat penginapan nya selama ini dan kosong,ia masuk dan melihat sekeliling,


Zeena lalu muncul di sebelahnya


"Dimana kakak"tanya Zee langsung


"Ikut aku"jawab Zeena lalu ia pergi diikuti Zee dari belakang.


"Akan bunuh kalian semua tidak peduli siapapun itu"batin Zee dengan penuh amarah


Sebelumnya saat Zee sedang berlatih dengan yang lainnya Zeena menelepatinya bahwa Ziya sedang dalam bahaya dan itu yang membuat Zee tidak konsentrasi sehingga terkena serangan Rey,untung saja serangan itu tidak begitu berbahaya.


Di sebuah Villa yang sudah tidak terpakai Ziya diikat disana dengan lima pria berdiri didepannya.


"Sial mau apa mereka"batin Ziya sedangkan kelima pria disana hanya menatapnya dengan penuh semangat


"Sudah bangun ya"kata Raka


"Kalau begitu ayo bermain dengan ku akan ku buat kau lemas dibawah kungkungan ku"kata Raka lalu menyuruh salah satu anak buahnya untuk membuka tali yang mengikat Ziya


Tepat saat sudah terlepas Ziya menendang anak buah Raka dan membuat kerangka Aray tipe air dan petir pada anak buah itu,saat anak buah Raka memegang kerangka tersebut ia langsung tersetrum dan seketika tubuhnya hancur dengan darah dan potongan tubuh yang tersebar ke beberapa arah


tak terkecuali tubuh Ziya yang terciprat darah dari anak buah Raka yang mati.


Raka dan anak buah yang tersisa melongo melihat kejadian itu dan menatap Ziya marah


"Kau membunuh nya"teriak Raka lalu menyerang Ziya dengan pedangnya,Ziya tidak tinggal diam ia juga ikut menyerang apalagi ketiga anak buah Raka ikut membantu sehingga pertarungan tak imbang itu terjadi.


Sepuluh menit kemudian Ziya berhasil memukul satu anak buah Raka yang satunya sehingga tersisa tiga lawan lagi,dia sudah kelelahan apalagi ia baru saja terluka kemarin,saat ada celah salah satu anak buah Raka mengeluarkan jarum suntik dan dengan tidak berperasaan ia menancapkan jarum suntik tersebut ke tangan Ziya yang lengah sehingga membuat Ziya terkejut dan seketika ia terjatuh lemas.


"Sial apa yang mereka suntikan pada ku"batin Ziya


Terlihat wajahnya yang mulai pucat


"Bagus Diki bagus"kata Raka sambil berjalan kearah Ziya dan menamparnya keras


Plakkkk.....


"Berani sekali kau menyerang ku"teriak Raka marah dan menamparnya lagi


"Dan membunuh anak buahku"lanjutnya sambil menarik rambut Ziya dan membenturkan kepalanya ke lantai dengan keras


"Sa....sakit"batin Ziya saat kepalanya terasa pusing dan sakit apalagi pandangan jadi tidak jelas


"Akan kubuat kau menyesal"kata Raka dengan nada rendah


"I....ibu"batin Ziya lalu pingsan dengan darah yang mengalir dari kepalanya,


Raka kemudian merobek paksa seragam luar Ziya dengan tak berperasaan dilanjut menarik kemejanya juga sehingga dua kancing atas terlepas,saat ingin melakukan hal yang lebih tiba tiba pintu di tendang hingga hancur dan menghantam salah satu anak buah Raka hingga serpihan kayu tajam menancap tepat pada kepalanya hingga tembus kebelakang membuatnya mati di tempat.


"A......apa yang terjadi"gagap Raka


Lalu dari arah liar pintu masuk seseorang dengan auranya yang pekat dengan tatapannya yang tajam menatap kearahnya,tidak tepatnya ke arah Ziya yang dibawah kungkungan Raka dimana sudah terlihat memprihatinkan.


Dari belakang si pelaku dobrak pintu muncul roh Zeena


"Selamat kau telah membangunkan iblis"kata Zeena lalu menghilang sedangkan Zee si pelaku dobrak pintu menatap datar Raka yang menatapnya juga,dia benar benar sudah dikuasai amarah terlihat dari lensa matanya yang berubah menjadi merah darah,mendekat secara perlahan dan mengeluarkan sabit merah miliknya,saat mengayunkan sabit miliknya kearah Raka dia memutar tubuhnya sehingga sabitnya membelah tubuh teman Raka yang hendak menyerangnya dari belakang


Crasss......


Darah mengenai wajahnya yang menunjukkan kepuasan,tersisa satu teman Raka yang terdiam dengan pedangnya yang masih di atas kepalanya,dia adalah Diki orang yang menyuntik Ziya,dengan gemetar dia menatap Zee yang terlihat berbeda


"Pe...pembunuh"kata Diki dengan ketakutan,seumur hidupnya ia tidak pernah membunuh hanya saja jika melakukan pelecehan ia selalu ikut dan hanya diam melihat temannya membuang korban mereka ke sungai sehingga ia merasa hanya teman temannya saja yang pembunuh,namun jika pembunuhnya seperti ini siapa yang tidak akan ketakutan.


"Berisik"kata Zee yang mana tambah membuat Diki ketakutan apalagi Zee sudah mendekat kearahnya


"Sayang sekali kau tidak termasuk kriteria mainan ku"kata Zee


wahh Zee mode iblis muncul guys


ikuti kisah di episode selanjutnya


and see you

__ADS_1


👋👋👋


__ADS_2